
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
"Alvian, apakah kau dan Aya sudah berbaikan?" tanya Hanan penuh selidik.
Soalnya sahabatnya itu datang dengan senyum secerah mentari pagi. Berbeda saat tadi, waktu dia meninggalkan Alvian di kamarnya.
"Huem... tentu saja!" jawab Alvian tersenyum tampan. "Dia mau memberiku satu kali kesempatan. Namun, bila aku kembali mengecewakan dirinya. Maka dia akan membawa Via pergi menjauh dariku." jelas pemuda itu sambil berjalan menuju tempat konser berlangsung.
"Lalu, apakah kau setuju?" sahut Naufal karena mereka berjalan beriringan. Sedangkan di kiri kanan mereka di kawal ketat oleh para bodyguard masing-masing.
Begitu pula di depan dan belakang mereka. Ada Staf Muzaki dan para staf lainnya beserta kru dari agensi mereka.
"Lalu aku menyanggupinya. Aku tidak mau melewatkan kesempatan emas ini lagi. Setelah pulang dari sini, aku akan pulang ke rumah orang tuaku untuk memberi tahu tentang Aya dan anakku." jawab Alvian sudah memikirkan sejak beberapa hari ini.
Untuk menjelaskan pada keluarga besarnya. Alvian juga membutuhkan waktu karena tentu mamanya akan kaget bila tidak mencari waktu yang tepat saat mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki anak dengan mantan kekasihnya.
"Semoga semuanya lancar! Kau harus hati-hati dalam mengambil keputusan ini, Al. Jangan sampai Ayara kembali kecewa karena janjimu," nasehat Hanan hanya bisa memberikan dukungan dan do'anya saja.
"Iya, thanks! Aku tidak akan melangar janjiku lagi. Sekarang bukan hanya Aya yang akan aku kecewakan. Tapi juga putirku yang selalu bertanya kapan aku akan pulang." Alvian tergelak karena sangat gemas mendengar Vania yang menanyakan kapan dia akan pulang.
"Tapi Al, eum... bagaimana bila orang tua mu tidak menerima mereka? Ini misalkan saja," imbuh Naufal karena hati seseorang tidak akan ada yang tahu.
Meskipun orang tua Alvian baik dan sangat ingin memiliki anak perempuan. Bukan berarti mau menerima Ayara dan anaknya.
Apalagi Aya sekarang bukanlah siapa-siapa. Melainkan hanya gadis penjual bunga dan tempat tinggal saja harus menyewa.
"Itu... tidak akan pernah terjadi. Pasti orang tuanku akan menerima Aya dan anakku." jawab Alvian terlihat ragu-ragu.
"Jika pun mama dan papaku tidak bisa menerima mereka. Maka aku yang akan meninggalkan keluarga Rafael, karena Ayara saja karena ingin melindungi ku. Dia di usir dari keluarga Wilson. Lalu kenapa aku tidak bisa melewatinya." Alvian berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya lagi.
"Bila aku sudah menikahi Aya. Maka aku tidak akan sendirian. Ada istri dan anakku sebagai keluarga baruku," lanjutnya dengan helaan nafas dalam-dalam.
Sampai mereka tiba di ruangan khusus dibelakang panggung. Alvian dan kedua sahabatnya masih terus mengobrol.
Setelah kedatangan Kak Mauza dan timnya barulah mereka membahas hal lainnya.
"Perjuangkan cintamu, Al. Apapun itu, kami selalu ada untukmu dan Aya." Bara menepuk pundak Alvian pelan, karena dia mendengar ucapan pemuda itu sebelum mereka duduk pada sofa yang sudah tersedia.
"Heum!" Alvian hanya mengangguk dengan senyuman. Soalnya sekarang dandanan mereka kembali di perbaiki. Termasuk menambahkan aksesoris pada para member ALV yang ingin memakainya.
