
Rei mengadakan give away figurin minion miliknya. Ia akan membagikan keempat puluh figurin minion untuk empat penggemarnya. Masing-masing akan mendapatkan sepuluh figurin.
Rei mengumumkannya di feed instagramnya,
“Kali ini Rei mau bagiin figurin minion. Yang mau silakan komen ‘mau’. Nanti Rei akan undi. Ingat! Batas waktunya Cuma tiga hari. Setelah itu Rei akan undi.”
Komentar “mau” langsung datang dari penggemar Rei.
Saat hari pengundian tiba. Rei membuat video untuk memastikan undiannya berjalan dengan adil. Rei mengambil dua nama. Rio mengambil satu nama dan terakhir Hana mengambil satu nama.
Rei lalu memposting di feed instagramnya, “Pemenang give away figurin minion adalah : xxx, xxx, xxx dan xxx. Selamat untuk para pemenang. Mohon DM alamat lengkap kakak-kakak semua. Yang lengkap, ya biar cepat sampai figurinnya . Nama, alamat lengkap, RT, RW, kelurahan, kecamatan, kota dan juga propinsi. Nanti Rei akan langsung kirim hadiahnya ke alamat kalian masing-masing. Rei tunggu.”
Begitu ada dm dari pemenang give away, Rei langsung mengepak figuran minion lengkap dengan bola kuningnya dan mengirimkannya ke alamat pemenang. Setelah sampai, penggemar Rei lalu memposting dan me-mention Rei juga mengucapkan terima kasih.
Hana memeriksakan dirinya ke dokter berharap ia hanya terlambat datang bulan tetapi dokter memberitahunya kalau ia hamil. Hana langsung mengambil semua uang di ATMnya. Ia berencana kabur sejauh mungkin dari Luke. Ia mengemas barang-barangnya dan barang anak-anaknya. Ia juga mengambil ponsel Rei dan Rio. Ia mematikan seluruh ponsel.
“Mama kita mau ke mana?” Rei bertanya saat ia melihat Hana membawa koper.
“Mama mau bawa kalian liburan.” Hana hanya beralasan.
Hana membawa anak-anaknya ke kota C. Ia menyewa rumah yang murah.
“Mama ... Rei boleh minta hp Rei?”
“Rei ... Rio ... Untuk sementara waktu, jangan pakai ponsel dulu. Sekarang kita puasa ponsel.”
Hana tahu hasil tes ia positif hamil pasti sudah sampai di telinga Luke. Luke pasti akan mencari mereka. Jika ia menggunakan ponsel, Luce akan bisa melacaknya, Hana pernah melihat Luke mengajari Rio menjadi seorang hacker. Rio memang bisa meretas tapi ilmu Luke jauh di atas Rio.
Alasan kenapa perusahaan Luke selalu menang tender salah satunya juga karena Luke bisa meretas data-data perusahaan pesaing dan membuat proposal yang lebih baik.
Hasil bahwa Hana hamil sudah terdengar oleh Luke. Ia langsung menuju ke rumah Hana. Tapi ia tidak mendapati ada siapapun di sana. Rumah Hana kosong.
“Mereka pergi buru-buru kemarin.” Tetangga Hana memberitahu Luke.
Sial ...
Hana ... Kau bawa kabur ke mana anakku.
Luke hanya takut jika Hana akan menggugurkan anaknya dan Luke kehilangan kesempatan untuk bisa bersama Hana. Padahal Luke bisa saja perlahan-lahan mendapatkan hati Hana hanya saja ia takut bila terlalu lama, kebohongan Maria akan terungkap dan Hana berbaikan lagi dengan Lucas. Karena itu ia melakukan jalan pintas.
Luke mencari data-data Hana. Dari hasil meretas ia tahu kemarin Hana mengambil uang tunai yang sangat banyak. Tidak ada sinyal ponsel Hana atau Rei dan Rio. Luke tahu Hana kabur darinya. Ia lalu menyuruh anak buahnya mencari Hana.
Hana sekarang sedikit bisa bernafas lega. Tinggal di kota C akan membuatnya jauh dari Luke.
Sedangkan Maria sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Lucas. Ia menginginkan pesta yang meriah. Ia ingin pamer ke teman-temannya bahwa ia akan menjadi nyonya.
Maria membeli gaun pengantin yang mahal. Memakai jasa wedding organizer yang juga bonafit dan ternama. Wedding organizer yang biasa dipakai oleh artis. Juga dekorasi yang mewah.
