I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Mengubah Lirik Lagu.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Malam harinya. Di stadiun terbesar di kota XX. Puluhan ribu penggemar berat Alvian dan sahabatnya sudah berkumpul. Selebihnya mungkin para fans artis lain juga. Alvian sudah sangat tampan dengan setelah pakaian dari sebuah perusahaan ternama.


Soalnya mereka sekaligus mempromosikan agar pakai tersebut terjual mahal. Jangankan pakaian, setiap aksesori yang dipakai member ALV saja. Maka harganya akan bernilai ratusan dolar.


Mungkin karena artist terkenal. Jadi segala sesuatu menjadi mahal dan terjual habis dipasaran.


Malam ini Ayara juga sangat cantik. Gadis itu memakai gaunnya yang dibelikan oleh Alvian saat melakukan konser di Amerika. Sebab selain romantis dan bersikap lemah lembut pada Ayara.


Si ayah satu anak itu suka membelikan pakaian atau barang-barang mewah untuk gadis yang dia cintai. Padahal Kak Mauza juga memiliki gaun untuk Ayara yang dimintai oleh perusahaan yang sama dengan produk dipakai Alvian dan keempat sahabatnya.


Namun, karena Ayara ingin memakai gaun dari suaminya. Mereka tidak bisa memaksa karena Ayara bukanlah seorang artis. Namun, karena dia istri dari Ian ALV. Pamor nya melebihi Alice. Itulah sebabnya wanita itu semakin tidak suka pada Ayara.


"Sayang, kau tidak boleh pergi sendirian, ya," ucap Alvian karena sudah saatnya dia dan Ayara berpisah.


Ayara akan ikut menjadi penonton. Namun, dia duduk di bangku paling depan karena dia termasuk tamu terhormat ibu kota XX. Istri seorang member ALV ikut hadir menemani suaminya.


Jadi sudah pasti karena hal tersebut nilai saham produk di kota itu akan meningkatkan setelah acara malam ini.


"Iya, kau tidak perlu khawatir. Tampil saja dengan baik karena aku akan ikut menonton," jawab Ayara tersenyum.


Cup!


"Tentu! Aku akan tampil sangat baik karena ada istriku yang menonton," jawab Alvian mengecup sekilas bibir istrinya. Sehingga membuat member lain hanya tersenyum dan mengelengkan kepala mereka.


"Nona Ayara, ayo kita ke depan duluan. Nanti saat Ian tampil kita sudah duduk dengan nyaman," ajak seorang istri dari pejabat yang ikut andil mengundang artis dari kota S.


"Iya," jawab Ayara menoleh lagi kearah suaminya. "Aku duluan," pamitnya setengah berbisik.


"Aku mencintaimu," jawab Alvian tersenyum penuh cinta menatap istrinya.


"Wah-wah! Enak sekali menjadi dirimu, Al. Bisa bersama gadis yang dicintai setiap saatnya," seloroh Richard yang sudah tampil lebih dulu sebagai pembuka acara.


"Makanya menikahlah jika mau merasakannya," jawab Alvian sambil memasang alat in Aer monitor pada telinganya.


Agar saat tampil nanti suara para penonton tidak mengaggu musik yang mereka nyanyikan. Soalnya bila yang tampil adalah group boyband member ALV. Maka suara penonton lebih keras daripada musik.


"Kau beruntung sekali memiliki istri seperti Ayara. Selain cantik, istrimu sangat baik dan yang terpenting dia memiliki sifat rendah hati dan tidak sombong," sambung sahabat dari Richard.


Lagian mana ada pria yang tidak tertarik pada Ayara. Namun, sayangnya mereka semua hanya bisa mengagumi karena gadis cantik itu telah menjadi milik Alvian seutuhnya.


"Hei.. apa yang kau bicarakan. Jika Aya tidak memiliki kelebihan. Mana mungkin Alvian mau menikah di umurnya yang masih sangat muda. Aku benar kan, Al?" imbuh Richard tersenyum kearah Alvian.


Entah mengapa gara-gara melihat betapa bahagianya Alvian bersama Ayara. Membuat para artis lain iri untuk segera memiliki pasangan lalu menikah. Agar bisa memiliki keluarga kecil yang bahagia.


Padahal di negara mereka rata-rata yang menikah itu adalah setelah umur dua puluh lima keatas. Intinya apabila mereka telah sukses maka barulah menikahi gadis yang dicintai ataupun dengan pilihan orang tua.


