
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dari dua puluh menit. Lima belas mobil mewah yang dibawa oleh para bodyguard dari agensi dan juga enam mobil anak buah Tuan Abidzar yang mengawal Alvian bersama keluarga kecilnya. Sudah tiba di kediaman utama keluarga Rafael tanpa hambatan saat dijalan.
Para warga yang belum tahu tentang berita hari ini. Saat melihat begitu banyak mobil mewah yang lewat. Sudah mengira jika pasti mobil tersebut adalah para member ALV karena semuanya tahu para artis tersebut selalu dikawal ketat.
Akan tetapi mereka mengira bahwa mobil sebanyak itu mengawal semua member, padahal hanya Alvian saja.
"Sayang, ayo kita turun," ajak Alvian pada Ayara karena pintu mobil kiri-kanan sudah dibuka oleh para pengawal.
Setelah itu Alvian langsung mengangkat tubuh putrinya yang sejak tadi terus memeluknya erat. Seakan-akan takut bila mereka berpisah.
Namun, setibanya diluar, pemuda itu menunggu istrinya terlebih dahulu dan tidak peduli pada para pencari berita yang berdiri di luar pagar rumah megah tersebut.
Para wartawan pasti mau mengambil gambar bahwa dia membawa wanita yang dibilang sebagai simpanan itu masuk kedalam rumah keluarga Rafael.
"Ayo," setelah mengenggam lembut tangan istrinya. Barulah Alvian berjalan masuk kedalam rumah karena keluarnya yang sudah tahu dari Denis, telah menunggu di ruang keluarga.
Termasuk Tuan Abidzar, beliau langsung meninggalkan perusahaan Evander setelah membaca pesan dari orang-orang suruhan nya.
Ternyata tanpa Denis memberi kabar pun. Tuan Abidzar sudah tahu apa yang terjadi, karena para orang suruhan yang selalu menjadi pelindung Alvian beserta keluarga kecilnya. Sudah memanggil para batuan dari pengawal resmi Rafael.
"Opa," masih beberapa meter mereka sampai ke ruang keluarga. Si cantik Via sudah berteriak memanggil kakeknya. Jangan lupakan si princess Rafael kembali menangis.
Padahal tadi dia sudah diam setelah ditenangkan oleh papanya. Mungkin memang dasar Vania baru merasakan kasih sayang yang sangat tulus dari keluarga sang ayah. Jadinya sangat manja pada Tuan Abidzar.
"Oh, princess nya Opa," seru Tuan Abidzar langsung mengambil alih mengedong Vania dari tangan putranya.
"Opa, ada yang nakal tama mama, Tama Via," adu nya menunjuk-nunjuk kemana saja arah tangan kecilnya, yang jelas dia lagi mengadu pada sang kakek.
"Tenang ya, nanti Opa akan mencari tahu siapa orang yang telah melakukannya. Berani sekali dia mengusik putri dan cucu Opa," jawab Tuan Abidzar yang membuat Ayara semakin menagis dalam pelukan ibu mertuanya.
"Ya Tuhan! Terima kasih karena aku dipertemukan dengan keluarga baik seperti keluarga suamiku. Aku kira setelah mengetahui hal ini, keluarga Rafael akan marah karena nama baik mereka telah tercemar. Sekarang semua orang tahu jika Vania adalah putri Alvin. Pasti status anakku yang lahir diluar nikah akan menjadi berita utama."
Gumam Ayara didalam hatinya yang saat ini masih depeluk oleh Nyonya Lili. Beliau mengerti betapa takutnya sang menantu dan cucunya.
"Tenanglah! Papa mu pasti akan menemukan siapa orang yang telah melakukan semua ini. Sebab jika dia tidak berniat buruk pada kau dan Via. Pasti bukan seperti ini caranya." ucap wanita setengah baya itu merenggangkan pelukannya.
"Benar Kak, Kakak tidak perlu khawatir. Papa kita yang hebat ini. Pasti telah memiliki cara untuk mengatasi masalah ini." ujar Deri ikut memberikan pelukan hangat sebagai keluarga untuk menenangkan kakak iparnya.
Soalnya pemuda itu sudah menganggap Ayara sebagaimana kakak kandungnya sendiri.
"Iya, terima kasih," jawab Ayara memaksakan untuk tersenyum.
"Jika tidak ingin menyakiti cucu dan cicit ku. Mereka cukup memberikan informasi saja, pasti wartawan itu akan mencari tahu sendiri kebenaran berita tentang Alvin yang sudah memiliki istri dan anak," ucap nenek Alvian yang juga sudah memberikan pelukan pedulinya pada menantu cucunya.
"Iya, ibu benar sekali, kalian tenang saja sekarang anak buah ku sudah mencari tahu siapa orang yang telah membocorkan berita tentang Alvin." jawab Tuan Abidzar berjalan mendekati Ayara dan sama seperti keluarga lainnya. Beliau juga memberi pelukan hangat pada sang menantu.
Agar Ayara tahu bahwa dia tidak sendirian, ada keluarga Rafael bersamanya. Begitu mengetahui bahwa rahasia putranya yang memiliki istri dan anak sudah oleh wartawan. Beliau langsung menyuruh orang-orangnya menyelidiki masalah tersebut.
"Iya, Pa, terima kasih!" jawab Ayara mengangguk mengerti. Dia yang tadinya merasa khawatir. Sekarang mulai tenang setelah mendapatkan dukungan dari keluarga suaminya.
"Apa yang ibu katakan, aku juga akan menjaga Via. Ibu sudah tua, jadi biarkan aku yang menjaga princess agar mamanya bisa istirahat dengan tenang." imbuh Nyonya Lili yang membuat Ayara dan Alvian tersenyum karena semua keluarga Rafael selalu memperebutkan saat mengasuh Vania.
