
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
📱 Alvian : "Aya, sayang! Jang..."
Alvian tidak melanjutkan lagi ucapannya karena Ayara sudah menutup panggilan tersebut lebih dulu.
"Aaaa... awas kau ya, tunggu aku kembali," seru si tampan Alvian karena setelah menggodanya. Sang istri langsung memutuskan panggilan lebih dulu.
"Al," panggil Bara yang melihat temannya begitu terlihat bahagia.
"Huem, apa? Ayo kita keluar. Mungkin yang lainya sudah bersiap-siap menunggu Lobby." ajal Alvian berdiri lebih dulu diikuti juga oleh Bara.
"Kau terlihat sangat bahagia sekali sekarang. Aku jadi iri padamu." jawab pemuda itu jujur dan langsung membuat Alvian berhenti saat mau memegang handel pintu.
"Jika kau ingin merasakannya, maka menikahlah degan orang yang kau cintai. Nanti kau akan tahu sendiri rasanya seperti apa." Alvian menepuk pundak sahabatnya pelan.
"Tadi aku sudah sudah bilang kan, bahwa aku datang terlambat ke Agensi karena putriku menangis ingin ikut. Rasanya aku sedih karena tidak bisa memenuhi keinginannya. Namun, juga merasa bahagia karena ada seorang gadis kecil dan ibunya yang membuatku semangat untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Agar cepat kembali dan bisa bersama mereka lagi." ungkap Alvian membuka pintu kamar hotel mereka.
"Kebahagiaan saat keberhasilan yang kita dapatkan dan bahagia karena melihat senyuman anak istriku, sangat lah berbeda. Melihat Aya bisa tersenyum seperti tadi, aku sangat bahagia, Bar. Semoga kau dan Ria segera menyusul. Agar bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Yaitu adalah bisa bersama keluarga yang kita cintai. Bukan dari berapa banyak uang yang kita dapatkan."
Mendengar perkataan Alvian, Bara hanya diam saja, selain dia lagi merenungi sesuatu. Sudah ada Bodyguard juga yang mengawal mereka berdua menuju Lobby hotel bintang lima tersebut.
Soalnya para member dan yang lainnya, sudah menunggu di Lobby hotel. Seharusnya mereka sore ini belum Manggung. Namun, karena ada perubahan mendadak, jadi Staf Muzaki menolak para artisnya untuk di undang ke stasiun televisi swasta yang ada di daerah tersebut.
Alhasil setelah diperbincangkan kembali dengan para member ALV. Akhirnya mereka akan langsung manggung malam ini juga. Apalagi Alvian, pemuda itu tentu ingin semua jadwalnya cepat selesai. Agar dia bisa kembali lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Sehingga bisa berkumpul bersama anak dan istrinya lagi.
"Smith, apakah semuanya sudah siap? Kemana Kak Mauza?" tanya Alvian sekaligus menyapa Staf Muzaki.
"Mauza sudah duluan bersama Tim kita yang lain. Berhubung ada perubahan jadwal, jadi kita tidak bisa berangkat serempak seperti biasanya." jawab Staf Muzaki yang selalu berangkat bersama member ALV karena ke lima pemuda tampan itu adalah prioritas utama mereka.
"Oh, iya, tidak apa-apa! Lebih cepat juga akan lebih baik. Tapi apa bila konsernya berakhir, kami akan pergi jalan-jalan selama satu hari. Tapi tanpa ada Bodyguard, agar tidak ada yang mengenali bahwa kami adalah member ALV." ucap Alvian langsung saja menyampaikan keinginan mereka, karena dia ingin membantu Bara bertemu dengan Ria kekasih sahabatnya.
"Eum... it's okay, pergilah! Saya rasa jika di negara ini orang-orang bisa dipercaya. Tidak akan mengenali kalian, bila memakai masker penutup wajah dan kacamata." Staf Muzaki mengangguk memberikan izin nya.
"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang." Alvian berjalan lebih dulu untuk mendekati ke empat sahabatnya, karena tadi Bara memang langsung berjalan ke sana.
"Al, kau bicara apa, bersama Smith Muzaki? Apakah tentang Via?" tanya Sandy penasaran karena Alvian dan Staf Muzaki terlihat sangat serius sekali.
"Bukan, mana mungkin aku membicarakan putriku di tempat seperti ini. Aku hanya bilang pada Smith bahwa minta waktu satu hari buat kita kita jalan-jalan karena Bara mau menemui Ria."
"Kau sudah minta izin pada Smith? Wah terima kasih teman, aku bisa tenang bila sudah bertemu Ria dan menanyakan tentang kelanjutan hubungan kami." seru Bara memeluk Alvian karena sangat bahagia.
"Hei, kau tidak perlu memelukku seperti ini. Bagaimana bila papa razi memotret kita, lalu dibuat berita miring. Aku yang depeluk oleh perempuan. Lalu habislah aku oleh Aya. Bisa-bisa bukan hanya princess ku saja yang Merajuk, tapi mamanya juga." tawa Alvian mendorong tubuh Bara yang justru semakin memeluknya.
"Apakah Via masih merajuk?" timpal Hanan tersenyum karena tadi Alvian sudah bercerita bahwa princess nya merajuk mau ikut.
