
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Tidak sampai sepuluh menit. Alvian dan para sahabatnya sudah naik ke atas panggung dengan memakai baju santai. Sebab mereka hanya melakukan gladi resik agar nanti malam sudah tahu dimana posisinya masing-masing.
Jika atas permintaan para member ALV. .Tentu staf dan kru yang bersangkutan akan mendahului mereka. Sebab artis yang lain hanya sebagai pengisi waktu luang saja. Konser intinya yang dinanti-nanti tentu Alvian dan member lainnya.
Maka dari itu mereka selalu dinomor satukan. Mau berada didalam negeri sendiri. Ataupun di luar negeri. Peraturan seperti itu sudah tercipta bagi si artis papan atas. Sebagai aset negara yang paling berharga.
"Ayara, sebentar lagi baru kita ke depan panggung. Kau akan melihat seperti apa tampannya suamimu," ucap Kak Mauza tersenyum menggoda Ayara.
"Haa... ha... Kakak bisa saja. Semuanya tampan-tampan. Hanya saja suamiku yang sudah menikah diantara keempat sahabatnya," tawa Aya karena menurutnya Kak Mauza terlalu berlebihan saat memuji Alvian.
"Tidak! Alvin mu memang paling tampan bila dibandingkan dengan member lainnya," imbuh wanita itu lagi yang belum memiliki kesibukan karena konsernya nanti malam.
"Aya, nanti saat ada waktu, tolong bawa putri kalian, ya. Kakak sangat ingin melihatnya secara langsung,"
"Iya, Kak. Jika ada waktu dan diizinkan oleh Papa Abi, aku akan membawanya pergi bersama kami," jawab Ayara mengangguk.
"Sepertinya member ALV sudah mulai, ayo kita ke depan," ajak Kak Mauza setelah suara musik mulai terdengar. Namun, tidak seperti saat konser berlangsung.
"Baiklah," Aya pun mengikuti Kak Mauza berjalan kearah bawah panggung untuk melihat Alvian. Yaitu tempat dimana para kru dari Agensi AX Si berkumpul.
"Permisi-permisi! Kami juga mau menonton," Kak Mauza membawa Ayara melewati para laki-laki memakai seragam yang sama.
"Nah, kita disini saja. Nanti Alvian pasti akan berjalan kearah sini karena dia adalah vokalis inti," lanjut wanita itu lagi.
"Iya, Kak," Aya kembali hanya mengangguk mengerti dan tidak lama setelah mereka berdiri seperti layaknya penonton. Alvian dan keempat member lain sudah mulai berjalan di atas panggung sambil bernyanyi dengan gerakan kecil.
"Mungkin karena terlalu mencintaimu, membuatku tidak pernah tertarik dengan gadis yang lainnya..." suara Hanan kembali terdengar setelah Sandy. Lalu diteruskan lagi oleh Naufal.
Sedangkan Alvian sudah bernyanyi paling duluan, serempak degan Bara. Meskipun dengan suara musik kecil. Tetap terlihat keren karena justru suara emas para kelima pemuda tampan itu semakin membuat tersihir orang yang mendengarnya.
"Ian, Hanan, Bara," suara teriak para penonton VIP yang hadir lebih dulu mulai berteriak histeris bersamaan semakin dekatnya para member ALV.
"Naufal, aku mencintaimu," teriak gadis-gadis itu yang terus berteriak. Bisa melihat wajah tampan sang idola saat siang hari. Tidak ada kilau dari lampu-lampu konser maupun dari sinar stik yang dipegang oleh penonton.
Jadi sudah pasti mereka menjadi histeris karena hal itu. Bahkan ada yang langsung dibawa ke rumah sakit. Gara-gara terlalu bahagia dan berujung pingsan tidak sadarkan diri.
Hal yang sudah biasa terjadi setiap kali konsep member ALV. Maka dari itu pengaman dari Tim kesehatan lebih banyak daripada saat konser artis lain.
"Bukannya aku ingin melukaimu. Namun, semuanya karena aku terpaksa." entah sengaja atau tidak lagu yang dinyanyikan oleh Alvian adalah menggambarkan apa yang terjadi antara hubungannya bersama Ayara.