"Sudah-sudah! Via akan bersamaku, kami akan melihat si tukang tidur dibelakang." ujar Tuan Abidzar karena beliau ingin menghibur sang cucu, yang pastinya akan trauma dengan kejadian dimana mereka dihadang oleh para wartawan dan juga ibu-ibu yang merupakan para fans ALV.
"Pa, Deri ikut," ucap Deri mengikuti papanya yang sudah berjalan kearah Taman belakang untuk melihat kelinci. Namun, ini bukanlah kelinci seperti biasanya, karena bintang tersebut selalu tidur dan Vania sangat suka memberinya makan.
"Agh, kita kalah cepat dari papanya Alvin," keluh nenek Alvian kembali lagi menyalakan televisi untuk melihat berita tentang cucunya.
"Kita akan kalah bila berhadapan dengan si opa itu, ibu," Nyonya Lili juga ikutan mengeluh. Soalnya entah kenapa Vania memang paling dekat dengan Tuan Abidzar dan Deri.
"Ma, Alvin sama Aya akan kekamar dulu," ucap Alvian sengaja menghindar agar Ayara tidak melihat berita tentang mereka untuk saat ini.
"Iya pergilah! Nanti saat makan siang Mama akan memangil kalian," jawab wanita setengah baya itu mengangguk karena Aya memang butuh waktu untuk menenangkannya.
"Ayo," Alvian menarik lembut tangan istrinya menuju lantai atas tempat kamar mereka berada. "Jangan banyak pikiran, kau lihat papa saja masih tenang. Berarti dia sudah tahu cara untuk membantuku melewati masalah ini," sambil berjalan Alvian mengelus tangan istrinya.
"Alvin, aku hanya khawatir setelah ini pasti orang-orang akan memberitakan tentang Via yang lahir diluar pernikahan kita. Sampai besar nanti pasti dia akan selalu dihina karena perbuatan kita," ungkap Ayara tentang kecemasan hatinya.
Sehingga membuat Alvian juga ikut terdiam karena dia belum terpikirkan masalah itu. Alvian memang belum tahu apa yang akan dia katakan didepan publik tentang Vania yang umurnya hampir tiga tahun. Soalnya pasti yang menjadi pertanyaan semua orang adalah itu.
"Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan satu orang pun menghina Via. Jadi ayo kita ke kamar karena aku juga harus bicara dengan Smith Muzaki bahwa aku akan cuti sampai masalah ini selesai." jawab pemuda itu setelah terdiam dengan pikirannya.
Lalu sebelum Aya menjawab Alvian kembali menarik tangan Ayara untuk masuk kedalam kamar mereka, karena tadi masih berada di puncak tangga dari lantai bawah.
"Tunggu biar aku yang menyiapkan airnya." Alvian masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air buat istrinya mandi.
Meskipun diluar sana dia menjadi pujaan jutaan para fans ALV. Namun, tidak membuat Alvian merubah sikapnya untuk melayani gadis yang dia cintai.
Ayara yang pikirannya tidak tenang, membiarkan saja suaminya melakukan apapun.
"Aku sangat yakin, jika saat ini keluarga Wilson telah mengetahui bahwa aku adalah istri Alvin. Entah seperti apa Arianti dan ibunya menyumpahi ku. Karena selama ini mereka memusuhiku karena merasa iri padaku yang merupakan anak dari istri pertama. Jadi takut bila harta Edward jatuh pada tanganku."
Ayara berbicara didalam hatinya dan kemudian menghembuskan nafas panjang. Sungguh semua ini sangat sulit untuk dia lalui bila saja tidak ada keluarga Rafael yang memberinya dukungan.
Lama Ayara menunggu. Barulah Alvian keluar dalam keadaan hanya memakai handuk putih melilit pada pinggangnya. Ternyata pemuda itu sudah mandi lebih dulu daripada istrinya.
Cup!
"Mandilah! Airnya sudah aku siapkan," ucap Alvian mengecup pucuk kepala istrinya yang lagi duduk termenung di atas sofa.
"Alvin, kau juga mandi?" tebak Ayara karena bau harum sabun mandi dan shampoo dari tubuh suaminya. Walaupun dia tidak menoleh kearah belakang, tapi Ayara tahu bahwa suaminya selesai mandi.
"Iya, biar bisa berpikiran dengan tenang," jawab Alvian yang ingin melakukan live untuk para fansnya. Walaupun dia tidak bisa mengklarifikasi semuanya. Setidaknya Alvian bisa memberikan sedikit penjelasan tentang skandal yang sedang terjadi saat ini.
"Apakah kau mau pergi?"
"Tidak istriku! Aku akan dirumah menemanimu. Tidak akan pergi kemana-mana." jawaban Alvian membuat Ayara berdiri dari duduknya dan baru menatap tubuh putih si artis papan atas degan intens dan berkata.
"Sebetulnya bila tidak ada masalah dengan kelahiran putri kita. Aku sangat senang semua orang tahu bahwa member ALV yang bernama Alvian sudah memiliki istri. Agar tidak ada lagi rekanmu yang menjadi sainganku." seloroh Aya yang membuat Alvian tersenyum sumringah.
"Aya, kau satu-satunya wanitaku, jadi mau seperti apapun sainganmu. Mereka sungguh tidak akan bisa menggeser posisi Ayara ku. Apalagi menempatkan tempatnya dihatiku." jawab Alvian yang memang tidak pernah tertarik pada wanita manapun.
Cintanya untuk Ayara seakan-akan sudah menyatu menjadi darah daging. Tidak mungkin ada yang bisa merebutnya dari Ayara.
... BERSAMBUNG.... ...