
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Begitu melihat Ayara sudah selesai menyanyikan lagu bernada tinggi tersebut Alvian langsung berlari menaiki panggung untuk memeluk istrinya.
"Sayang," serunya memeluk erat Ayara yang juga ikut membalas pelukan hangat dan penuh cinta dari sang suami.
"I love you," lanjut pemuda itu lagi masih engan untuk melepas pelukan mereka. Tidak perduli jika saat ini mereka berpelukan diatas panggung konser dan bukan hanya disaksikan oleh puluhan ribu penonton saja. Namun, juga seluruh dunia, karena ada ratusan kamera sedang melakukan live streaming.
Menayangkan siaran langsung acara bersejarah tersebut. Yaitu dimana istri dari seorang member ALV ikut hadir dan malah menyumbangkan sebuah lagu kesayangan Alvian dan keempat sahabatnya.
Para penonton pun ikut melakukan live dari ponselnya masing-masing. Ada juga yang merekam video untuk disimpan. Meskipun kebanyakan mereka menangis karena harus melihat sang idola bersama gadis yang dia cintai. Tetap saja tidak tidak mengurangi rasa cinta dan sayang mereka pada Alvian.
"Aku juga sangat mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Sejak dulu, sampai saat ini," ungkap Ayara tidak menyembunyikan lagi betapa dia mencintai Alvian.
Soalnya dia sudah mengetahui betapa besarnya cinta Alvian untuk dirinya. Meskipun dulu mereka sempat berpisah dan katakanlah Alvian membuang dirinya karena sebuah karir.
Namun, semua manusia tak luput dari salah dan Alvian pun sama tersiksanya karena perpisahan mereka berdua.
Cup!
Satu kecupan cukup lama Alvian berikan pada kening istrinya. Lalu tangan pemuda itu menyapu lembut air sisa mata di pipi gadis itu.
"Jangan menangis karena kau tahu kan bahwa aku juga sangat mencintaimu dan tidak mau melihat mu menagis karena hatiku ikut sakit melihat kau bersedih," ucap Alvian yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.
Mendengar ucapan Alvian Ayara yang masih bersedih kembali memeluk tubuh suaminya. Tidak perduli mereka menjadi tatapan orang-orang yang suka ataupun tidak suka.
Contohnya seperti Alice dan kedua sahabatnya semakin terbakar api cemburu. Bagaimana tidak, niat hati mau mempermalukan Ayara. Namun, siapa sangka ternyata Ayara hapal satu lagu kesayangan para member ALV.
Tidak tahu saja Alice, jika lagu yang berjudul perpisahan sementara itu adalah lagu ciptaan Ayara. Jadi sudah pasti gadis itu sangat hapal saat nada rendah maupun saat nada tingginya.
Saat membuat lagu itu. Ayara yang menulis sambil bernyanyi. Alvian yang memetik gitar. Yaitu dibuat di Apartemen lama Alvian dan setelah terbentuk sebuah lagu. Ayara ikut bernyanyi bersama kelima pemuda yang kerjaannya hanya hilir mudik ikut audisi dan adapun waktu bermanfaat hanya saat mereka sekolah saja.
Selebihnya hanya digunakan untuk berlatih bernyanyi, mencipta lagu, ngedance dan yang lainnya. pokonya yang berbau dengan musik.
Sampai pada suatu hari Ayara yang pulang sekolah menaiki bus karena uangnya tidak cukup untuk naik taksi. Menemukan satu lembar brosur ajang pencarian bakat. Yaitu pemuda yang multi talenta. bisa bernyanyi, bisa memainkan alat musik, bisa ngedance dan bisa ngerap.
Namun, bukanlah dari agenci besar, melainkan agensi biasa-biasa saja. Yaitu Agenci AX Si, yang dipandu oleh Staf Muzaki beserta rombongan. Karena Alvian dan keempat sahabatnya memiliki semua yang tertulis pada ajang pencarian bakat.
Jadinya Ayara memberikan brosur tersebut pada member ALV. Ya, nama member ALV sudah dibentuk sejak awal mereka membuat group boyband. Bukan semenjak mereka menjadi Artis terkenal saja.
