I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Pujaan Hati.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


.


.


Berhubung hari ini adalah konser ALV yang sudah dinantikan oleh masyarakat banyak. Jadi Bibi Atika juga meliburkan karyawannya nya. Sebab sudah pasti tidak akan ada yang berbelanja bunga ataupun bingkisan lainya. Apalagi Lula akan berangkat menonton dari jam tiga karena gadis itu mendapatkan kesempatan untuk bertemu para member bersama para fans yang lainnya.


Suatu kebetulan bagi Aya yang sudah mulai merasakan kontraksi. Namun, dia tidak memberitahu Lula, karena takut sahabatnya itu malah tidak jadi menonton konser ALV.


Jadi sejak siang dia tahan sendiri. Namun, perlengkapan bayinya sudah ia siapkan apabila benar-benar mau melahirkan Aya akan berangkat sendiri ke rumah sakit tempat biasa dia melakukan pemeriksaan.


"Lula aku berkeringat dingin, coba kau pegang kedua telapak tangan ku. Aku serasa mau pingsan juga. Sebentar lagi kita akan bertemu dengan pujaan hati," ucap salah satu teman baik Lula juga selain Aya. Gadis itu bernama Mila. Dia adalah fans beratnya Alvian dan Naufal.


Segala pernak pernik sudah mereka beli. Tinggal menunggu antrian yang hanya untuk seratus dua puluh orang saja. Pertemuan antara fans dan member kali ini sengaja dibatasi oleh Staf Muzaki karena waktu tampilnya member ALV adalah jam delapan malam.


Untungnya dari sekian juta penonton, nasip baik Lula dapat bertemu Aldebaran dan member lainya. Meskipun dengan urutan ke sembilan puluh tujuh. Itu tidak jadi masalah, karena urutan ke seribu pun pasti Lula akan sabar menantinya.


"Hai, apa yang kau katakan! Apakah kau tidak melihat wajahku sudah pucat seakan mau serangan jantung sekarang juga." jawab Lula juga merasakan hal yang sama dengan fans lainya.


"Ternyata kau juga merasa gugup," sahut salah satu fans yang lainnya. Mereka saling mengungkapkan perasaannya masing-masing.


"Aku rasa kita semua merasakan hal yang sama," imbuh para gadis yang mendengar pembicaraan mereka. Saat ini para fans yang mendapatkan kesempatan untuk bertemu idola mereka masing-masing. Sedangkan berkumpul di aula pintu masuk setelah dilakukan pengecekan karcis.


"Iya, aku tahu," jawab Lula tersenyum. "Apakah aku sudah terlihat cantik?" tanyanya memasang bando pita berwarna biru muda, yang ada foto Aldebaran.


"Sangat, kau terlihat sangat cantik. Tapi aku masih penasaran. Kau punya uang darimana bisa membeli gaun seindah ini?" kata Mila menelisik penampilan temannya yang mengenakan dress berwarna pick. Dress tersebut hanya sebatas lutut dengan hiasan cantik di bagian dadanya.


"Ini---"


"Nomor urut sembilan puluh tujuh," ucap Staf melihat kearah mereka semua.


"Itu aku! Mila nanti aku akan ceritakan, sekarang waktunya aku bertemu Albar kekasihku," Lula yang sudah dipanggil pun pergi kearah pintu keruangan di mana dia bisa bertemu member ALV. Sebab jika ingin bertemu artis lainya ruangannya berbeda.


"Baiklah, selamat berjuang dan tolong katakan pada Opal dan Ian bahwa aku akan segera datang," canda Mila semakin girang menunggu giliran dirinya.


Lula yang sudah disuruh masuk oleh staf tidak menjawab. Dia hanya fokus pada tujuannya saja. Salah-salah nanti dia malah tidak diberi izin buat bertemu para Fansnya.


"Terima kasih," ucap gadis itu yang diangguki oleh staf dan bodyguard member ALV.


"Ya Tuhan! Ternyata di dalam sini sangat ramai penjaganya. Aku kira tidak ada orang, dan semoga aku tidak pingsan sebelum bertemu Albar, ku,"


Gumam Lula mengikuti satu orang bodyguard yang menuntunnya kearah tempat khusus ketika para fans bersalaman, memberikan hadiah atau tanda tangan dan hal yang lainya.


...BERSAMBUNG......