Sehingga membuat Ayara ikut berteriak memanggil suaminya. Sapa seperti para fans ALV yang ada di bawah panggung bagian kiri. Sedangkan Ayara berada disebelah kanan panggung.
"Alvin... Alvin..." teriak Ayara heboh karena dia memang belum pernah menonton konser. Apalagi ini adalah yang berada diatas panggung adalah suaminya sendiri.
Sehingga Alvian yang sejak tadi memperhatikan dimana tempat istrinya berjalan maju disertai senyuman tampannya.
"I Love You," ucap Alvian setelah menemukan keberadaan istrinya. Sehingga jerit histeris semakin riuh. Padahal penonton baru berjumlah ratusan orang saja.
"I love you to. Hubby," gara-gara ada Alice yang baru datang. Akhirnya Ayara pun balas berteriak mengungkapkan kata cintanya.
Walaupun Alvian tidak bisa mendengar dengan jelas. Namun, dari gerakan bibir istrinya tentu saja pemuda itu tahu apa yang dimaksud oleh istrinya.
"Agh! Mereka berdua benar-benar membuatku iri," ucap Kak Mauza sedikit berteriak karena ada suara musik yang masih berlangsung.
"Menurutku ini sangat memalukan. Bagiamana mungkin dia berteriak saat suaminya berada diatas panggung," seru Alice karena sejatinya dia memang tidak menyukai Aya.
Justru dia berkata seperti itu karena ingin berada di posisi Ayara saat ini. Wanita mana yang tidak mau diungkapkan di depan umum bahwa sang suami begitu mencintai istrinya.
"Itu sangat romantis, bukan memalukan," sambung Staf Marlin ikut tersenyum melihat Ayara dan Alvian seperti mana para ABG yang baru berpacaran.
"Aku juga iri pada mereka," ucap seorang kru yang memegang kamera untuk mengambil gambar Alvian dan member lainnya.
"Nah, benar, aku juga iri pada Ian dan Nona Ayara. Pantas saja walaupun begitu banyak para gadis dari kalangan artis maupun orang biasa yang mau padanya. Ian menolaknya. Ternyata dia sudah memiliki istri dan putri yang sangat cantik," imbuh seorang laki-laki yang merupakan staf bawahan.
Setelah berada dihadapan Ayara. Alvian yang masih melakukan gladi resik. Namun, arahan matanya lebih banyak kearah istrinya daripada tempat lain.
Siapapun itu pasti merasa terbakar api cemburu. Jangankan Alice. Para penonton saja banyak yang menangis karena mereka benar-benar hanya bisa mengagumi Alvian, tapi tidak bisa memiliki.
Sebab mau secantik dan sekaya apapun itu sudah tidak ada artinya lagi. Alvian telah menunjukkan seberapa besar dia mencintai istrinya.
"Kak, ayo kita kebelakang lagi. Aku sudah selesai," ajak Ayara pada Kak Mauza.
"Sekarang? Bukannya Alvian belum selesai. Mereka akan bernyanyi dua lagu lagi," kata wanita itu sambil kembali melihat kearah Alvian yang masih ngedance ala kadarnya. Tidak harus perform agar tampil sempurna karena ini bukan manggung yang sesungguhnya.
"Iya, Kak. Aku ingin menunggu dibelakang saja," jawab Ayara yakin.
"Baiklah, kita kebelakang. Tapi tunggu Kakak mau bicara pada Staf Herwin, sebentar," jawab Kak Mauza.
"Agh! Kalau begitu Kakak bicara saja dulu. Aku bisa sendiri,"
"Benarkah tidak apa-apa?" Kak Mauza bertanya mastikan.
"Iya, aku bisa sendi---"
"Biarkan Ayara bersamaku. Kakak tenang saja karena aku akan menjaganya dengan baik," sela Alice tersenyum bersama Rima.
"Tapi---"
"Kak, kami mana mungkin menyakitinya. Tenang saja," ujar Rima cepat.
"Kak, biar aku kebelakang bersama mereka. Kakak selesaikan saja pekerjaan Kakak," imbuh Ayara yang diiyakan oleh Kak Mauza.
... BERSAMBUNG......