I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Merasa Tak Pantas.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Pukul dua siang waktu Dunia halu.


Puluhan wartawan sudah berkumpul di sebuah ruangan yang biasa digunakan oleh perusahaan Wilson untuk melakukan konferensi pers.


Ya, konferensi pers! Bukan hanya para artis atau musisi saja yang biasa melakukan konferensi pers. Namun, juga para pengusaha besar seperti Tuan Edward maupun Tuan Abidzar.


Sebab terkadang ada kalanya mereka harus memberikan penjelasan pada apa yang terjadi. Terutama tentang saham yang menurun drastis. Hanya saat perusahaan Wilson gulung tikar ini saja Tuan Edward tidak ada melakukan klarifikasi.


Soalnya karyawan dan orang orang luar tidak ada yang mengetahui bahwa perusahaan tersebut sudah bangkrut. Semua itu karena Tuan Abidzar sudah mengambil alih secara diam-diam.


Sehingga tidak ada yang tahu bahwa Wilson group sudah berpindah tangan. Itulah yang membuat Tuan Edward tidak mengumumkan bahwa dia telah bangkrut.


"Pak, semuanya sudah siap dan Anda sudah bisa hadir ke tempat pertemuan sekarang," ucap seorang laki-laki yang merupakan sekretaris pribadi Tuan Edward.


Saat perusahaan Wilson dipimpin oleh anak tirinya. Tuan Edward beserta sekretarisnya memang sudah tidak begitu ikut campur lagi tentang perusahaan, karena sebetulnya beliau ingin pensiun.


Itulah sebabnya Tuan Edward menyekolahkan anak tirinya itu sampai ke Amerika. Agar bisa menjadi orang hebat bukan menjadi tukang judi seperti saat ini.


Anak yang beliau besarkan penuh kasih sayang. Bahkan Tuan Edward menyayanginya lebih daripada anak tiri. Apabila dibandingkan ke Ayara, Putri kandungnya.


Sang sekretaris hanya mengangguk dan mempersilahkan agar bosnya berjalan lebih dulu. Namun, tentunya begitu keluar dari ruangan tersebut ada beberapa orang Bodyguard yang melindungi Tuan Edward.


"Denis, Ericson... Kenapa kalian malah menyusul ke sini?" tanya Tuan Edward kaget melihat ada bodyguard menantunya di sana.


"Tuan Muda Alvian dan Nona Ayara yang menyuruh kami datang ke sini untuk membantu menjaga keamanan buat, Anda," Denis yang menjawabnya.


"Oh, ya sudah. Mari kita ke aula," ajak beliau tersenyum kecil.


"Ya Tuhan... aku benar-benar merasa malu padahal putriku, menantuku sendiri dan maupun pada anggota keluarga Rafael lainnya." gumam Tuan Edward karena merasa tidak pantas menerima kebaikan Ayara dan keluarga menantunya yang begitu baik pada beliau.


"Silahkan, Tuan," ucap bodyguard membuka pintu aula tempat wartawan sudah duduk menunggu kedatangan Tuan Edward.


"Terima kasih," jawabnya berjalan masuk dan langsung mendapatkan sorotan media yang lagi live siaran langsung.


"Selamat siang semuanya," sapa Tuan Edward memegang mikrofon setelah dia duduk di kursi yang tersedia. "Kalian pasti bertanya-tanya apa tujuan Saya melakukan konferensi pers ini," selanjutnya menatap ke arah kamera yang lagi menyala.


"Selamat siang juga Tuan Edward Wilson. Benar sekali, kami semua sangat penasaran tujuan Anda mengundang kami disini," jawab seorang reporter TV.


"Baiklah, Saya tidak akan berbasa-basi lagi. Sebelumnya perkenalkan nama Saya adalah Edward Wilson. Papa kandung Ayara Febriani Jasmeen. Namun, sejak putri Saya lahir, dia memakai nama di akte kelahirannya mengunakan status pembantu kami," pernyataan Tuan Edward semakin menjadi sorotan media dan masyarakat yang sedang menonton siaran tersebut.


"Bagaimana mungkin ada seorang ayah yang membuat akte kelahiran putrinya sendiri mengunakan nama pembantu. Bisa Anda jelaskan apa alasannya?" tanya reporter lainnnya lagi.


... BERSAMBUNG... ...