
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Malam sudah berganti pagi. Tadi malam Lula menginap di rumah Ayara. Dia takut Aya kembali mengingat Almarhumah ibunya. Namun, tanpa gadis itu ketahui, karena ditemani Lula. Malah membuat Aya semakin menagis dalam diam.
Bagaimana tidak. Dari mulai Group Boyband ALV tampil. Gadis itu menonton live streaming sampai selesai. Namanya juga tinggal satu kamar. Jadi sudah pasti Ayara mendengar percakapan Lula bersama para fans yang sudah memiliki group khusus para pengemar ALV.
Aya juga sempat mendengar jika Alvian. Atau Ian panggilan dari para fans-nya. Menyanyikan sebuah lagu sebagai pengganti karena dia tidak bisa ngedance seperti biasa.
Meskipun begitu, Alvian tetap sudah menyihir hati dan mata para penggemarnya. Bahkan saat pertemuan dengan para fans kemarin sore. Group Boyband ALV mendapatkan cek senilai Delapan puluh juta Dolar, yang diberikan secara cuma-cuma oleh salah satu pengusaha kaya raya. Beliau adalah laki-laki dan sangat menyukai semua lagu mereka.
Saat Alvian menyakinkan lagu berjudul you are my true love. Semua kaum hawa ikut merasakan baper. Meskipun semua orang, termasuk Lula sendiri. Mengetahui bahwa lagu tersebut dibuat Alvian untuk Alice. Gadis yang saat ini dikabarkan adalah kekasihnya.
Bukan hanya itu saja, gara-gara lagu yang dinyanyikan oleh Alvian tadi malam. Sebagian dari netizen juga mengatakan bahwa vokalis tersebut sudah menikah bersama Alice. Soalnya liontin kalung yang Alvian pakai sejak dulu berinisial A, yang berarti singkatan nama Alice.
Begitulah menurut rumor yang beredar. Namanya juga artis, sudah pasti berbagai macam berita kecil bisa menjadi besar. Jika bukan begitu, makan bukan dunia hiburan namanya.
Ceklek!
Suara pintu Toko yang dibuka oleh Lula dan si cantik Vania.
"Ara, hari ini Kak Regina tidak datang ke Toko. Jadi hanya kita berdua saja yang akan menunggu sampai sore," ucap Lula yang baru saja datang dari menemani Vania membeli jajanan di Alfamart.
Saat ini mereka berdua sudah berada di Toko bunga. Soalnya Kak Regina begitu percaya pada Ayara dan Lula. Jadi dia sudah memberikan satu kunci Toko tersebut pada mereka. Apabila dia tidak bisa datang, Toko bunga akan tetap bisa berjualan seperti biasanya.
"Kenapa? Apakah kakak sakit?" tanya Aya yang sudah mulai merangkai bunga seperti biasanya.
"Bukan, Kak Regina sehat. Hanya saja dia pergi ke pemakaman sahabat suaminya. Katanya bila tidak datang malu, jadi kita berdua disuruh berjualan." jawab Lula yang ikut membantu Aya.
Sedangkan si kecil Vania sudah anteng memakan jajanan yang baru mereka beli sambil bermain dengan sortiran bunga yang tidak terpakai.
Vania tidak begitu banyak memiliki mainan seperti anak-anak lain. Jadi hanya bermain sortiran bunga lah setiap harinya. Bahkan si kecil sudah hapal semua nama bunga yang ada di Toko tersebut.
"Oh, yasudah! Kalau begitu nanti kita bekerja saling bantu saja. Apabila banyak pembelinya, aku akan berjaga di kasir. Agar aku bisa sekalian menjaga Vania." Ayara mengangguk mengerti.
"Siap buk bos! Sekarang ayo kita bersemangat kerja. Agar pas ulang tahun Vania yang ke-tiga tahun nanti kita pergi jalan-jalan ke kota S," seru Lula bersemangat dan hal itu diikuti oleh Ayara.
Berhubung jika pagi pengunjung masih sepi. Waktu tersebut mereka gunakan buat merangkai bunga baru dan juga memilih bunga yang sudah rusak. Agar tidak menular pada bunga yang lainya.
"Ara," panggil gadis itu menatap Ayara yang sangat fokus dalam melakukan pekerjaannya.
"Huem, apa? Jangan bilang kau akan bercerita tentang kekasih halumu. Please! Hari ini saja tolong jangan membahas mereka, ya. Aku mohon!" tebak Ayara karena biasanya Lula akan bercerita tentang Aldebaran.
"Agh, kau ini menyebalkan sekali. Untungnya aku mencintaimu, jika tidak. Maka aku akan mencari kekasih yang lainnya." jawab Lula tergelak karena Aya yang mendengar ucapnya menjadi tersenyum.
Asalkan bukan menceritakan Group Boyband ALV. Entah mengapa, hari ini dia sangat malas mendengar hal tersebut. Padahal yang bersalah sudah menyakitinya adalah Alvian.
