
Sementara itu di Indonesia, Lucy mengajak Rei dan Rio tinggal bersamanya. Rei dan Rio mengiyakan. Tetapi Lucas awalnya menolak. "Ma, Lucas itu sudah besar. Lucas bisa tinggal sendiri."
"Setua apapun dirimu, kau itu tetap anak mama." Lucy merasa ia harus selalu mengawasi putranya apalagi tidak ada Hana di dekat putranya. Ia tak ingin putranya salah langkah lagi dan menghancurkan rumah tangganya untuk kedua kalinya.
Lucas menuruti perkataan mamanya. Ia dan anak-anaknya tinggal bersama di rumah Lucy dan Lukman. Begitu juga dengan ayah Hana. Ayah Hana ikut tinggal di rumah Lucy.
Rei dan Rio merasa sepi karena hanya ada mereka berdua. Biasanya mereka bisa bermain dengan Rin atau Ren.
"Kenapa, ya, om Richard mau mama jadi ibu anaknya? Om Richard itu ganteng, kaya. Nggak mungkin nggak laku." Rei mulai merindukan mamanya. Walau bisa video call tapi tetap saja Rei butuh sosok fisik ibunya.
"Karena om Richard masih cinta sama mama. Mereka dulu itu pacaran dan sudah mau menikah." Rio menunjukkan foto-foto prawedding Hana dan Richard di ponselnya.
Rio pernah menyelidiki masa lalu ibunya dan Richard.
"Tapi kenapa mama dan om Richard nggak nikah?" Rei bertanya. Rio menaikkan bahunya memberi syarat tanda ia belum tahu penyebabnya walaupun ia sudah tahu kebenarannya. ~ Karena ada kita bertiga di perut mama.
Rio yang seorang hacker kecil tidak sengaja melihat akses yang terbuka saat ia berada di hotel The Royal. Rio melihat file video, file foto yang isinya tentang Hana dan Richard.
Rio sebenarnya sudah menduga ada sesuatu antara mamanya dan Richard saat Richard melihat Hana dengan tatapan hangat. Rio lalu mengecek kenapa pemeran utama pria dan wanita di iklan The Royal tiba-tiba tidak bisa datang. Bukan karena sakit atau penyebab lainnya tapi memang itulah rencana Richard. Richard ingin bertemu Hana.
Rio juga tahu walaupun papanya berat menyetujui keputusan yang diambil mamanya, tetapi alasan lainnya juga karena rasa bersalah karena tanpa sengaja, papanya yang memutuskan hubungan mamanya dan Richard.
"Mama kapan pulang?" Rei sedang berbicara dengan Hana melalui video call.
"Kakak Yio." Rin memanggil Rio. "Yin sekoyah."
"Rin sekolah?"
"Iya. Yin nyanyi. Yin beyajay." Rin berceloteh panjang lebar mengenai kegiatannya di preschool.
Sebenarnya Rin bersekolah karena suster yang menjaga Rin.
"Nyonya, apakah Rin bisa preschool di sini?" tanya suster yang menjaga Rin. Saat pagi Rin sering mendatangi preschool dekat gedung apartemen untuk melihat anak-anak seumuran dirinya.
"Rin, mau masuk sekolah?"
Rin menganggukkan kepalanya. Ia ingin punya banyak teman. Teman yang seusianya karena Ren belum bisa diajak bicara.
Richard yang mendengarnya lalu memerintahkan asistennya untuk mendaftarkan Rin sekolah.
Keesokkan harinya Rin mulai masuk preschool. Hana mendandani Rin dengan cantik. Mengikat rambutnya bentuk onde-onde. Ada kekuatiran jika Rin tidak bisa menyesuaikan diri karena perbedaan bahasa.
Hana kawatir dengan bahasa Inggris Rin tapi saat Rin memperkenalkan dirinya di depan kelas. "Heyyo. My name is Yin. I'm 3 yeays old."
Kapan Rin belajar bahasa Inggris? ~ Hana terkejut karena sangat jarang mendengar Rin berbahasa Inggris.