
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
"Al, ada apa?" Alice kembali bertanya setelah memperbaiki tempat duduknya karena melihat wajah serius Alvian.
"Ais, apa maksudmu meminta istriku menyumbangkan sebuah lagu?" tanya Alvian disertai tatapan tajam.
"Aku hanya meminta dia membahagiakan hati para pengemar kalian. Tidak ada maksud apa-apa, Al," jawab Alice degan wajah polosnya.
"Aku hanya ingin dia bisa dicintai oleh fans ALV. Cuma itu aja, tidak lebih. Memangnya kenapa? Bukannya kau tadi melihat dan mendengar sendiri betapa bahagianya pengemar kalian," wanita itu balik bertanya seakan-akan tidak paham maksud Alvian.
"Tidak ada bermaksud apa-apa katamu? ha... ha... Ais! Kau pikir aku bodoh yang percaya pada ucapanmu?" Alvian tertawa sumbang.
"Ais, jangan sampai aku membencimu hanya gara-gara kau terus-terusan mengusik Ayara. Apakah kau tahu dia bagaikan nyawa bagiku," seru Alvian seraya menaruh minuman kaleng yang ia pegang diatas meja dihadapan mereka berdua.
"Ian, aku sangat mencintaimu. Makanya aku melakukan ini semua. Apa kurangnya aku sehingga kau malah menyukai gadis sepertinya, yang hanya anak seorang pembantu?" jawab Alice yang terbawa emosi karena tidak terima disalahkan begitu saja.
Sebab menurutnya Alvian lah yang bodoh bisa mencintai Ayara. Padahal dia jauh lebih cantik daripada gadis manapun. Begitulah menurut dirinya sendiri.
"Jadi benar kau sengaja melakukan semua ini?" mata tajam Alvian bagaikan tatapan seekor burung elang yang siap menangkap mangsanya.
"Iya, aku memang sengaja melakukannya. Jika kau mau marah silahkan saja. Semua ini karena kau yang sudah dibodohi oleh Ayara," semakin berani karena sudah kepalang tanggung untuk berpura-pura baik.
"Alice, jaga bicaramu! Atas dasar apa kau berani-beraninya menghina Ayara? Kau tidak pantas menghina istriku. Tentu saja kau begitu banyak kekurangan. Salah satunya adalah sikap buruk mu," hardik Alvian sampai mengebrak meja.
"Haa... Haa... kau bodoh, Al. Tentu saja dia tidak pernah menghina orang lain karena dia hanya anak dari seorang pembantu," tawa Alice yang membuat Alvian tersenyum mengejek pada wanita itu.
"Jika kau tida tahu apa-apa, maka kau diam saja," ucap si tampan menahan diri agar jangan sampai tangannya memukul seorang wanita.
"Alice, istriku memang hanya anak seorang pembantu. Namun, ibunya adalah sarjana. Bukan wanita yang tidak berpendidikan. Apakah kau tahu perusahaan Wilson? Ayara memiliki seratus persen saham disana. Kau bukan wanita bodoh kan, jadi aku tidak perlu memperjelas secara rinci, yang mungkin bila dibandingkan dengan perusahaan orang tua mu saja hanya sepertiganya," ujar Alvian yang membuat Alice menatap kearahnya.
"Apa maksudmu? Apakah---"
"Maksudku sangat jelas. Apabila kau tidak tahu pasti tentang istriku, maka diam saja. Kau tidak berhak menhinanya walaupun dia hanya anak orang miskin sekalipun. Karena hartaku tidak akan pernah membuatnya kekurangan apapun itu," sela Alvian cepat.
Soalnya sekarang saham miliki Ayara memang sudah sebesar seratus persen. Empat puluh persen milik Almarhumah Jasmeen mamanya. Lima puluh lima persen saham milik Tuan Abidzar yang diberikan untuk Ayara. Sedangkan lima persen lagi adalah hasil dari saham empat puluh persen tersebut. Makanya saat ini saham Ayara di perusahaan Wilson mencapai seratus persen.
"Apakah benar Ayara memiliki saham di perusahaan Wilson? Bagaimana bisa?" tanya Alice hanya fokus pada kata-kata itu saja.
"Iya, benar. Ayara memiliki saham di perusahaan Wilson sebesar seratus persen. Jadi berhentilah mulai dari sekarang. Jangan pernah mengusik istriku lagi," jawab pemuda itu diam sejenak sebelum kembali bicara lagi.
"Aku bersumpah atas nama mama ku. Jika kau masih mengusiknya lagi. Maka bersiap-siaplah untuk kehancuran perusahan keluarga mu dan juga karir mu. Kau tahu kan seberapa kuat fans ku. Jadi aku rasa tidak akan susah untuk memukul mundur Chaby Ar dari dunia hiburan," ancam Alvian sudah berdiriri dari tampat duduknya.
"Apa maksudmu? Apakah kau tega melalukan ini padaku? Kita sudah berteman hampir empat tahun. Hanya karena Ayara kau mau menghancurkan perusahaan keluargaku dan juga Chaby Ar?" wanita itu ikut berdiri dan menangis karena tidak menyangka bahwa Alvian mengancam dirinya.
Sungguh sangat jauh dari prediksinya. Tadi Alice dan kedua sahabatnya berasumsi bahwa malam ini Alvian mengajaknya untuk tidur bersama. Bukan untuk dimarahi seperti ini.
"Iya, aku akan melakukannya karena kau yang memulai ingin mengusik istriku. Meskipun kita kenal sudah tiga tahun, ataupun lebih. Tapi hubungan diantara kita hanya berteman. Sedangkan aku dan Ayara sudah kenal jauh dari sebelum menjadi seorang member ALV . Jadi mulai sekarang kau jangan pernah menghubungi diriku lagi. Pertemanan diantara kita sudah berakhir mulai saat ini juga," setelah berbicara yang membuat Alice meraung karena tidak mau hubungan pertemanan mereka berakhir.
Alvian langsung saja pergi karena dia sudah berjanji pada Ayara akan pergi selama setengah jam saja.
... BERSAMBUNG... ...