Saat pertama kali Ayara memberikan brosur tersebut. Kelima pemuda tampan itu hanya diam saja karena sudah lelah mengikuti audisi dan hasilnya selalu kalah, karena para peserta lain kebanyakan menggunakan nama besar keluarga mereka. Sehingga bisa diterima.
Sedangkan Alvian dan keempat sahabatanya tidak ada yang mendapatkan dukungan dari keluarga. Jadi harus benar-benar harus berjuang sendiri dengan kemampuan yang mereka miliki.
Akan tetapi Ayara tidak menyerah agar member ALV ikut audisi tersebut dan menyuruh mereka mencoba sebanyak tiga kali lagi. Bila memang gagal, maka Bara, Alvian, Sandy, Naufal dan Hanan harus fokus sekolah untuk meneruskan orang tua mereka sebagai pengusaha.
Soalnya kelima pemuda itu bukanlah anak orang miskin. Melainkan putra dari para pengusaha yang memiliki hobi menyanyi. Bukan menjadi seorang pengusaha hebat seperti orang tua mereka.
Namun, ternyata nasib baik berpihak pada member ALV karena langsung diterima oleh Agenci AX Si. Akan tetapi mereka harus mengorbankan hubungan bersama Ayara untuk menjemput kesuksesan seperti sekarang.
Untungnya takdir kembali mempertemukan mereka untuk disatukan lagi. Terutama Alvian yang telah menghancurkan hati dan kehidupan Ayara Febrian Jasmeen.
"I love you my Wife. Kau adalah segalanya bagiku jadi percayalah bahwa aku tidak akan pernah membiarkan siapapun coba untuk menghancurkan mu," ucap Alvian setelah melepas pelukan mereka yang untuk ke berapa kalinya. Pada malam ini saja.
"Huem, iya. Aku percaya padamu. Hanya saja aku ingin membuktikan pada Alice bahwa aku tidak serendah yang dia pikirkan," Ayara menjawab sambil melihat kearah lautan manusia dibawah panggung.
"Waw! Ternyata Nona Ayara adalah seorang artis yang bertalenta. Anda bisa bernyanyi serta ngedance juga, Nona," seru host yang sudah kembali menaiki panggung bersama kedua rekannya. Karena Alvian dan Ayara sudah selesai berpelukan. Jika tadi mereka takut menjadi pengganggu momen romantis antara pasangan suami-istri istri tersebut.
"Haa... ha... kalian terlalu berlebihan karena Saya hanya menerima permintaan dari Nona Alice saja. Saya bukanlah penyanyi, tapi seorang ibu rumah tangga biasa," tawa Ayara melihat kearah dimana tempat Alice dan kedua sahabatnya berada.
"Ian, apakah kau tidak mau mengucapkan sesuatu pada gadis yang dicintai? Dan apakah bunga mawar yang diambil secara mendadak ini tidak akan diberikan pada Nona ayara?" host perempuan itu tergelak karena sungguh tidak disangka jika Alvian mengambil bunga pada meja tamu.
"Agh, tentu saja. Aku hampir saja lupa," jawab pemuda itu juga ikut tersenyum. Para member ALV memang tidak pernah berbicara formal pada para artis maupun fans mereka. Kecuali pada pemerintah yang ikut hadir di setiap acara.
"Alvin, Apakah kau akan memberiku hadiah hasil dari perampokan?" Ayara bertanya disertai senyuman lebar.
Sebab dia baru menyadari bahwa di tangan suaminya ada beberapa tangkai bunga mawar merah yang dia ketahui adalah bunga di meja tamu.
"Iya, Sayang. Saat ini karena waktunya sangat mendadak. Jadi cukup bunga ini saja. Namun, kau tidak perlu khawatir karena aku akan mempersiapkan hadiah yang jauh lebih besar dari ini. Tapi bukan sekarang," jawabnya langsung berlutut di hadapan Ayara dan tangannya memberikan bunga mawar tersebut.
