I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Jantung Kehidupan.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Wah, sangat berbeda bila sudah memiliki istri. Ketampanan seorang Ian ALV terlihat sangat jelas berseri-seri. Tapi kalau Kakak harus jujur kau dan Ayara tidak seperti pengantin lama, Ian. Tapi... seperti pengantin baru saja," ucap Kak Mauza begitu melihat Alvian dan Ayara baru saja datang dengan saling bergandengan tangan.


"Haa... ha... Kak, mereka sejak pacaran memang sudah seperti itu. Selalu bermesraan. Jadi jangan heran melihat keromantisan mereka," tawa Sandy karena tahu bahwa orang-orang yang ada disana heran karena Alvian memperlakukan Ayara seperti orang yang baru saja menikah.


"Kalau begitu memang dasar Ian kita yang romantis," Kak Mauza juga ikut tersenyum pada pasangan suami-istri yang hanya saling tersenyum saat mereka dibicarakan.


"Richard, apakah kau tahu jika Ayara juga akan ikut bersama Alvian?" bisik Alice pada Richard.


"Tidak! Aku baru tahu ini." jawab pemuda itu yang sejak tadi ikut menatap pada Alvian.


"Istrinya sangat cantik, jadi sudah pasti dia ingin selalu bersama dengan Ayara," lanjut teman satu member dengan Richard.


"Huem, kau benar! Mereka benar-benar pasangan yang cocok dan membuat kita iri melihatnya. Aku jadi ingin bertemu dengan putrinya secara langsung. Ingin mengetahui perpaduan dua orang yang sama-sama sempurna akan seperti apa," sambung Richard tersenyum bersama para sahabatnya.


"Dari siaran televisi saja sudah terlihat sangat cantik. Apalagi nyatanya, sudah pasti lebih cantik lagi," imbuh pemuda yang satunya lagi.


"Haaa... ha.. aku jadi ingin menikah juga. Sepertinya Alvian sangat bahagia meskipun diumur masih muda. Telah memiliki anak dan istri," Richard bersama teman-temannya kembali membicarakan Alvian.


Sehingga membuat Alice semakin terbakar apa iri dan dengki. Sungguh dia tidak ingin mendengarkan hal tersebut. Namun, keberadaan Ayara membuatnya tidak bisa banyak bertindak.


"Hey... Smith kemana?.Kenapa dia bisa terlambat?" tanya Naufal sudah kesal harus menunggu di dalam ruang tunggu bandara bersama para artis terkenal dan Kru yang akan bertanggung jawab untuk memastikan panggung mereka layak atau tidaknya.


Semuanya sudah diatur sesempurna mungkin. Jadi tidak ada yang namanya hambatan bagi artis dari Agensi AX Si. Apalagi para member ALV. Mereka berlima adalah prioritas utama Staf Muzaki.


Jika para artis lainnya selalu dibantu oleh staf satu Tim saja. Jadi tetap ada perbedaan dengan ke lima member ALV yang menduduki sebagai aset negara.


"Smith lagi dalam perjalanan. Tadi beliau menghadiri upacara kematian kerabatnya. Jadi tidak bisa berangkat lebih awal," jawab salah satu staf yang mengantikan beliau.


"Oh, pantas saja," sahut Alvian sambil menarik lembut tangan istrinya untuk menunggu sambil duduk dengan keempat sahabatnya.


"Apakah Via tidak menangis karena mau ikut? Bukannya ini adalah kali pertama dia ditinggal mamanya?" tanya Hanan yang duduk disamping Ayara.


"Tidak, Kak. Dia malah sibuk agar aku ikut bersama papanya," jawab Ayara tersenyum melihat pada suaminya.


"Wah, si princess tahu sekali jika papa dan mamanya sudah bebas mau pergi bersama. Jadi dia menyuruh mamanya untuk ikut," ujar Naufal yang tidak pernah menyebutkan nama Vania. Tapi selalu menyebut princess.


"Tentu saja. Dia selalu menempel pada papa ku. Jadi aku tidak khawatir saat meninggalkan dirinya pada orang tuanku," Alvian yang menjawab.


"Nanti setelah jadwal kita longgar. Aku dan Aya mau pergi jalan-jalan. Jadi jika kalian mau ikut, jangan membuat jadwal lain," lanjut Alvian lagi yang berbicara dengan keempat sahabatnya.


