
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Malam harinya, Alvian dan keempat sahabatnya sudah bersiap-siap untuk tampil. Debut kali ini Alvian, atau yang biasa di sapa Ian oleh para fansnya. Tidak seperti biasanya.
Alvian lebih banyak diam tidak bercanda ataupun menyapa para stafnya. Sehingga semua orang mengira bahwa dia sedang sakit. Padahal yang sakit itu bukan tubuhnya melainkan hati.
"Al, jika kau tidak kuat, maka nanti jangan ikutan ngedance." ucap Hanan menepuk pundak Alvian. Sebab mereka semua tahu bahwa sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Huem! Thanks ya, karena kalian semua sudah mengerti posisiku saat ini," jawab Alvian memaksakan untuk tersenyum. Jika bukan karena para fans ALV. Maka Alvian sudah meninggalkan hotel sejak kemaren siang.
Namun, dia paksakan untuk tetap bertahan agar tidak mengecewakan keempat sahabat, para fansnya dan juga Staf yang sudah benar-benar berjuang untuk mereka melakukan tour di kota tersebut.
"Hei... apa yang kau katakan, kita ini adalah sahabat. Jadi apapun itu, kami pasti akan selalu mendukung mu," sahut Naufal juga ikut menepuk pelan pundaknya.
Tap!
Tap!
Suara langkah kaki Staf Muzaki memasuki ruangan tempat mereka melakukan make up dan persiapan lainnya.
"Mauza, apakah semuanya sudah perfect?" tanya beliau pada bagian make overnya langsung. Soalnya biasanya juga yang bermasalah itu adalah Kak mauza dan rekannya.
Jika para member ALV tidak pernah ada kendala. Asalkan sudah ada pakaian yang cocok buat Alvian, karena sejauh ini hanya dialah yang begitu pemilih dalam memakai baju saat konser berlangsung.
"Sudah Smith, Saya sudah mengecek kembali." jawab Kak Mauza, karena Staf Muzaki adalah orang Inggris. Jadi semua bawahannya memanggil dia Smith Muzaki.
"Baguslah! Jika begitu mereka akan keluar pukul delapan, empat-empat." Staf Muzaki pergi berjalan mendekati para Boyband ALV yang menjadi anak asuhnya sejak tiga tahun lebih.
"Bagaimana?" ucapnya pada Hanan dan yang lainnya.
"Semuanya sudah siap Smith. Hanya saja nanti posisi Alvian akan digantikan oleh Sandy. Dia kurang enak badan, jadi Sandy yang akan ngedance bersama Bara," jawab Hanan menjelaskan karena dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Alvian.
"Tidak masalah! Tapi tadi siang kalian sudah latihan di atas panggung kita malam ini, kan?"
"Sudah Smith, kami sudah melakukan gladi. Jadi begitu keluar nanti Alvian akan berada di belakang. Kita harus mengatur seperti itu, agar tidak terlihat bahwa dia tidak ngedance." jelas Bara yang duduk tepat di sebelah Alvian.
"You just look perfect, jadi jangan terlalu khawatir. Saya sangat yakin, Alvian bisa ngedance atau tidak. Maka tak ada pengaruhnya bagi fans ALV." ucap lelaki itu yang tidak banyak menuntut lagi seperti dulu.
Sebab ALV adalah aset permata mereka. Bahkan oleh presiden di dunia halu juga sudah diakui sebagai aset negara.
"Nanti saat diberi waktu menyapa para pengemar sebelum acaranya berakhir. Alvian bisa menyanyikan lagu yang dia ciptakan sendiri. Anggap saja sebagai ganti dance-nya malam ini," Staf Muzaki tersenyum pada Alvian.
"Bagaimana, Al. Apakah kau mau menyanyi satu lagu buat menyenangi hati para fans kita?" Naufal bertanya tidak yakin.
Soalnya saat ini hati Alvian sedang tidak baik-baik saja. Beda cerita sebelum dia bertemu Aya hari ini. Alvian, Sandy dan Hanan sering menyanyikan lagu ciptaannya sendiri sebagai bonus untuk para fans mereka.
"Huem! Bukan ide yang buruk, Aku akan menyanyikan satu buah lagu," jawab Alvian mengangguk setuju.
"Oke, tujuh menit lagi. Ayo, kita bersiap-siap." ajak Staf Muzaki bertepuk tangan.
"Al, ayo," Bara mengulurkan tangannya buat membantu Alvian berdiri.
"Thanks! Aku baik-baik saja. Jadi kau tidak perlu menatapku seperti tidak berdaya," ucap Alvian memaksakan untuk tersenyum.
"Iya, iya! Lebih baik aku percaya saja," tawa Bara yang sudah merangkul bahu Alvian. Mereka berpisah apabila sudah berada di tangga untuk menaiki panggung besar.
"Why!" seru Alvian menatap pada Naufal yang berjalan mendekatinya.