"Apakah kau tidak mau membuka hatimu lagi buat pria lain? Kau masih muda, Ara. Jangan karena satu laki-laki brengsek. Kau merusak hidupmu sendiri." ungkap Lula yang sebetulnya sudah lama ingin menanyakan hal tersebut.
Akan tetapi karena tidak ada moment yang tepat. Akhirnya dia dan Kak Regina tidak berani bertanya. Takut bila Ayara tersinggung pada pertanyaan mereka. Memang sangat sederhana bagi orang lain. Tapi sangat menyakitkan buat Ayara.
Namun, melihat Aya hidup susah harus membesarkan anaknya seorang diri. Membuat Lula akhirnya menanyakan pada hari ini. Berhubung di Toko bunga sepi tidak ada siapa-siapa. Agar Aya bisa lebih terbuka padanya.
"Tidak!" jawab Ayara setelah terdiam beberapa saat. " Hidupku sudah hancur dari semenjak dia meninggalkan aku, Lula. Jadi hidup berdua bersama putriku jauh lebih nyaman." ungkap Aya karena Lula dan Almarhumah Bibi Antika memang sudah tahu jika dia ditinggal oleh kekasihnya.
"Tapi kau dan Vania butuh perlindungan. Putri mu semakin besar dan akan sekolah. Apa kau bisa membiayai kebutuhan Vania?" apa yang diucapkan oleh Lula saat ini karena dia benar-benar merasa kasihan pada sahabatnya itu.
Saat ada laki-laki yang mengajak Ayara menikah beberapa waktu lalu. Kak Regina dan Lula sangat menyayangkan jawaban Aya yang langsung menolaknya.
Padahal laki-laki itu tidak hanya tampan. Tapi juga kaya raya. Umurnya dan Aya juga hanya beda dua tahun. Hanya saja dia duda yang ditinggal mati oleh istrinya. Namun, bila dengan Ayara sangat pas. Soalnya orang-orang tahunya Aya seorang janda.
"Itu akan aku pikirkan lagi nanti, Lula. Terima kasih! Karena selama ini kau dan Kak Regina begitu mengkhawatirkan masa depan Vania." Ayara tersenyum kecil sambil pergi meninggalkan sahabatnya yang masih duduk merangkai bunga.
Soalnya ada pelanggan yang datang. Jadi Ayara harus menyambutnya. Apabila Kak Regina masuk bekerja tidak libur. Maka itu adalah tugasnya.
"Selamat datang Nyonya, mau mencari bunga seperti apa? Ayo silahkan dilihat dulu," sambut Ayara degan ramahnya.
"Iya, terima kasih! Saya akan melihat sendiri bunga mana yang akan dibeli," jawab si wanita tersebut. Sehingga Lula yang menemaninya sambil menyebutkan jenis-jenis bunga yang mereka jual.
"Huh... maafkan aku, Lula. Mungkin kau tersinggung pada ucapanku. Namun, aku benar-benar tidak bisa menerima kehadiran orang lain lagi di dalam hidupku."
Gumam Ayara menatap lulah dari pantulan kaca yang ada di dalam Toko tersebut.
"*Karena h*atiku seakan-akan sudah mati rasa, sekarang aku hanya ingin hidup bersama Vania. Kalau bisa di tempat yang hanya ada kami berdua saja. Sudah cukup aku yang diperlakukan tidak adil oleh keluargaku sendiri. Jangan sampai Vania merasakan apa yang pernah aku rasakan."
Ayara kembali bergumam, dengan rasa sesak yang ia rasakan. Setiap kali mengigat nenek dan ayahnya yang begitu pilih kasih.
"Sedangkan Tuan Edward dan ibunya saja tidak bisa menerima kehadiranku. Hanya karena terlahir dari anak wanita miskin seperti mamaku. Lalu bagaimana mungkin ada yang mau menerima Vania yang jelas-jelas bukan darah dagingnya sendiri. Itulah sebabnya aku tidak menerima lamaran dari Kak Ari. Meskipun dia baik dan berkata akan menerima anakku sama seperti putrinya sendiri,
Gumam ibu muda itu sebelum kembali menyapa para pembeli yang baru saja datang.
Akhirnya setelah itu Lula tidak ada lagi membahas masalah pribadi Ayara. Mereka berdua sama-sama sibuk dengan tugasnya masing-masing.
Namun, meskipun begitu Aya masih menyempatkan waktunya untuk mendekati sang putri. Agar tahu apa saja yang dikerjakan oleh si cantik Vania.
*
*
Sementara itu di hotel tempat Group Boyband ALV. Mereka semua sudah bersiap-siap untuk kembali ke kota S, yaitu kota tempat tinggal mereka semua. Namun, Alvian tidak akan pulang ditemani oleh Bara.
Kebetulan sekali ibu Bara memang berasal dari kota B. Jadi ada alasan mereka berdua belum kembali. Padahal faktanya Aldebaran atau Bara sudah tidak memiliki kerabat di ibu kota itu lagi.