Akan tetapi sepertinya gara-gara Ian si artis papan atas menikah di umurnya yang masih muda. Sudah pasti menjadi sejarah baru bagi negara maju tersebut. Contohnya sekarang para teman-teman artis Alvian saja iri ingin segera menikah juga.


"Aku menikahi Ayara, bukan karena kelebihannya. Tapi memang karena aku mencintainya?" jawab Alvian tersenyum.


"Oke-oke! Nanti dilanjutkan lagi ya ngobrolnya. Sekarang sudah saatnya kalian menghibur para fans ALV," ujar seorang staf bertepuk tangan karena nama member ALV telah diteriaki oleh penonton karena mereka semua tahu bahwa sekarang adalah waktunya sang idola menaiki panggung megah tersebut.


"Baiklah! Kami naik dulu," Alvian menepuk pelan pundak Richard karena mereka harus tampil.


Kali ini yang naik duluan adalah Bara sambil bernyanyi. Lalu dilanjutkan oleh Alvian.


"Bila ada cinta datang padaku, janganlah cemburu. Karena cintaku hanyalah untukmu. Hoohoo Sungguh ku sayang padamu. Ayara I love you. Hoo~~ Ayara ku sayang padamu. Jadi jangan pernah untuk berpaling ke arah yang lainnya."


Baru juga naik keatas panggung dan bernyanyi. Namun, si vokalis inti ALV telah mengubah lirik lagu yang ia nyanyikan degan menyebutkan nama Ayara.


Bukan hanya itu saja, Alvian bahkan mengarahkan tanda i love you dari jari tangan, pada istrinya, yang langsung membuat Ayara tersenyum lebar dan membuka masker penutup wajahnya. Dan ikut menatap lekat kearah Alvian. Karena merasa bahagia dan juga malu secara bersamaan.



Sebab gara-gara Alvian mengarahkan jari tangan padanya. membuat Aya semakin menjadi sorotan penonton. Disekitar tempat duduknya. Maupun kamera yang menayangkan siaran langsung.


"Mungkinkah kau merasa apa yang aku rasakan karena semua bagian hati dan ragaku telah dipenuhi oleh namamu`~~"


Setelah Alvian yang bernyanyi. Langsung disambut oleh Naufal. Baru setelah itu mereka ngedance seperti mana gerakan saat mereka berlatih tadi siang.


"Wah, Alvin terlihat semakin tampan saja pantaslah Alice semakin tergila-gila pada suamiku."


Gumam Ayara terus melebarkan senyum bahagianya.


"Nona Ayara, Anda sangat beruntung memiliki suami seperti Ian. Dia sangat mencintai Anda," ucap seorang wanita istri dari pengusaha yang mengundang mereka.


"Huem, iya," jawab Aya hanya mengangguk kecil dan menjawab seperlunya. Fokus Aya saat ini hanya pada suami tampannya saja.


Tidak berbeda jauh dari Ayara. Alvian pun pandangan matanya selalu mengarah pada Ayara. Ini adalah kali pertama dia konser diatas panggung megah dan ditonton langsung oleh gadis yang dia cintai.


Jika dulu sebelum menjadi artis terkenal Ayara selalu menyaksikan saat mereka latihan. Maupun ketika tampil saat mengikuti berbagai audisi. Namun, kali ini Alvian telah menjadi artis terkenal. Jadi sangat berbeda jauh.


Rasa bahagia Alvian bisa membuat para fans mereka ikut histeris sambil menyanyikan lagu secara bersamaan. Lebih jauh bahagia lagi karena adanya sang istri di sana. Satu wanita yang bisa membuat dunianya bersinar kembali dan juga bisa menghancurkan dunia Alvian.


"Ingin diriku~~ memeluk dirimu~~~"


Suara tinggi Hanan membuat semua penonton ikut bernyanyi dan bergoyang seirama dengan Lightstick, Han-banner dan dres scode has. Semua persiapan sudah dibawa oleh fans ALV. Jadi seperti sedang berada diruang angkasa. Warna lampu dari Lightstick berkilau dengan warna biru muda semuanya.


Seperti mana lambang tulisan Grup Boyband ALV. Yaitu warna biru muda. Bila tidak memakai in Aer monitor. Maka suara musik yang dinyanyikan oleh Alvian dan sahabatnya. Akan hilang tergantikan dengan suara para fans mereka.


Semua fans ALV ikut menyanyikan lagu ke-tiga yang dinyanyikan oleh Alvian. Setelahnya diikuti oleh Sandy, Naufal. Lalu Hanan dan Bara di bagian ngerap degan gerakan keren mereka.