Namun, Alice yang mendengar ikut-ikutan menimpali karena mereka berdada di satu ruangan yang sama.


"Mau jalan-jalan di tempat indah saja. Jika mau ikut ya ikut saja. Tidak masalah," jawab Alvian yang langsung mendapat lirikan dari istrinya.


"Baiklah! Kalau begitu aku akan ikut. soalnya aku dengar dari orang-orang yang pernah ke sana. Kota xx sangat terkenal memiliki keindahan daripada kota kita," putus gadis itu tersenyum lebar. "Rima, nanti kau ikut saja biar lebih ramai," ucap Alice pada sahabatnya.


"Nona Ayara... Agh, maaf aku lupa! Maksudku Ayara. Aku tidak akan mengaggu kalian kan bila ikut juga?" tanya Alice dengan menampilkan wajah seperti orang tidak enakan. Padahal Alice sengaja ingin ikut agar bisa dekat-dekat dengan Alvian.


Mendengar ucapan Alice. Membuat Ayara tersenyum pada wanita itu sambil berkata.


"Tentu saja tidak, Alice. Aku sangat senang bila kau ikut serta, karena semakin banyak orang. Tentu akan semakin seru," jawab Aya yang malah menampilkan senyuman manisnya.


"Jika aku ingin mengetahui Alvian menyukainya atau tidak. Bukannya sekarang saat nya dan kau, Alice. Akan aku buat kau kepanasan karena ingin merebut Alvin ku."


Gumam Ayara didalam hati dan hal tersebut membuat Alvian menatap kearah istrinya dengan tatapan yang hanya Ayara saja bisa mengartikannya.



"Kenapa?" tanya Ayara saling pandang sampai menurunkan kacamata yang ia pakai. Sehingga Alvian balas menatap sang istri penuh cinta.


Apabila orang yang tidak mengerti akan mengira bahwa kedua pasangan suami-istri itu sedang bertengkar ataupun marahan. Namun, nyatanya lagi bermesraan lewat tatapan yang selalu membuat saling nyaman.


"Aaaaa... istriku mengemaskan sekali. Jika bukan lagi di bandara. Akan aku cium bibirnya." teriak Alvian didalam hatinya.



"Papanya Via, ada apa, huem? Aku merasakan ada yang aneh dari caramu menatapku," si ibu muda itu sengaja berbicara degan mengatakan Papanya Via. Agar Alice sadar diri bahwa Alvian adalah miliknya.


"I love you! Aku hanya ingin mengatakan itu saja," jawaban Alvian langsung membuat ruangan itu heboh.


Untungnya hanya ada rombongan mereka. Jadi bebas mau ribut pun tidak menjadi masalah karena tempat itu lagi di tutup total untuk umum.


"Aku rasa pagi ini sudah lebih dari lima kali kau mengatakan cinta padaku," Ayara yang memang sengaja ingin membuat Alice cemburu semakin memanasi wanita itu.


"Aya, apakah Alvian selalu seperti itu? Bucin sekali," imbuh Kak Mauza karena dia juga ada di bangku sebelahnya lagi.


"Iya, Kak..Alvin memang selalu seperti itu," Aya menjawab bangga.


"Ha... ha... panaskan. Suruh siapa kau mau menganggu suamiku," Ayara tertawa di dalam hatinya karena melihat wajah Alice yang tadinya berpura-pura tersenyum ramah. Malah jadi masam.


"Pantas saja kalian terlihat seperti pengantin baru terus. Apabila sampai saat ini selalu bersikap romantis. Jujur Kakak sangat senang melihat hubungan kalian berdua," imbuh Kak Mauza yang memang tidak memanggil Ayara. Dengan sebutan nona seperti orang lain. Dia hanya menyebutkan namanya saja.


"Aku benar-benar sangat mencintai istriku Kak. Makanya selalu mengungkapkan kata cinta. Sebab Ayara bagaikan jantung kehidupan bagiku," ungkap Alvian sudah menarik agar Aya bersandar pada bahunya.


Dasar bucin akut! Tidak tahu tempat bila ingin bermesraan bersama istrinya.


...BERSAMBUNG......