"Al, apa kau ada mengunggah foto bersama anak kecil?" tanya Kak Mauza sambil memperbaiki jaket yang dipakai Alvian.
"Iya," jawab pemuda itu singkat.
"Benarkah? Al, apakah kau mengunggah foto mu bersama Via?" seru Sandy dan Naufal.
"Huem! Tapi fotonya aku blur." jawab Alvian membenarkan.
"Ah! Syukurlah! Aku kira kau mengunggah begitu saja," keluh mereka secara serempak, termasuk Hanan.
Berbeda dengan Bara, dia memang sudah tahu dari awal. Yaitu saat Alvian mengunggah foto bersama Vania putrinya.
"Wow! Foto siapa itu? Kenapa kalian tidak cerita pada Kakak?" seru Kak Mauza penasaran karena sekarang berita tersebut sudah menyebar luas.
Sedangkan yang membuat statusnya, sudah lupa. Kebiasaan mereka memang seperti itu. Setelah mengunggah status baru. Atau pun melakukan live. Maka tidak pernah membuka akun sosial medianya lagi.
"Nanti Kakak juga akan tahu sendiri, yang jelas dia malaikat kecil ku," jawab Alvian tersenyum karena dia memang tidak takut bila orang-orang mengetahui bahwa dirinya sudah memiliki anak bersama wanita yang dia cintai.
Hanya saja demi janjinya pada Ayara dan demi menjaga keamanan putrinya. Alvian harus menyembunyikan semuanya dari publik.
"Siapa sih, kalian membuat kakak penasaran saja," imbuh Kak Mauza yang masih penasaran.
Akan tetapi mereka tidak ada waktu untuk berbicara lebih banyak lagi, karena waktunya para member ALV menaiki panggung.
"Ayo! Kita bisa," ucap mereka serempak sebelum naik seperti mana saat mereka melakukan gladi resik tadi siang.
Baru melihat Bara saja para penonton sudah berteriak histeris. Lalu naik lagi Naufal dan setelahnya Hanan diikuti oleh Sandy dibelakangnya dan di susul oleh Alvian sambil membawa salah satu lagu andalan mereka.
Sehingga stadion yang tadinya gelap mulai terang orang stik dari para fans ikut menggerakkan tangan mereka ke kiri dan kanan.
"Jika dia bisa membuatmu bahagia, walau hatiku terluka, aku rela. Aku kan mencoba tuk melupakan kisah kita, meskipun hatiku kecewa, aku rela... hooo~~ hooo~~`
"Jika dia bisa membuatmu bahagia, walau hatiku terluka. Aku rela, aku kan mencoba tuk melupakan kisah kita, meskipun hatiku kecewa, aku rela....
Satu buah lagu sudah selesai dinyanyikan oleh para member ALV. Banyak dari mereka terharu pada lagu itu. Lagu yang iseng-iseng di tuliskan oleh Ayara saat dia menunggu Alvian dan keempat sahabatnya berlatih.
Akan tetapi sebagian lagi di ciptakan oleh Hanan dan Alvian, karena mereka berdua yang pandai mengarang lagu sendiri.
"ALV!"
"ALV!"
Teriakan para fans seperti biasanya. Bila sudah giliran para member ALV menaiki panggung. Maka dimanapun tempatnya, akan selalu menjadi nomor satu.
Padahal begitu banyak para idol lainya yang juga memiliki wajah tampan. Akan tetapi daya tarik member ALV mengalahkan semuanya.
"Selamat malam para kesayangan," sapa host perempuan yang juga merupakan fans ALV.
"Selamat malam juga," jawab mereka serempak. Termasuk Alvian yang tampil dengan wajah bahagianya.
"Wow! Ternyata dimanapun ada kalian berlima. Selalu memecahkan rekor, tapi ada satu pertanyaan dari kami semua. Pertanyaan ini untuk Ian," kata host laki-laki karena gara-gara foto unggahan Alvian tadi siang.
