I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Berolahraga Pagi.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Pagi menyapa. Ayara sudah siap untuk pergi jalan-jalan ke berbagai tempat yang indah di kota XX. Sedangkan Alvian lagi berada didalam kamar mandi.


Seharusnya sudah sejak tadi mereka berangkat. Namun, karena si tampan Alvian tidak bisa bila tidak minta jatah. Akhirnya mereka melakukannya pagi ini.


Padahal tadi malam pemuda itu sendiri yang bilang jika dia tidak mau membuat istrinya kelelahan bila harus melayaninya. Akan tetapi ternyata setelah si Lele tunggal minta disalurkan. Mau tidak mau Ayara harus menidurkan benda pusaka tersebut.


Kleeek!


"Al, ini baju mu," seru Ayara melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi.


"Iya, terima kasih," jawab Alvian menerima pakaian ganti yang telah disiapkan oleh istrinya.


Hal sederhana yang membuatnya semakin mencintai Ayara. Memiliki banyak uang, karir bagus. Memiliki seorang putri bersama gadis yang sangat dicintai. Jadi sudah pasti Alvian tidak ingin yang lain lagi kecuali Ayara segera hamil anak kedua mereka.


Ya, bukan hanya keluarga Rafael saja yang mengharapakan Ayara segera mengandung. Namun, juga Alvian. Pemuda itu benar-benar sangat berharap ada berita bagus dalam waktu dekat ini.


Agar Vania memiliki adik lagi. Terserah mau laki-laki ataupun perempuan karena baginya sama saja.


"Kita akan berangkat mengunakan satu mobil saja, kan? Atau mengunakan dua mobil?" tanya Aya sambil melihat suaminya bersiap-siap.


"Satu mobil saja. Sudah disiapkan kalau mobilnya oleh Staf Muzaki. Kita tinggal berangkat saja,"


"Tentu saja iya. Tapi mereka hanya dari jarak jauh tidak seperti biasanya yang hanya setengah meter dari kita," sambil mengobrol akhirnya Alvian sudah selesai memakai jam tangan mewahnya yang juga sudah disiapkan oleh Ayara.


"Sudah siap! Ayo kita berangkat sekarang," ajak Alvian mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu turun dari ranjang.


"Kenapa kita seperti lagi berpacaran saja," Ayara tersenyum menerima uluran tangan suaminya.


"Kita kan memang lagi berpacaran," jawab Alvian juga tersenyum. Hari ini Ayara mengunakan celana jeans panjang yang dipadukan dengan baju berlengan putih panjang. Sedangkan Alvian memakai jeans panjang juga. Tapi bajunya berwarna hitam pendek.


Sehingga mereka terlihat seperti anak sekolah menegah atas yang mau pergi jalan-jalan saat hari libur sekolah.


"Selamat pagi, Nona Muda. Selamat pagi Tuan Muda," sapa Denis begitu melihat bosnya sudah keluar dari kamar hotel.


"Iya, selamat pagi juga. Apakah kalian sudah sarapan?" jawab Ayara karena dia dan Alvian sudah sarapan setelah melakukan pergumulan panas satu jam lalu.


Mendengar perut istrinya sudah berbunyi karena lapar. Alvian cepat-cepat menyudahi permainannya agar mendapatkan pelepasan bersama. Lalu setelahnya dia langsung minta petugas hotel untuk mengantarkan makanan buat mereka sarapan.


"Sudah Nona, kami sudah sarapan," Denis menjawab sambil berjalan di belakang Ayara dan Alvian menuju lobby hotel tersebut. Soalnya mereka sudah berjanji akan berkumpul di sana.


"Baguslah! Sesibuk apapun kalian bekerja. Jagan pernah untuk sarapan terlebih dahulu," nasehat Ayara pada Denis.


"Baik, Nona tidak perlu khawatir," ujar Denis mengiyakan kan. Setelahnya tidak ada lagi pembicaraan sampai bertemu degan member ALV lainnya


"Wah-wah! Patutlah lama sekali. Ternyata kalian berdua habis berolahraga dulu dan membiarkan kami menunggu di sini," seloroh Bara yang membuat mereka semua tertawa.


"Bara, ingatlah mereka berdua ini cuma untuk berbulan madu. Makanya Tante Lili ingin Ayara menikmati masa mudanya. Nanti setelah memiliki bayi lagi. Maka Ayara sudah sulit untuk pergi ke sana kemari seperti saat ini," ucap Hanan juga ikut tersenyum pada sahabat yang lainya.


... BERSAMBUNG... ...