"Ayara istriku, bunga ini hanya bentuk formalitas saja. Kerena cintaku padamu tidak bisa dibandingkan dengan hal apapun. Kecuali nyawaku," ucap pemuda itu membuat orang-orang susah bernafas saja.
"Akan tetapi untuk membuktikan di hadapan semua orang aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu. I love you my Wife. Kau tidak akan pernah bisa digantikan oleh gadis manapun karena setiap nafasku hanya tertulis namamu seorang,"
Cup!
Setelah mengungkapkan cintanya. Alvian mengecup tangan kanan Ayara. Sebelum dia berdiri tegak seperti semula. Padahal istrinya belum menjawab sepatah kata pun.
"Ian, Ayara!
"Ian, Ayara!
"Ian, Ayara!
"Ian, Ayara! forever," teriak para fans ALV kembali berteriak histeris dan memberikan dukungan mereka pada hubungan jalinan kasih, sang idola bersama istrinya.
Lampu dari Lingstick kembali menyala dan menerangi stadion tersebut. Disertai meneriaki nama Ayara dan Alvian yang cinta selamanya.
Sehingga membuat Alice menagis pada saat itu juga. Karena sudah tidak tahan lagi menyaksikan Alvian dan Ayara yang terus-terusan menunjukkan betapa besarnya cinta mereka berdua, yang tidak mungkin dapat dipisahkan oleh siapapun.
"Ian, Ayara!
"Ian, Ayara!"
"I love you! Fans ALV semuanya. Aku mencintai kalian semua. Kita adalah satu, karena tanpa kalian maka kami bukanlah siapa-siapa," ungkap Alvian memberikan lambang cinta dari jari tangannya kerah para penonton.
Malam ini adalah dunia hiburan paling bersejarah sedunia halu. Yaitu di mana para wanita patah hati secara berjamaah dan juga sekaligus merasakan bahagia.
Mereka patah hati karena sang idola telah ada yang memiliki. Namun, juga bahagia karena Alvian mendapatkan pendamping yang tepat. Berbeda saat pemuda itu dikabarkan menjalin hubungan bersama Alice. Kebanyakan dari mereka memang tidak pernah setuju karena Alice adalah wanita yang sombong dan arogan.
Jika para member ALV tentu saja memiliki peraturan sendiri yang tidak bisa dipaksakan oleh penyelengara acara bila tidak ada perjanjian sejak awal.
Apabila tidak cocok maka Staf Muzaki beserta member ALV berani menuntut orang yang mengundang mereka. Siapa yang berani melawan Group Boyband ALV. Mereka artis papan atas yang memiliki jumlah fansnya paling tinggi bila dibandingkan dengan artis terkenal lainnya. Jadi tidak ada yang bisa menyaingi mereka.
"Ais, kau jangan menangis seperti ini. Maafkan aku sudah memberi ide seperti itu, karena taku kira Ayara tidak bisa bernyanyi jadi kita bisa membuatnya malu di atas panggung," ucap Rima menenangkan Alice.
Saat ini mereka sudah kebelakang juga. Namun, beda tempat degan artis ALV. Tempat mereka untuk bersiap-siap tidak sama karena jika Alvian adalah tanggung jawab Kak Mauza.
"Hick... hick... aku sangat malu. Aku malu karena sudah silakan oleh anak seorang pembantu," tangis Alice tersedu-sedu dan tidak malu lagi pada manajernya.
"Ini semua bukan salahmu tapi memang karena Ayara yang licik telah menyembunyikan kemampuannya yang bisa bernyanyi," ujar Renia ikut menenangkan Alice agar tidak menangis lagi.
"Ais, ayo tenangkan lah dirimu. Apabila seperti ini bisa-bisa kau diejek oleh orang lain. Dan jangan sampai fans Chabi Ar mengetahui hal ini. Bisa-bisa mereka akan mengidolakan Ayara. Bukan dirimu atau kami berdua lagi," sambung Rima yang sama saja jahatnya.
