I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Memiliki Fans Mendunia.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Bara, ayo!" ucap Staf Muzaki menunggu Aldebaran yang masih berada di luar mobil. saat ini mereka semua akan bersiap-siap menuju salah satu stasiun televisi di kota tersebut.


"Iya, tunggu sebentar," jawab pemuda itu sambil berbalas pesan pada Alvian. Mereka berdua berencana akan pergi jalan-jalan setelah acara yang kedua selesai. Berarti nanti sore. Soalnya Kak Mauza juga sudah mengatakan. Bahwa untuk acara yang kedua kalinya ini mungkin akan menghabiskan waktu cukup lama.


"Kau berbalas pesan dengan siapa?" tanya Naufal begitu Bara sudah masuk dan duduk di sebelahnya.


"Dengan Alvian, nanti kami akan pergi jalan-jalan dulu setelah selesai mengisi acara yang kedua," Jawab jujur Bara, karena di antara persahabatan mereka memang tidak pernah menyembunyikan masalah sekecil apapun.


"Ck, apa yang kau bicarakan memangnya kalian pikir Staf Muzakki akan mengizinkan Kalian pergi berdua saja," tegur Naufal dan Sandy secara bersamaan.


"Ya, mungkin saja," Bara mengedikkan bahunya sebagai jawaban bahwa dirinya pun belum tahu diizinkan atau tidaknya.


"Nanti tanya Hanan dulu, beritahu padanya jika kita semua ingin jalan-jalan. Soalnya ini bukan Kota kita sendiri. Jadi sudah pasti kalian tidak akan mendapatkan izin keluar tanpa pengawasan yang ketat."ujar Naufal yang jalan-jalan keluar demi kedua sahabatnya.


Soalnya apabila mereka berlima pergi serempak. Maka para staf tidak pernah melarang. Meskipun dari jarak jauh masih diawasi oleh para bodyguard mereka masing-masing.


"Baiklah! Nanti aku membantu buat meyakinkan Hanan. Jika kami berdua juga sangat ingin menikmati kota ini," imbuh Naufal.


"Ya, tidak masalah asalkan masih bisa pergi jalan-jalan," Bara mengangguk setuju dengan saran kedua sahabatnya.


Sementara itu di dalam mobil yang dinaiki oleh Alvian dan Hanan. mereka berdua tengah di make over oleh kak Mauza seperti ucapannya tadi. Bahwa akan bersiap-siap di dalam mobil saja. Guna mempersingkat waktu para member yang sangat berharga di setiap menitnya.


"Al, bagaimana jika kau memakai jaket ini saja?" tanya Kak Mauza memperlihatkan pakaian yang sudah di siapkan untuk para member ALV.


"Eum.. iya, tidak apa-apa," jawab Alvian.


Dia adalah salah satu member yang paling susah untuk direkomendasikan pakaian yang menurut Kak mauza dan rekannya bagus. Terkecuali apabila sedang membintangi iklan dari salah satu produk perusahaan. Barulah Alvian tidak pilih-pilih dalam mencari pakaian yang pas untuk dirinya.


"Good! Satu masalah selesai, berarti tinggal Hanan. Kau mau menggunakan jaket yang mana?" Kak Moza bergantian menanyakan pada Hanan lagi.


Sebab kenyamanan para member saat tampil adalah tanggung jawab dia dan beberapa orang rekan kerjanya. Gaji para make over dan para staf sama besarnya. Maka dari itu tanggung jawab Kak mauza juga sangat berat.


"Aku ingin yang warna coklat saja," jawab Hanan tidak pemilih seperti Alvian dan yang lainya.


"Baiklah-baiklah! Good, Kakak suka seperti ini tidak membuat kakak pusing mencari pakaian yang pas untuk kalian." Kak Mauza bertepuk tangan karena dua orang member sudah beres. Jadi tinggal mengatasi tiga orang member lagi yang menurutnya tidak terlalu sulit seperti Alvian.


"Memangnya tema kita kali ini apa Kak?" tanya Bara seraya berpindah tempat duduk tepat di sebelah Alvian.


"Tema kali ini adalah tentang trend anak muda zaman sekarang. Soalnya mereka disponsori oleh salah satu perusahaan pakaian ternama di kota ini," jawab Mauza yang lebih tahu tentang tema acara.


"Oh, pantes aja memakai jaket seperti ini," sahut Alvian yang sejak tadi tidak banyak bicara.


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, karena mereka pun sudah tiba di stasiun televisi tempat mengisi acara selama kurang lebih satu jam.


"Selamat datang, selamat datang!" sambut penuh hormat oleh direktur stasiun televisi swasta tersebut.


