Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 156 Kecemburuan Matthew



Di dalam mobil, di luar gudang tempat syuting.


"Pak, saya titip Ren sama Ricka." Hana menitipkan kedua anaknya ke supir. Ia ingin melihat Rin berakting. Ia tidak mungkin membawa Ren dan Ricka melihat adegan Rin disiksa oleh ibu tirinya di dalam film. Ren dan terutama Ricka akan menangis.


Hana keluar dari mobil. Ia berjalan ke set syuting. Dari kejauhan ia melihat Rin disiksa. Tidak sungguhan tetapi tetap saja membuat perih hatinya.


Hana melihat Rin ditampar, dipukul, dan ditendang. Komplit sudah penderitaan Lisa, tokoh yang diperankan Rin.


"Cut."


Rin hwnya terbaring di lantai. Ia akan di make up darah dan memar di tempatnya berbaring karena tubuh Rin tidak boleh berubah posisinya.


"Mama." Rin memanggil Hana dengan posisi berbaring di lantai. Hana hanya bisa tersenyum dari jauh. Hana melihat noda darah dan memar yang seperti aslinya.


Syuting dilanjutkan kembali dengan fokus kamera ke ibu tiri Lisa. Ibu tiri Lisa ternyata licik. Ia hanya menginginkan harta Bram, ayah Lisa.


Syuting dilanjutkan lagi saat Lisa ditemukan oleh seseorang yang tinggal di gudang.


"Action."


Seseorang mendekati Lisa. Ia melhat tubuh mungil yang terbaring di lantai dengan penuh memar di sekujur tubuh.


Jari telunjuknya menyentuh tangan Lisa. Apa anak kecil ini sudah mati?


Tubuh Lisa bergerak. Orang itu tahu jika tubuh kecil itu masih hidup. Ia menggendong tubuh kecil itu ke atas tikar yang ia gelar untuk alas tidurnya. Ia lalu mengambil air di baskom. Ia mengelap tubuh mungil itu hingga bersih.


Orang itu berusia sekitar sepuluh tahun. Tetapi tubuhnya sudah tampak tinggi. Ia menunggui Lisa. Ia ingin membawa Lisa ke rumah sakit untuk dirawat dengan lebih baik tetapi ia juga tidak punya uang.


"Cut," teriak Sutradara. Ia mulai memonitor adegan Lisa yang pingsan dirawat bocah itu.


Mereka mengambil break sejenak.


"Mama." Rin berlari ke arah Hana. Ia mengajak Hana berkenalan dengan Rayhan, lawan mainnya yang akan menjadi kakaknya di adegan selanjutnya.


Ada telepon masuk dari Matthew. "Matthew." Rin melihat wajah Matthew di layar ponsel Hana.


"Rin. Are you okay?" Matthew melihat rambut dan pakaian Rin yang berantakan.


"I'm okay. Ini baju akting Rin." Rin menjelaskan.


"Matthew, kenalkan. Ini Kakak Rayhan." Rin mengarahkan kamera ponsel ke Rayhan.


Sementara itu Matthew bisa melihat ketampanan wajah Rayhan yang bisa dibilang di atas rata-rata. Ia merasa tersaingi. Ia cemburu melihat kedekatan Rin dan Rayhan.


Jika saja ia berada di Indonesia, ia akan terus bersama Rin. Tetapi saat ini mereka berbeda benua. Jarak di antara mereka terlalu jauh. Ia berada di Amerika sedangkan Rin di Indonesia.


"Matthew?" Rin melihat Matthew yang hanya diam saja.


"Matthew?" Rin memanggil Matthew lagi. Tapi tetap tidak ada respon dari Matthew.


"Rin tutup teleponnya," ancam Rin.


"Jangan." Matthew tersadar. Ia tadi sibuk memikirkan sesuatu. Matthew lalu berbincang sejenak dengan Rin.


Rin lalu mengarahkan kamera ke lokasi syuting. Ia ingin memperlihatkan suasana syuting filmnya ke Matthew.


"Matthew?" Rin merasa Matthew terdiam lagi. Matthew tersadar lagi. Rin dipanggil lagi untuk melanjutkan syuting.


"Matthew, Rin harus syuting. Bye bye."


"Bye bye."


Mathew langsung memberitahu Martha jika ia harus segera ke Indonesia untuk menemui Rin.


"Ada apa? Apa ada yang meninggal?" Martha jadi kuatir.


"Tidak ada yang meninggal, Mom. Aku harus ke Indonesia. Rin nggak boleh dekat dengan Rayhan." Sisi posesif Matthew muncul.


Selama ini ia tidak mempersalahkan teman-teman pria Rin. Tetapi berbeda kasus dengan Rayhan. Rin akan banyak melakukan adegan syuting besama Rayhan. Rin akan jadi akrab dengan Rayhan.


Martha tahu Matthew cemburu melihat Rin bersama Rayhan. Apalagi wajah Rayhan yang terbilang tampan. Martha tadi sempat melhat Rayhan di panggilan video Matthew dengan Rin.


"Tanya Daddy. Kalau Daddy ijinkan, Mommy ijinkan juga."


Matthew langsung menuju Daddy nya, Martin. "Dad, Matthew harus ke Indonesia."


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan Rin?" Martin tahu jika saat ini Rin sedang syuting film.


"Rin baik-baik saja. Matthew yang tidak baik-baik saja."