I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Grup Chat Member ALV.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Mobil mewah para member ALV. Sudah tiba di Villa milik Naufal yang akan menjadi tempat liburan mereka kali ini, yang sudah pasti sangat berbeda dari liburan sebelumnya.


Soalnya ada Ayara, Vania dan juga Lula. Biasa mereka, hanya berlibur lima orang. Sedangkan para Bodyguard masing-masing hanya akan mengawasi dari luar tempat tinggal mereka saja.


"Sayang, sayang! Ayo bangun! Kita sudah sampai." ucap Alvian membangunkan istrinya pelan.


"Eum... kita sudah sampai," jawab Ayara membuka matanya pelan.


"Iya, kita sudah sampai. Ayo kita turun!" ajak Alvian sudah melepas salt belt dari tubuhnya.


"Iya, sebentar," Ayara yang baru bangun tidur terus saja menguap dan tau-taunya kembali tidur lagi.


Sehingga membuat Alvian tidak tega dibuatnya. Namun, dia juga tidak bisa menggendong Ayara masuk kedalam Villa karena putrinya juga lagi tidur.


"Sudah, tidur lagi! Nanti setelah kantuknya hilang baru kita masuk," ujar pemuda itu hanya tersenyum melihat kedua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. Satu lagi tidur dan satunya masih mengantuk.


"Tuan Muda---"


"Shuuit! Biarkan saja, Aku akan mengantar Via dulu. Setelahnya baru membawa istriku. Dia sudah sejak dulu, apabila lagi mengantuk pasti akan seperti ini." sela Alvian telah memiliki ide untuk menidurkan Via terlebih dahulu.


"Baik, Tuan," jawab Denis dengan suara kecil dan dia beserta rekannya turun dari mobil. Baru setelah itu Denis membuka pintu mobil untuk bos nya.


"Al, apakah Via tidur?" tanya Hanan berjalan mendekat karena mereka sudah keluar dari mobil sejak tadi. Namun, Alvian dan keluarga kecilnya tak kunjung keluar dari mobilnya.


"Iya, Aya juga tidur lagi. Aku mau menidurkan Via dulu. Nanti baru aku membawa mamanya," jawab Alvian yang membuat para sahabatnya tersenyum.


"Apakah Aya akan dibiarkan tidur di dalam mobil?" tanya Lula karena dia juga baru keluar dari mobilnya.


"Tidak! Setelah ini aku akan membawanya masuk," jawab Alvian sambil menyibak rambut Vania yang menutupi mukanya sendiri.


"Dia sudah biasa mengendong Aya, jadi jangan heran. Sejak dulu jika Aya ketiduran di dalam mobil. Maka Ian si member ALV akan mengendong nya." tawa Bara dan diikuti oleh sahabatnya yang lain.


"Ck, kau!" seru Alvian tersenyum karena dia memang sudah sejak dulu bersikap romantis pada Ayara. Jadi mau sudah berpisah bertahun-tahun pun, tetap saja tidak ada bedanya.


"Sudah-sudah! Ayo masuk, kamar kita semua sudah disiapkan." ajak Naufal sebagai pemilik Villa mewah tersebut. Sehingga mereka semua ikut masuk termasuk Alvian yang mengendong putrinya.


"Al, ayo aku tunjukkan ke kamar kalian yang ada dilantai atas, karena aku sudah menyediakan ranjang untuk Via juga. Agar kau dan Aya masih bisa berbulan madu," ajak Naufal yang membuat Lula membuang arah pandangannya.


Dia seorang gadis tentu sangat malu mendengar ucapan yang menurutnya agak intim. Apalagi disana hanya dia sendiri wanitanya.


"Baiklah! Ide yang bagus! Aku ingin Aya segera hamil," jawab ambigu Alvian dan kembali membuat para sahabatnya hanya tersenyum seraya mengelengkan kepalanya.


Alvian orang yang dingin bila degan orang yang tidak dekat dengannya. Namun, diam-diam menghanyutkan.


"Lula apakah kau mau langsung istirahat juga, atau mau dudu---"


"Biarkan saja Lula di sini, aku masih ingin berbicara dengannya," sela Sandy yang langsung menarik tangan Lula agar duduk bersamanya.


