Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 145 Oh, Nona Manis



Di rumah Richard.


"Ricka, Papa mau istirahat. Kita pulang, yuk." Hana mengajak Ricka untuk kembali ke rumahnya. Hana merasa Richard butuh istirahat lebih setelah tiga hari bekerja di luar kota.


Ricka menolak. Ia ingin bersama papanya. "Papa." Ricka semakin lengket dengan Richard.


"Malam ini biar Ricka tidur di sini." Richard juga ingin bersama Ricka lebih lama lagi. Walaupun ia sibuk bekerja, ia juga ingin lebih mementingkan Ricka. Bukankah ia bekerja keras juga demi Ricka.


Akhirnya Ricka bersama Richard.


"Kak, aku pulang dulu. Besok pagi kabari aja. Nanti Ricka aku jemput." Hana mencium Ricka.


"Ricka beneran nggak mau ikut Mama pulang?" Hana masih bertanya walaupun ia tahu jawaban Ricka.


Hana akhirnya pulang ke rumahnya sendirian.


Ren melihat Hana seorang diri. "Ricka nginap di rumah papa Richard?"


"Iya."


"Mama, tadi kakak Yei beliin Mama gelato sakuya." Ren menunjuk freezer.


Hana mengambil Gelato dari freezer. Ia menyantapnya. "Ren mau coba?"


Tanpa perlu Hana tanya, Ren pasti mau. Hana lalu menyuapi Ren.


Ada panggilan masuk dari Lucas.


"Papa." Ren menyapa ayahnya.


"Ren. Mama mana?"


Ren menggeser ponsel Hana ke depan Hana.


"Han, aku nggak bisa pulang malam ini. Dokter jaga malam ini tidak bisa bertugas. Jadinya aku yang jaga."


"Iya. Aku mengerti. Kamu sudah makan?"


"Belum. Aku lagi nunggu gofood."


"Papa beli apa?" Ren yang mendengar kata gofood tertarik.


"Nasi goreng."


"Yen mau."


"Nanti Papa pesenin nasi goreng buat Ren. Yang lain mau apa? Biar Papa pesanin sekalian."


Ren lalu mendatangi kamar kakak-kakaknya. "Kakak Yei mau makan? Papa mau beliin makanan."


"Nggak." Rei menjawab.


"Kakak Yio?"


"Nggak juga." Rio tidak merasa lapar.


Ren berjalan ke kamar Rin. "Kakak Yin mau makan yagi?"


"Bihun goreng."


Ren melihat Lucas melalui panggilan video. "Kakak Yin bihun goyeng. Yen mi goyeng. Mama nasi goyeng."


"Okay. Papa pesankan sekarang. Ren, Rin sama mama tunggu makanannya datang."


"Sama-sama. Ada telepon masuk. Papa tutup teleponnya. Bye bye."


"Bye bye Papa."


Panggilan video berakhir.


Lucas mengirimkan pesan jika sudah mendapatkan driver gofood. Estimasi datang tiga puluh menit.


"Papa.bilang tiga puluh menit makanannya datang." Hana memberitahu Ren.


Ren mulai berhitung. "Satu, dua, tiga, ... tiga puluh. Ma, gofood-nya belum datang."


"Tiga puluh menit itu bukan secepat itu. Ren lihat sekarang jarum jam yang panjang di angka berapa?"


"Dua beyas."


"Tiga puluh menit lagi itu artinya jarum panjangnya di angka 6." Hana menjelaskan.


"Lama ya, Ma."


"Kan kokinya harus masak dulu. Kita tunggu sambil nonton video." Hana membuka aplikasi YouTube.


Ia mencari musik video penyanyi tahun 90'an.


"Nenek suka penyanyi ini." Hana mengklik musik video dari alm. Richie Ricardo, penyanyi Indonesia jaman dulu.


"Oh, nona manis." Terdengar suara nyanyian alm. Richie Ricardo.


"Mama suka senyumnya. Senyumnya manis." Hana merasa tidak asing dengan senyum alm. Richie.


"Senyum Yen manis?" Ren mencoba tersenyum manis. Ia memperlihatkan gigi-giginya.


"Manis."


🎶🎶🎶


Oh, Nona Manis


yang selalu aku jumpa di jalan


Oh, oh nona manis


tiap pagi berangkat sendirian


         


Jangan cuma-cuma dalam senyuman


tapi kita-kita harus kenalan


🎶🎶🎶


Hana melihat musik video lawas itu sampai akhir. Entah kenapa senyuman penyanyi itu itu mengingatkannya pada masa lalu.


Saat ia sering bermain di panti asuhan Pelangi. Saat ia menghabiskan masa kecilnya bermain dengan Babas.


"Senyum om Yichie miyip senyum om Sebastian." Ren menyeletuk.


Hana tersadar. Sebastian itu Babas?