"Kau pasti bisa, ingatlah! Besok kau mau mencari Aya dan putrimu. Jadi jangan kacau kan semuanya. Hanya karena kau gagal fokus," jawab Naufal memberikan semangat.
"Huem, aku tidak akan mengecewakan kalian." jawab Alvian mengangguk diiringi senyuman kecil.
Entah mengapa mendengar temannya menyebutkan kata putrimu. Hati Alvian terasa menghangat. Dia sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok.
Satu harapan bahwa dia pasti menemukan tempat tinggal Aya adalah. Alvian masih mengingat pernah melihat Ayara di pinggir jalan dengan perut besarnya.
Jadi tempat yang akan Alvian datangi adalah daerah pusat ibukota B. Apabila daerah sana tidak menemukan juga, maka baru mencari di tempat lain. Pemuda itu sudah bertekad tidak akan kembali ke kota S. Apabila belum menemukan Ayara dan putrinya
"Al, kau siap?" tanya Hanan mulai mengatur posisi. Malam ini yang duluan naik ke panggung adalah Bara dan Sandy.
"Iya, terus saja, aku sudah tahu posisiku," jawab Alvian juga bersiap-siap. Setelah itu mereka berlima pun mulai menaiki panggung megah tersebut satu persatu. Sambil membawakan laku andalan mereka.
"Saat malam datang, aku mulai teringat pada mu yang jauh di sana..." Begitu terdengar suara Sandy. Jeritan para penonton semakin riuh.
"Mungkinkah itu suatu pertanda bahwa sudah saatnya aku datang padamu," Bara datang dari sebelah kanan panggung tersebut. Lalu diikuti oleh para member lainya termasuk Alvian yang mukanya langsung disorot oleh kamera.
"Tolong ceritakan padaku tentang kisah mu hari ini. Agar aku bisa melupakan mu walaupun hanya sementara..." sambut Alvian mulai bisa mengatasi galau yang ia rasakan.
Jadi malam ini dia masih bisa tampil dengan baik. Walaupun tidak ada ngedance ala Alvian. Akan tetapi para fans yang sudah mengeluarkan uang ratusan Dolar. Agar bisa berada tepat di depan panggung. Tidak merasa kecewa oleh penampilannya
Biasanya selain menjadi vokalis inti, Alvian juga yang paling lincah ketika berada diatas panggung. Berbeda apabila di kehidupan hari-hari biasanya. Alvian sangat dingin dan sejauh ini hanya Ayara saja yang bisa mencairkan sikap dinginnya.
Setelah tampil beberapa kali, tibalah saatnya Alvian menyanyikan lagu yang diciptakan olehnya sendiri, sejak dua tahun lalu.
"Ian... Ian... I love you!" jerit para penonton gadis, maupun yang sudah memiliki suami. Bahkan ada juga laki-laki dan anak-anak.
"Wah, dia keren sekali... Ian! Aaaaa!" berbagai bunyi teriakan dari para penonton. Soalnya dulu saat Boyband ALV debut di kota itu. Alvian maupun member lainnya tidak ada yang menyanyi sendiri.
Malam ini pun apabila bukan karena Alvian tidak memiliki masalah pribadi. Maka dia akan tetap menyanyi dan ngedance seperti saat konser biasanya
"**L**ama sudah kita bersama, pahit manis sudah kita lewati bersama... Tapi aku yang mengingkari janji itu.." Alvian mulai menyanyikan lirik lagu yang sebetulnya adalah tentang hubungan dia dan Ayara.
"Kau dan aku telah saling mengikat janji untuk selalu bersama sampai tua nanti. Janji ku bahwa seumur hidup akan mencintaimu... membahagiakan dirimu dan menjagamu..."
Saat bernyanyi sendiri Alvian terlihat sangat menghayati lagunya. Begitu bagi para penonton. Soalnya mereka tidak tahu bahwa lagu tersebut memang dikhususkan untuk seseorang
"Tuhan kabulkanlah semua doaku.. ku ingin dia jadi pendamping hidupku sampai akhir nanti, karena dia telah memberikan semua yang aku inginkan. Walaupun akhir kisahnya aku menyakiti dia." saat menyanyikan reff pada lagu tersebut. Alvian sampai meneteskan air matanya sendiri.
"Wah, ternyata Al memang sangat menghayati lagu ini," ucap Naufal yang sudah menunggu di belakang panggung.
"Jangankan sekarang, dia sudah mengetahui bahwa dirinya memiliki seorang putri. Biasanya juga dia selalu menghayati lagu ini. Bukannya lagunya memang dia buat untuk Aya." timpal Sandy ikut merasa kasihan pada sang sahabat.
"Iya, dia pernah bercerita padaku. Bahwa ada beberapa lagu yang kita nyanyikan. Itu juga sebagai ungkapan hatinya terhadap Aya." Naufal ikut menarik nafas dalam-dalam.
Soalnya setelah malam ini sudah pasti kehidupan Alvian akan lebih berat lagi.
...BERSAMBUNG......