I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Masih Merajuk.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Sore harinya. Alvian dan member lainnya sudah bersiap-siap mau melakukan gladi resik pada panggung megah tempat mereka tampil nanti malam. Sekalian juga bertemu Fans ALV sekitar seratus lima puluh orang kurang lebih.


Sangat terbatas tidak sama seperti biasanya. soalnya selain para member ALV masih lelah. Jadwal mereka konser di negara tersebut juga cukup menghabiskan waktu dan menguras tenaga.


Tadi siang, setelah mendengar cerita dari Bara sahabatnya. Alvian menelepon istri dan anaknya karena dia memang belum memberi kabar.


Hampir empat puluh menit mengobrol bersama Aya. Alvian langsung berpamitan mau tidur siang, karena dia memang harus menjaga kondisi tubuhnya agar selalu fit, bukan hanya pikiran saja yang harus tenang.


Lagian Vania juga tidak mau lagi berbicara bila lama-lama. Soalnya si cantik masih merajuk pada sang ayah. Gara-garanya tidak diajak menaiki pesawat.


Padahal Alvian sudah mengatakan akan membawa sang putri kemanapun yang Vania mau. Namun, tunggu dia kembali dari Amerika. Akan tetapi Vania tidak mau dan daripada kembali menangis lagi. Ayara menyuruh putri mereka bermain.


"Al, kau sudah siap?" tanya Bara yang baru keluar dari kamar mandi.


"Iya, kau bersiap-siap saja karena aku mau mengabari Aya. Kalau kita mau bertemu para Fans ALV." jawab Alvian baru saja pindah tempat duduk ke sofa yang ada didalam kamar hotel mereka.


"Haa... ha... apakah kau takut istrimu cemburu?" tawa Bara sambil mengenakan pakaiannya yang diantar oleh Manejer masing-masing.


"Kau belum tahu rasanya kehilangan, Bar. Jujur saja, rasanya lebih baik aku berurusan dengan papaku. Daripada harus membuat Ayara ku marah. Aku takut dia berpikiran macam-macam karena kita akan bertemu para gadis yang tergila-gila pada kita," Alvian ikut tersenyum sambil menekan tombol panggil pada ponsel mahalnya yang sama dengan merk milik Ayara.


Pemuda itu membeli ponsel yang sama, dari harga, merk dan tipe nya. Hanya warna ponsel mereka saja yang berbeda.


"Semoga aku tidak pernah merasakannya." jawab Bara yang melanjutkan bersiap-siap sambil mendengarkan Alvian menelepon Ayara.


Ttttddd!


Ttttddd!


📱 Alvin : "Sayang, kau lagi membuat apa?" tanya si tampan melihat istrinya lagi berada di dalam dapur bersih.


📱 Ayara : "Aku mau memasak untuk menyambut kedatangan Lula. Tadi setengah jam lalu dia berkata sudah sampai perbatasan kota. Mungkin sekitar satu jam lagi dia sudah datang." jawab Ayara tersenyum bahagia karena akan bertemu sang sahabat dan juga merasa bahagia karena Alvian selalu menelpon dirinya.


Sehingga Ayara merasa berharga dan tidak inscuer gara-gara sang suami dikelilingi oleh gadis-gadis cantik. Apalagi semua berita mengatakan bahwa Alvian berpacaran dan akan menikah dengan Alice.


Istri mana yang akan baik-baik saja dan tidak cemburu dibuatnya. Bila Alvian cuek, tidak menghubunginya. Mungkin Ayara sudah merasakan sakit hati dan cemburu pada hal yang belum tentu benar dilakukan oleh Alvian.


📱 Alvian : "Wah, benarkah! Aku ikut bahagia mendengarnya," pemuda itu, ikut tersenyum melihat wajah bahagia sang istri dan berpura-pura tidak tahu bahwa Lula akan datang ke kota S sore ini.


📱 Ayara : "Aku tahu semua ini kau dan papa yang melakukan. Agar Lula mau menerima rumah yang diberikan sebagai hadiah karena sudah baik pada kami selama berada di kota B. Jadi berhentilah berpura-pura," cibir Ayara tapi tetap masih tersenyum bahagia.


