
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Setelah melakukan gladi resik untuk persiapan manggung nanti malam, yang tinggal menghitung jam. Para member ALV langsung menemui para fansnya yang ada di satu ruangan khusus yang diatur oleh para staf dari agenci mereka dan juga pemerintah setempat yang mengundang member ALV untuk debut di negara tersebut.
Sore ini, mereka tidak akan kembali ke hotel lagi, karena akan langsung bersiap-siap dari gedung stadiun yang sudah ada tempat khusus buat para member ALV bersiap-siap.
Kleeek!
Suara pintu kaca di buka oleh rombongan staf . Saat Alvian dan teman-temannya berjalan mendekati tempat bertemu para fans secara privat.
Yaitu dimana para fans bisa meminta foto bersama atau memberikan hadiah secara langsung. Asalkan bukan makanan, karena Staf Muzaki tidak ingin ambil resiko bila terjadi sesuatu pada anak asuhnya.
Apalagi setelah kejadian dimana ada penyusup yang masuk ke Apartemen Alvian. Namun, saat ingin membunuh vokalis inti tersebut, gagal total karena sudah datang para bodyguard yang melindunginya.
"Kak, Smith Muzaki mana?" tanya Hanan karena tidak melihat laki-laki tersebut di dalam ruangan itu. Padahal tadi sudah duluan menuju ke sana. Disaat mereka lagi latihan untuk gerak koreonya.
"Smith lagi menerima telepon, soalnya di sini berisik oleh suara para fans kalian," jawab staf yang membuka pintu.
Setelahnya Alvian dan keempat sahabatnya. Langsung saja pergi ke kursi tempat mereka menyapa fans ALV satu persatu yang langsung saja di mulia karena mereka harus bisa menyelesaikan tepat waktu.
"Hai... " Sandy menyapa ramah gadis yang ada dihadapannya.
"Hai juga, ternyata kalian semua sangat ramah dan tampan. Maka tidak salah bila aku mengidolakan kalian berlima." jawab gadis itu tersenyum bahagia.
"Kami tanpa kalian, maka bukanlah siapa-siapa." jawab Sandy menuruti permintaan wanita itu yang meminta tanda tangan, foto berdua dan memakai hadiah yang dia bawa.
Begitulah acara seterusnya yang bergantian dengan Hanan, Alvian, Bara dan juga Naufal. Mereka memberikan tanda tangan, saling menggenggam tangan bersama para gadis-gadis cantik dari berbagai kalangan karena di sini bukanlah di nilai dari kekayaan atau yang mendudukinya kursi VIP saja.
Melainkan yang beruntung mendapatkan kesempatan tersebut. Setelah penjualan tiket habis terjual. Maka biasanya nomor seluruh kursi akan dijadikan satu.
Lalu di acak sampai nomor berapa berhentinya. Maka itulah yang akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu para idola di ruangan khusus.
Hampir setengah jam berlalu giliran untuk Arianti. Gadis yang merupakan adik tiri Ayara sudah masuk kedalam. Dengan membawakan beberapa hadiah mahal untuk ke lima member ALV.
Namun, hadiah buat Alvian adalah yang paling mahal diantara yang lainya, karena Arianti mencintai Alvian melebih daripada sukanya pada member lainya.
"Hanan... ternyata kau sangat tampan," ucap Arianti tersenyum bahagia saat dia berbicara dengan Hanan.
"Terima kasih! Tapi menurutku, kau juga cantik. Balas pemuda itu yang sudah biasa saling memuji dengan para fans ALV.
Bukan hal aneh bagi Hanan dan keempat sahabatnya. Apalagi seperti hari ini semua fans yang bertemu dengan mereka adalah para gadis.
Entah kebetulan saja, atau memang ada permainan dari pihak penyelenggara. Sehingga semuanya merupakan perempuan-perempuan muda yang cantik.
Padahal biasanya akan ada anak kecil, wanita dewasa atau juga para pemuda yang merupakan penggemar mereka juga.
"Aaa... aku bahagia sekali bisa bertemu langsung seperti ini." seru Arianti sama seperti para fans yang lain. Mereka juga berteriak histeris dengan suara yang tertahan di dalam mulut.
