
๐น๐น๐น๐น๐น๐น
... HAPPY READING... ...
.
.
"Huem!" Lula dengan sengaja berdehem agar Bara menyadari bahwa dirinya sudah selesai mandi. Entah mengapa setelah tanpa sengaja mendengar pembicaraan suami dan ibu mertuanya. Membuat rasa canggung tiba-tiba pada diri gadis itu.
"Bar, apakah kau tidak mau mandi. Ini sudah malam dan aku juga sudah menyiapkan air mani untukmu," ucap Lula seakan-akan dia tidak mendengar apa-apa.
"Lu--lula! Sejak kapan kau ada di situ?" tanya Bara tergagap dengan jantung berdebar-debar.
"Baru saja. Apakah kau tidak mendengar aku membuka pintu kamar mandinya?" imbuh gadis itu tersenyum kecil dibalik rasa perih dihatinya.
Ya, walaupun sadar diri bahwa dia adalah orang tidak punya dan tak pantas bersanding bersama Bara. Tetap saja hati Lula sangat terluka.
Seharusnya malam ini dia masih merasakan kebahagiaan atas pernikahan mereka. Namun, ternyata rasa tidak suka ibu mertuanya langsung bertindak agar Bara jangan sampai menghamilinya.
Bagaimana mungkin ada ibu yang tega berkata demikian? Apakah dia bukan seorang wanita? Sehingga benar-benar tidak memberikan waktu ataupun celah untuk Lula dan Bara menikmati yang namanya indah pernikahan.
"Agh, maaf. Aku tidak mendengarnya karena lagi berbicara bersama mama," Bara yang gugup sampai menunjukkan layar ponselnya pada sang istri.
"Oh, pantas saja. Kalau begitu lanjutkan! Aku mau tidur karena mataku sangat mengantuk," lagi-lagi Lula tersenyum.
Mungkin karena mereka sudah pernah tinggal satu apartemen dan kamar hingga beberapa hari. Membuat gadis itu tidak merasa canggung lagi untuk tidur lebih dulu karena mereka sudah pernah berbagi tempat tidur.
๐ฑBara : "Ma, sudah dulu, ya. Bara mau mandi karena Lula sudah selesai membersihkan tubuhnya," ucap pemuda itu kembali berbicara pada mamanya karena sambungan telepon mereka belum terputus.
๐ฑNyonya Patricia : "Iya, baiklah! Tapi ingatlah pesan Mama tadi. Ini untuk kebaikan kalian berdua," setelah berbicara demikian wanita tersebut langsung memutuskan sambungan telepon mereka.
"Apakah diamnya mama karena tidak merestui hubungan ku dan Lula. Tapi apa salahnya kami menikah. Lula gadis yang sangat baik?"
Gumam Bara yang juga tidak menjawab permintaan mamanya tadi. Pemuda itu bingung mau berkata apa. Dia belum tahu persis mengapa sang ibu mencegahnya menghamili istrinya sendiri.
"Huem, iya. Mandilah karena aku juga mau tidur duluan." jawab Lula yang disertai anggukan kepalanya.
"Iya, aku mandi dulu. Eum... terima kasih karena sudah menyiapkan air nya," Bara mengelus kepala Lula sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
"Bara... Maafkan Aku yang terpaksa berbohong padamu. Aku hanya ingin mengetahui apakah kau akan mengikuti permintaan ibumu atau mengikuti kata hatimu sendiri."
Gumam Lula seraya menyeka air matanya. Gadis itu takut apabila sang suami sampai mengikuti perkataan ibu mertuanya. Itu berarti bahwa dia tidak berharga bagi Bara. Begitulah kiranya yang ada dibenak Lula saat ini.
Namun, karena hatinya lagi tidak menentu. Lula tidak bisa tidur seperti yang dia ucapkan. hanya matanya saja yang terpejam. Begitulah sampai Bara selesai membersihkan tubuhnya.
Akan tetapi pemuda itu berjalan melewati tempat tidur begitu saja karena mengira bahwa Lula benar-benar sudah tidur.
Setelah selesai memakai pakaian rumahan. Pemuda tampan itu pun menyusul naik keatas tempat tidur. Lalu dengan gerakan pelan Bara memindahkan kepala Lula agar menjadikan lengannya sebagai bantal.
Cup!
"Tidurlah! Aku menyayangimu," bisiknya yang ikut memejamkan mata. Mungkin karena sama-sama merasakan kenyamanan pasangan suami istri itu pun sudah masuk ke alam mimpinya masing-masing dan melewatkan malam pertama mereka.
Entah pernikahan seperti apa yang akan dijalani oleh member ALV tersebut. Akankah perjalanan rumah tangganya bahagia seperti Alvian dan Lula? Atau malah sebaliknya karena diantara hubungan tersebut ada tembok penghalang bagi keduanya.
Sedangkan hubungan Alvian walupun pernah berpisah. Namun, pemuda itu memiliki cinta yang sangat besar pada Aya. Belum lagi keluarga Rafael mendukung hubungan keduanya.
... BERSAMBUNG... ...
.
.
...Hai....hai... mohon maaf ya karena sampai saat ini Mak Author hanya bisa update sekuatnya. Karena keadaan Mak Author belum benar-benar pulih. Di sini Mak cuma mau memberitahukan bahwa di BAB berikutnya akan lebih banyak menceritakan tentang rumah tangga Bara dan Lula. Soalnya Alvian dan Aya sudah bahagia. Namun, tetap ada kisah mereka juga....
... Terima kasih ๐๐๐๐...