I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Aaaa... I Love You.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Malam harinya. Di stadium terbesar di daerah itu sudah dipenuhi oleh puluhan ribu penonton. Rata-rata semuanya adalah pengemar ALV.


Tadi sore, setelah hampir setengah jam menelepon istrinya. Alvian baru ikut istirahat bersama keempat sahabatnya. Lalu sebelum mereka keluar untuk manggung. Si vokalis inti dari group boyband nya itu pun kembali memberikan kabar pada istri dan anaknya yang ada dirumah.


Benar-benar pekerjaan baru bagi Alvian, karena dibalik kesibukan yang dia lakukan. Juga harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga kecilnya.


Namun, dia sangat bahagia dengan kegiatan barunya itu. Karena melebihi orang yang pacaran saja. Selagi ada waktu Alvian selalu menelepon Ayara dan bila tidak bisa, maka Alvian akan berbalas pesan bersama sang istri.


Apalagi pekerjaan Alvian selalu berkaitan dengan kisah asmaranya bersama para artis terkenal pula. Jadi untuk menjaga perasaan Ayara. Pemuda itu selalu menghubungi sang istri.


Bahkan terkadang Aya sudah mengatakan bahwa tidak usah menelepon terus-menerus. Apabila memang lagi sibuk. Soalnya Aya juga tidak ingin suaminya dibilang takut pada istri. Walaupun kenyataannya memang Alvian takut bila Ayara marah padanya.


Pernah merasakan kehilangan Ayara karena kebodohannya dan keegoisan tidak mau menuruti perkataan sang kekasih. Membuat pemuda itu seakan trauma bila tiba-tiba Ayara pergi lagi dari hidupnya.


Walaupun hal itu tidak mungkin, selagi dia tidak mengkhianati cinta istrinya, karena sekarang diantar hubungan mereka ada Tuan Abidzar yang melindungi. Mana mungkin beliau membiarkan cucunya hidup menderita lagi.


"Al, kau sangat terlihat berbeda dari saat kita manggung Minggu lalu." ucap Sandy tersenyum melihat Alvian yang sangat terlihat bahagia diwajahnya.


Saat ini mereka sudah mau naik ke atas panggung. Dengan Alvian yang akan berjalan duluan, lalu Bara, Hanan, Sandy dan Naufal yang terakhir. Begitulah urutannya seperti saat mereka latihan tadi sore.


"Tentu saja, karena aku sangat yakin jika malam ini Aya akan menonton konser kita," jawab Alvian tersenyum tampan.


Soalnya selama bertahun-tahun dia ingin Ayara nya menonton dia lagi lagi konser. Walaupun hanya dari televisi.


"Tentu saja, dia pasti akan mengawasi mu. Awas bila kau pulang tidak diberi jatah karena Aya cemburu." sambung Hanan menakut-nakuti sahabatnya.


Tadi sore saat menelepon Ayara, keempat member ALV itu. Terus saja menganggu Alvian yang lagi berbicara dengan istrinya. Mereka terus mengatakan bahwa ada seorang gadis yang meminta Alvian untuk menjadi kekasihnya.


Namun, mereka tidak bilang bahwa gadis itu adalah Arianti. Adik satu ayah degan Ayara.


Untungnya saja Ayara tidak ambil hati dan hanya mengatakan. Jika aku sudah ada dihatinya, maka mau secantik apapun gadis yang merayunya. Pasti tidak akan tergoda. Jawaban bijak dari seorang istri yang mempercayai cinta suaminya.


"Aya ku, tidak akan asal cemburu, kalian sudah mendengar sendiri perkataannya tadi sore. Lagian aku juga tidak pernah tertarik pada---"


"Kau tidak tertarik pada siap, Al?" sela Alice yang tiba-tiba datang.


"Ais, sedang apa kau di sini? Bukannya tadi sore kalian sudah berangkat ke---"


"Tidak jadi, karena kata staf Muzaki besok pagi saja. Lagian malam ini aku ingin menonton konser mu," sela gadis itu lagi yang membuat Alvian menghembuskan nafas jengah.


"Kau seperti para fans ALV saja. Jika mau minta tanda tangan kami, tinggal katakan saja. Tidak usah repot-repot datang ke sini." Bara yang berbicara karena tahu jika Alvian lagi mencoba menghindari wanita itu.


"Aku bukan minta tanda tangan saja, tapi aku ingin sahabat kalian. Kenapa akhir-akhir ini dia seperti menghindari ku? Tepatnya setelah kalian kembali dari kota B." jawab Alice berbicara dengan member ALV yang lainnya.


