I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Planet Ian ALV.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Hari begitu cepat berlalu. Saat ini Alvian dan Ayara sudah dalam perjalanan menuju bandara. Ya, Ayara akan ikut mendampingi suaminya. Hal yang dulu sering ia lakukan. Yaitu mengantar Alvian mengikuti audisi. Namun, tidak pernah menang dan sayangnya setelah berhasil takdir membuat mereka berdua harus berpisah.


Lalu dipertemukan dengan status yang berbeda. Yaitu sudah menjadi orang tua bagi putri kecil mereka berdua.


Namun, benar kata pepatah. Apabila jodoh tidak akan pernah kemana. Hari ini Ayara kembali lagi mendampingi pemuda yang dia cintai. Degan status sebagai istri, bukan pacar lagi.


Vania yang telah diiming-imingi akan memiliki adik bayi. Sangat senang mama dan papanya pergi berdua saja.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Alvian melihat istrinya terlihat sangat gelisah.


"Alvin, aku belum pernah menaiki pesawat sejak lahir. Bagaimana bila aku akan mabuk?" tanya Ayara karena meskipun melakukan konser di negara sendiri Staf Muzaki memilih menaiki pesawat.


Agar sore ini para Artis dari Agensi AX Si bisa melakukan gladi resik. Termasuk para member ALV. Jadi malam ini Alvian maupun artis lainya akan langsung konser.


Tidak seperti biasanya yang akan konser setelah satu atau bahkan dua hari setelah tiba ke tempat melakukan tour.


Namun, karena job mereka semakin padat. Staf Muzaki mengatur cara baru. Akan tetapi tentu saja beliau telah membicarakan hal tersebut dengan para artisnya.


"Tidak apa-apa, ada aku. Kau tidak akan muntah," jawab Alvian menenangkan istrinya.


"Tapi bila aku tetap muntah maka kau akan malu, Al. Bagaimana bila teman-temanmu mengatakan aku ini sangat kampungan. Walaupun benar aku kampungan, aku tidak mau membuatmu malu. Apalagi nanti kita akan satu pesawat bersama Alien juga,"


"Alien?" Alvian mengulangi perkataan istrinya yang menyebutkan Alien.


"Iya, bukannya dia juga akan ada satu panggung bersamamu," saat menjawab Ayara sedikit memanyunkan bibirnya karena masih kesal.


Tadi malam saat mereka mau tidur. Alice menelepon suaminya untuk menanyakan apakah Alvian berangkat atau tidak. Kelihatan sekali bahwa wanita itu menyukai suaminya.


"Haa... ha... Apakah Alien itu Alice?" tawa Alvian malah menarik gemas pipi istrinya.


"Iih, kau terlihat senang sekali. Jika aku tidak ikut pasti dia akan duduk berdampingan denganmu saat dalam pesawat," ketus Aya masih tetap memanyunkan bibirnya.


Cup!


"Benarkah? Kau tidak berbohong?"


"Tentu saja tidak! Jadi jangan pernah cemburu padanya. Tapi kau jangan memangil dia Alien. Nanti dia akan marah," Alvian tergelak sendiri mendengar nama Alice telah dirubah menjadi Alien oleh istrinya.


"Habisnya aku lihat sejak pertama kali bertemu denganku. Dia seperti tidak suka padaku," ungkap Ayara yang menyadari jika Alice selalu mencari cara untuk menghinanya.


"Biarkan saja karena kita tidak butuh orang menyukai kita. Namun, satu hal yang perlu kau ketahui bahwa aku sangat mencintaimu," Alvian yang tahu Ayara merasa tidak nyaman semakin merangkul bahu sang istri agar bersandar pada dadanya.


"Aku percaya padamu. Tapi aku tidak percaya padanya," keluh Ayara karena dia sudah melihat secara nyata seperti apa Alice mencoba mendekati Alvian. Padahal ada dirinya. Belum lagi para gadis-gadis cantik yang menggilai Alvian.


"Tenanglah! Jangan menampilkan wajah jutek seperti ini, oke. Kau adalah gadis yang aku cintai satu-satunya. Jadi kau harus percaya diri. Agar orang-orang tidak bisa merendahkan mu. Huem," Alvian mengelus bahu Ayara.


Begitulah sepanjang perjalanan. Saling berpelukan dan saat tiba di bandara. Ternyata mereka langsung disambut oleh para bodyguard, dan para wartawan yang mencari berita terbaru. Yaitu tentang Ian ALV berangkat konser bersama gadis yang paling beruntung menurut para fans ALV.


"Ayo kita turun," ajak Alvian karena mobil yang membawa mereka sudah tiba di bandara. Puluhan mobil mewah berjejer di sekitar tempat tersebut.


"Tapi---"


"Ayara ku pasti bisa tampil percaya diri. Aku tahu kau seperti ini karena lagi kesal pada Alien. Jadi tunjukan padanya bahwa kau adalah planet tempat Ian ALV hidup. Kau adalah kehidupan ku," jelas Alvian kembali menyakinkan sang istri.


"Alvin," Ayara memeluk tubuh suaminya karena dia memang tidak percaya diri bila disandingkan dengan Alice.


"Tidak apa-apa. Ada aku bersamamu. Tidak akan aku biarkan siapapun menghina istriku," si tampan Alvian merenggangkan pelukan mereka dan menatap muka cantik sang istri.


"Kita turun sekarang, ya. Semuanya sudah menunggu kedatangan kita," ajaknya pada sang istri dan dianguki oleh Ayara dengan tersenyum kecil.


Lalu atas perintahnya. pintu mobil pun terbuka lebar. Alvian turun lebih dulu dan setelahnya mengulurkan tangannya untuk membantu Ayara turun dari mobil.


"Ais, ke--kenapa Ayara malah ikut bersama Alvian?" seru Rima pada Alice yang sama terkejutnya. Mereka tidak menyangka jika Alvian akan berangkat membawa istrinya.


"Entahlah! Aku kira Ian akan berangkat sendiri. Tapi kenapa wanita miskin itu ikut juga," jawab Alice mengepalkan tangannya.


Sebab untuk menjebak Alvian. Dia telah mengeluarkan uang banyak. Namun, ternyata Ayara malah ikut bersama suaminya.


"Wah, ternyata Nona Ayara sangat cantik daripada yang kita lihat di televisi," berbagai pujian dari artis yang juga berada di bandara. Sehingga membuat Alice semakin kesal.


... BERSAMBUNG... ...