
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
"Huh! Akhirnya selesai juga," Alvian menghela nafas dalam-dalam. Namun, diiringi senyum tipisnya.
Dia yang memiliki wajah tampan. Sudah pasti akan selalu terlihat gagah mau seperti apapun keadaannya. Maka tidak salah bila seluruh penduduk dunia halu tergila-gila padanya dan hanya Ayara Febriani Jasmeen yang mampu meruntuhkan es balok tersebut.
Putra pertama dari anak pertama pula di keluarga Rafael. Kakek Alvian terkenal dengan kedermawanan nya. Lalu menurun pada Tuan Abidzar. Mereka adalah paket komplit. Tampan, kaya dan baik hati.
"Tuan Muda, Anda sudah kembali," ucap Denis yang sudah seperti mana patung mekanik. Tegak berdiri di depan pintu kamar Alvian.
"Iya, Denis, kau dan yang lainnya istirahat saja. Ini hotel bintang lima dan untuk umum sedang ditutup. Tidak akan terjadi apa-apa pada kami," jawab Alvian yang tidak tega melihat para bodyguard itu terus-menerus berdiri di sana.
"Tapi---"
"Berani membantah maka aku akan memecat mu. Cepat kembali ke kamar kalian dan istirahatlah," sela Alvian yang tidak mau dibantahkan lagi.
"Agh! Baiklah! Bila terjadi sesuatu tolong cepat hubungin kami," Denis akhirnya mengalah karena tidak mau dipecat hanya karena dia tidak mau kembali ke kamarnya untuk istirahat.
"Ck, tidak akan terjadi apa-apa. Bila pun terjadi sesuatu berarti aku sedang berbulan madu," decak Alvian sambil tergelak.
"Baiklah-baiklah! Kami akan pergi setelah Tuan Muda masuk kedalam kamar," imbuh Denis yang membuat Alvian memukul bahu pemuda itu.
Plaaak!
"Aku yang bos nya, tapi kenapa kau yang mengaturku," ucap Alvian yang membuat Denis menjadi tersenyum.
Ceklek!
Suara pintu kamar hotel karena Alvian masuk kedalamnya.
"Saya seperti ini karena tidak ingin terjadi sesuatu pada Anda maupun Nona Aya, tuan. Karena bisa-bisa kepala Saya dipenggal oleh Tuan Abidzar bila sampai terjadi sesuatu pada kalian," gumam Denis di dalam hatinya. Lalu ia menoleh kearah dua orang bodyguard dari Agensi AX Si.
"Ayo kita istirahat. Daripada kita dipecat," ajaknya sudah berjalan lebih dulu.
Ya, dua orang bodyguard yang ikut menemaninya adalah keamanan dari Agenci AX Si. Sedangkan bodyguard dari Tuan Abidzar mereka tidak menunjukan diri mereka.
Bisakah para bodyguard tersebut masuk kedalam hotel? Bukannya untuk umum sedang di tutup? Jawabannya tentu saja bisa, karena semuanya sudah diatur oleh Denis.
Dia mempunyai uang dari Tuan Abidzar untuk mempermudah segalanya dan para pihak hotel tahu bahwa Denis adalah bodyguard kepercayaan Alvian. Jadi tentunya akan percaya pada Denis yang sering muncul di televisi lagi menjaga artis papan atas tersebut.
"Aya," seru Alvian karena tiba-tiba ada yang memeluknya saat tubuhnya baru berbalik setelah menutup pintu kamar hotel.
"Kenapa! Apakah aku cantik?" tanya Ayara melepaskan pelukannya lalu berputar-putar dihadapan Alvian.
"Kau... membawa lingerie? Tentu saja sangat cantik dan seksi," jawab Alvian menjadi tersenyum sembari menarik pinggang ramping Ayara sehingga tubuh mereka saling menempel.
Cup!
"I love you," ucap pemuda itu sudah memberikan kecupan pada bibir ranum istrinya.
"I love you to. My Hubby," jawab Ayara tersenyum lebar dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Alvian.
Cup, cup. Muaach!
"Apakah kita akan mulai berbulan madu sekarang? Agar adik Vania segera hadir," Alvian memberikan kecupan di kedua pipi Ayara dan yang terakhir pada bibirnya lagi.
