I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Ayara Hamil?



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Sayang, ayo," ajak Alvian mengandeng mesra tangan Ayara untuk menikmati keindahan tempat tersebut. Sudah hampir dari dua jam mereka berada di sana. Namun, belum ada yang merasa bosan dan mengeluh jika sudah lelah.


Saat ini mereka sudah pindah ke tempat yang ke tiga. Setelah tadi menikmati tempat wisata yang lainnya dan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang juga.


Setelah makan siang Bara mengajak ke tempat yang saat ini dikunjungi. Jadilah mereka betah berada disana.


"Iya," jawab Ayara yang mengikuti saja kemanapun suaminya mengajak. "Kedua pasangan tersebut seperti mana dua orang yang lagi berpacaran. Bukan seperti pasangan suami-istri.


Anggap saja mereka berpacaran setelah menikah. Benar-benar sangat menyenangkan karena mau seperti apapun bebas.


"Alvin, aku mau duduk di ayunan itu," ucap Ayara begitu mereka melewati air pancur yang dibuat seakan-akan alami. Bukan buatan manusia.


"Oke, baiklah! Mau kemanapun kau tinggal bilang saja, sayang," jawab Alvian tersenyum karena dia begitu bahagia bisa hidup seperti manusia normal lainya. Tidak harus dikawal dengan sangat ketat.


Hari ini para bodyguard tetap menjaga mereka. Namun, dari jarak yang cukup jauh dan tidak begitu menonjol. Soalnya tempat itu juga sedang dibatasi untuk umum. Bila pun ada yang masuk harus melewati beberapa pemeriksaan.


Bukan hanya itu saja. Pengunjung juga tidak boleh mendekati para member ALV. Agar tetap aman dan tidak menimbulkan keributan oleh pengunjung lain yang tentunya juga merupak,fans ALV.


"Terima kasih. Aku sangat bahagia, bisa seperti ini," Aya juga tersenyum bahagia kearah depan.


Di negara-mereka Taman yang masih memiliki keindahan alam adalah menjadi tempat tujuan para pengunjung, karena jika di ibukota sudah dipenuhi oleh gedung-gedung menjulang tinggi.


"Aku pun sama bahagianya. Impian sederhana untuk hidup damai bersamamu," ungkap Alvian ikut menikmati tempat tersebut.


"Jadi hari ini kita akan pulang kan? Aku benar-benar merindukan Via," tanya Ayara setelah mereka duduk di ayunan yang bisa diduduki oleh berdua sekaligus.


"Tentu saja jadi. Nanti kita akan terbang jam setengah lima sore. Soalnya Hanan juga ada acara di kelurganya. Jadi yang lain juga mau ikut pulang saja," jawab Alvian yang sudah membicarakan bahwa mereka mau pulang duluan pada keempat sahabatnya. Yaitu saat makan siang tadi.


"Oh, syukurlah kalau begitu. Jadi aku bisa tenang. Tapi... lain kali kita kan masih bisa jalan-jalan lagi," imbuh Ayara dan diiyakan oleh Alvian.


Setelah hampir dua puluh menit mereka mengobrol sambil menikmati ayunan. Alvian membawa Ayara pergi menaiki menara tempat indah yang ada di sana.


"Wah, ternyata di sini sangat indah. Kita bisa melihat ibukota XX ya," seru Ayara begitu mereka tiba di atas.


Kali ini mereka berdua memang tidak searah dengan yang lainnya. Karena sahabat Alvian tidak mau menganggu pasangan suami-istri itu yang entah mau seperti apa.


Jadi para jomblo memilih untuk menyingkir. Tidak mau menanggung yang lagi berpacaran.


"Aya," panggil Alvian membuat istrinya menoleh dan satu bidikan kamera berbunyi nyaring.



"Cantik sekali," ucap Alvian tersenyum melihat foto istrinya yang tidak siap saat difoto secara tiba-tiba.


"Hey... Agh! Alvin, kau curang! Cepat hapus dan foto ulang," teriak Ayara karena Alvian malah tersenyum karena langsung meng-upload foto tersebut pada Instagram yang sangat jarang dia buka.


"Haaa... haa... tapi fotonya sudah aku unggah di sosial media ku," jawab pemuda itu seraya menunjukan layar ponselnya kearah Ayara. Sehingga membuat mata Ayara membola dibuatnya.


Bukan masalah fotonya. Namun, kata-kata yang ditulis oleh Alvian.


