
Rei dan Rio sedang bermain kata. Mereka akan membuat kata dari huruf terakhir dari peserta sebelumnya. Dulu saat mereka di kota B biasanya mereka melakukan permainan kata dengan bahasa Indonesia. Tetapi sejak pindah ke kota A dan bersekolah di dua bahasa, mereka jadi lebih sering menggunakan bahasa Inggris. Terutama dengan nenek mereka. Hanya dengan Hana mereka biasanya berbahasa Indonesia. Mereka tahu mama mereka tidak biasa berbahasa Inggris.
Rei mengocok kartu lalu mengambil kartu huruf yang tertutup dan melihat huruf yang tercetak di kartu itu.
“Huruf R. Rain.” Rei memulai lebih dulu.
“Night,” ucap Rio.
“Ten.” Rei melanjutkan.
“Number.”
“Rainbow.”
“Window.” Rio sengaja memberi huruf terakhir yang susah untuk Rei.
W lagi. ~ Rei merasa kesulitan. Rei meemandang ke sebelah Rio. Biasanya ada Ryu di di sana yang akan memberi petunjuk untuk Rei. Tetapi Ryu sudah meninggal.
“Rei nggak bisa?”
“Panggil kak Rei. Aku itu lahir lebih dulu dari kamu.” Rei protes.
“Cuma beda tiga menit aja.“ Rio memang terkadang ingat, terkadang sengaja lupa memanggil Rei dengan sebutan kakak.
Rei kebingungan “W ...”
Waktu habis. Rei harus menerima hukuman. Rio menjentikkan jarinya dengan keras di dahi Rei. Berbeda dengan Ryu, bila ia menghukum Rei ia hanya menjentikkan jarinya pelan.
...🌼🌼🌼...
Ryu ... Kak Rei kangen Ryu. ~ Rei memandangi foro keluarga mereka. Sebelum Ryu meninggal mereka sempat berfoto bersama atas permintaan Ryu. Sepertinya ia tahu ia akan segera meninggal.
Ada bunyi notifikasi di ponsel Rei. Ada banyak pesan masuk. Banyak komentar masuk di video terakhir yang diunggah Rei di YouTube. Penggemar Rei meminta Rei untuk mengupload video baru. Mereka juga mengirim pesan penyemangat untuk Rei. Di instagram Rei juga banyak ucapan bela sungkawa atas kematian Ryu.
Belum lagi beberapa perusahaan yang ingin produknya diendors oleh Rei. Sejak kematian Ryu, Rei hiatus dari media sosial. Ia tidak pernah memposting foto atau mengupload video baru.
Boleh dibilang Rei lebih akrab dengan Ryu dibandingkan dengan Rio. Ryu itu memang adik laki-lakinya sama seperti Rio. Tetapi Ryu itu juga seperti adik perempuannya. Bila Rei ingin mendandani Ryu, Ryu tidak pernah menolaknya. Begitu juga sebaliknya bila Ryu ingin menjadikan Rei sebagai model lukisannya, Rei juga tidak menolak.
Rei juga pernah mengupload beberapa video lukisan Ryu. Dan video itu juga mendapat sambutan yang cukup baik.
Setiap hari selalu ada komentar atau dm meminta Rei melakukan dance cover seperti biasanya. Mereka takjub melihat anak seumur Rei yang jago dance.
Rei membaca komentar masuk. Ada yang meminta ia menarikan lagu girl group Korea Itzy “Mafia in the morning”. Ada juga yang memintanya mengcover dance aespa “Next level”.
Rei tidak hanya menirukan dance dari sebuah lagu. Tapi ia juga berbakat membuat koreografi originalnya sendiri. Koreografi original inilah yang selalu dinantikan penggemarnya karena terkadang mereka lebih menyukai koreo buatan Rei dibanding koreo asli. Bahkan meminta agensi idol tersebut menarikan koreo ciptaan Rei.
Rei memang menyukai menari sejak kecil. Setiap kali ada musik yang dimainkan entah kenapa tubuhnya selalu menari mengikuti musik. Ketukannya, iramanya selalu tepat. Dulu Rei selalu menghibur Hana dengan tariannya. Rio dan Ryu menjadi back dancer di belakang Rei. Rei melihat Hana yang lelah mengurus dirinya dan adik-adiknya. Kemudian Rei batita menari. Awalnya Hana hanya iseng-iseng saja memvideo Rei lalu menguploadnya untuk tontonannya sendiri. Tetapi tidak ia sangka subscriber Rei setiap hari terus bertambah.
