Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 123 Ren + Elvis = Relvis



Hana sedang berada di ranjang. Ia tidak bisa tidur. Ia mencoba tidur menyamping sebelah kanan. Melihat Ricka sudah terlelap di box bayinya.


Ia gelisah. Mencoba tidur terlentang juga tidak berhasil. Kemudian mencoba menyamping sebelah kanan. Melihat Lucas.


"Nggak bisa tidur?"


Hana menganggukkan kepalanya. "Maaf. Kamu jadi kebangun."


Hana mendekat ke Lucas. Lucas menepuk-nepuk pantat Hana seperti ia menidurkan anak-anaknya.


"Kalau nggak tidur, nanti aku tiduri."


Tangan Hana sudah bersiap-siap mencubit Lucas tetapi Lucas dengan sigap menahan tangan Hana. "Dicubit itu sakit. Sesekali aku nggak masalah. Tapi hari ini sudah terlalu banyak."


Lucas beranjak dari ranjang. Hana melihat Lucas yang meninggalkan kamar.


Lucas marah?


Ternyata tidak. Lucas pergi ke dapur membuat susu hangat buat Hana dan dirinya. Ia masuk ke dalam kamar.


Hana menerima dan meminumnya. Hangat.


Sekali lagi ia mencoba untuk tidur. Berada dalam dekapan Lucas membuatnya nyaman. Ia lalu tertidur.


Keesokkan harinya.


Rei meng-upload video Relvis. Gabungan dari nama Ren dan Elvis. Video Ren jadi Elvis kecil.


Flashback.


Persiapan membuat video Relvis.


Rei meminta bantuan Lucy untuk kostum, make up dan hair style.


Ren agak kesulitan saat menghafal lirik lagu. Berbeda dengan Rin yang begitu mendengar sesuatu bisa langsung hafal.


Tetapi saat Ren melihat video pertunjukkan Elvis saat bernyanyi, ia bisa langsung meniru poin-poin penting. Dari gerakan tangan, lirikan mata, senyuman dan gerakan kaki.


Ren memulai latihannya. Untuk kali ini ia lip sync dengan lagu Elvis berjudul "Heartbreak hotel".


Well, since my baby left me


Well, I found a new place to dwell


Well, it's down at the end of Lonely Street


At Heartbreak hotel


Where I'll be, I'll be so lonely, baby


Well, I'm so lonely


I'll be so lonely,


I could die


Ren melihat dirinya di cermin. Rei melihat setiap detail gerakan Ren. Sedangkan Rio merekam di ponselnya untuk bahan perbandingan dengan versi asli.


Bagian akhir Ren menggetarkan tangan dan kakinya seperti Elvis.


Rei dan Ren melihat video rekaman Rio. Rei mem-pause video. "Ren, yang ini seperti ini." Rei mengoreksi gerakan Ren.


"Iya." Ren langsung menirukannya.


Selesai latihan Rin yang mengajari Ren untuk menghafal lagu Elvis.


Hana merasa tidak enak. "Maaf ya, Ma. Jadi repotin Mama."


"Mama malah senang, Han. Bisa dandanin cucunya." Lukman menimpali.


"Tidak perlu sungkan. Mama senang bisa shopping kain, pernak pernik." Lucy mengukur tubuh Ren. Dari lebar bahu, lingkar dada, lingkar pinggang, dan ukuran lain yang dibutuhkan.


"Oma, sudah?" Ren ingin bermain.


"Belum. Ren angkat tangannya."


Ren mengangkat tangannya. Lucy mengukur lagi. Ia lalu menunjukkan rancangan kostum yang akan Ren pakai untuk jadi Elvis kecil.


"Ren suka?"


"Suka." Ren mendekat ke tubuh Lucy. Ia berbisik. "Oma, Yen mau ..."


"Nanti Oma bawain waktu Oma ke sini lagi."


Ren tersenyum.senang.


"Ren tadi ngomong apa sama Oma?" Hana penasaran.


"Yahasia." Ren langsung kabur.


Rekaman untuk video dimulai.


Lucy sibuk memberi hair spray di rambut jambul Ren yang menyerupai rambut Elvis.


Rio sudah bersiap-siap dengan kameranya. Ren menuju ke kamar yang dipakai untuk rekaman.


Ricka bingung melihat ada orang asing di rumahnya. Saat Ren mendekat, Ricka menangis.


"Ini kakak Yen," ucap Ren.


Ricka melihat lagi orang asing itu. Suara suara kakak Ren tapi bajunya bukan.


"Ricka pangling sama Ren. Kakak Ren sudah seperti Elvis sekarang. Oma Lucy hebat, ya." Hana kagum dengan hasil karya Lucy. Dari make up, rambut dan kostum. Kadang ia merasa minder berada di tengah-tengah keluarga yang hebat.


Rekaman dimulai.


Ren bernyanyi dengan suara aslinya. Terdengar sedikit lucu karena suara Ren yang masih anak-anak.


Di tengah-tengah lagu ada break. Ren mulai menggetarkan tubuhnya khas Elvis.


Lucy ingin bersorak tapi ia tahan karena suaranya pasti akan terdengar di rekaman.


Ren mulai menggetarkan kakinya. Tiba-tiba rambutnya ambyar. Semua yang berada di kamar tertawa.


Rekaman pertunjukkan Ren dihentikan. Tapi Rio tetap merekam untuk konten behind the scene atau mungkin akan ditambahkan di akhir video sebagai NG.


Ren melihat wajahnya di cermin. Ia juga ikut tertawa. Lucy langsung mendekati Ren. Tangannya dengan lincah membentuk kembali rambut Ren. Ia menyemprot agak banyak hair spray supaya jambul Ren tetap kokoh.


Rekaman dilanjutkan.


Ren berhasil menirukan Elvis. Tidak seratus persen sempurna tapi cukup baik.


"Kalau Rei butuh apa-apa lagi, tinggal bilang ke Oma." Lucy akan dengan senang hati membantu cucu-cucunya.


Flashback end.


Selesai rekaman Rio mulai mengedit video Keesokkan harinya Rei meng-upload video Ren.