Namun, matanya menatap pada Alvian yang terlihat sangat tampan mau seperti apapun penampilannya.


"Jika soal itu kau tanyakan saja padanya," sahut Naufal yang berdiri dari sofa karena musik di atas panggung sudah berhenti. Pertanda bahwa mereka harus bersiap-siap.


"Al, kenapa kau menghindari ku dan tidak pernah mau mengangkat panggilan telepon dariku lagi?" tanya Alice mau mendekati Alvian.


Akan tetapi pemuda tampan itu sudah berdiri dari tempat duduknya dan berkata.


"Karena aku ingin menjaga jarak darimu, Ais. Aku tidak ingin rumor tentang kita semakin mengada-ada." jawab pemuda itu jujur tanpa ada yang dia sembunyikan.


Soalnya Alvian memang lagi menghindari Alice demi keutuhan rumah tangganya. Meskipun Ayara tidak marah dan tidak berkata apa-apa. Namun, Alvian tahu jika istrinya pasti akan cemburu.


Ayara mana mungkin akan berkata jujur, gara-gara untuk melindungi karier Alvian saja. Gadis itu rela di usir dari rumah dalam keadaan sakit dan hamil muda.


"Kenapa dengan rumor tentang kita? Aku rasa dari dua tahun terakhir ini memang sudah seperti ini." jawab gadis itu mengangap hal sepele, bukan masalah besar. Selagi itu tidak mengagguk karier mereka.


"Apakah tentang berita itu---"


"Kami mau manggung sekarang. Jika kau mau menonton konser, maka nonton saja." ucap Alvian berjalan melewati Alice diikuti oleh member ALV yang lainya.


Tahu bahwa sekarang adalah waktunya ke-lima member ALV yang naik. Suara riuh dari para penonton melihat dari saat ada penampilan Artis sebelumnya.


Untuk saja para member ALV mengunakan alat yang di pasang pada telinga mereka masing-masing, yang di sebut in-ear monitor. Agar suara musik mereka tidak pecah karena bisingnya suara puluhan ribu penonton.


Mengapa harus melupakan mu... padahal aku mencintaimu... Apakah yang kurang dariku, sehingga kau mengkhianati aku...


Begitu mendengar suara Alvian jeritan para penonton semakin riuh. Lagu-lagu ALV memang sudah hapal bagi para fans-nya. Jadi siapa saja yang menyanyi duluan, tentu mereka sudah sangat hapal.


Begitu tiba di atas panggung, tepatnya dihadapan para penonton. Alvian melambaikan tangannya. Begitu pula para member ALV lainnya.


Mereka tampil dengan sempurna pada tempatnya masing-masing. Belum lagi cara mereka ngedance yang begitu lincah. Termasuk Alvian sendiri, papa si cantik Vania itu benar-benar sangat meresahkan apabila lagi diatas panggung.


Entah akan menjadi apa Vania saat besarnya nanti, karena sekarang gadis itu juga suka bernyanyi, sama seperti papanya.



Setelah lagu pertama selesai. Ternyata mereka tidak turun untuk istirahat terlebih dahulu. Melainkan hanya duduk diatas panggung dan minum air yang sudah disediakan oleh Staf mereka.


Kebiasaan para member ALV memang seperti itu, mereka tidak pernah berpura-pura menjaga image di depan para fansnya. Mereka akan tampil seadanya tidak sombong saat bertemu secara privat, ataupun saat manggung.


Jadi sudah pasti artis manapun tentu tidak akan bisa membuat posisi mereka sama seperti ke lima member ALV. Bukan karena ketampanan saja yang disukai oleh pengemar. Namun, juga kepribadian yang baik juga.


Saat sudah berdiri dan mau menyanyikan lagu berikutnya. Alvian melihat kearah kamera yang terus menyorot padanya sejak tadi. Sehingga suara para penonton menjerit histeris karena bisa melihat mukanya dilayar raksasa di sekitar panggung.


Sedangkan yang mukanya di soroti hanya tertawa sambil melihat kearah sahabatanya yang mulai bernyanyi disertai ngedance.


Soalnya Sandy juga tertawa melihat kearahnya yang baru berdiri. Namun, salah ambil posisi. Sehingga yang tadinya tempat Alvian harus di isi mendadak oleh Hanan.



Sementara itu di belakang panggung.


"Kak... ada yang ingin aku tanyakan padamu." jawab Alice yang sebetulnya bukan mau menonton konser ALV. Melainkan hanya ingin mengikuti Alvian saja.


Sejak tadi siang Alice mencoba menghubungi Alvian. Namun, bukannya diangkat, tapi Alvian merijek telepon darinya.