Melihat kemampuan Ayara malam ini. Bukannya membuat mereka sadar telah meremehkan orang lain. Namun, justru semakin tidak bisa menerima kekurangan darinya masing-masing.
"Brengsek! Aku tidak bisa menerima ini semua. Aku tidak mungkin kalah dari Ayara. Dia hanyalah anak pembantu. Sedangkan aku putri dari seorang pengusaha kaya raya. Mana mungkin bisa tersaingi olehnya," seru Alice menggebu-gebu hamil menyeka kasar air matanya sendiri.
"Nah iya, kau adalah putri dari seorang pengusaha. Jadi cobalah minta bantuan dari papi mu juga. Supaya bisa mendekati Tuan Abidzar Rafael. Aku rasa beliau pasti sebetulnya sangat malu memiliki menantu anak tukang kebun. Namun, karena putranya mencintai Ayara. Mau tidak mau memberikan restunya,"
Usul Rima semakin mengada-ada demi bisa menjatuhkan Ayara. Entah apa yang membuat mereka sangat membenci Ayara? karena kalah cantik atau gara-gara laki-laki yang mereka sukai malah memperlakukan Ayara dengan sangat manis dan malah tidak mau menoleh ke arah mereka.
"Ya, aku akan meminta bantuan pada papi ku, karena dia tidak mungkin membiarkan aku menikah dengan orang lain," jawab Alice tersenyum lagi. "Kalau begitu ayo kita pulang sekarang karena jadwal manggung kita sudah habis," ajaknya langsung berdiri.
Ting!
💌 Alvian : "Ais, temui aku di balkon hotel tempat kita latihan tadi siang," bunyi pesan yang dikirimkan oleh Alvian yang saat ini sudah dalam perjalanan kembali ke hotel tempat mereka menginap.
"Siapa, Ais?" tanya Rima melihat Alice tersenyum bahagia setelah membaca pesan dari ponselnya.
"Ian, dia mengajakku bertemu," jawabnya masih tersenyum bahagia sambil pesan tersebut.
💌 Alice : "Oke, baiklah! Aku akan datang. Apabila kau sudah ada disana beritahu aku,"
💌 Alvian : "Heum," balas Alvian hanya seperti deheman dan sudah langsung menyimpan ponselnya kedalam saku celananya.
"Ais, apa katanya? Mengajak bertemu di mana dan kapan?" seru kedua sahabat wanita itu dengan berbagai macam pertanyaan sekaligus.
"Dia mengajakku bertemu malam ini di balkon tempat ruangan kita berlatih tadi siang," jawab Alice tidak bisa rona bahagia di wajahnya.
"Ada apa? Apakah dia ingin menghabiskan malam bersamamu? Atau mau mengatakan bahwa semua sikap romantisnya di atas panggung tadi, hanyalah sebagai sandiwara saja?" tebak Renia yang langsung dianguki oleh Rima.
"Entah! Soal itu aku juga kurang tahu. Namun, yang jelas dia mengajakku bertemu di balkon. Sangat indah bukan,"
"Tentu saja, aku harap dia mengajakmu bertemu karena ingin menghabiskan waktu bersama. Selagi kita menginap di satu hotel. Agar si anak pembantu itu bisa menyadari di mana posisi dia sebenarnya," ujar Rima degan menggebu-gebu.
"Haa... ha.. semoga saja. Jika benar dia ingin menghabiskan malam ini bersamaku. Maka akan ku jadikan momen terindah untuk kami berdua," tawa Alice seperti mana orang tidak waras.
Padahal mereka sudah melihat sendiri seperti apa Alvian mengungkapkan perasaannya pada Ayara. Sungguh sangat tidak mungkin apabila pemuda itu mau menghabiskan malam bersama Alice.
"Oke, baiklah! Kalau begitu ayo kita keluar sekarang. Agar Staf mempersiapkan kepulangan kita ke hotel," ajak Rima bersemangat karena takut bila Alice gagal bertemu dengan Alvian.