"Iya, terima kasih," jawab Staf Muzaki yang sudah seperti ayah bagi para member ALV. Soalnya setiap acara yang mereka bintangi, selalu saja dalam pengawasan pria tersebut.


"Ya, terima kasih Pak Penjas," jawab Staf Muzaki menjabat tangan pria tersebut. Lalu diikuti juga oleh yang lainnya. Termasuk para member itu sendiri.


Lalu mereka dibawa masuk ke salah satu ruangan sebelum muncul didepan kamera.


"Bara, kau kenapa?" tanya Hanan sambil berjalan masuk.


"Aku ingin jalan-jalan di kota ini, setelah acara kedua kita selesai," jawab Aldebaran menyegir kuda. Ternyata percuma saja dia menyembunyikan pada Hanan. Sahabatnya itu akan tahu sebelum dia berkata lebih dulu.


"Apa! Kau jangan bercanda," bisik Hanan menyenggol lengan sahabatnya. "Kita akan tour besok malam. Mana mungkin akan dibiarkan kelayapan," lanjutnya lagi.


"Tidak apa-apa jika kita berlima pergi semua, yang tidak boleh bila aku dan Alvian hanya pergi berduaan saja," sambung Naufal yang sengaja berjalan menyeimbangi mereka berdua.


"Jadi aku harus ikut juga?" Hanan menunjuk pada dirinya sendiri. Padahal dia berniat setelah acaranya selesai ingin melanjutkan membuat lagu baru yang akan publis tiga bulan lagi.


"Ya, tentu saja, memangnya kau mau Bara menangis gara-gara tidak bisa pergi jalan-jalan," tawa Naufal karena Bara memang terkadang seperti anak kecil.


"Huh! Ya, baiklah! Nanti aku yang akan bilang pada Staf Muzaki," Hanan menghela nafas jengah. Soalnya dia tidak bisa menolak keinginan para sahabatnya.


Setibanya di dalam ruangan yang sudah disiapkan. Kak Mauza kembali melanjutkan pekerjaannya. Yaitu mengurus Sandy, Bara dan Naufal. Begitu selesai dan perfect semuanya. Ke lima pemuda tampan yang tidak bisa diragukan lagi ketampanannya. Langsung dipanggil masuk ketempat acara.


"Inilah bintang tamu kita, yaitu ALV yang sudah merebut hati para istri di seluruh penduduk bumi." ucap pembawa acara televisi swasta tersebut.



Setelah disebutkan nama Boyband ALV. Alvian dan sahabatnya pun berjalan masuk. Sehingga para penonton VIP yang sudah membayar mahal untuk menonton dari jarak dekat pun mulai riuh memenuhi tempat tersebut.


"Wah, mereka jauh lebih tampan dari foto dan videonya," seru penonton laki-laki maupun perempuan.


Mereka sama saja seperti saat konser berlangsung. Histeris begitu melihat kelima malaikat tak bersayap tersebut.


"Selamat pagi menjelang siang semuanya," ucap para member ALV secara bersamaan. Mereka menjawab salam dari penonton yang hanya berjumlah sekitar seratus orang kurang lebih. Ditambah para kru dari stasiun televisi itu sendiri.


"Selamat pagi matahari ku," teriak para gadis yang dengan sengaja bolos kuliah hanya untuk bisa bertemu langsung dengan sang idola. Untuk membeli tiket masuk saja mereka rela mengeluarkan uang sampai tiga ratus dolar.


Sebelum acara intinya di mulai, para member dipersilahkan untuk memperkenalkan dirinya secara pribadi. Tidak hanya tahu dari televisi dan sosial media lainnya saja.


"Eum, yang pertama memperkenalkan dirinya adalah... Hanan," ucap si pria pembawa acara menunjuk Hanan. Soalnya semua pengemar mengetahui seperti apa pemuda itu memberikan pengertian pada keempat sahabatnya. Bila berada di fase bad mood yang diakibatkan oleh heater yang menghujat mereka. Sebab tidak semua orang lain senang dengan keberhasilan kita.


"Halo... Saya Hanan! Terima kasih dan... ALV mencintai kalian semua," ucap pemuda itu memperkenalkan dirinya.


Sehingga membuat studio televisi itu kembali riuh. Setelah Hana berlanjut pada member lainya, dan pas urutan ke tiga barulah giliran Alvian.



"Hi everyone, I'm Alvian thank you for welcoming us," ucap Alvian memperkenalkan dirinya dalam bahasa Inggris. Para member ALV memang sangat keren dalam hal apapun. Jadi tidak heran mereka memiliki fans mendunia halu.


"Hai juga Tuan, kami juga sangat berterima kasih karena kalian mau menyempatkan diri untuk datang," yang dijawab oleh salah satu MC acara tersebut.


...BERSAMBUNG......