"Tentu saja, karena aku disuruh ikut untuk menikmati masa muda ku bukan," Ayara yang sudah biasa diperlakukan manja oleh Alvian sejak dulu. Tentunya akan tetap manja pada pemuda yang bagaikan ibu sekaligus ayah baginya.
Semenjak menjadi kekasih Alvian lah. Ayara merasakan di cinta dan disayangi degan tulus. Hanya Alvian orang pertama memberinya sebuah kado ulang tahun. Cuma Alvian juga orang pertama yang mengucapakan kata selamat ulang tahun dan memberikan do'a ulang tahu untuknya.
Makanya meskipun sudah dikecewakan Ayara masih tetap mencintai Alvian. Sebab begitu banyak kenangan indah yang mereka ukir bersama.
"Benar sekali, kenapa aku bisa lupa jika Ayara ku sedang menikmati masa mudanya. Tapi... apakah lingerie ini mama yang memberikannya. Pasti waktu mama memanggilmu ke kamarnya, kan?" tebak Alvian karena biasanya Ayara tidak pernah memakai baju yang tipis seperti mana saringan itu.
"Huem, tebakan Anda sangat benar Ian ALV yang aku cintai," Aya ikut menatap wajah tampan Alvian penuh cinta.
"Kau sudah berani menggoda seorang artis Nona Ayara? Lancang sekali. Apalagi ini malah memakai lingerie sambil memelukku," bukan Alvian bila tidak balas menggoda Ayara.
Mereka berdua sudah sejak dulu melakukan drama yang akhirnya berujung sampai keatas ranjang.
"Aku sangat tergila-gila padamu, idolaku. Jadi apapun akan aku lakukan untuk bisa menjadikanmu milikku saja,"
Cup!
"Karena fansnya adalah dirimu. Jadi aku kasih kesempatan untuk berdiam di sini," Alvian menuntun satu tangan Ayara kearah dadanya.
"Apa kau bisa merasakan seperti apa detak jantungku saat berada didekat mu? Kau bagaikan separuh nyawaku, Aya. Terima kasih karena sudah memberiku kesempatan kedua," ujar Alvian kembali serius yang membuat mata bulat Ayara semakin menatap lekat padanya.
"Alvin, kau tidak perlu melakukan semua ini. Birkan saja dia menghubungimu bila tidak untuk hal yang aneh-aneh karena aku percaya padamu. Cukup jauhi saja dia dan tidak perlu---"
"Tapi aku sendiri tidak mau berhubungan dengan orang yang sudah berusaha untuk menyakiti istriku. Aku bisa terima bila orang yang akan dia permalukan adalah aku. Tapi tidak dirimu sayang. Aku tidak akan bisa menerimanya," sela Alvian membuat Ayara langsung terdiam.
"Bukan hanya Alice, siapapun itu yang berusaha ingin melukai dan mempermalukan istriku. Maka aku akan berlaku sama," lanjutnya lagi.
"Alvin... kau---"
Ayara tidak bisa menyelesaikan ucapannya. Padahal mata gadis itu sudah berkaca-kaca mau menangis haru. Tidak menyangka jika suaminya akan bertindak sampai sejauh itu.
Cup!
Sebelum Ayara selesai bicara Alvian langsung membungkam bibir gadis itu. Kali ini bukan hanya kecupan biasa. Tapi sebuah ciuman yang penuh dengan tuntutan.
Sehingga tangan Ayara yang berada di dada bidang Alvian sudah kembali melingkar pada leher suaminya.
"Jangan pernah menangis karena orang-orang yang tidak penting. Kau hanya boleh bahagia," ucap Alvian dengan nafas mulai berat karena ciuman mereka barusan benar-benar membuat jiwa kelelakiannya bangun ingin lebih dari ciuman.
"Huem," Ayara hanya mengangguk dengan tersenyum lebar. "Agh! Alvin," seru gadis itu karena dalam satu gerakan tubuhnya sudah melayang di udara karena Alvian mengendong tubuhnya Ala bridal style dan dibawa kearah tempat tidur.
"Karena mama sudah memberikan lingerie ini. Jadi sepertinya kita harus berbulan madu lagi," ucap Alvian telah membaringkan pelan tubuh Ayara diatas ranjang king size berukuran jumbo.
"Aku---"
Cup!
Alvian telah membungkam bibir Ayara lagi dengan tangan menyusup kedalam lingerie tersebut yang belum dia rusak. Setelah puas saling bersilat lidah. Sekarang Alvian memberikan tanda kepemilikan lagi pada leher jenjang istrinya.