"Kami pun juga sama bahagianya, bisa bertemu dengan kalian semua." jawab Hanan sambil merima kotak pemberian Arianti.
Setelah mendapatkan tanda tangan, memberikan hadiah dan foto bersama Hanan. Barulah Arianti berhadapan dengan Alvian yang disambut baik pula oleh pemuda itu, karena dia memang tidak tahu bahwa Aryanti adalah adik tiri dari istrinya.
"Ian... aku juga ingin foto bersama denganmu." ucap Arianti seraya memberikan ponsel mahalnya pada Alvian.
Setelah mengambil satu kali foto bersama. Pemuda itu menyerahkan kembali ponsel tersebut pada Arianti. Sepertinya hal yang dia lakukan pada fans ALV lain.
"Bo--boleh kah aku minta kau memasangkan ini di kepalanya ku?" ucap gadis itu memberikan pita kecil agar Alvian memasangkan pada rambutnya.
"Tentu saja bisa," jawab Alvian tersenyum kecil. Senyuman yang mampu membuat siapa saja semakin tergila-gila padanya. Termasuk Arianti yang sangat pemilih dalam mencari pasangan.
"Kenapa kalian suka sekali meminta kami memasang jepit rambut seperti ini?" ucap Alvian tersenyum dan menerima pita kecil untuk dia pasangan di rambut panjang fans nya.
Apabila suatu saat nanti Alvian mengungkapkan bahwa dirinya sudah memiliki anak dan istri. Maka sudah pasti tidak ada yang akan percaya, karena dia menghamili Ayara sebelum menjadi artis terkenal.
"Karena kalian adalah idaman kami semua. Bisa bertemu seperti ini suatu keberuntungan bagiku. Aku juga ingin pengeran tampan sepertimu memasang pita ini di rambutku." jawab Arianti seraya mengigit bibir bawahnya menahan senyum yang terus mengembang di wajah cantiknya.
"Ini hadiah dariku, semoga kau mau memakainya. Meskipun ini bukanlah barang mahal seperti yang kau miliki, tapi ini aku tulus memberikan padamu." Arianti memberikan kotak kecil yang dia bawa.
"Terima kasih! Kau ternyata gadis yang baik." Walaupun tidak pernah memakai pemberian dari para fans apabila tidak benar-benar menyukainya. Alvian tetap menerima dengan bahagia.
Masih seperti biasanya para member menuruti permintaan para pengemar mereka, di manapun mereka bertemu. Selagi itu hal wajar dan tidak ada larangan seperti larangan, yang tertulis pada layar pengumuman. Sebelum masuk ke ruangan tersebut.
"Aaaaa... kau sangat tampan. Aku sangat mencintaimu. Mau kah kau menjadi kekasihku?" Arianti yang sekarang dan dulu tentu saja sudah berbeda. Dia sangat cantik daripada para fans ALV yang lainya.
Belum lagi barang-barang yang dia pakai adalah barang bermerk. Atau limited edition karena keluarga Wilson sangat memanjakannya. Berbeda bila pada Ayara, hanya sekedar bicara saja mereka tidak mau.
Sehingga para member ALV dan fans yang lainya menoleh kearah meja Alvian yang berada di tengah-tengah.
"Ian, eum... maukah kau menjadi kekasihku? Menempatkan aku di hatimu, terserah dibagian mana saja. Sejak awal kalian debut, aku sudah mencintaimu. Tapi sayangnya aku sibuk sekolah dan akhirnya hari ini kita bisa bertemu langsung." ungkap Arianti yang membuat Bara dan ketiga teman Alvian lainya menjadi tertawa kecil.
Meskipun biasanya para penggemar mereka masing-masing selalu mengungkapkan rasa cinta dan sayang mereka terhadap para member. Namun, tidak ada yang seperti Arianti.
Apabila bukan artisnya member ALV. Mungkin pasti sudah ada yang menjadikan Arianti sebagai kekasih mereka. Namun, meskipun Hanan, Naufal dan Sandy jomblo. Mereka tidak sembarangan menyukai gadis.