"Hei... kenapa kau duduk disebelahnya? Seperti tidak ada tempat lain saja," seru Bara tiba-tiba menatap pada Sandy tajam. Namun, semua itu tidak membuat pemuda yang paling pandai ngedance diantara para member ALV yang lainnya takut.


Sandy malah tersenyum menyeringai melihat wajah tidak sukanya.


San, menyingkir saja, nanti Bara bisa marah," kata Hanan ikut tersenyum.


"Haa... terserah padaku, Lula kan tidak ad---"


"Kalian kenapa?" tanya Alvian yang sudah selesai menidurkan putrinya dan sekarang dia akan membawa istrinya lagi.


Mungkin sangat melelahkan bagi orang lain. Namun, sangat membahagiakan bagi Alvian. Pemuda itu sangat menikmati perannya sebagai seorang suami dan juga ayah di umurnya yang masih muda.


"Lula, istirahatlah! Nanti setelah makan siang baru berjalan-jalan di sekeliling Villa." lanjut Alvian lagi karena Lula adalah tanggung jawabnya juga. Jadi sudah kewajibannya memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.


"Iya," jawab Lula langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Lula, kamarmu ada di lantai atas juga, tapi sebelah kiri bila dari tangga." sambung Naufal yang telah mengatur kamar yang akan mereka tempati.


"Iya, aku---"


"Ayo aku antar, agar kau tidak bingung," ajak Bara menarik koper baju Lula dan juga tangan gadis itu yang hanya mengikut saja karena dia bingung bila Ayara tidak ada.


Lula baru mengenal Hanan, Sandy dan Naufal. Jadi masih merasa canggung pada mereka bertiga.


"Aku mau menjemput Aya," ujar Alvian meneruskan niatnya untuk membawa istrinya lagi.


"Pergilah wahai suami idaman," ucap Sandy yang malah merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Tentu saja, sekarang aku hanya ingin membahagiakan anak dan istriku." setelah mengatakan itu Alvian pun pergi keluar Villa. Yaitu menuju mobilnya.


"Apakah Nona bangun?" tanya Alvian pada Denis yang hanya berdiri di luar mobil.


"Tidak, Tuan,"


"Oh, baiklah! Kalian istirahat lah bersama yang lainya. Selama dua hari ini adalah hari libur kita. Jadi nikmatilah bila kalian ingin pergi jalan-jalan disekitar daerah sini karena kami semua tidak akan pergi kemana-mana." ucap pemuda itu sebelum mengendong tubuh kecil istrinya yang tidak masih tetap seperti dulu.


"Lagi tidur saja cantik, jadi bagaimana mungkin aku tidak tergila-gila padanya" gumam Alvian sambil berjalan masuk kedalam Villa.


"Al," seru Hanan melihat Alvian lewat mengendong tubuh istrinya Ala bridal style.


"Iya, aku mau keatas dulu," jawab Alvian singkat dan hanya dianguki oleh sahabatnya.


"Aku kenapa jadi ingin menikah juga, ya. Sepertinya Alvin sangat bahagia bisa hidup bersama istrinya dan anaknya." ucap Hanan setelah kepergian Alvian.


"Cari pacar dulu, baru menikah," tawa Naufal dan membuat Hanan juga ikut tertawa. Entah mengapa mereka bertiga masih betah saja menjadi jomblo.


Sementara itu di lantai atas. Alvian sudah menidurkan istrinya di atas ranjang king size tempat tidur dia dan Aya. Jika Vania memiliki tempat tidurnya sendiri. Namun, masih dalam kamar itu juga.


Cup!


"Tidurlah!" bisik Alvian pada istrinya. Akan tetapi ketiga dia mau beranjak pergi dari sana karena mau berkumpul bersama sahabatnya di lantai bawah. Ayara malah mengenggam tangannya. Seakan-akan tidak boleh pergi dari sana. Sehingga membuat pemuda itu hanya duduk sambil tersenyum melihat wajah pulas istrinya yang lagi tidur.