Sambil menyanyikan lagu-lagu kesayangan idol mereka. Begitu banyak fans ALV menangis histeris karena merasa terharu bisa menonton secara langsung. Ada juga karena masih Alvian yang mereka cintai telah memiliki istri.


"Ternyata adanya Nona Ayara membuat mood Alvian sangat bagus dan berpengaruh pada keempat sahabatnya juga," ucap Staf Marlin yang melihat dari tempat Ayara menonton tadi siang. Yaitu saat Alvian melakukan gladi resik.


"Iya, adanya Nona Ayara sangat berpengaruh besar," jawab Staf Muzaki ikut menonton anak-anak didiknya. "Perform ALV benar-benar keren. Ini yang Saya suka dari mereka," lanjut Staf Muzaki yang terus menatap lekat keatas panggung.


"Setelah menyanyikan lagu ini, mereka akan turun kan?" Staf Marlin kembali bertanya.


"Iya," Staf Muzaki atau yang kerap disapa Smith Muzaki itu mengangguk membenarkan. "Tapi mereka akan ikut duduk di depan karena malam ini ada Tim dari pemerintah kota ini yang mau memberikan para artis kita dan yang lainnya penghargaan,"


"Siapa Smith? Artis kita yang mana?" seru Staf Marlin karena dia tidak tahu hal itu. Biasanya apabila ada pemberian piagam penghargaan pasti dia dan staf lainya mengetahui hal tersebut.


"Entahlah. Ada lima kategori. Namun, itu untuk semua artis yang datang ke acara ini. Bukan dari Agenci AX Si. Beri tahu saja staf yang lain karena ini mendadak baru dikatakan malam ini. Jadi Saya juga tidak tahu,"


"Oh, pantas tempat panggungnya seperti ini. Saya kira ini hanya konser biasanya," ujar Staf Marlin mulai berjalan kearah rekannya untuk memberitahu hal tersebut. Sedangkan Staf Muzaki tetap duduk santai melihat Alvian dan keempat sahabatnya yang terus bernyanyi dengan suara emas mereka dan ngedance disertai ngerap nada tinggi maupun rendah.


Mereka serba bisa. Jadi jangan salah paham kenapa bisa menjadi artis mendunia di Dunia halu. Belum lagi tingkah random mereka saat manggung.


Contohnya seperti Alvian tadi. Bisa-bisanya pemuda itu mengubah lirik lagu dengan nama Ayara istrinya. Walaupun lirik yang lain masih tetap sama. Tetap saja selain romantis hal tersebut membuat tawa bahagia dan kecewa para pengemar ALV saja.


"Kau adalah penyempurnaan hidupku ~~~" Suara emas Alvian adalah penutup lagu dan gerakan mereka.


Setelah memberi tanda penghormatan bahwa mereka telah selesai. Kelima pemuda tampan tersebut dituntun untuk turun ke bawah panggung dengan penuh kesopanan. Tepatnya di tempat para tamu terhormat lainnya.


Alvian langsung diarahkan agar duduk berdampingan dengan Ayara. Sedangkan yang lainnya duduk di sebelah kanan Alvian. Jadi arah bidikan kamera langsung menyoroti mereka berenam.


Bukan Hanya member ALV saja. Namun, artis lain yang sudah bernyanyi. Juga disuruh untuk turun dan duduk bersama para tamu terhormat lainnya.


Acara malam ini adalah acara gabungan antara pengusaha kaya raya, yang bekerjasama dengan pemerintahan ibukota XX. Jadi begitu banyak tamu-tamu penting menyaksikan penampilan dari artis-artis papan atas dari berbagai ibukota.



"Alvin, Kau kenapa malah menatapku seperti itu. Membuatku takut saja?" tanya Ayara karena Alvian malah menatap padanya tanpa berkedip.


"Kenapa? Apakah kau malu ditatap olehku?" bukan Alvian bila tidak berhasil membuat kedua pipi Ayara menjadi bersemu merah seperti mana kepiting rebus.


"Tentu saja aku menjadi malu. Kau ini kebiasaan sekali. Sudah melihat ke atas panggung sana. Jangan menatap padaku," seru Ayara menjadi tersenyum karena tidak tahan ditatap intens oleh suaminya sendiri.


"Kau ini lucu sekali. Kenapa malah malu. Huem! Kau sangat cantik, sayang" Alvian yang menggoda Ayara lebih dulu. Lalu dia pula yang gemas tidak tahan melihat wajah cantik istrinya.


"Alvin, diamlah!" seru Ayara karena dia fokus melihat keatas panggung. Soalnya sekarang adalah giliran Richard dan teman satu grup pemuda itu.


