Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 113 Menaklukkan Hati Mertua



Rin lanjut syuting di luar ruangan. Keadaan agak berangin. Membuat rambut Rin jadi harus sering dirapikan.


Tetapi syuting harus tetap berjalan. Rin mengikuti arahan sutradara. "Cut."


Rin menggosok-gosok matanya. Matthew mendekati Rin. Ia meniup mata Rin yang kelilipan. Sedangkan Ronald memastikan batas aman antara Rin dan Matthew.


Ronald sudah diwanti-wanti Lucas. Jangan sampai Rin dan Matthew terlalu dekat. Begitu dekat, langsung dipisah. Begitu pesan Lucas.


Sementara itu di rumah Hana.


Hana melihat Mark. "Mark mau pangku Ricka?"


Mark menganggukkan kepalanya.


"Mark duduk di sofa dulu."


Mark masih kecil, ia tidak mungkin bisa mengangkat Ricka.


Mark lalu duduk di sofa. Hana meletakkan bantal sofa di sekitar kaki Mark. Lalu ia mengambil Ricka dari box bayi dan meletakkannya di atas kaki Mark.


"Sekarang Mark puas-puasin mangku Ricka. Kalau malam sudah giliran om Richard." Hana mulai membuat susu botol lalu memberikannya ke Ricka. Mark memegang susu botol.


"Kalau kaki Mark kram, panggil Tante." Hana mulai melakukan apa yang ia bisa lakukan sambil memperhatikan Ricka.


Beberapa saat kemudian Mark sepertinya mengantuk. Hana mengambil Ricka, membuatnya bersendawa lalu menaruhnya di box bayi Ia lalu menggendong Mark kemudian menaruhnya di ranjang.


Mark anaknya lebih tenang daripada Matthew yang aktif. Mungkin Mark memang cocok buat jadi pendamping Ricka kelak.


Malam hari saat Richard datang. Mark mendekati Richard. "Papa capek?"


Mark mulai memijat kaki Richard. Richard senang-senang aja.


Apa ini rasanya jika punya anak sudah gede. Seandainya aku dan Hana dulu menikah, anakku mungkin lebih tua dikit dari Mark.


"Sudah. Papa sudah nggak capek lagi," ucap Richard.


Eh? Aku tadi nyebut "papa"?


Sementara itu Mark merasa strateginya berhasil.


Matthew juga menjalankan misinya. Ia membuat teh hangat untuk menyambut kepulangan Lucas.


"Thanks, Matt." Lucas meminum teh buatan Matthew.


"Matthew pakai teh apa?"


"Earl grey." Mathew khusus membawa teh premium dari Amerika. Martha pernah berucap. "Orang Indonesia menyukai teh. Jadi Matthew harus buatin papa Lucas teh yang enak."


Matthew juga sukses mencetak skor dari Lucas.


Selain Lucas, Matthew juga ingin menyenangkan hati Rin sekaligus Lucy. Ia berdandan ala Elvis Presley.


Matthew memakai kostum jumpsuit dengan celana cutbray khas Elvis. Memakai rambut jambul palsu ala Elvis.


Matthew mulai bernyanyi "Can't help falling in love." dari Elvis. Rin menatap Matthew. Rin menyukai lagu-lagu Elvis karena pengaruh Lucy, Oma nya.


Wise man say


Only fool rush in


But I Can't help


falling in love with you


Kemudian lanjut ke lagu "Blue Suede Shoes". Lucy mengajak Rin menggoyangkan badannya. Lucy ikut menari mengikuti musik.


Konser mini Mark berakhir.


...***...


Tiba waktunya bagi Matthew dan Mark pulang ke Amerika.


Matthew dan Rin berpelukan. Tapi segera dilerai Lucas. Lucas takut jika Matthew mencium Rin.


Sedangkan Hana khawatir. "Apa nggak pa pa mereka pulang berdua aja?"


"Nggak pa pa. Kemarin waktu ke sini juga berdua, kan," ucap Lucas.


"Nanti kalau sudah sampai beritahu Tante." Hana sudah menganggap Matthew dan Mark itu anaknya sendiri.


"Bye ... Bye ..." Mereka lalu berpisah.


Setelah dua puluh satu jam lebih akhirnya ada panggilan video dari Martha. Matthew dan Mark sudah tiba di Amerika dengan selamat.