I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Hari Kamis Sore.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Siapa yang mau menikah lagi?" tanya Ayara baru turun karena dia penasaran apa yang akan dibahas oleh kelima member ALV tentang pernikahan Bara dan Lula.


"Sayang, kau sudah turun. Bukannya tadi mau istirahat?" Alvian langsung berdiri untuk mengajak sang istri duduk disampingnya.


"Mana mungkin aku bisa istirahat dengan tenang, jika pikirannya berada di sini. Kelima bujang kesayangan ku lagi mau membahas tentang hal penting. Jadi aku harus ikut mendengarkan dan memberi saran," jawab Ayara tersenyum dan malah langsung dipeluk oleh Hanan.


Soalnya pemuda yang selalu dianggap kakak tertua bagi Alvian dan member lainnya itu. Kebetulan duduk disebelah kiri Alvian. Jadi posisi Ayara saat ini berada di tengah-tengah Hanan dan Alvian.


"Oh adik kesayangan ku. Kau ini sejak dulu tidak pernah berubah ya," seru Hanan mengelus rambut panjang Ayara yang juga ikut memeluknya.


"Huh! Untung saja kau sahabatku. Jika tidak sudah aku lempar kau dari lantai atas," ujar Alvian membuat mereka semua tertawa.


"Jika kau berani melempar kakak laki-laki ku. Maka nanti malam tidur di kamar tamu," ancam Aya sudah kembali duduk dengan benar.


"Haa... ha... apakah nanti aku akan mendapatkan ancaman dari Lula juga," tawa Bara sangat menikmati bila melihat Alvian tidak bisa membantah perkataan istrinya.


"Sudah pasti, kau juga akan kena ancaman dari Lula. Soalnya mamiku sering mengancam papi tidak boleh tidur dikamar, jika sedang melakukan kesalahan," sahut Naufal karena sejak tadi dia hanya ikut tersenyum mendengarkan.


"Selamat malam semuanya," ucap Tuan Abidzar yang baru saja datang bersama dengan Nyonya Lili dan juga Lula di belakangnya.


"Malam juga, Pa,"


" Malam juga, Om," jawab mereka serempak.


"Ma, Pa, Lula," Aya langsung berdiri menyambut kedatangan orang yang sangat penting dalam hidupnya.


"Kami semua baik, Ma. Walaupun hari itu Aya dan Alvin hampir tertembak," jawab Aya tersenyum kecil.


"Syukurlah! Tapi pelakunya sudah di tangkap oleh Denis dan orang-orang papa. Jadi sekarang kalian tidak perlu khawatir. Hanya si Noah Norin yang belum tertangkap," imbuh Nyonya Lili yang sangat geram pada pria itu.


"Iya, Ma," Aya pun hanya mengagguk karena mereka semua memang sudah tahu jika papinya Alice bekerjasama dengan Marlin dan juga Rose


Setelah Aya memeluk Lula dan papa mertuanya. Mereka semua duduk untuk mendengarkan keputusan dari Tuan Abidzar. Soalnya jika orang tuan Bara tadi siang sudah bicara degan beliau.


Tuan Abidzar tidak mau jika Lula hanya dipandang sebelah mata. Hanya karena dia anak orang miskin. Walaupun sekarang kedua orang tua Lula sudah memiliki rumah bagus dan pekerjaan tetap dengan membuka toko kue. Tetap saja Taun Abidzar takut jika keluarga Bara tidak mau menerima Lula.


Maka dari itu beliau turun tangan sendiri. Agar apa yang ditakutkan tidak terjadi. Begitulah caranya Tuan Abidzar melindungi Lula. Gadis yang sangat berjasa membantu Ayara dan Vania.


"Bara, Lula... jika menurut Om, kalian menikahnya hari Kamis saja. Jika kita memilih hari Minggu. Dalam permasalahan yang baru terjadi, maka takutnya ada paparazi mencari tahu tentang pernikahan kalian," ucap Tuan Abidzar berbicara pada pokok permasalahan.


"Kamis itu pagi atau sorenya, Om? Dan apakah tempat untuk mengucapkan janji suci pernikahan nya juga harus di rumah Alvin dan Aya?" tanya Bara karena dialah yang akan menikah.


"Iya, karena jika di sini orang-orang tidak ada yang curiga karena kalian sudah biasa berkumpul. Namun, jika di tempat lain itu pasti di curigai. Ingatlah bahwa Heater yang tidak suka member ALV tidak akan pernah menyerah untuk menghancurkan kalian semua," jawab beliau tidak pernah asal bertindak.


"Menurutku keputusan Om Abi sangat tepat, Bar," sambung Hanan. Karena dia orangnya juga sangat teliti sebelum mengambil keputusan.


"Tapi setelah itu kalian bebas mau pergi kemanapun. Termasuk juga ke kota B. Soalnya orang tua Lula tidak bisa datang. Jadi di sini hanya untuk mengucapkan janji pernikahan saja," lanjut Tuan Abidzar karena beliau tahu jika anak muda pasti butuh untuk malam pertama.


Tidak mungkin kan Bara dan Lula malam pertama di rumah Alvian. Sedangkan pemuda tersebut juga memiliki rumah sendiri ataupun Apartemen mewah.


"Oke, aku setuju. Tapi jika setelah itu Lula akan aku bawa ke Rumah pribadiku yang aku beli dua tahun lalu," putus Bara menyetujui.


"Itu tidak masalah. Tapi jangan lupa jika dalam Minggu ini juga. Kau harus meminta restu pada kedua orang tua Lula," kata Tuan Abidzar sebagai pengganti orang tua Lula.


...BERSAMBUNG......