Makanya sampai saat ini masih betah saja menjadi jomblo. Mereka tidak mau terlibat hubungan yang nantinya akan membuat patah hati seperti yang dirasakan Alvian dan Ayara.
"Maaf, tapi di setiap sudut hatiku sudah ada yang menempati. Tidak bisa menerima dirimu lagi." Alvian menjawab dengan tersenyum canggung dan masih membiarkan satu tangannya di peluk oleh Arianti di depan dada gadis itu.
"Benarkah? Apakah tidak ada sedikit tempat saja? Apakah aku kurang cantik dari kekasihmu!" meskipun sudah ditolak ternyata tidak membuat Arianti patah hati karena dia sudah menyiapkan mentalnya sebelum mengungkapkan perasaannya pada seorang pemuda yang merupakan aset negara.
"Benar, tidak ada sama sekali, karena aku sangat mencintainya.Jadi tidak ada kesempatan untuk wanita manapun." jawab tegas Alvian.
"Kau sangat cantik, tapi aku sudah menjadi milik gadis lain. Maaf," lanjut si tampan mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Ya sudah tidak apa-apa. Kalau begitu kenalkan namaku adalah Arianti Fanya Wilson. Kita satu negara dan aku di sini hanya sedang menimba ilmu." ucap gadis itu langsung memperkenalkan dirinya dan Alvian pun menerima uluran tangan tersebut.
Namun, Alvian tidak menyebutkan namanya lagi, karena tanpa berkenalan tentu para fans sudah mengenalnya.
"Al, kenapa aku jadi mengigat Lula, ya. Hari itu dia juga mengajakku berkenalan dan ternyata hari itulah Aya melahirkan princess." ucap Bara yang berada di sebelah Alvian.
Sedangkan Alvian yang mendengar nama belakang Arianti langsung terdiam. Begitu pula sebaliknya, gadis itu juga langsung mengigat kakaknya Ayara.
Keluarga Wilson memang tidak memangil nama Ayara dengan sebutan Aya. Namun, Tuan Edward menyebut nama putri sulungnya itu adalah Aya.
"Selanjutnya lagi," kata stat wanita yang menyuruh Arianti berpindah ke arah Bara lagi karena waktunya sudah lewat dari dua menit dari waktu yang ditentukan.
"Tunggu dulu, aku minta tanda tangan ian dulu." seru Arianti langsung mengeluarkan baju kaosnya dan juga milik sahabatnya agar mereka bisa pamer bahwa sudah bisa bertemu para member ALV secara pribadi.
Bahkan bisa memeluk tangannya, walaupun hanya beberapa saat saja. Namun, sangat membahagiakan bagi penggemar yang sangat mencintai ALV.
"Tadi kau bilang Wilson, apakah kau putri dari Tuan Edward Wilson?" Alvian yang tidak tahan ingin tahu pun akhirnya bertanya juga.
Sambil membubuhkan tanda tangannya pada tempat yang di pinta oleh Arianti.
"Iya, kau benar sekali! Aku adalah putri Tuan Edward. Dia adalah papaku, apakah kau mengenalnya?" seru Arianti tersenyum lebar dan bangga. Soalnya mana tahu setelah mengenal siapa keluarganya, membuat Alvian berubah pikiran.
Setidaknya bisa berteman pun tidak masalah, karena sekedar bertemu seperti hari saja, sudah menjadi kebanggaan baginya maupun bagi mereka yang mengidolakan ALV.
"Tuan Edward pengusaha itu, kan?" tanya Sandy karena dialah yang lebih mengenal Tuan Edward. Soalnya ayah Sandy memang sering terlibat kerjasama dengan beliau.
"Iya, benar! Aku adalah putri keduanya dan kakak ku adalah laki-laki." jawab gadis itu yang membuat Alvian tersenyum miris mendengarnya.
"Ternyata Ayara ku memang tidak diakui oleh keluarganya. Sampai-sampai gadis ini pun hanya mengatakan jika dia memiliki satu kakak laki-laki. Agh, tidak apa-apa lah, karena istriku sudah menjadi keluarga Rafael"
Gumam Alvian menyerahkan baju yang sudah dia tanda tangani. Setelah itu dia menyambut fans ALV yang lainya lagi dan Arianti pindah ke hadapan Bara.
