Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 172 Spider Baby



Ricka melihat dirinya di cermin. Ia sekarang mengenakan kostum Spiderman yang dibuat khusus untuknya. Tanpa topeng Spiderman tetapi ada rok mini berwarna merah dengan legging ketat khas Spiderman dengan atasan khas karakter Spiderman.


Ricka mendekati Hana. "Kaka Yei." Ricka menyentuh ponsel Hana.


"Ricka mau telpon kakak Rei? Kakak Rei ada di kamar." Hana menggendong Ricka dan membawanya menuju ke kamar Rei. Ia mengira Ricka ingin pamer baju Spiderman ke Rei.


Tapi saat mereka bertemu Rei, ternyata bukan Rei yang dimaksud Ricka.


"Kaka Yei ..." Ricka tidak melihat kakak Rei yang ia maksud.


"Ini kakak Rei." Hana menunjuk Rei.


"Kaka Yei ..." Ricka frustasi. Ia kesal karena perkataannya tidak dimengerti.


Rei mengerti. Bukan dirinya yang dimaksud Ricka. "Bukan Rei, Ma."


"Tapi nggak ada lagi yang namanya Rei di sini." Hana bingung. Hanya Rei yang bernama Rei di sini.


Terdengar suara Rayhan di TV. Rayhan muncul dalam drama TV.


"Kaka Yei." Ricka mengenali suara Rayhan. Ia mencari asal suara.


"Ma, mungkin Rayhan." Rei dan Rayhan sama sama dibaca Rei.


"Ricka mau ngobrol sama kakak Rayhan?" Hana bertanya.


Ricka menganggukkan kepalanya. Ia mau pamer kostum spider baby nya.


Hana menelpon Renata, Tante Rayhan. "Halo, Ren. Apa Rayhan sibuk? Ricka mau ngobrol."


"Rayhan nggak sibuk. Bentar ya." Renata memberikan ponselnya ke Rayhan. "Ray, Ricka mau ngobrol."


"Riiiiickaaaaa," seru Rayhan. Ia senang bisa melihat Ricka lagi. Rayhan tidak mempunyai adik. Ia sudah menganggap Rin, Ren dan Ricka itu adiknya.


"Kaka ..." Ricka memamerkan kostumnya.


"Ricka jadi spider baby?" Rayhan sudah diberitahu Rin jika Rin akan membuat film pendek dengan tema super Hero. Rin juga sudah meminta Rayhan tampil sebagai cameo yang film nya nanti akan di-upload di kanal YouTube Rei's World.


Ricka berkata-kata yang tidak jelas. Masih bahasa bayi. Tetapi Rayhan tetap menanggapi Ricka.


Sedangkan Mark yang melihatnya tertunduk lesu lagi. Ia sudah merasa senang karena Ricka sudah dekat dengannya. Tetapi Ricka malah lebih memilih Rayhan untuk memamerkan kostum spider baby nya.


Mark masuk ke dalam kamar. Ia menelpon Martha. "Mommy, I wanna go home." Mark ingin balik ke Amerika. Ia merasa tak ada gunanya ia berada di Indonesia. Ricka tidak menyukainya.


"Ricka nggak suka Mark. Ricka suka sama kakak Rayhan."


"Rayhan?"


"Yes. Kakak Rayhan." Rayhan lah penyebab Matthew dan Mark datang ke Indonesia.


"Mark, jangan menyerah begitu cepat. Mark suka Ricka kan?"


"Suka."


"So, Mark you must ..." Martha menyemangati Mark.


"Okay. Okay, Mommy." Mark merasa semangat lagi.


Ricka masuk ke dalam kamar Mark. "Kaka ..." Ia ingin bermain bersama Mark.


"Ricka ..." Mark tersenyum lagi melihat Ricka.


"Mommy, Mark tutup telponnya. Ricka mau main sana Mark." Mark langsung menutup ponselnya.


Martha hanya tertawa kecil melihat perubahan mood putra bungsunya itu.


"Apa ada yang lucu?" Martin bertanya.


"Tidak. Tidak ada yang lucu. Tetapi ada yang begitu menggemaskan."


"Siapa?"


"Mark."


"Ada apa dengan Mark?"


"Mark sangat menyukai Ricka. Tetapi Mark menganggap Ricka lebih menyukai Rayhan."


"Di sini terlalu sepi," ucap Martin tiba-tiba.


"Rumah ini memang terasa sepi karena Matthew dan Mark pergi."


"Ayo kita buat ramai kembali." Martin mendekati Martha. Ia menggendong Martha dan membawanya masuk ke dalam kamar.