
Di rumah sakit ...
Lucas sedang memeriksa pasien yang baru saja dirawat. Ia anak perempuan sedikit lebih muda dari Rei.
Lucas menaruh stetoskop di dada anak perempuan itu. Sandra, nama pasien itu. Ia terus melihat Lucas.
"Doctor ...."
"Yes ...."
"Are you Rei's father?"
"How do you know?"
Sandra memperlihatkan ponselnya. Ia salah satu follower Instagram Rei dan subscriber channel YouTube Rei's world. Ia baru saja menunjuk Lucas di video terbaru Rei.
"Can I have her autograph?"
"Yes, you can. I'll bring it to you tomorrow." Lucas akan membawa tanda tangan Rei besok.
Sebenarnya kondisi Sandra tidak begitu baik. Ia sewaktu-waktu bisa kambuh dan kondisinya bisa tiba-tiba menurun. Saat ini semuanya masih memantau kondisi Sandra.
Di rumah ...
"Rei, Papa mau minta tanda tangan Rei. Ada pasien Papa yang minta." Lucas membawa kertas putih untuk Rei tanda tangani.
"Rei sudah siapin kertas tebal, Pa. Untuk tanda tangan." Rei mengambil kertas karton tebal yang sudah berisi tanda tangannya.
"Namanya siapa, Pa?"
"Sandra."
Rei lalu menulis pesan-pesan untuk Sandra.
Get well soon, Sandra.
"Tapi, Pa. Kalau Rei datang ke rumah sakit nggak pa pa? Rei mau ketemu Sandra."
"Itu malah lebih bagus. Sandra bakal senang kalau bisa ketemu Rei."
Akhirnya Rei ikut papanya ke rumah sakit. Ia bertemu Sandra. Rei menutupi wajahnya dengan karton putih berisi tanda tangannya.
"Sandra, look!" Lucas menunjuk pintu. Rei perlahan mendekati Sandra. Ia lalu menurunkan karton putih itu.
"Rei!" Sandra terlihat sangat senang. Selama ini ia hanya bisa melihat Rei di ponselnya.
Rei berbincang-bincang dengan Sandra. Rei lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Ia memberikan gantungan kunci yang dibelinya di Disneyland untuk Sandra.
"Thank you."
Saatnya mereka berpisah. Rei berjalan keluar. Tapi saat Lucas membukakan pintu untuk Rei, di sana sudah berdiri suster dan pasien lainnya. Berita kedatangan Rei menyebar di rumah sakit.
Sekali lagi Lucas terkejut dengan ketenaran Rei. Dulu di Hawaii sekarang di Amerika. Semuanya ingin berfoto dengan Rei. Semuanya juga ingin tanda tangan Rei.
Akhirnya Rei mengadakan jumpa fans dadakan. Mereka berkumpul di auditorium. Rei berdiri di atas panggung. Musik dimainkan dan Rei mulai menari. Semua penonton bersorak.
Jika saja ada persiapan sebelumnya Rei akan mengajak beberapa dance crew di tempat ia latihan menari supaya lebih meriah. Jadinya sekarang ia menari sendirian. Rei menarikan dua buah lagu.
Setelah selesai Rei menundukkan kepalanya dan berjalan keluar dari panggung. Tapi saat Rei sudah tidak terlihat, Rei masuk lagi ke dalam panggung. Ia memberikan aksi tambahan. Ia menari satu lagu lagi.
Lukman lalu mengantar Rei pulang karena Lucas masih harus bekerja.
"Ngelihat Rei, kakek berasa keinget tarian nenek."
"Nenek dulu penari, kan, Kek?"
"Iya."
"Rei nanti mau belajar nari dari nenek."
Ada pesan notifikasi di ponsel Rei. Dari Justin, juara pertama lomba tari yang waktu itu..
Justin :
Hello, Rei.
I need your help.
I need dance partner.
Justin meminta bantuan Rei untuk menjadi partner menarinya.
Rei :
Send me the detail.
Justin mengirim brosur lomba tari berpasangan.
"Ada apa, Rei?"Lukman bertanya.
"Justin yang pernah kalahin Rei itu ngajak Rei nari bareng dia."
"Justin yang rambutnya pirang itu?"
"Iya."
"Nari apa, Rei?"
"Kayaknya seperti yang nenek sering tariin, Kek. Nanti Rei mau tanya nenek."
