
Rin dan Sho menunggu giliran mereka. Mereka melihat syuting dari kejauhan.
Saat ini syuting adegan ibu Sakura yang sedang berbincang dengan nenek Ken.
"Sekali lagi maafkan Ken." Nenek Ken meminta maaf. Ken hampir saja merenggut nyawa Sakura.
"Iie (Tidak). Saya justru berterima kasih kepada Ken. Selama ini Sakura selalu diam. Ia sejak lahir tinggal di Amerika. Ia belum terbiasa dengan keadaan di Jepang. Sakura juga sering berganti daycare karena di-bully."
Ibu Sakura melanjutkan. "Tetapi sejak Sakura bertemu Ken, ia terlihat lebih ceria. Setiap hari ia bercerita tentang aktifitasnya di daycare. Sakura lebih sering tersenyum sekarang karena Ken."
Ibu Sakura tersenyum. Ia selalu bertanya dalam hati apakah keputusannya sudah tepat saat membawa putrinya, Sakura kembali ke Jepang setelah ia berpisah dengan ayah Sakura.
Ibu Sakura merasa lega sekarang. Sakura sepertinya sudah mulai beradaptasi dengan bantuan Ken.
Rin dan Sho lanjut syuting. Saat ini adegan Ken ingin mencari ibu kandungnya yang katanya bekerja di Tokyo. Ia tidak pernah melihat sosok ibunya. Hanya surat saja yang datang membawa kabar ibunya.
"Ken mau ketemu oka-san." Ken menunjukkan amplop berisi alamat ibunya di Tokyo.
"Sakura ikut Ken ya?"
Sakura hanya menganggukkan kepalanya. Ia masih belum paham apa perkataan Ken.
Hari itu mereka kabur dari rumah sakit.
Nenek Ken mencari Ken di kamar rumah sakit untuk membawa Ken pulang. Ia tadi pergi ke kantin sebentar.
"Okay. Cut."
Syuting dilanjutkan di rumah nenek Ken yang dekat lokasinya dengan daycare. Adegan Ken bersama neneknya.
Neneknya membaca surat dari ibu Ken. Ken mendengarkan suara neneknya seolah-olah itu adalah suara ibunya.
Ken, bagaimana di daycare? Apa Sakura masih ada di daycare?
Oka-san di Tokyo baik baik saja. Kata Obaa-chan Ken menang lomba lari. Omedetou.
Ibu Ken menulis banyak hal di suratnya.
*Oka-san : sebutan untuk ibu seperti mama.
*Omedetou : selamat
Ibu Sakura dan Nenek Ken panik karena Sakura dan Ren tidak ada. Mereka melaporkan anak hilang ke kantor polisi.
Polisi segera bergerak cepat. Mereka mengecek CCTV di stasiun. Ada dua bocil bergandengan tangan menaiki kereta menuju ke Tokyo.
"Tokyo?" Nenek Ken tahu Ken dan Sakura hendak pergi ke mana.
Adegan di stasiun kereta api.
"Ready. Action."
Ken membeli tiket untuk dirinya dan Sakura. Mereka naik kereta api menuju Tokyo. Ada petugas yang curiga bertanya ke mereka di mana orang tua mereka.
Sakura menunjuk pasangan. Orang yang lelaki orang Amerika dan yang perempuan orang Jepang yang kebetulan berada di satu kereta dengan mereka.
"Okay. Cut."
Rin selesai syuting untuk hari ini. Besok rencananya ia akan syuting di rumah Sakura. Adegan ibu dan anak.
"Otsukaresama deshita (Terima kasih atas kerjasamanya)." Rin berpamitan.
Masih ada waktu. Mereka sekeluarga mampir ke pompompurin cafe dekat lokasi syuting. Di bagian pintu sudah terlihat telinga
Cafe ini didominasi dengan karakter Sanrio yang bernama pompompurin. Bahkan sofa untuk pengunjung juga berkarakter pompompurin.
Anak-anak Hana sibuk berfoto di cafe.
"Kaka Yen." Ricka menunjuk karakter pompompurin yang gemuk itu seperti Ren.
Makanan datang. Ada nasi berwarna kuning yang dibentuk seperti karakter pompompurin plus telur dadar lengkap dengan saus nya. Ada hamburger dengan roti yang digambar dengan mata, hidung dan telinga pompompurin.
"Mecha kawaii." Rei lalu sibuk memfoto makanan yang dibuat menyerupai karakter pompompurin.
Mereka juga memesan makanan penutup yang lagi lagi kita bisa melihat karakter pompompurin.
Selesai makan mereka berjalan sebentar lalu pulang ke hotel.
*Note : saat cerita ini dibuat pompompurin cafe di Osaka sudah ditutup permanen.