
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Kleeek!
Suara pintu kamar yang dibuka oleh Alvian.
"Alvin, apakah kau sudah bicara sama papa?" tanya Ayara yang selesai memakai baju rumahan. Ternyata segala perlengkapan anak, menantu dan cucunya. Sudah disiapkan oleh Tuan Edward.
Pria setengah baya itu benar-benar sudah berubah dan telah menjadi ayah terbaik untuk putrinya.
"Sudah!" Alvian menjawab singkat. Lalu setelah mengunci pintu kamar tersebut. Dia berjalan mendekati istrinya yang lagi duduk di depan meja rias.
"Sepertinya kita akan tetap tinggal di sini sampai Keadaannya aman, sayang. Tidak masalah, kan?" ucap pemuda itu setelah mengecup lama pucuk kepala istrinya.
Ayara mendongak keatas dan menatap pada Alvian. "Asalkan terus bersama mu, tentu saja tidak masalah," jawabanya sekalian juga bisa lebih dekat dengan Tuan Edward sekalian. Seperti itulah yang Aya pikirkan.
"Tentu saja kita akan terus bersama. Kau jangan banyak pikiran ya, semua masalah ini pasti bisa diselesaikan. Asalkan kau tetap tenang. Supaya aku bisa berpikiran mencari solusinya," kata Alvian sudah berpindah duduk dihadapan istrinya dan mengenggam kedua tangan Ayara.
"Huem... iya, aku tidak akan banyak pikiran. Karena sekarang aku tidak sendirian, tapi ada dirimu, Papa Abi dan Papa Edward,"
"Benar sekali, ada aku dan kedua orang tua kita. Jadi kau cukup pikirkan kesehatanmu dan juga calon buah hati kita, oke," Alvian tersenyum seraya mengelus pipi istrinya.
"Ayo, istirahatlah, biar aku temani sampai kau tidur," ajaknya lagi karena Alvian mau melakukan live untuk mengetahui seperti apa tanggapan para pengikutnya.
Apabila ada Ayara bersamanya. Alvian takut sang istri melihat hujatan dari para fans ALV yang tidak terlalu kecewa. Atau bisa jadi Heater menyamar sebagaimana fansnya.
"Tapi ini sudah sore," keluh wanita itu melihat jam sudah pukul empat sore.
"Tidak apa-apa, setidaknya kau tidur sampai jam lima. Nanti aku bangunkan,"
"Baiklah!" Ayara pun akhirnya setuju untuk istirahat. Dengan gerakan pelan pasangan suami-istri itu naik ke atas ranjang karena takut apabila pergerakan mereka malah membangunkan tidur nyenyak.
Gumam Alvian di dalam hatinya sambil mengelus kepala Ayara.
"Semoga masalah ini cepat selesai. Mungkin memang sudah jalannya orang-orang tahu jika aku bukanlah anak dari seorang pembantu."
Bukan hanya Alvian yang bergumam. Tapi juga Ayara. Namun, si ibu muda itu tidak berpikiran negatif. Dia justru berpikir sebaliknya.
Lama bergelut dengan pikirannya sendiri. Tidak sampai lima belas menit, Ayara pun sudah tidur menyusul putri mereka.
Cup, cup. Muaach!
"Tidurlah! Aku akan live sebentar," bisik pemuda itu setelah mencium anak dan istrinya secara bergantian.
Lalu Alvian turun dari atas ranjang dan mengambil laptop yang ada di meja belajar beserta ponselnya.
Ya, Tuan Edward memang menyiapkan meja belajar juga di dalam kamar tersebut. Tidak ubahnya seperti kamar Ayara saat masih gadis. Hanya barang-barangnya baru semua dan ruangannya di renovasi ulang.
"Huh!" Alvian menghembuskan nafas panjang sebelum mulai menghubungkan degan ponselnya pada aplikasi khusus untuk member ALV.
"Kita mulai..." ucapnya menekan tombol klik memulai siaran langsung.
Begitu Alvian menekan tombol mulai. Jutaan pengikutnya langsung menonton siaran tersebut. Puluhan komentar langsung masuk secara bersamaan.
Belum sampai sepuluh menit yang menon,sudah lebih dari lima milyar orang. Namun, Alvian belum ada berbicara sepatah katapun dan masih menatap berbagai komentar yang masuk.
"Maaf... mungkin kalian semua mengira jika aku sudah berbohong," ucapnya setelah melihat ada komentar yang menghujat bahwa member ALV adalah pembohong. Begitu pula dengan Agenci AX Si.
"Aku akan mengklarifikasi tentang pertanyaan kalian. Namun, bukan sekarang," lanjutnya lagi karena kebanyakan pertanyaan para fansnya adalah tentang siapa sosok Ayara yang sebenarnya.
Benarkah anak seorang pembantu? Atau anak dari pengusaha kaya seperti berita yang disebarkan oleh Heater saat ini.
... BERSAMBUNG... ...