Rei mengirim pesan ke Justin.
Rei :
I ask my grandma first.
Di rumah, Rei menemui neneknya.
"Nek, ada lomba nari berpasangan. Justin ngajak Rei." Rei menunjukkan pengumuman lomba.
"Rei mau ikut?"
"Kalau nenek mau ajarin Rei."
Lomba kali ini seperti lomba menari berpasangan yang sering dilombakan. Bukan jenis tarian yang sering Rei tarikan.
"Okay. Nenek akan ajarin Rei dan Justin."
Rei mengirim pesan ke Justin.
Rei:
I'm in.
We meet at my house tonight 6 pm.
Jam enam malam Justin datang ke rumah Rei. Mereka mulai berlatih dengan Lucy sebagai guru mereka.
Setelah beberapa pertimbangan matang, mereka memilih lagu La Bamba.
Rei dan Justin mulai berlatih. Tapi jangan harap mendapat belas kasihan dari Lucy saat dilatih menari. Lucy sangat keras. Ia tak ingin ada satu kesalahan pun.
"One more time."
"Sekali lagi."
"Sekali lagi."
Tapi Lucy juga masih punya hati. Rei dan Justin masih anak-anak. Ia harus juga memperhatikan kondisi mereka.
"Kita sudahi sekarang. Besok kita berlatih lagi." Lucy melihat jam dinding sudah jam sembilan malam.
Justin pulang ke rumahnya. Ia dijemput ayahnya.
"Bagaimana latihannya?"
"Rei's grandma had excellent skill. She is a great dancer."
"How about Rei?"
"Her dancing skill is amazing."
"Do you like her?"
"I like her." Justin berkata malu-malu. Salah satu alasan ia memilih Rei sebagai pasangan menarinya adalah karena ia menyukai Rei.
Di rumah Lucas ...
"Lucas ... aku rasa kita sudah punya calon mantu."
"Justin?"
"Iya."
"Nggak boleh pacaran. Rei masih kecil. Tunggu Rei lulus kuliah baru boleh pacaran."
"Semakin dilarang, semakin orang mau melanggarnya."
"Di Amerika ini gaya berpacarannya terlalu bebas. Mereka bahkan sudah berhubungan badan saat masih remaja."
Bukannya Hana tidak tahu. Ia sangat tahu. Sek* itu hal biasa. PDA (Public Display Affection) juga biasa. Hana sering melihat pasangan berciuman di tempat umum. Bahkan remaja yang hamil itu banyak.
Belum lagi pedofil yang berkeliaran. Karena itu ia selalu memberi nasehat untuk Rei dan Rio. Mereka tidak boleh pulang sendirian. Mereka harus pulang bersama.
"Jika ada orang aneh, jangan pedulikan. Lari. Pulang ke rumah." Pesan Hana setiap harinya.
Rei dan Justin terus berlatih. Sampai akhirnya hari lomba tiba.
Lucas membawa keluarganya melihat Rei dan Justin menari. Pesertanya kebanyakan orang dewasa. Skill tari mereka luar biasa. Tentu saja dibalik itu semua ada beribu-ribu jam yang mereka habiskan untuk berlatih.
Rei dan Justin menamakan timnya RJ team. Singkatan dari inisial nama mereka. R dari Rei. J dari Justin.
Rei dan Justin mulai menari.
Saat pengumuman pemenang, mereka tidak mendapatkan juara tapi mereka mendapatkan penghargaan khusus karena mereka peserta termuda dengan skill yang sangat bagus.
"I hope we can make YouTube video together," ucap Justin.
"Sure." Rei mengiyakan permintaan Justin. Rei sudah melihat beberapa video Justin. Tidak ada salahnya mereka membuat konten bersama. Subscriber Justin bisa melihat Rei. Begitu juga sebaliknya.
"Rei, let's go home." Lucas mengajak Rei pulang.
"Bye ... Bye ..."
Justin tiba-tiba mengecup pipi Rei. Ia lalu lari dengan cepat menuju ke mobilnya.
Anak-anak jaman sekarang.
Beraninya cium Rei di depan bapaknya.
Rei sedikit shock. Ia hanya pernah dicium anggota keluarganya. Bukan orang lain.
"Hello. Moon to the earth." Rio membuyarkan lamunan Rei.