Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 148 Memulai Syuting



Lukman datang membawa baki berisi camilan. Sedari tadi ia sibuk di dapur membuat sandwich buah.


Ren langsung menghampiri opanya. Ia mengambil sandwich roti tawar yang berisi krim dan potongan buah itu. Krim yang dingin dan buah yang manis terasa lezat dinikmati saat istirahat.


Semua juga menikmatinya.


Lukman menyuapi Ricka. Ricka memang bukan cucu kandungnya tetapi Ricka tetap cucunya karena Hana sudah ia anggap anaknya sendiri.


"Ricka suka?" Lukman bertanya.


Ricka menganggukkan kepalanya. Menunjukkan jempolnya ke Lukman. Sandwich buah buatan Lukman langsung habis.


Lucy juga membawa outfit kedua untuk Rin dan Ren. Rin mendapatkan jaket bulu panjang berwarna pink.


Ren mendapatkan jumpsuit warna hitam. Lucy sengaja membuat kostum Ren agak besar supaya bisa Ren pakai lebih lama.


Mereka mulai mencoba tampil dengan menggunakan kostum untuk melihat apakah kostum mereka bisa dipakai saat mereka menari.


Rei meminta tolong Lukman untuk merekam mereka dengan ponsel.


Rei lalu memulai latihannya. Ia menyetel musik Shutdown. Awal lagu adalah syuting solo untuk Rei. Ia memegang biola. Seolah-olah ia yang memainkan instrumen biola yang terdengar di musik.


Ren lalu mengambil posisi dengan berpura-pura duduk di atas mobil padahal sebenarnya saat ini ia duduk di atas lantai.


Rei mulai lip sync. Ia lalu memegang Cici chincilla.


Rio mulai memegang payung.


Rin berusaha duduk di gym ball. Tapi gagal. Ia jatuh.


Latihan terhenti. Lukman buru-buru mendekati Rin. "Rin nggak pa pa?"


"Rin nggak pa pa, Opa." Rin mencoba duduk kembali di atas gym ball tapi gagal.


"Rin nggak usah duduk di atas gym ball. Rin senderan aja." Rio memberi saran. Ia tak ingin adiknya terluka.


Mereka berempat lanjut latihan dengan menari bersama.


Rei melihat rekaman mereka. Ia mengkoreksi gerakan mereka.


"Di sini tangannya jangan terlalu ke belakang." Rei memberitahu Rin.


"Iya." Rin juga menyadari kesalahannya.


Lalu mereka lanjut ke bagian kedua.


Ren menekan tombol korek api gas leher panjang. Ia mulai lip sync nge-rap. Menunjukkan pesona boy crush.


Rei berpose dengan pedang. Rio berpose dengan kamera polaroid.


Rei melihat hasil latihan mereka melalui rekaman Lukman. Ia bertepuk tangan. "Semuanya sudah bagus. Good job everybody."


Lucy masuk kembali ke ruang tari. Ia membuat outfit untuk Ricka walaupun Ricka tidak ikut menari. Ia membuat outfit mirip Jisoo. Dress mini dengan satu lengan tertutup, dengan aksen tali.


Ricka mencobanya. Ia melihat dirinya di cermin dan mulai bergaya. Rei menyalakan musik dan melihat Ricka menari.


Jika nanti Ricka sudah agak besar, ia akan menjadikan Ricka sebagai Jisoo dan Rio akan kembali ke asal dengan menjadi kameramen mereka.


Setelah dirasa cukup berlatih, Rei memutuskan untuk syuting dance cover.


Mereka datang ke Rei Studio yang sudah berkembang menjadi dua kali lipat. Lukman memutuskan untuk membeli tanah di sebelah Rei studio saat pemilik tanah tersebut menawarkan tanah miliknya.


Setelah melalui berbagai pertimbangan, ia memutuskan untuk membelinya lalu membuat studio yang lebih besar yang lebih ditujukan untuk syuting dan bukan untuk menari.


Semua peralatan sudah tersedia. Para penari yang berlatih di Rei Studio membantu dalam hal dekorasi. Mereka membantu dengan sukarela karena mereka berlatih di Rei Studio dengan gratis.


Rei memandang takjub dekorasi mereka. Budget mereka untuk dekorasi tidak besar. Jadi mereka lebih mengandalkan kreativitas mereka. Terutama untuk dekorasi dengan latar belakang seperti area pertokoan.


"Kakak, ini mirip sama musik videonya." Rei mulai selfie. Ia lalu berfoto bersama adik-adiknya. Lukman mulai memotret cucu-cucunya dengan kamera yang lebih bagus. Sepertinya akan menjadi tumbnail untuk video mereka.