"Aaaa.... Alvin, cepat hapus! Kenapa kau menulis seperti itu. Bagaimana bila Deri membacanya," seru Ayara ingin merebut ponsel mahal suaminya.


Namun, Alvian malah membawa benda tersebut berlari mengelilingi tempat itu. Sehingga terjadilah kejar-kejaran.


"Alvin, aku pinjam ponselnya. Kenapa kau pelit sekali," ucap Aya yang berhenti tidak bisa mengejar suaminya yang berlari lebih cepat daripada dia.


"Alvin, tolong... aku!" teriak Ayara tiba-tiba meminta tolong. Sehingga membuat Alvian berhenti dan menoleh kearah belakang dan Alangkah terkejutnya dia. Begitu melihat Ayara duduk di atas lantai.


"Sayang," seru pemuda itu berlari kearah istrinya lagi. "Sayang, kau kenapa? Apa yang sakit?" bertanya panik sambil memeluk tubuh Ayara yang menahan senyumnya.


"Sayang, apa yang sakit? Ayo katakan. Jangan membuatku takut seperti ini ka----"


"Haa... ha... aku baik-baik saja. Aku hanya membutuhkan ini," jawab Ayara yang sudah mendapatkan ponsel Alvian.


"A--apa! Jadi kau membohongiku," Alvian menarik hidung Ayara dan setelah itu dia tetap membantu istrinya untuk berdiri.


"Aku mau menghapus.... aaaa! Alvin, lihatlah. Deri benar-benar sudah membacanya dan ikut memberikan komentar. Salah! Bukan hanya Deri, tapi Mama juga," keluh Ayara begitu melihat unggahan fotonya.


Di bawah foto tersebut Alvian menulis caption. "Ayara Febriani Jasmeen ... sehat-sehat selalu ya, ibu hamilku. I hope we have twins. Thank you my dear wife. My soulmate. Yau are my world."


Lalu setelah menyebutkan do'a terbaik untuk istrinya. Dia juga menuliskan jika Ayara lagi hamil. Semoga anak mereka kembar. Terima kasih istriku sayang. Kaulah segalanya. Kaulah dunia ku. Itulah arti dari caption yang dibuat oleh sang member ALV.


Sehingga semua pengikut akun tersebut langsung ikut berkomentar. Semuanya tentu memberikan do'a terbaik mereka. Seakan-akan ikut merasakan kebahagiaan sang idola bersama istri yang dicintai.


Bukan hanya itu saja. Postingan Alvian langsung dibagikan di berbagai sosial media lainnya. Sehingga seluruh Dunia halu kembali gempar karena berita tersebut.


Belum lagi berita tentang Alvian yang sudah menikah dan mempunyai seorang putri hilang dari Baner populer. Namun, sekarang sudah ada berita lagi bahwa Ayara sedang hamil anak kedua mereka.


Membuat yang sudah patah hati. Kembali harus dilemparkan dari impian untuk mendapatkan sang artis. Karena sekarang saja mereka tidak bisa mendekati Alvian. Apalagi bila Ayara hamil keturunan Rafael untuk ke-dua kalinya. Sudah jelas bahwa gadis itu menjadi ratu satu-satunya di hati Alvian.


Cup!


"Tidak apa-apa. Bukannya kata-kata itu adalah do'a. Mana tahu dengan begitu banyak do'a terbaik. Benar-benar membuatmu cepat hamil," Alvian mengecup bibir ranum Ayara karena kebetulan di sana hanya ada mereka berdua. Soalnya oleh Denis tempat itu telah dikosongkan tanpa sepengetahuan Alvian dan Ayara.


"Tapi ini namanya sama saja dengan membohongi mama. Bagiamana bila---"


"Mama sudah tahu karena aku sudah mengirim pesan padanya. Coba kau lihat di WhatsApp. Itu aku sudah memberitahu mama jika unggahan ku tidak serius," sela Alvian karena dia membuat berita seperti itu juga untuk mengelabuhi orang-orang yang ingin menyakiti istrinya.


"Tentu saja tidak! Mana mungkin aku berani membohongi mama dan papa. Bisa-bisa aku yang akan dimarahi karena sudah mengecewakan mereka dengan berita bohong," sebelum Aya selesai berbicara. Pemuda itu menarik lembut tangan istrinya untuk mengelilingi tempat tersebut.


"Tapi Al, eum... jika misalnya aku tidak bisa hamil lagi bagaimana? Apakah kau akan menikah lagi?"


"Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin kau memiliki pemikiran seperti itu. Ayara sayang, mau kau bisa hamil lagi atau tidak. Maka aku tidak peduli. Aku mencintaimu bukan karena sesuatu," jawab Alvian berhenti di pinggir benteng dan mengelus pipi Ayara.


Lalu sebelum Ayara berkata sepatah katapun. Bibir mereka sudah bersatu. Angin yang berhembus seakan-akan memberikan dukungan untuk pasangan tersebut agar terus berciuman.


"Jangan pernah berpikiran seperti itu lagi ya. Aku mencintaimu tulus, dan tidak perduli kau bisa memberiku keturunan atau tidaknya. Apalagi sekarang kita bukannya sudah memiliki princess Vania. Jadi kenapa harus binggung bila tidak diberikan keturunan lagi," ucap pemuda itu setelah melepas pangutan bibir mereka dan Ayara pun hanya tersenyum dan mengangguk mengerti.


Setelahnya mereka kembali berjalan santai. Sampai Alvian mengirimkan pesan untuk menanyakan keberadaan keempat sahabatnya.


💌 Alvian : "Kalian dimana? Kami masih di menara atas," pesan yang dikirim oleh Alvian pada Hanan.


Ting!


💌 Hanan : Kami ada di pinggir danau. Ke marilah! Ada banyak makanan yang dibeli oleh asisten Naufal," jawab pemuda itu lagi bersantai menikmati angin semilir nan sejuk.


💌 Alvian : "Iya, nanti kami akan ke sana. Jika kalian pergi dari tempat itu kabari aku lebih dulu," setelah membalas pesan Bara. Pemuda tampan itupun menyimpan lagi ponselnya dan kembali bersantai bersama istrinya.


Cukup lama mereka berdua diam di atas sambil menikmati keindahan pemandangan kota tersebut. Lalu karena hari semakin maju sore. Alvian mengajak Ayara untuk turun menemui sahabatnya yang saat ini lagi berkumpul di pinggir danau.


Soalnya Bara ataupun member ALV yang lainya. Tidak ada yang mengirim pesan bahwa mereka sudah berpindah tempat. Jadi Alvian menebak bahwa keempat sahabatnya masih berada di sana.


"Itu mereka," tunjuk Ayara begitu mereka tiba di dekat danau.


"Lama sekali? Apa yang kalian lakukan di atas sana?" tanya Naufal menggeser tempat duduknya.


"Kami hanya lagi menikmati pemandangan saja. Sebentar lagi kita pulang ke hotel ya. Untuk bersiap-siap pulang. Anakku sudah tahu jika kami mau kembali sore ini," Alvian yang menjawab karena Ayara langsung meminum jus botol yang diberikan oleh Naufal.


"Alvin, apakah Aya benar-benar lagi hamil? Kenapa kalian tidak memberitahu kami lebih dulu. Sangat menyebalkan," tanya Bara menatap jengkel pada sahabatnya.


"Belum hamil. Kan kami lagi berusaha," Alvian tergelak karena melihat reaksi sahabatnya. Ternyata ketulusan dalam pertemanan mereka benar-benar seperti pada keluarga sendiri.


"Apa! Jadi kau lagi membuat lelucon? Astaga!Kau membuat dunia heboh degan kehamilan anak kedua kalian," ujar Sandy yang tadinya juga mengira bahwa Ayara benar-benar hamil.


"Tidak apa-apa. Karena aku sangat yakin jika dalam waktu dekat ini kalian akan mendapatkan keponakan baru," Alvian menjawab santai.


"Ya, ya. Semoga saja," imbuh Bara juga sangat senang bila Ayara benar-benar lagi hamil. Selain anak Ayara dan Alvian, mau anak siapa lagi yang akan mereka jadikan keponakan.


"Aya, kau tidak apa-apa kan?" tanya Hanan khawatir saat melihat raut wajah Ayara aneh menurutnya.


"Aku baik-baik saja, Kak. Hanya kepalaku sedikit pusing. Mungkin tadi diatas begitu banyak angin," jawab ibu muda itu merasa pusing sejak mereka masih berada diatas menara tersebut.


Namun, karena tidak mau membuat suaminya khawatir dan menggagalkan liburan mereka. Dia hanya diam saja karena rasa pusingnya juga tidak seberapa.


"Sayang, kau sakit kepala? sejak kapan? Kenapa tidak memberitahuku?" Alvian langsung menanyai istrinya degan berbagai pertanyaan khawatir.