"Cantik sekali," gumam Alvian tersenyum lebar dan malah mengurungkan niatnya untuk turun ke bawah. Dia lebih tertarik untuk menatap wajah cantik istrinya.


💌 Alvian : "Jika mau makan siang, telepon saja karena aku berubah pikiran. Aku mau tidur menemani istriku." bunyi pesan yang dikirim oleh pemuda itu pada group chat member ALV.


Dimana penghuni grup tersebut hanya ada mereka berlima saja.


💌 Sandy : "Sudah aku duga, jika kami hanya menemanimu berbulan madu," cibir sandi dengan emo jengah yang dia sematkan diakhir pesannya.


💌 Hanan : "Al, kau jangan keterlaluan, kasihan Naufal. Dia pemilik Villa saja belum pernah hanimoen di sini." Hanan yang pendiam pun ikut menggoda Alvian.


💌 Bara : "Al, aku lagi di balkon lantai atas. Kau jangan macam-macam, ini masih siang." timpal pesan dari Bara yang terus tersenyum membaca pasan di grup chat mereka.


💌 Naufal : "Al, benar kata Hanan, kau harus menghargai pemilik Villa. Jagan berlaku tidak sopan." saat menulis pesan seperti itu Naufal tergelak sendiri.


Aneh-aneh saja, padahal dia, Hanan dan Sandy lagi bersantai di ruang tengah Villa megah tersebut. Namun, malah sibuk dengan ponselnya masing-masing.


💌 Alvian : "Kalian kenapa malah main keroyok seperti ini. Membuatku mengantuk saja." balas Alvian tersenyum dan langsung saja menyimpan ponselnya lagi.


Lalu setelah itu dia pun melepas baju kaos yang ia pakai karena kebiasaan bila tidur siang. Maka Alvian akan tidur dengan bertelanjang dada.


Pemandangan yang sangat indah dan sayangnya hanya Aya seorang yang bisa menikmati semuanya. Sama seperti ucapan Aya saat Alvian belum menjadi artis terkenal. Yaitu Alvian adalah Alvin miliknya, bukan punya fans ALV.


Hampir satu jam kemudian. Merasa terusik karena ada yang menimpa perutnya. Membuat Ayara terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak. Sampai-sampai tidak sadar bahwa tubuhnya sudah digendong menaiki tangga yang melingkar.


"Eum...! Aku ada dimana?" gumam Ayara masih mengumpulkan separuh nyawanya. Namun, bagitu mendongak keatas, dia malah melihat wajah tampan suaminya.


"Aku kira dulu, tidak akan pernah melihat wajah tampan ini lagi. Namun, sekarang aku masih berada dalam pelukannya." gumam Ayara tersenyum dan tidak jadi bangun. Dia malah masuk lagi kedalam pelukan suaminya.


... BERSAMBUNG... ...


.


.


...Halo Kakak Raeder semuanya. Mohon bantuannya, ya. Jujur Mak Author sangat kecewa pada Raeder yang hanya memberikan rate bintang satu dan gara-gara satu orang. Rating karya I'M The One You Hurt langsung turun. Jika kalian tidak suka maka silahkan cari novel lain. Tolong hargai kami yang sudah bersusah payah untuk membuat cerita semampu yang kami bisa. ...


...Di sini Mak jelaskan untuk satu bab pendek saja, itu membutuhkan waktu sampai satu jam. Sedangkan karya Mak Author, walaupun hanya satu bab. Namun, ini untuk tiga bab Mak jadikan satu....


...Perlu kalian ketahui, jika dari pembaca, apabila level karyanya rendah. Kami hanya mendapatkan dalam 1k pembaca itu 300 rupiah. Lalu atas dasar apa ada yang menjatuhkan karya para penulis. ...


...Mak lihat dia juga bukan ngasih ke satu novel saja bintang satunya. Namun, ke semua Novel. Apakah tidak bisa di skip saja bila tidak suka. Bukannya malah ngasih bintang satu, lalu masih tetap membaca juga 🙄🙄...


...Bagi Kalian yang mau bantu, tolong di kasih bintang lima nya. Terima kasih 🙏 Mohon maaf, apabila kata-kata Mak ada yang menyingung kalian semua....