I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Justru Sebaliknya.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


... HAPPY READING... ...


.


.


"Jadi seperti itulah ceritanya. Semua ini memang murni kesalahan Saya bukan karena Tuan Abidzar, para member ALV atau pun Ayara, putri Saya. Yang sengaja ingin membohongi kalian semua," ungkap Tuan Edward sudah selesai menceritakan semuanya.


Selama beliau mengakui perbuatannya. Tuan Edward bahkan berulangkali menyeka air matanya yang tidak bisa beliau tahan.


Yaitu cerita dari asal mula beliau bertemu Almarhumah Jasmeen, mereka berpacaran dan sampai menikah. Lalu memiliki seorang putri yang dimasukkan pada akte pembantu beliau. Gara-garanya Tuan Edward dan Almarhumah Jasmeen hanya menikah siri.


"Kasihan sekali nasib Nona Ayara..." seru para wartawan dan reporter dari berbagai siaran televisi.


Kebanyakan mereka sampai ikut meneteskan air matanya. Tidak menyangka bahwa nasib Ayara, maupun Tuan Edward sendiri begitu menyedihkan.


Soalnya Tuan Edward memang sudah menceritakan bahwa beliau menelantarkan Ayara sejak kecil, tidak pernah menganggapnya sebagai anak. Gara-gara Marlin ibunya tidak menyukai Sang Putri dan juga Almarhumah Jasmeen istrinya.


Bukan hanya itu saja Tuan Edward juga menceritakan bahwa Marlin sudah menipu beliau dan membunuh kedua orang tuanya.


Pria setengah baya itu tidak takut pada hujatan masyarakat. Asalkan sang putri tetap bahagia. Beliau ingin menjadi laki-laki pelindung untuk Ayara.


"Ya Tuhan... Nona Ayara, Tuan Edward... kalian berdua sangat menderita karena para penipu itu," ucap beberapa wartawan.


"Sungguh Nona Ayara, dia memang memiliki hati seperti mana malaikat. Setelah disakiti oleh orang tua kandungnya sendiri dan ditelantarkan. Namun, masih mau memberi Tuan Edward Wilson kesempatan untuk menjadi seorang ayah yang sesungguhnya," ucap seorang reporter perempuan mulai menghadap ke kamera.


Supaya semua masyarakat menonton siaran tersebut. Agar tidak ada lagi yang menuduh bahwa para member ALV membohongi mereka semua.


"Baiklah, para pemirsa dimanapun kalian berada. Inilah hasil konferensi pers hari ini. Kalian semua sudah mengetahui pengakuan dari Tuan Edward Wilson. Jadi apa yang terjadi benar-benar di luar kendali mereka semua," lanjut wanita itu sambil sesekali melihat pada tangannya yang masih memegang iPad tempat mencatat semua keterangan yang akan ia sampaikan.


"Kami putuskan bahwa klarifikasi ini sangat sesuai dengan fakta yang telah terjadi. Pada konferensi pers yang dilakukan oleh Nona Ayara bersama member ALV dan pihak Agensi AX Si," reporter tersebut berhenti sejenak lalu kembali berbicara lagi mewakili para rekannya yang lain.


"Disinilah kita mendapatkan begitu banyak pelajaran. Yaitu sebuah hubungan tidak harus selalu ingin menang sendiri. Lihatlah seperti apa kemuliaan hati Nona Ayara dan keluarga Rafael. Mereka menerima Tuan Edward degan hati terbuka. Sehingga terciptalah sebuah kebahagian seperti hubungan mereka saat ini," kata wanita itu yang terus memberikan penjelasan sesuai pengakuan yang dikatakan oleh Tuan Edward.


"Alvin... papaku tidak dihujat dan nama baik kalian akhirnya bisa bersih lagi," tangis Ayara yang ikut menonton siaran televisi tersebut.


"Iya sayang, aku tidak menyangka bahwa masyarakat langsung menyambut baik pengakuan papa yang sudah menelantarkan dirimu," jawab Alvian sudah mendekap erat tubuh istrinya.


"Iya, kau benar sekali. Ternyata keputusan papa untuk membuat konferensi per hari ini benar-benar sangat tepat. Sekarang kita tidak ada masalah dengan fans ALV maupun pada masyarakat," seru Ayara sangat bahagia karena masalah tersebut.


Dia akhirnya bisa menjalani kehidupan normal bersama sang ayah. Seluruh Dunia sudah tahu jika dia bukanlah anak seorang pembantu. Melainkan anak seorang pengusaha kaya raya.


Sehingga Noah Norin dan sekutunya. Yaitu Marlin, Rose dan Arianti semakin mengamuk karena sekarang mereka sudah mengali makamnya sendiri.


Gara-gara penyerangan yang mereka lakukan. Sekarang Tuan Edward dan Tuan Abidzar menjadi tahu bahwa semua ini perbuatan mereka yang mau menghancurkan Ayara dan Alvian.


... BERSAMBUNG... ...