"Apa?" jawab Kak Mauza singkat karena dia lagi mempersiapkan pakaian yang akan digunakan oleh artisnya.


Yaitu saat turun dan naik lagi untuk acara penutupan penghujung acaranya nanti, karena dari pihak penyelenggara meminta para member ALV tampil lagi saat acara terakhir.


"Apakah Kakak pernah melihat Ian bersama seorang wanita?" tanya Alice langsung.


Alice memang dekat dengan Kak Mauza. Akan tetapi itu dulu, sebelum Kak Mauza menjadi sutu Tim dengan member ALV dan dari semenjak Alvian dan keempat sahabatnya debut. Wanita itulah yang menjadi penanggung jawab penampilan para member ALV.


Sedangkan Alice dan Artis lainnya memiliki penanggung jawab masing-masing yang kebanyakan adalah para Manejer artis itu sendiri.


"Kenapa? Apakah kau dan Ian ada masalah?" Kak Mauza balik bertanya karena dia juga tahunya hubungan kedua artis itu sangat dekat.


"Bukan, Kakak pasti tahu kan jika Alvian pernah mengunggah foto anak kecil yang mukanya dia blur. Nah tentang kalung itu, jujur saja itu bukanlah kalung milikku. Apakah Kakak tahu dia dekat dengan wanita mana saja selain para artis?"


Sebelum menjawab pertanyaan Alice, wanita cantik itu terdiam beberapa saat sambil mengingat-ingat siapa wanita yang lagi dekat dengan Alvian.


"Setahuku tidak ada dekat dengan gadis manapun. Sejak dulu bukannya kau tahu sendiri jika Ian hanya dekat denganmu." jawab Kak Mauza yang telah selesai degan persiapannya dan ikut di duduk bersama Alice.


"Saat libur, apakah dia juga tidak pergi kemana-mana?" Alice kembali menanyakan hal lainya.


"Tidak tahu bila saat libur, tapi saat liburan juga sepertinya tidak ada kemana-mana. Ian sekarang sudah kembali ke rumah orang tuanya." jelas wanita itu seperti mana yang dia ketahui.


"Aku hanya penasaran saja dengan liontin kalungnya yang selalu ia pakai. Tapi semenjak menjadi pertanyaan publik, Ian sudah tidak memakainya lagi." lanjut Alice yang bingung seperti apa lagi untuk bisa mendekati Alvian.


"Aku pernah melihat Alvian bersama gadis saat pertama kali aku menjadi penanggung jawab ALV. Hari itu saat mengantarnya ke bandara, Alvian datang bersama kekasihnya. Tapi hanya waktu---"


"Siapa gadis itu? Apakah dia cantik dan artis juga?" sela Alice sampai mengenggam tangan Kak Mauza.


"Aku lupa siapa namanya, tapi bila bertemu dengan gadis itu aku masih ingat wajahnya. Dia bukan artis, tapi orangnya sangat cantik. Sepertinya Alvian juga sangat mencintai gadis itu, karena saat mau berpisah di bandara saja mereka harus menghabiskan waktu hampir setengah jam."


"Berarti Kakak pernah berkenalan dengan gadis itu? Dimana gadis itu sekarang?"


"Iya, aku sempat berkenalan dengan nya, tapi namanya aku lupa. Soalnya setelah hari itu aku belum pernah bertemu dengan gadis itu lagi." saat menyebutkan gadis yang pernah menjadi kekasih dari artisnya.


Kak Mauza tersenyum sendiri karena dia masih ingat seperti apa leher kekasih Alvian di penuhi oleh tanda Kiss Mark, yang Kak Mauza yakini adalah perbuatan Alvian. Apalagi hari itu Alvian juga datang terlambat


"Kak, apakah Kakak benar-benar tidak tahu siapa gadis itu. Aku sangat ingin---"


Suara Alvian yang lagi berbicara membuat Alice tidak jadi bertanya lagi, karena ikut melihat kearah layar yang bisa dilihat oleh mereka dari belakang panggung.


Soalnya semua itu diatur oleh staf dan kru acara tersebut. Agar bisa memantau keadaan diatas panggung. Gara-gara kehebohan yang terjadi. Pernah panggung konser ALV hampir roboh.


"Ian mau menyampaikan apa?" tanya rakan Kak Mauza ikut melihat kearah layar.


"Entahlah! Mungkin dia akan membuat anak gadis orang serangan jantung karena pesonanya," Kak Mauza tersenyum dan sudah melupakan tentang pembicaraannya bersama Alice.


"Buat dirimu yang lagi menonton di sana, ini untukmu." ucap Alvian mengarahkan tangannya pada kamera yang sedang live streaming konser tersebut.