Lalu setelahnya ketiga wanita itu pun keluar dari ruangan tempat mereka bersiap-siap sebelum manggung. Diikuti oleh manajer masing-masing di belakangnya. Sedangkan para Bodyguard sudah menunggu di gerbang keluar dari panggung.
Walaupun acara tersebut belum berakhir. Namun, apabila artis yang sudah selesai manggungnya bisa pulang lewat sana tanpa diketahui oleh para penonton.
"Ais, jadi kalian mau pulang sekarang?" tanya seorang staf yang mengurus mereka.
"Iya, kami mau pulang sekarang," jawab mereka bertiga secara serempak.
"Oke, mari kita kembali ke hotel. Karena para member ALV juga sudah pulang sejak tadi," ujar staf tersebut berjalan keluar lebih dulu diikuti oleh Alice.
*
*
Sementara itu di hotel bintang lima tersebut. Tepatnya di kamar Alvian dan Ayara.
"Sayang, kau tidak marah kan aku menemui Alice sebentar. Tidak akan lama," ucap Alvian baru keluar dari kamar mandi membersihkan tubuhnya.
"Tidak! Apabila kamu menemuinya bukan untuk masalah pribadi," Ayara menjawab cepat.
"Tidak Sayang! Aku menemuinya karena ingin meluruskan tentang pertemanan kami selama ini. Agar dia tidak mengganggumu lagi. Aku benar-benar tidak bisa menerima apabila dia selalu mencari gara-gara dengan istriku," papar Alvian mendekati Aya yang lagi duduk disamping ranjang tempat tidur.
Gadis itu juga mau mandi. Namun, dia menyuruh Alvian lebih dulu karena tahu jika suaminya mau menemui Alice.
"Tidak apa-apa. Aku juga tidak akan pernah membiarkan dia berhasil mengusikku,"
"Aku tahu itu. Tapi aku tetap akan meluruskan tentang kedekatan kami dalam beberapa tahun terakhir. Maafkan aku sudah---"
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja dan bahagia dengan pernikahan kita. Jangan selalu meminta maaf padaku. Ayo pakai bajumu dan cepat temui Alice karena kau harus kembali dalam kurun waktu kurang dari satu jam," sela Ayara karena takutnya nanti malah suami kemalaman.
"Iya, aku akan kembali dalam waktu setengah jam, karena aku ingin kita menghabiskan waktu bersama. Bukannya menemui Alien," kata pemuda itu mengubah nama Alice menjadi makhluk ruang angkasa. Karena dia memang sudah berniat mau menemui Alice sebentar saja.
"Haa.. ha... aku tunggu ya dalam waktu setengah jam kau harus sudah kembali ke sini karena aku tidak ingin berbagi Alvin ku dengan siapapun, kecuali para fans ALV," tawa Aya yang juga membuat Alvian tersenyum mendengarnya.
"Iya sayang ku. Mana mungkin aku berani berbohong pada istri cantikku ini," seru Alvian menarik pipi istrinya gemas.
Namun, setelahnya dia langsung mengambil pakaian yang telah disiapkan oleh Ayara.
Begitu selesai memakai pakaiannya dan bersiap-siap. Alvian langsung pergi menemui Alice dan di sinilah dia saat ini. Ternyata wanita yang handak dia temuin belum datang. Jadinya Alvian duduk sambil menikmati sejuknya angin Malam.
"Alice... berani sekali Kau ingin menjebak istriku. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dirimu gadis yang licik," gumam Alvian sambil memandangi minuman kaleng yang ia bawa.
"Hai..." sapa Alice yang baru saja datang dengan tersenyum semanis mungkin. Agar bisa membuat Alvian jatuh cinta pada senyumannya.
"Ais, kau sudah datang. Kalau begitu Ayo silakan duduk karena aku tidak memiliki banyak waktu untuk berbicara denganmu," ucap Alvian tanpa berbasa-basi lebih dulu.
"Iya," jawab Alice singkat. "Eum... Jika boleh tahu ada hal penting apa? Sehingga kita harus bertemu saat malam seperti ini?" tanya gadis itu sudah duduk di hadapan Alvian.
...BERSAMBUNG......