
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Kamis pukul setengah tiga sore. Yaitu hari pernikahan Bara dan Lula yang hanya dilakukan secara sederhana. Namun, walaupun begitu hanya kedua orang tua Lula yang tidak bisa hadir.
Pasangan tersebut terlihat sangat serasi. Bara yang memiliki paras tampan. Semakin terlihat sempurna karena duduk bersama seorang gadis yang saat ini sudah menjadi istri sahnya.
Di acara tersebut keluarga inti Bara dan Rafael juga hadir semua. Jadi kesannya tetap lah mereka semua begitu menikmati kebahagiaan pasangan pengantin baru yang berbeda status sosial itu.
"Bara, sekarang sudah waktunya kalian berdua meminta restu pada kedua orang tua mu," ucap Tuan Abidzar yang mewakili orang tua Lula.
"Iya, Om. Kami berdua akan meminta restu dari orang tuaku," jawab Bara sudah berdiri dari sofa. Tidak lupa dia juga mengandeng mesra tangan Lula.
"Lula, ayo kita meminta restu pada mama dan papaku," ajaknya pada sang istri. Lula yang masih malu karena seakan-akan tidak percaya jika sekarang dia sudah menjadi istri sah dari seorang artis terkenal. Sang idola yang dia cintai secara nyata. Bukan sekedar menjadi fans saja.
"Iya," jawab gadis itu mengangguk kecil. Setelahnya mereka berdua berjalan mendekati kedua orang tua Bara yang lagi duduk di sofa ruang tengah rumah Alvian.
"Bara... aku takut," cicit Lula karena sudah semakin dekat dengan mertuanya.
"Tidak perlu takut. Kedua orang tuaku sangat baik dan pasti tidak mungkin menyakiti mu," jawab pemuda itu semakin mengenggam erat tangan istrinya.
"Bara, Lula," sambut orang tua Bara secara bersamaan karena tadi pasangan suami-istri tersebut lagi membicarakan sesuatu.
"Papa, tolong do'akan pernikahan Bara agar bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab pada Lula," si member ALV tersebut kembali mengulangi perkataannya dengan benar.
"Iya, Nak. Tanpa kau pinta saja tentu Papa akan selalu mendo'akan kebahagiaan pada pernikahan kalian berdua," jawab ayah Bara mengelus sayang kepala anak satu-satunya itu.
"Mama, tolong do'akan pernikahan Bara dan Lula," pemuda itu bergantian meminta restu dari mamanya. Namun, wanita itu tidak langsung menjawab karena dia terdiam beberapa saat.
"Ba--baiklah! Mama memberi restu agar kau selalu bahagia, Nak," jawabnya terbata-bata. Sangat terlihat jika tidak ikhlas saat mengucapkannya.
"Bukan hanya pada Bara, Ma. Tapi untuk kami berdua," kata Bara meluruskan ucapan sang ibu.
"Iya, tentu saja untuk kalian berdua," Mama Bara tersenyum seraya mengelus kepala putranya.
"Aku memang mengharapkan Bara segera menikah. Agar bisa memiliki keluarga seperti Alvian dan Lula. Namun, bukan harus memiliki istri dari gadis miskin seperti Lula."
Gumamnya di dalam hati. Ya, mama Bara tidak menyukai Lula karena bukan menantu yang dia dambakan.
Wanita itu mengira setelah putus dari Ria. Anaknya bisa memiliki pacar yang berstatus sebagai gadis terhormat. Namun, karena berhadapan dengan Tuan Abidzar. Dia terpaksa merestui pernikahan tersebut.
"Terima kasih, Ma," Bara yang tidak tahu bahwa sang mama tidak menyukai Lula hanya tersenyum bahagia.
Akan tetapi tidak dengan Lula. Gadis tangguh itu baru saja menyadari bahwa ibu mertuanya tidak menyukai dia.
...BERSAMBUNG......