"Aku hanya sakit kepala biasa. Jangan khawatir. Bagaimana bila kita pulang sekarang saja? Aku ingin tidur dulu sebelum kita kembali ke kota S," usul gadis itu ingin segera istirahat.


"Baiklah! Kita pulang sekarang," sebelum Alvian bertanya pada sahabatnya. Naufal langsung memutuskan untuk pulang pada saat itu juga.


"Oke, ayo kita pulang," ajak Sandy mulai membereskan sampah yang mereka buat. Begitu pula dengan sisa makanan dan minuman tersebut dia masukkan kedalam kantong plastik. Lalu diberikan pada bodyguard nya yang kebetulan berdiri tidak jauh dari tepat mereka saat ini.


Tidak banyak bicara para member ALV pun membawa Ayara kembali ke hotel. Agar gadis yang dianggap seperti adik sendiri itu bisa beristirahat.


Mereka semua menyanyangi Ayara dengan sangat tulus. Jadi sudah pasti merasa khawatir bila sampai Ayara sakit. Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya sekitar lima menit mobil tersebut berjalan. Ternyata Ayara sudah tertidur dalam pelukan suaminya.


"Al, aku rasa Aya sakit. Tidak biasanya dia seperti ini," ucap Hanan memperhatikan Ayara dari bangku depan.


Saat ini mereka pindah posisi tempat duduk. Begitu pula yang membawa mobilnya, yang mengendarai mobil tersebut adalah Sandy.


"Entahlah! Mungkin dia kelelahan gara-gara ikut kemanapun kita pergi dan tidak istirahat dengan teratur," jawab Alvian sambil menyelipkan anak rambut Ayara pada telinga gadis itu.


"Tapi sejak tadi dia baik-baik saja dan ini tubuhnya juga tidak panas," lanjutnya lagi


"Mungkin iya, dia hanya kelelahan. Biarkan saja dia tidur dulu. Lagian penerbangan kita setengah lima," imbuh Bara kembali memperbaiki duduknya.


Hanya kurang dari dua puluh menit. Mereka telah tiba di hotel. Begitu pula dengan mobil para bodyguard yang mengawal mereka. Namun, saat mereka sampai dan belum turun dari mobil. Ternyata di luar hotel bintang lima tersebut dipenuhi oleh fans ALV yang mau memberikan hadiah atas kehamilan Ayara.


Sedangkan para wartawan karena ingin mencari kebenaran berita tentang ungahan Alvian tadi.


"Astaga! Ini ulah mu, Al," Hanan mengelengkan kepalanya pada Alvian yang hanya nyengir kuda. Lalu dia berkata lagi "Biar kami yang atasi. Kau bawa saja Ayara masuk. Jangan bangunkan dia. Nanti malah bertambah sakit kepala, karena tidurnya terganggu,"


"Iya, terima kasih. Jika mereka menanyakan kebenarannya. Maka jawab saja iya. Nanti setelah kita kembali ke kota S. Aku akan menceritakan pada kalian. Kenapa aku harus membuat berita seperti ini," jawab Alvian yang diiyakan oleh keempat sahabatnya.


Kleek!


"Silahkan Tuan Muda," ucap Denis membuka pintu mobil untuk tuannya. Alvian hanya mengangguk dan langsung keluar dari mobil sambil menggendong tubuh istrinya ala bridal style.


Sehingga pemandangan tersebut langsung menjadi sorotan berita utama. Namun, Alvian tidak memberikan klarifikasi karena ada sahabatnya yang akan menjawab pertanyaan wartawan.


Dia terus berjalan masuk dengan pengawalan sangat ketat sampai tiba ke depan pintu hotel. Lalu setelah pintunya dibuka oleh Denis Alvian masuk bersama istrinya. Sedangkan Denis, setelah menutup pintunya kembali dia seperti biasanya. Hanya berdiri di depan pintu untuk menjaga sang bos.


Cup!


"Istirahatlah," bisik Alvian memberikan kecupan di kening istrinya setelah membaringkan Ayara diatas ranjang. Lalu pemuda itu berlanjut membuka sepatu dan kaos kaki Ayara.


Begitu selesai dia memilih untuk masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum ikut istirahat. Soalnya mereka masih memiliki waktu dua jam kurang. Jadi Alvian mau sekalian mandi saja. Agar nanti hanya tinggal menunggu istrinya yang bersiap-siap.


Soalnya mereka hanya perlu bersiap-siap dengan penampilan saja. Karena bila barang-barang yang lain. Itu adalah urusan Manejer masing-masing.


... BERSAMBUNG... ...