Hana lalu memasukkan Rei ke kelas tari. Rei dengan cepat bisa menguasai teknik-teknik menari. Sebenarnya Rei ingin mendalami dunia tari b-boy. Melakukan gerakan-gerakan head spin, salto, kincir angin yang menurut Rei sangat keren. Tetapi Hana selalu ketakutan. Ia takut kepala Rei akan terpelintir atau cedera. Sejak itu Rei tidak pernah lagi melakukan gerakan b-boy di depan Hana. Rei akan melakukan gerakan b-boy saat Hana tidak ada. Dan Hana akan mengetahuinya saat Rei mengupload video.
Tidak hanya dance cover yang Rei upload di channel YouTubenya. Ia juga terkadang mengupload video DIY. Membuat kue, roti. Mengcover lagu juga ia pernah lakukan. Rio yang membantu memberi efek-efek menarik ke video Rei sehingga video Rei menjadi lebih cantik dan menarik. Dari sana Rio juga terkadang mendapat job mengedit video. Video tik tok dan video yang lain.
Walaupun Rei tidak merekam video tari tapi setiap hari ia selalu menari karena sangat menyukainya. Rei memutar musik video atau dance performance dan mulai ikut menari. Luke yang melihatnya ikut menari.
Entah kenapa walaupun ayah Rei dan Rio itu Lucas tetapi baik Rei dan Rio lebih mirip Luke.
“Rei mau nari lagi?”
“Rei capek Papa Luke.” Rei duduk di lantai sambil meminum air dari botol minumnya.
“Papa lihat banyak yang minta Rei upload video baru.”
“Rei masih bingung mau nari apa.”
“Papa punya ide. Gimana kalau nari lagunya MJ.”
Luke lalu memutar musik video Michael Jackson “Smooth Criminal” dan “Billie Jean”. Rei terpesona saat melihat gerakan tari dengan tubuh miring tapi tidak jatuh.
“Kok bisa gitu, ya, Papa Luke?”
“Mereka pake sepatu khusus. Jadi, mereka nggak jatuh ke lantai. Rei mau sepatunya?”
Rei menganggukkan kepalanya. Luke lalu menelpon seseorang.
“Ukuran sepatu Rei berapa?” Luke bertanya.
“15 cm.”
“Sepatunya baru jadi satu minggu lagi. Sambil menunggu sepatunya datang, kita latihan dulu.”
Rei mulai berlatih dengan Luke yang memang sudah hafal koreo Smooth Criminal. Lucy tak kalah heboh saat mendengar Rei akan mengcover dance Michael Jackson “Smooth Criminal”. Lucy sibuk membawa Rei ke toko jas untuk membeli satu setel jas putih dan topi putih agar Rei mirip dengan Michael Jackson.
Rei terus berlatih sambil menunggu sepatu yang dibuat khusus untuknya. Satu minggu kemudian sepatu untuk Rei datang. Rei langsung mencobanya.
Rei sukses melakukan gerakan dengan sepatu khusus. Rei menaruh Ipad di depannya dan mulai merekam ia menari. Kali ini Luke juga ikut latihan. Rencananya mereka berdua akan mengcover lagu MJ. Rei lalu melihat hasil rekamannya.
Rei terlalu ke kanan.
“Papa Luke kita coba sekali lagi.” Rei sedikit banyak mewarisi sifat perfeksionis ayahnya. Ia tak ingin ada kesalahan sekecil apapun. Dengan latihan dan terus latihan ia yakin ia bisa menari dengan baik.
Hari rekaman tiba ...
Luke sudah membeli studio tari khusus untuk Rei. Luke memang terlihat selalu bermain. Tapi sebenarnya ia punya banyak usaha. Bahkan ada yang berada di luar negri. Luke berprinsip walau nilai sekolahnya rendah, ia harus punya banyak duit. Dengan punya banyak duit para wanita akan datang dengan sendirinya. Jadi, ia tidak perlu capek-capek mencari wanita untuk menghangatkan tempat tidurnya.
Rekaman pertama ...
Lucy ikut menonton bersama Hana. Luke sudah memanggil kameramen supaya hasil video Rei dan dirinya bagus dan terlihat profesional.