📱 Ayara : "Tapi meskipun kau sudah berbohong tidak jujur padaku tentang Lula yang mau pindah ke sini. Aku tetap akan memberikan hadiah sebagai rasa terima kasihku. Jadi kau boleh meminta hadiah padaku. Asalkan jangan yang harganya mahal, karena aku tidak punya uang buat membelinya."


📱 Alvian : "Apakah kau serius? Aku boleh meminta hadiah padamu?" Alvian semakin tersenyum penuh makna.


📱 Alvian : "Kenapa masih tidak punya uang? Bukannya aku sudah memberimu kartu black card. Kau istriku, Ayara Febriani Jasmeen Rafael. Jadi kau gunakan uang yang ada di kartu itu, memangnya punya siapa lagi." seru Alvian menyebutkan nama Ayara dengan nama belakang keluarganya.


📱 Ayara : "Kenapa ada nama Rafael nya?" tanya Ayara hanya fokus pada namanya saja.


📱 Alvian : "Kau kan istriku, jadi tentu saja nama kau dan putri kita akan ada nama Rafael nya."


📱 Ayara : "Eum... terima---"


📱 Alvian : "Tidak boleh mengucapkan kata terima kasih. Sekarang katakan apakah aku boleh meminta hadiah apa saja?" si tampan member ALV kembali lagi membahas tentang hadiah yang dikatakan oleh sang istri.


📱 Ayara : "Alvin, kau itu sudah kaya, kenapa semagat sekali meminta hadiah padaku. Dasar serakah!" ejek Ayara yang sudah berjalan meninggalkan dapur bersih menuju ruang keluarga. Soalnya di belakang ada dua orang pelayan yang lagi membantu dirinya.


📱 Alvian : Jika hadiah darimu tentu saja berbeda, karena yang memberikannya gadis yang sangat spesial dan sangat aku cintai."


"Agh, ternyata setelah hampir empat tahun berpisah kalian berdua tetap tidak ada bedanya. Sama-sama bucin akut," ujar Bara yang tidak tahan mendengar pembicaraan pasangan suami-istri yang saling mencintai.


"Diamlah! Kau mengaggu saja," jawab Alvian tertawa pada sahabatnya yang juga duduk di sofa sebrang tempat yang dia duduki.


📱 Alvian : "Sayang, kenapa diam saja? Jadi bagaimana tentang hadiahnya?"


📱 Ayara : "Hadiahnya menuggu kau pulang saja. Nanti aku sendiri yang akan memilihnya untuk mu." putus Ayara karena takut Alvian menyebutkan harga yang mahal. Soalnya pemuda itu tidak mungkin mengetahui harga-harga barang yang murah.


📱 Alvian : "Oke, baiklah! Itu lebih bagus bila kau sendiri yang memilihnya untuk ku, karena apapun itu tentu sangat berharga bagiku. Sama seperti kau dan buah cinta kita yang lagi merajuk tidak mau bicara padaku." Alvian tergelak saat mengatakan putrinya yang lagi merajuk.


📱 Ayara : "Vania merajuk karena ini adalah perpisahan setelah dia benar-benar mengetahui bahwa kalau ada ayahnya. Tadi saja sangat sulit untuk membujuknya agar tidak menangis lagi.


📱 Alvian : "Maafkan aku, karena belum bisa membawa kalian pergi bersamaku. Tapi aku berjanji jika semua ini tidak akan lama."


📱 Ayara : "Tidak usah terlalu dipikirkan, nanti juga Vania akan mau bicara denganmu."


📱 Alvian : "Huem, aku tahu jika Princess marahnya tidak akan lama. Oh ya sayang, sudah dulu, ya. Soalnya aku mau berangkat sekarang ke tempat acaranya nanti malam berlangsung dan menemui para fansnya ALV.


📱 Ayara : Iya matikan seja, hati-hati,"


📱 Alvian : "Baik istriku. Aku mencintaimu." ucap Alvian yang langsung mendapatkan balasan dari Ayara tanpa dia duga.



📱 Ayara :"Aku juga mencintaimu," setelah memperagakan tangannya seperti lambang cinta. Ayara memutuskan sambungan telepon mereka lebih dulu.


...BERSAMBUNG......


.


.