"Huem, tapi aku sangat gemas melihat wajahnya dari ponsel. Sangat menggemaskan." jawab pemuda itu tersenyum bahagia saat menceritakan sang putri.
"Nanti saat kita pulang dari sini, bagaimana bila kita pergi liburan di Villa baru ku? Aku ingin menghabiskan waktu bersama Via lebih lama lagi." usul Naufal yang baru membeli sebuah Villa mewah, yang belum pernah dia datangi bersama para sahabatnya.
"Ide bagus! Aku juga setuju," Hanan bertepuk tangan sehingga para bodyguard melihat kearah mereka berlima yang sambil berjalan ke arah mobil.
"Al, bagaimana?"
"Ide yang bagus! Aku setuju karena bisa menghabiskan waktu bersama anak dan istriku." Alvian pun ikut tersenyum setuju.
"Oke, setelah pulang dari sini. Paling kita istrirhat satu hari di rumah. Lalu kita akan pergi bersama." imbuh Sandy juga sangat ingin bisa liburan bersama Vania yang sangat lucu.
"Bara, kau bagaimana?" Hanan menyenggol lengan Bara.
"Oke, aku juga ikut. Kita bisa membuat acara barbeque di pinggir danau. Bukannya tempat itu dekat dengan danau?" Bara menatap pada Naufal yang lagi menunggu giliran masuk ke dalam mobil.
"Iya, itu dekat danau. Nanti jika yang memiliki pacar, kalian boleh membawanya, karena di sana ada banyak kamar.
"Oke, kita akan liburan ke sana," seru Sandy yang masuk ke dalam mobil.
Hari ini mereka berangkat dengan satu mobil yang sudah disiapkan oleh para staf. Berhubung tidak memiliki banyak waktu, jadi semua member berangkat dengan satu mobil.
Selama dalam perjalanan, mereka berlima terus bercerita dan bercanda yang selalu membuat tertawa dan tidak bosan dengan pekerjaan mereka yang sangat disiplin pada waktu.
"Al, ada berita terbaru lagi tentang kau dan Alice. Gara-gara kita berangkat dengannya," ucap Sandy menunjukkan ponselnya.
"Atas nama akun siapa ini? Kenapa dia terlihat sangat mendukung hubungan aku dan Alice?" tanya Alvian karena semua postingan akun tersebut tentang dia dan Alice saja.
"Entahlah! Akunnya terkunci dan mungkin dia salah seorang fansnya Alice dan kau. Jadi menginginkan kalian berdua bersatu." sambung Hanan yang juga melihat berita terbaru tentang Alvian yang mengatakan bahwa kepergian mereka kali ini. Hanya untuk menutupi acara foto prewedding Alvian dan Alice yang mau melakukan pernikahan mewah.
"Ada-ada saja," Alvian tersenyum seraya mengelengkan kepalanya.
"Apakah kau sudah menelepon Aya? Takutnya dia termakan oleh berita miring seperti ini." tanya Hanan lagi karena mereka semua memang sangat takut, bila hubungan Aya dan Alvian tidak baik-baik saja.
"Sudah, sebelum keluar menyusul kalian. Aku baru saja meneleponnya, dia tidak marah pada berita ini. Aya sedang memasak juga untuk menyambut kedatangan Lula sahabatnya dari kota B."
"A--apakah Lula jadi mau bekerja di perusahaan Evander?" tahya Bara yang belum tahu akan hal itu.
"Tentu saja jadi, karena papaku sudah menyiapkan semuanya. Paling tidak Lula akan sampai satu jam lagi, di rumahku, makanya Aya sedang memasak untuk menyambut kedatangan Lula." jawab Alvian sesuai perkataan istrinya tadi.
"Wah, kalau begitu, saat liburan nanti kita ajak saja dia. Aku sangat penasaran padanya, meskipun kita pernah bertemu beberapa tahun lalu." ucap Hanan yang langsung disetujui oleh teman-temannya.
Asik mengobrol, tidak terasa mobil yang membawa mereka. Sudah tiba di stadiun tempat mereka konser malam ini. Lalu setelah para staf dan bodyguard bersiap-siap di luar. Sebagai bentuk penjagaan keamanan.
Kelima member ALV pun keluar satu persatu dengan jarak sekitar tiga menit berselang. Baru menyusul lagi member ALV yang lainya.
Kilatan dari kamera mulai memotret merek silih berganti. Para fans ALV pun menjerit histeris karena bisa melihat para idola mereka secara langsung. Walaupun dari jarak beberapa meter.
"Arianti, selamat, ya. akhirnya kau berkesempatan untuk bertemu dengan mereka secara langsung. Tolong pinta satu tanda tangan untukku juga." ucap seorang gadis pada sahabat baiknya yang bernama Arianti.
Dia adalah adik tiri Ayara, yang kuliah di Amerika sejak dua tahun lalu. Anak Tuan Edward bersama Rose istrI barunya.
"Oke, kau tenang saja, aku akan meminta tanda tangan mereka semua untuk dirimu dan juga untukku." jawab Arianti yang sangat mengidolakan para member ALV yang sangat tampan.
Apalagi pada Alvian yang mereka sebut Ian ALV. Salah satu member paling tampan diantara ke empat sahabatnya.
... BERSAMBUNG.. ...