Lucas hanya bisa pasrah. Ia harus bertanggung jawab atas Joshua. Entah kenapa Lucas punya firasat. Ia mengambil rambut Joshua lagi secara diam-diam dan melakukan tes DNA ulang. Luke yang sedang sibuk mencari Hana tidak mengetahuinya.
Saat hari pernikahan ...
Lucas sudah bersiap-siap. Tak lama kemudian ada telpon kalau hasil tes DNA keluar. Lucas segera mengambil hasil tes itu dan melihatnya.
10% cocok. Joshua bukan anak kandungnya.
Lucas lalu memberitahu semua undangan yang datang bahwa Joshua bukan anak kandungnya dan membatalkan pernikahannya dengan Maria.
Maria shock. Apalagi Luke, ia harus segera secepatnya menemukan Hana.
Lucas berusaha menelpon Hana tapi tidak tersambung. Begitu juga saat menelpon Rei dan Rio. Tidak tersambung juga.
Mereka ke mana?
Lucas lalu pergi ke kota B menemui Hana dan anak-anaknya. Ia ingin memulai hidup baru lagi bersama Hana dan anak-anaknya. Lucas hilang kontak. Ia mencoba mencari kemanapun tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Hana dan anak-anak.
Beberapa hari kemudian ...
Lucas ditugaskan ke kota C untuk membawakan seminar tentang seputar kesehatan anak. Ia disambut baik oleh dokter –dokter di sana. Saat ia sudah selesai membawakan seminar, ia hendak menemui temannya di kota C. Lucas terkejut saat berjumpa dengan Hana.
“Papa ...” Rio memanggil Lucas.
Hana jadi tambah takut. Dari jauh Lucas mirip dengan Luke. Hana mengira Lucas itu Luke. Hana kabur lagi. Tapi ia tidak bisa cepat karena ia juga membawa Rei dan Rio. Lucas berhasil mengejar mereka.
“Hana ...”
Dari nada suaranya Hana tahu itu Lucas.
“Kenapa kau kabur?”
“Aku ...”
Lucas langsung memeluk Hana. Ia sudah merindukan Hana.
“Hana ... Ada yang ingin aku bicarakan.”
Hana mengajak Lucas ke rumahnya.
“Hana ... Joshua bukan putraku. Aku melakukan tes dna ulang dan hasilnya ia bukan anakku. Maria sudah menipuku. Kedua ... Aku berusaha menghubungimu dan anak-anak tapi selalu tidak tersambung.”
Hana merasa mual. Ia langsung menuju wastafel. Ia muntah. Ia mengalami morning sickness. Hana muntah-muntah lagi.
“Hana ... Kau ...”
Lucas melihat Hana menelan pil pereda morning sickness.
“Hana ... Kau hamil?”
“Sst ..” Hana meminta Lucas mengecilkan suaranya . Ia tak ingin Rei dan Rio mendengarkan.
“Apa ia anakku?” Lucas sebenarnya ragu ia ayah bayi Hana. Tapi juga tidak mungkin Hana dengan cepatnya tidur dengan pria lain.
“Bukan ... Ia bukan anakmu. Ia anak Luke.”
“LUKE!?”
“Iya ... Ia anak Luke. Saat aku meninggalkan anak-anak, waktu itu Luke memperko**ku.“ Air mata Hana menetes lagi mengingat tiga hari terburuknya. Ia pikir malamnya bersama Lucas di club itu hari paling buruknya. Tetapi hari bersama Luke di hotel lebih parah.
“Aku ingin menggugurkannya. Apa kau tahu dokter yang bisa melakukannya?”
“Aborsi itu illegal. Hanya bisa dilakukan bila janin membahayakan nyawa sang ibu atau ada kelainan pada janin itu.”
Jika ayah bayi Hana itu Luke itu artinya bayi itu keponakanku.
Ia cucu papa dan mama.
“Hana ... Kita kembali ke kota A. Aku akan bilang kalau aku ayah bayimu. Kau mengandung saat kita bercerai.”
“Tapi ...”
“Dengan begitu Luke tidak akan mengganggumu lagi.”
“Aku tidak bisa. Kau bukan ayahnya.”
“Tapi aku pamannya.”
“Apa kau tahu bagaimana menderitanya aku ketika aku mengandung dan melahirkan anak-anak dulu”
Tentu saja Lucas tidak tahu. Ia bahkan tidak tahu ia akan punya anak.
“Sekarang ada aku.”
“Maafkan aku ... Aku tidak bisa.”
“Jangan gegabah. Pikirkanlah lagi.”
Tapi semakin lama Hana berpikir, kandungannya akan semakin membesar. Dan akan semakin sulit untuk menggugurkannya.