"Aaaaa... I love you!" ucap si tampan Alvian yang sengaja menyerukan hurup A. A yang dia maksud tentu saja Ayara nya. Siapa lagi, tapi bagi para fansnya Alice. tentu adalah artis mereka yang dimaksud.



"Waw! Kenapa akhir-akhir ini dia suka sekali memberikan harapan pada para fansnya." kata para staf yang tertawa melihat hal tersebut.


"A? Siapa sebenarnya gadis itu? Apakah gadis yang dibilang Kak Mauza kekasihnya? Aku rasa Alvian menjaga jarak dengan ku juga karena wanita berinisial A."


Gumam Alice mengepalkan tangannya erat. Matanya terasa panas mau menangis. Namun, ia tahan karena tidak mungkin dia menangis sekarang. Walaupun hatinya terasa begitu sakit.


"Aaaaa... Ian, I love you!" jerit histeris para penonton mengikuti perkataan sang idola.


Tidak sedikit yang mengira bahwa lambang cinta dari pemuda itu untuk Alice dan atau mungkin untuk fans ALV.. Padahal lambang cinta itu Alvian tunjukan untuk Ayara yang tersenyum melihatnya.


"Aya, aaaa... Ayara ku!" seru Lula yang duduk disebelah Ayara. Mereka saat ini lagi berada di lantai dua yang terdapat televisi berukuran besar, seperti mana pintu saja.


Lula juga sudah datang tadi sore jam setengah empat. Setelah makan malam, Ayara mengajak sahabatanya menonton televisi.


Hal yang belum pernah dia lakukan menonton pemuda yang dia cintai manggung dengan tampilan memukau. Menyihir puluhan ribu penonton yang selalu berfokus pada Alvian dan keempat sahabatnya saja.


"Alvian romantis sekali, dia ternyata tidak seburuk yang aku kira saat belum mengetahui siapa ayah kandung putrimu." ucap Lula mengigit jari tangannya sendiri. Gara-gara melihat Alvian yang bersikap romantis, gadis itu yang menjadi tidak karuan.


"Dia memang sudah romantis sejak dulu," jawab Ayara tersenyum. Sambil tangannya masih mengelus kepala Vania. Si cantik baru saja tidur karena menangis mau masuk layar televisi. Agar bisa memeluk papanya.


Alhasil setelah dibujuk jika papanya akan pulang. Lalu diberikan susu, barulah si cantik bisa diam dan langsung tertidur di pangkuan mama ya.


"Aya, bagaimana rasanya depeluk oleh member ALV yang terkenal? Apakah jantungmu baik-baik saja?" tanya Lula yang entah untuk keberapa kalinya bertanya hal yang serupa.


"Lula sayang, sebelum kalian mengenal Alvin sebagai member ALV. Aku sudah menjadi kasihnya jadi mau seperti apapun dia sekarang. Tentu saja aku tidak merasa aneh seperti apa yang dirasakan oleh fansnya." jawab Aya tersenyum menatap pada sang sahabat.


"Mana tahu cintamu terhadap Bara akan terbalaskan." goda Ayara karena selama ini Lula selalu menyebut bahwa Bara adalah kekasihnya.


"Lebih baik kau buang saja aku pada kolam renang di rumah mu ini. Aku tidak segila itu, Aya. Jarak diantara kami bagaikan langit dan bumi. Mana mungkin akan bisa bersatu, untuk bisa bertemu saja tidak akan mungkin." jawab Lula yang tidak ingin menyakiti hatinya hanya karena menyukai idolanya sendiri.


"Bagiku bisa memiliki nomor ponselnya saja, itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak ingin lebih dari itu. Berbeda dengan mu, kau dan Alvian sudah kenal dari sebelum dia menjadi artis terkenal." lanjutnya lagi yang diiyakan oleh Ayara karena dia juga sudah tahu dari suaminya bahwa Bara telah memiliki kekasih seorang calon dokter.


Jadi bila dibandingkan dengan sahabatnya pasti sangat berbeda jauh. Sebab Ayara sendiri juga masih merasa tidak pantas bersanding dengan Alvian. Padahal seperti yang dikatakan oleh sahabatnya tadi. Dia dan Alvian sudah kenal sejak dulu.


Akan tetapi tetap saja merasa tidak pantas, padahal ada si buah hati diantara mereka berdua.


...BERSAMBUNG......


.


.


Berhubung ini hari Senin, Mak Author minta Vote nya, ya🥰 Agar semagat juga nulisnya. Terima kasih 🙏😘😘😘