"Kenapa? Apakah kau menyukai mereka?" tanya Alvian tiba-tiba yang membuat Aya menoleh dan bertanya.


"Maksudmu menyukai mereka seperti apa? Sebagai penyanyi atau---"


"Sebagai penyanyi?" sela pemuda itu cepat.


Mana mungkin dia membiarkan Ayara mengucapkan kata menyukai pada Richard ataupun orang lain. Yaitu sebagai pasangan bukan idola.


"Haaa... ha... jika sebagai penyanyi. Tentu saja aku menyukainya, karena suara mereka sangat bagus sama seperti kalian. Namun, jika suka sebagai pasangan. Itu tidak mungkin karena hatiku sudah diikat dengan sangat erat oleh Ian ALV. Jadi mana mungkin bisa berpaling ke tempat lain," jawab Ayara yang membuat Alvian merangkul bahu istrinya agar bersandar pada bahunya.


Jangan lupakan satu tangan kekar Alvian melingkar dengan sangat indah di pinggang kecil Ayara.


Gara-gara sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Kedua pasangan suami istri itu lupa di mana mereka saat ini. Sampai-sampai tidak sadar bahwa sudah giliran Alice dan Rima, serta satu sahabat wanita itu.


"Alvin, lihatlah si Alien," seru Ayara menonton dengan sangat serius. Ia begitu penasaran dengan suara Alice. Soalnya Ayara memang belum tahu lagu seperti apa yang dinyanyikan oleh wanita tersebut.


"Iya, kau benar sekali. Dia adalah Alien yang bisa bertindak di luar nalar. Demi bisa menculik diriku," jawab Alvian tersenyum dan saling berbisik dengan istrinya karena bila tidak seperti itu suara musik sangat mengganggu indra pendengaran mereka.


"Apa! Awas saja! Jika kau berani dekat-dekat dengannya. Maka aku akan menelpon papa agar anak buahnya menjemput ku dan membawaku pulang kota S," ancam Ayara yang membuat Alvian semakin tersenyum karenanya.


"Iya-iya! Istriku yang paling cantik. Mana mungkin aku berani macam-macam," seru Alvian tidak ikut-ikutan menonton.


Apabila sudah ada Ayara, mau di manapun itu tempatnya. Maka Alvian tidak pernah menghiraukan dunia lain lagi. Karena di hati dan kepalanya hanya ada satu nama. Yaitu Ayara.


"Hooo~ hoo~ satu, dua, tiga!" teriak Alice dan kedua sahabatnya aba-aba agar para fansnya ikut mau nyanyi bersama lagu andalan mereka.


"Aku, aku sudah biasa seperti ini. Jadi jangan kau tanyakan kenapa aku hanya diam saja. Hoo~~ hoo~~ aku, aku sudah biasa seperti ini jadi jangan kau tanyakan kenapa aku hanya diam saja."


"Alvin, ternyata pengemar Alien banyak sekali. Pantas saja begitu banyak yang memberi dukungan. Agar kau dan dia bersatu," bisik Ayara pada telinga suaminya. Jadi terlihat dari tempat lain seolah-olah dia sedang mencium pipi Alvian.


"Iya, memang fansnya sangat banyak. Namun, aku akan dukungan mereka karena yang terpenting bagiku adalah kau percaya padaku," Alvian balas berbisik dan membuat mereka saling tatap muka dan tersenyum bahagia.


Setelah Alice selesai manggung wanita itu pun ikut turun dan duduk di kursi yang telah disediakan untuk mereka. Lalu acara tersebut terus berlangsung karena masih banyak artis yang belum tampil.


Begitu semuanya selesai barulah acara penyerahan piagam pun diumumkan. Untuk pemenang dari urut lima, empat dan tiga sudah disebutkan. Namun, untuk pemenang yang berhak meraih medali penghargaan masih dirahasiakan.


"Alvin apakah kau juga akan dapat?" tanya polos Ayara karena dia memang tidak tahu sudah berapa banyak medali piagam penghargaan yang didapatkan oleh Alvian dan keempat temannya.


"Menurutmu?" Alvian balik bertanya.


"Eum... menurutku mungkin iya," Aya menatap pada Hanan untuk mencari tahu Apakah tebakan yang benar atau salah.


"Entahlah! Aku juga tidak tahu, kami dapat atau tidaknya. Tapi apabila member ALV mendapatkan piagam penghargaan. Maka kau harus menjadi penerimanya," jawab Hanan yang membuat Alice tersenyum lebar karena dia telah memiliki rencana untuk membuat Ayara malu.


...BERSAMBUNG......


.


.