
Justin berkunjung ke rumah Rei. Mereka hendak latihan bersama untuk video dance cover. Tak lupa Justin membawa hadiah untuk Ren.
"Thank you, Justin. Ren pasti senang dapet hadiah." Rei berkata mewakili Ren.
"Ren, lihat. Justin bawa hadiah buat Ren." Rei memperlihatkan hadiah yang dibawa Justin ke Ren.
Lucas melihat ada Justin di rumahnya. "Justin, come here."
Justin lalu masuk di ruang belajar Lucas.
"Take a seat." Lucas menyuruh Justin untuk duduk di kursi.
Justin lalu duduk di kursi.
"I know you like Rei. But I don't allow you to date Rei." Lucas berkata dengan tegas.
"I know. Rei rejected me yesterday." Justin merasa patah hati.
Kemarin Justin mengungkapkan cintanya ke Rei. Tapi ditolak Rei karena Lucas sudah mewanti-wanti Rei tidak boleh berpacaran saat ini. Lucas hanya takut dengan pergaulan bebas di Amerika.
"Rei, I love you. Can you be my girlfriend?" Justin menyatakan cintanya ke Rei.
"I'm sorry. I can't." Rei menolaknya.
"Why?" Justin bertanya.
"My dad said I only can date someone when I graduated from university."
Justin diam sejenak. "But, we still can be friends, right?"
"Of course. We still be friend. We can make YouTube video together."
Kembali ke saat ini ...
"You can go now." Lucas memperbolehkan Justin untuk pergi.
Bagus, Rei.
Papa belum siap lihat Rei pacaran.
Justin lalu keluar dari ruang belajar. Ia sekarang berlatih menari bersama Rei. Sebenarnya penggemar wanita Justin juga banyak yang menyatakan sukanya ke Justin tapi Justin tidak tertarik dengan mereka.
Justin jatuh cinta dengan Rei saat ia melihat Rei menari. Saat mereka mengikuti lomba waktu itu. Sejak saat itu ia mulai menyukai Rei. Puncaknya saat ia mengecup pipi Rei.
Tapi Justin paham. Usia mereka masih delapan tahunan. Masih muda. Walaupun banyak teman-temannya yang sudah berpacaran. Ditambah lagi papa Rei yang berasal dari Indonesia yang masih ketat soal hubungan antar jenis.
Hana membawa snack untuk Rei dan Justin.
"Rei, istirahat dulu. Mama sudah buatin teh sama bawa camilan buat Rei."
Justin memakan cake buatan Lucy.
"This is really delicious. Where you buy it?" Lucas bertanya karena ia ingin membelinya.
"My grandma made it. She made it yesterday." Rei memberitahu kalau nenek ya yang membuat kue itu kemarin.
"What is the name of this cake?"
"Castella."
"Castella?"
"Maybe someday we can make video making castella."
"I already had. You can watch it in my YouTube channel tomorrow. Rio still editing it."
"Rio?"
"All editing of my video is made by Rio."
"Rio is great video editor." Justin sudah melihat semua video di Rei's world.
"Yes, he is. I proud had him as my brother. You know? He is really good with computer."
"Rei, video castella-nya sudah jadi." Rio membawa hasil editan video membuat castella.
Rei dan Justin melihat video itu. seperti biasa Rei merasa puas. Skill Rio dalam mengedit video tidak perlu diragukan lagi. Terutama saat membuat tumbnail untuk video. Rio membuatnya sedemikian rupa agar bisa membuat orang tertarik menonton video Rei's world.
"Rio, you must help me too." Justin juga ingin videonya diedit Rio.
"You must pay me." Rio minta dibayar. Selama ini untuk Rei ia tidak memasang tarif. Semuanya gratis karena Rei itu saudaranya. Lagipula uang hasil dari video YouTube terkadang dipakai untuk membeli gadget baru buat Rio. Juga membayar aplikasi premium untuk editing gambar dan video.
"How much?"
"Depending on length of the video, what kind of editing that you want. Don't worry. It's not expensivre. For you I'll give a discount." Rio tidak memasang tarif tertentu. Ia bahkan akan memberi Justin diskon khusus.
*Mohon maaf jika bahasa Inggrisnya ada yang salah. Terutama bagian grammar. Saya masih belajar.
Rei dan Justin berlatih lagi. Setiap hari Justin datang ke rumah Rei. Rei merekam mereka berlatih.
"I think we must change this dance movement." Rei merasa harus merubah beberapa gerakan tarian. Lagu yang mereka pilih adalah lagu grup jadi akan ada sedikit penyesuaian untuk duo mereka.
Mereka sedikit mengalami kebuntuan saat ini. Ada gerakan tari yang terasa sedikit aneh. Rei dan Justin berpikir agak lama kali ini.
"How about like this?" Justin memperagakan tariannya.
"I like it. Justin, you're genius." Rei memuji Justin. Justin yang dipuji tersenyum lebar. Pujian dari orang yang ia suka itu membuatnya sangat bahagia.
Kira-kira seminggu kemudian mereka baru merekam dance cover mereka.
Saatnya rekaman.
Lucas sudah memasang wallpaper polos warna pink pastel di salah satu dinding kamar yang dipakai untuk syuting video dance cover Rei selama tinggal di Amerika. Terkadang Rei syuting di studio tari tempat ia belajar menari. Kadang juga outdoor. Tergantung dari suasana seperti apa yang ingin Rei tunjukkan. Juga dari jenis lagunya lebih cocok ditarikan di mana. Membuat proses rekaman terkadang menjadi sedikit lebih lama karena masalah tempat.
Berbeda saat di Indonesia, Rei sudah mempunyai studio sendiri yang lengkap, yang bisa langsung dipakai untuk syuting. Saat ini studio tersebut disewakan. Walaupun sebenarnya Hana ingin menggratiskannya.
Tapi atas saran Lukman, mereka memasang tarif untuk pemakaian studio. Mengingat mereka harus membayar penjaga studio, tagihan listrik dan air, juga biaya perawatan. Hanya saja jika memang ada penari yang tidak mampu, mereka bisa memakai studio secara gratis. Itupun setelah diseleksi terlebih dahulu.
Rei dan Justin berdiri di posisi mereka masing-masing. Hana menyetel lagu yang dipilih mereka untuk dance cover.
Rio sang kameraman merekam.
Di akhir lagu tiba-tiba Rin mendekati Rei dan Justin. Ia ikut menari di depan mereka. Rei dan Justin hanya tersenyum melihat gerakan Rin. Pantat Rin yang montok karena popok membuat lucu gerakannya.
Mereka akhirnya mengulang lagi dari awal. Bagian yang ada Rin menari akan mereka jadikan NG scene di bagian akhir.
Dance cover yang sekarang akan di-upload di channel YouTube milik Justin. Isi video di Inside Justin kurang lebih mirip video di channel YouTube Rei's world. Tapi lebih banyak video dance cover.
Tangan mungil Ren bergerak saat musik dimainkan.
"Tunggu Ren gede. Baru bisa nari bareng kak Rei." Hana berbisik di telinga Ren.