Padahal bekas kemarin malam saja belum hilang. Hanya saja Ayara menutupinya dengan foundation. Agar orang-orang tidak melihat hasil percintaan mereka.
Namun, bila saat berada didalam kamar dan lagi berduaan dengan Alvian. Tentu akan dibiarkan begitu saja.
Augh!
"Alvin," lenguh Ayara saat Alvian telah melahap salah satu gunung kembar nya. Sedangkan satu tangannya lagi, sudah mulai menyusup ke bawah. Untuk melakukan gladi resik pada area persawahan Ayara.
Eum!
Ayara menahan suara lenguhannya degan cara mengigit bibirnya sendiri. Alvian bukan hanya multi talenta saat diatas panggung saja. Namun, juga sangat pandai saat diatas ranjang.
Sehingga sejak mereka berpacaran sampai saat ini. Tidak ada bedanya karena Alvian selalu mampu membuat Ayara seakan melayang ke nirwana.
Setiap sentuhan Alvian tidak bisa ia lupakan dan selalu membuatnya ketagihan ingin lagi dan lagi.
"Aaagh! Al..." desah Ayara yang membuat Alvian langsung melepas pakaiannya sendiri sampai tak tersisa sehelai benangpun. Sedangkan Ayara sudah tidak memakai apapun karena lingerie mahal tersebut sudah dirobek olehnya. Begitu pula dengan kedua penutup aset berharga gadis itu. Sudah dilepas dan dibuang kesembarang arah.
"Alvin," ucap Ayara saat merasakan ada sesuatu yang mau keluar dari intinya. Padahal Alvian belum memasukkan si Lele tunggal pada tempatnya.
"Keluarkan saja sayang," jawab Alvian malah menyusupkan kepalanya pada area persawahan pribadi dan bukanlah persawahan milik pemerintah. Yaitu untuk menjelajahi tempat tersebut.
Sehingga semakin membuat Ayara terus mengeluarkan suara merdunya. Untung saja kamar tersebut kedap suara. Jadi tidak membuat kehebohan bagi penghuni hotel tersebut.
"Aaagh! Alvin," erang Ayara setelah mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya. Padahal Alvian masih menikmati tempat bermainnya.
"Apa sayang, kau sudah keluar," Alvian kembali pada posisi yang sebenarnya dengan tersenyum bahagia karena menurutnya Ayara akan semakin terlihat cantik dan seksi bila lagi seperti saat ini.
Tidak menunggu lagi. Alvian yang sudah menahan si Lele tunggal sejak tadi. Langsung saja membuka lebar-lebar kedua paha Ayara karena dia mau mulai menabur bibit Lele tunggalnya yang sangat mahal dan tidak akan pernah dijual kecuali untuk Ayara seorang.
Hanya dengan satu kali dorongan. Si Lele tunggalnya sudah melesat masuk kedalam sampai tidak menyisakan sedikitpun.
"Aaaghhk!" desah keduanya merasakan sensasi dari penyatuan dari inti tubuh mereka berdua.
"Aya, aku mencintaimu," bisik Alvian dan hanya dianguki oleh gadis itu karena dia masih lemas. Baru beberapa detik mendapatkan pelepasan. Namun, Alvian langsung mencoblos saja.
Aaah!
Aaah!
Alvian mulai mengerakan pinggulnya maju mundur cantik. Sehingga membuat mereka sama-sama mendesah karena merasakan nikmatnya dari percintaan bersama orang yang dicintai.
...BERSAMBUNG... 🤣🤣🤭...
.
.
...Hayo, ini kenapa malah bersambung 🤭 Mak Author mau masak dulu 🤣 Jadi diharapkan sabar untuk menunggu episode berikutnya ☺️ Terima kasih buat kalian semuanya yang selalu setia. Maaf bila terkadang tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu.🙏 Jangan lupa untuk memberikan Vote, dan hadiah lainnya ya🤭...
Dua hari lalu, ada yang nanya cara memberikan hadiah dan Vote. Kalian tinggal klik yang sudah Mak Author lingkar ya, nanti akan ada pemberitahuan selanjutnya. Yang hijau Vote dan yang merah hadiah. Jadi sudah jelas setiap akhir bab sudah ada. Hanya saja jika vote cuma ada 1 setiap satu Minggu nya.