
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
.
.
"Ayo, Nona," ucap salah satu bodyguard para member ALV. Agar Lula mendekati urutan dengan teratur.
"I--iya," gadis itu menjawab tergagap. Jantungnya berdegup kencang seakan-akan mau keluar dari tempatnya.
"Lula, ayolah jangan seperti ini! Bagaimana mungkin kau bisa bersalaman dengan mereka jika sekarang sudah mau ngompol di celana," Gumam Lula menelan Saliva nya berulangkali.
"Ha--hai... a--aku---"
"Iya," jawab Sandy tersenyum tampan karena pada dasarnya mereka berlima memang sangat tampan.
Ternyata urutan pertama adalah bertemu Sandy, setelah itu baru Hanan, Aldebaran, Alvian dan yang terakhir adalah Naufal.
"Bolehkah aku bersalaman dengan mu," ucap Lula tersenyum sambil menahan getaran pada tangan dan kakinya.
"Tentu saja, apakah hanya itu saja?" Sandy kembali bertanya karena mereka semua sudah biasa menghadapi para fans seperti Lula. Disaat mereka sedang manggung semua fans berteriak histeris. Namun, jika sudah bertemu langsung seperti Lula sekarang, mereka menjadi gagap seketika.
"Ti--tidak, aku ingin kau menyentuh kepalaku," mata Lula sampai berair karena tak kuasa menahan rasa bahagianya bisa bertemu para member ALV.
"Tentu saja," Sandy tidak hanya menyentuh kepala Lula. Tapi dia juga menyeka air mata gadis itu. Sehingga membuat Lula tersenyum sambil menagis.
Dikarenakan waktu bertemu mereka tidak banyak hanya beberapa menit. Setelah meminta tanda tangan Sandy. Lula bergeser untuk kearah member lainya lagi. Sebab sudah ada fans menunggu giliran dirinya.
"Jangan menangis, nanti cantikmu akan hilang," canda Hanan tersenyum menerima uluran tangan Lula.
"Wah, ternyata kau sama seperti di televisi," seru Lula mengenggam erat tangan Hanan yang memperbaiki letak bando flanel di kepala Lula.
"Jika tidak sama, maka kalian akan takut," Hanan memang salah satu member yang tutur sapa nya begitu sejuk. Membuat siapa saja terkesima oleh ucapan dan pesonanya.
"Ini, buat mu," Lula yang sudah menyiapkan hadiah kecil untuk para member pun mengeluarkan apa yang ia bawa. Bukan hanya dia yang seperti itu, para nyonya-nyonya dari istri pengusaha malahan ada yang memberikan uang yang masih berupa cek.
"Terima kasih, kau tidak hanya cantik, tapi juga baik sekali," puji Hanan memberikan Lula sebuah gelang yang ada pada tangannya.
"Bi--bila tidak ada orang, aku mau pingsan saja," seloroh Lula gara-gara Hanan memasang gelang pada pergelangan tangannya. Sehingga membuat para member dan stafnya tertawa.
"Hanan, sudahlah jangan menggodanya. Biarkan dia untukku," sekarang Aldebaran yang menggoda Lula. Sebab menurut mereka Lula sangat menggemaskan daripada fans yang lain.
"Baiklah! Karena kau jomblo aku berikan padamu," tawa Hanan sambil menyambut fans yang ada dibelakang Lula.
"Albar, kau tampan sekali," seru Lula berteriak histeris, karena dia memang menyukai Aldebaran atau yang kerap disapa Albar oleh fans ALV. Lebih dari rasa sukanya pada keempat member lain.
"A--aku, nama ku Lula," jawab Lula cepat. Tangan yang gemetar terasa basah karena Albar mengenggam ke-dua tangannya dan diletakkan pada dada pemuda itu
"Nama yang cantik," hampir setiap Minggu bertemu para fans. Membuat para member ALV ramah dan suka menggoda fans yang rata-rata adalah masih gadis.
"Dress-nya... Aya, kenapa mirip punya Aya yang aku berikan,"
Gumam Alvian baru melihat kearah Lula, karena fans yang ada dihadapannya sudah pergi ke sebelah.
