
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Pagi pun menyapa. Sinar matahari belum terlihat sama sekali. Namun, ibu muda yang memiliki satu orang putri dan suami tampannya. Sudah selesai membuat sarapan dan juga membersihkan tubuhnya untuk kedua kalinya karena memasak, Aya kembali merasa gerah.
Alhasil ibu muda tersebut kembali mandi dan saat ini baru selesai menganti bajunya di ruang ganti. Sedangkan Vania lagi bermain di dalam kamarnya sendiri bersama sang pengasuh.
Ya, sudah dua hari ini ada pengasuh yang direkomendasikan oleh Nyonya Lili, karena tidak mau Aya kesulitan mengasuh cucunya.
Apalagi Alvian akan kembali konser di berbagai negara. Sehingga Aya tidak memiliki teman. Kebetulan asisten rumah tangga hanya bertugas membereskan rumah. Tidak memasak apabila Aya tidak memintanya.
Soalnya si ibu muda itu sudah biasa hidup susah bersama putrinya. Jadi merasa terlalu berlebihan bila masak untuk keluarga kecilnya harus mengandalkan para pembantu.
Lagian Alvian sangat menyukai apapun yang di masakan oleh Ayara, entah memang rasanya yang enak atau karena Alvian yang terlalu mencintai sang istri. Jadi segala yang berhubungan dengan Aya. Selalu membuatnya suka.
"Vin, Alvin!" Ayara duduk di sisi ranjang untuk membangunkan sang suami yang masih tidur dengan nyenyak.
Pemuda tampan itu tidur lewat dari jam satu malam karena pertempuran panas bersama istrinya. Hari ini Alvian akan pergi, jadi dia tadi malam mengambil bekal untuk menyalurkan hasratnya bersama wanita yang dia cintai.
"Alvin, hey," Aya tersenyum sambil memperhatikan pahatan wajah tampan suaminya yang boleh dikatakan sangat sempurna. Tidak ada celah untuk noda kecil saja.
"Alvin," kali ini Aya membangunkan Alvian dengan cara berbisik. Sehingga pemuda itupun langsung mengerjabkan matanya.
"Bangunlah! Ini sudah jam enam lewat delapan menit. Bukannya kau mau berangkatnya pagi." jawab Aya mengelus pipi suaminya.
Cup!
"Iya, aku lupa," satu kecupan langsung pemuda itu berikan setelah diingatkan oleh Aya bahwa dia akan pergi ke luar negeri.
"Mandilah! Air mandinya sudah aku siapkan," lanjut Aya tidak ingin suaminya sampai telat.
"Huem, aku mandi dulu, ya." Alvian yang sudah duduk pun langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa kaku.
Sedangkan Aya membereskan tempat tidur. Soalnya dia bukannya tidak mau menyiapkan baju yang mau dipakai Alvian ketika berangkat. Akan tetapi tidak tahu baju mana yang akan dipakai oleh Alvian.
Ini adalah pertama kalinya Alvian berangkat konser setelah menyandang gelar menjadi seorang suami. Jadi Aya belum tahu banyak tentang baju yang akan di kenakan oleh suaminya.
Tidak lama, hanya kurang lebih lima belas menit. Si member ALV itu sudah keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar bugar.
Tetesan air dari rambutnya yang masih basah, menambah kesan ketampanannya berlipat ganda. Apalagi perutnya yang sixpack, dihiasi roti sobek. Sehingga terlihat begitu menggoda bagi orang lain.
Namun, tidak bagi Ayara, karena dia sudah sering menikmatinya. Semenjak menikah belum pernah sekali pun Alvian membiarkan istrinya tidur dengan nyenyak.
Jadi setiap malam, sore atau siang. Alvian selalu menggempur Ayara. Sebagai pembalasan setelah berpuasa bertahun-tahun lamanya.
Apalagi Vania jarang ada bersama mereka karena lebih banyak tinggal bersama Opa dan Omanya di kediaman rumah utama keluarga Rafael.
... BERSAMBUNG... ...