"Hai... namamu tadi Arianti, kan?" sapa Bara ramah karena mereka disini untuk menyenangkan hati pengemar bukanya menyakiti hatinya.
"Iya, benar sekali," jawab gadis itu tersenyum bahagia karena dia tidak tahu bahwa apa maksud laki-laki idamannya menanyakan nama keluarga Wilson.
"Nama yang cantik, tapi... sayang kau masih kecil untuk ku ajak menikah. Apakah kau tidak memiliki kakak perempuan?" pertanyaan Bara membuat Arianti terdiam dan juga membuat Alvian menatap kearah adik istrinya itu.
"Tidak! Aku tidak punya kakak perempuan,"
"Oh, yasudah tidak apa-apa! Belajarlah yang rajin, bukannya katamu tadi di sini hanya untuk menimba Ilmu." sambil memberikan tanda tangan dan berfoto mengunakan ponsel milik Arianti. Bara mengajak gadis itu mengobrol dan sesekali bercanda sampai waktunya habis dan digantikan lagi oleh fans ALV yang lainya lagi.
Hampir empat puluh menit kemudian. Alvian dan para member lainnya sudah selesai. Lalu langsung di bawa ke satu ruangan besar dan sangat mewah yang seperti mana hotel bintang lima.
"Agh! Lelah sekali," seru Sandy langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. Sore ini mereka memang akan tinggal dalam satu ruangan. Soalnya waktu buat Manggung hanya tinggal dua jam lagi.
Waktu yang tersisa itu harus digunakan buat istirahat. Walaupun jatah manggung ALV hanya tiga buah lagu. Namun ngedance yang mereka lakukan sangat menguras tenaga.
"Al, apakah gadis tadi adik tirinya Ayara?"
"Entahlah! Aku juga belum tahu pasti. Dia putri dari keluarga Wilson yang mana. Tapi jika dia memang putri Tuan Edward, maka iya. Dia adalah adik tiri Aya." jawab Alvian sembari melepaskan jas yang dia pakai.
"Cantik juga, tapi sepertinya dia juga mencintaimu, Al." sahut Naufal tersenyum.
"Walaupun cantik, tapi hatiku hanya buat Ayara ku. Karena cintaku padanya sudah terpatri, tidak bisa di geser oleh siapapun." jawab Alvian langsung saja mengeluarkan ponselnya.
Ttttddd!
📱 Ayara : "Iya, bagaimana? Apakah suamiku sudah selesai bertemu dengan para gadis-gadis cantik?" tanya Ayara yang langsung menanyakan beberapa pertanyaan sekaligus.
Sehingga Hanan, Bara, Naufal dan Sandy tertawa mendengar pertanyaan Ayara.
"Haaa... ha... Aya, jika saja kau tahu seperti apa suamimu mengenggam tangan penggemarnya. Maka aku sangat yakin, bahwa kau akan mencuci tangannya dengan Antiseptik." tawa Naufal yang masih bisa di dengar oleh Ayara.
"Bukan hanya itu saja, tapi Alvin mu juga diajak berpacaran oleh Fans ALV." melihat Alvian menatap tajam, membuat mereka semua ingin mengerjai sahabatnya.
📱 Alvian : "Sayang... kau tidak usah mendengarkan mereka. Kau tahu sendiri kan jika sejak dulu para jomblo ini selalu iri melihatku yang mempunyai kekasih." ucap Alvian menenangkan hati istrinya.
📱 Ayara : "Entahlah! Mungkin saja apa yang dikatakan oleh sahabatmu benar. Kau pasti sangat menikmati pertemuan bersama fans ALV yang menyukaimu."
📱 Alvian : "Itu semua tidak benar, aku tidak akan pernah menghianati hati wanita yang aku cintai. Jadi jangan berpikiran macam-macam. Apalagi mendengarkan pengaruh buruk dari mereka." bujuk Alvian karena takut apabila istrinya sampai salah paham.
...BERSAMBUNG......