"Tidak! Kebetulan sekali, pakainya itu banyak miripnya. Ayara... gara-gara aku melihat wanita yang sama seperti dirimu kemarin sore. Aku jadi tidak bisa konsentrasi saat berlatih dengan benar. Semua gadis yang kulihat bisa-bisanya menjadi mirip dirimu semua,"
Alvian terus menatap Lula. Dia kembali mengigat mantan kekasihnya gara-gara Lula memakai pakaian yang sama. Andai dia tahu bahwa dress tersebut memang dia yang membeli untuk Aya sebagai oleh-oleh. Tepatnya dua tahun yang lalu.
"Albar, tolong tanda tangani baju ini, ya! Aku mohon, ini untuk calon keponakan ku yang belum lahir," ucap Lula mengeluarkan baju bayi sekitar umur satu tahun. Dia sengaja membelinya buat anak Ayara sebagai hadiah darinya yang sudah bertemu dengan member ALV.
"Bisakah aku saja yang menandatanganinya?" ujar Alvian berdiri dari tempat duduknya sambil merangkul bahu Aldebaran.
"Apakah tidak apa-apa? Kalau begitu kau tanda tangani yang ini saja. Tadinya aku takut kalian tidak mau, bila meminta untuk kedua baju ini," seru Lula kembali mengeluarkan baju yang sama. Namun, dengan warna berbeda.
"Tentu saja kami mau, Oh ya Lula, apakah kau tidak tahu calon keponakanmu itu laki-laki atau perempuan?" tanya Albar sudah menandatangani pada baju bayi yang diserahkan oleh Lula tadi.
"Tidak! Ibunya tidak punya uang buat melakukan USG. Jadi kami belum tahu jenis kelaminnya. Makanya aku membeli dua baju, satu untuk perempuan dan satu lagi untuk anak laki-laki, karena calon keponakanku pasti ada di antara salah satu jenis kelamin ini," jawab Lula membuat mereka kembali tertawa. Jelas saja calon keponakannya ada di antara dua jenis kelamin tersebut. Memangnya ada jenis kelamin yang lain.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan tanda tangan yang untuk anak perempuan," Alvian tersenyum memberikan coretan kecil pada bagian depan baju bayi itu.
"Terima kasih, Albar, terima kasih juga ian. Kalian semua adalah kesayangan kami," ucap Lula tersenyum sambil menyimpan kembali baju untuk anak Ayara kedalam tas yang ia bawa.
"Sama-sama, salam hangat dari kami untuk saudari mu. Semoga persalinannya nanti lancar," kata Alvian mendoakan. Padahal wanita itu adalah Ayara bersama calon anak kandungnya.
"Akan aku sampaikan. Tapi saudariku tidak menyukai grup boyband ALV,"
"Apa! Kenapa begitu?" seru Naufal karena gara-gara Lula masih mengobrol bersama Albar dan Alvian. Antrian pun menjadi terhenti. Namun, para staf tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab semua itu keinginan dari member sendiri.
Sekarang Alvian dan keempat sahabatnya bagaikan raja yang begitu diutamakan dari segi apapun. Bagaimana tidak, group boyband ALV sudah menjadi aset negara.
"Entahlah, tapi yang aku tahu dia tidak suka pada kalian," tutur Lula dengan jujur karena meskipun selama ini Ayara tidak pernah mengatakan bahwa dia tidak menyukai group boyband ALV. Namun, Lula bukanlah anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Dari cara diamnya Aya setiap dia menceritakan para member tersebut. Lula menangkap bahwa sahabatnya itu tidak menyukai apa yang dia gemari selama ini.
"Mungkin dia bukan tidak menyukai kami, hanya saja ingin menjaga perasaan suaminya. Bukankah kau mengatakan jika saudarimu sedang hamil dan akan segera melahirkan keponakanmu," sambung Hanan yang mendengar pembicaraan Lula dan ketiga sahabatnya.
"Iya, mungkin karena itu," jawab Lula tersenyum paksa.
*BERSAMBUNG*...