
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
... HAPPY READING... ...
.
.
"Selamat datang, Bar." sambut Ria begitu melihat kedatangan si member ALV tersebut. Gadis itu ternyata sudah menunggu didepan pintu masuk rumah.
"Heum, iya," jawab Bara singkat.
"Bara... wa--wajah mu kenapa? Apa yang terjadi? Siapa yang sudah berani memukul mu?" seru Ria kaget melihat wajah Bara yang lebam bekas pukulan Alvian tadi malam.
"Aku tidak kenapa-kenapa? Mana Om Rendra?" jawab pemuda tersebut berjalan masuk dan tidak menghiraukan perkataannya Ria tentang wajahnya.
"Papaku ada di kamarnya, tapi kau belum menjawab apa yang terjadi pa---"
"RI, jika kau terus bertanya maka aku akan pulang sekarang." tegas pemuda itu merasa ada yang aneh. Soalnya Tuan Abidzar terkenal akan kebijakan dan kebaikannya. Beliau tidak mungkin berbuat untuk menjatuhkan seseorang tanpa sebab. Apabila tidak merasa terusik ketenangannya.
"Bara, aku hanya---"
"Nak Bara, kau datang kemari? Apa yang terjadi denganmu?" mendengar ada suara keributan mama dari Ria berjalan keluar dari kamarnya.
"Iya, Tante. Saya datang ke sini karena Ria yang menelepon. Katanya Om Rendra mengalami serangan jantung."
"Oh, syukulah! Saya kira tadi Om Rendra sangat parah. Kalau begitu Saya pulang dulu, Tan. Nanti jika ada apa-apa hubungi saja Saya " kata Bara mau melanjutkan niat awalnya.
"Bara, kau kenapa buru-buru sekali. Papaku masih istirahat, aku takut setelah sadar dia akan kembali mengalami serangan jantung. Tolong temani aku---"
"Aku tidak bisa, Ria. Ada masalah keluarga yang harus aku selesaikan." jawab Bara tegas.
"Nak, kau mau kemana terburu-buru? Kenapa tidak sarapan saja disini, kebetulan kami juga belum sarapan." mamanya Ria ikut mencegah agar Bara tidak pergi begitu saja. Semenjak kedua pasangan itu putus, Bara memang tidak pernah lagi datang ke rumah mereka.
Padahal dia dan suaminya sangat berharap bisa memiliki menantu aset negara. Sebab Bara bisa meningkatkan harga saham mereka. Akan tetapi karena kesalahan Ria yang mementingkan karier, membuat harapan itu sirna. Namun, ketika mendengar Nyonya Marry ingin Bara menikah bersama putri mereka, membuat segala macam cara pun dilakukan. Termasuk memfitnah Lula meminum obat pencegah kehamilan.
"Tapi---"
"Bar, ayolah! Ini hanya sarapan pagi. Kau juga terlihat baru bangun tidur dan pastinya belum sarapan juga. Aku dan mama lagi bersedih, jadi aku mohon tingalah lebih lama lagi." sela Ria yang membuat Bara tidak bisa menolaknya.
Namun, sebelum ikut menemani sarapan. Bara meminta izin untuk ke toilet. Sehingga melihat ponselnya yang di taruh diatas bufet. Diambil oleh Ria. Lalu dia mengirim nomor ponsel Lula ke ponselnya. Tidak lupa gadis itu juga menghapus pesan keluar dari ponsel milik Bara.
"Lula, kau pasti lagi menunggu Bara pulang kan? Lihatlah apa yang akan aku lakukan. Kau pikir siapa dirimu? Berani sekali bersaing denganku."
Ria tersenyum jahat karena dia tidak tahu jika Lula sudah meninggalkan Bara. Namun, entah apa yang akan Ria lakukan.
Takut ketahuan oleh Bara, Ria pun berjalan lebih dulu menuju meja makan. Soalnya mama gadis itu sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
...BERSAMBUNG... ...