Sekarang sejagat Dunia halu lagi digemparkan oleh berita-berita tidak jelas tersebut.
"Ini tentang foto yang diunggah oleh Ian, kami semua lagi merasa bahagia dan juga patah hati bersama." jawab Host wanita itu yang mewakili para fans ALV dari seluruh Dunia halu.
"Jika masalah itu, kalian bisa tanyakan pada orangnya langsung," kata Bara tidak tahu apa yang harus ia jawab.
Soalnya yang mengunggah foto tersebut adalah Alvian sendiri. Jadi sudah pasti sahabatnya memiliki jawaban untuk itu semua.
"Baiklah! Ini sebetulnya tidak boleh ditanyakan sekarang. Namun, para fans ALV akan melakukan mogok pulang malam ini, bila belum mendapatkan jawaban langsung dari kalian." terang host tersebut yang sudah mendapatkan Izin dari Staf Muzaki.
Pria dewasa yang berumur empat puluh tahun. Orang yang menjadi seperti ayah bagi para member ALV. Dari awal debut sampai saat ini, dialah yang mengatur semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Tidak ada kata lelah dan sakit, karena pekerjaan degan publik membuat mereka harus tampil sempurna. Tanpa mengeluh, meskipun sudah sangat lelah.
"Aaaa... Ian! I love you!" jerit histeris para gadis saat host baru mau menanyakan perihal tentang unggahan Alvian.
"Ian... Ian... Ian!" teriak mereka kembali menggema seperti memiliki pemandu. Seluruh penonton meneriaki nama panggung Alvian yang terlihat sangat tampan.
"Alvian! I love you," berbagai ucapan terdengar silih berganti.. Termasuk meneriaki para member ALV yang lainnya.
"Hallo Guys... selamat malam semuanya," sapa Alvian tersenyum.
"Malam juga," jawab mereka yang terdengar seperti suara tawon. Bergemuruh karena banyaknya manusia yang menonton.
"Aaaaa! Aku bisa serangan jantung bila terus seperti ini," ucap beberapa orang penonton.
"Kalian ingin bertanya apa? Silahkan tanyakan saja. Jika tidak sulit, mungkin akan langsung Saya jawab." kata Alvian tersenyum kearah pengemar mereka.
"Baiklah! Untuk pertanyaannya, eum... ini tentang siapa sosok yang berfoto dengan Anda? kenapa caption nya seperti sosok ayah dan anak?" tanpa basa-basi lagi sang host langsung bertanya.
Mendengar pertanyaan tersebut, membuat Alvian tersenyum dulu sebelum menjawabnya.
"Wah-wah! Sepertinya gadis kecil itu sangat spesial bagi Anda, karena baru menyebutnya saja. Anda sudah tersenyum bahagia." seru host laki-laki ikut juga tersenyum.
"Tentu saja, dia sangat berharga. Untuk siapa dia sebenarnya, Saya belum bisa memberitahu kalian." jawab Alvian singkat dan padat.
Dia tidak mengelak saat ditanyakan sosok gadis kecil yang berfoto bersamanya dan Alvian juga mengakui bahwa sosok tersebut memang sangat berharga baginya. Sehingga rasa penasaran para fans ALV pun semakin menjadi.
"Tapi... apakah gadis kecil ini ada hubungannya dengan kalung yang berenisial huruf A yang selalu anda pakai atau tidak?" mereka kembali bertanya.
Hitung-hitung sama saja memberi waktu untuk para member ALV beristirahat. Walaupun hanya sejenak saja.
"Eum.. iya, benar sekali. Kalung yang selalu Saya pakai ada hubungannya dengan gadis kecil itu." Alvian kembali menjawab dengan jujur.
"Oke, oke! Kalau begitu bisakah Anda menyapa orang yang memiliki inisial kalung yang Anda pakai. Anggap saja sebagai penganti jawaban Anda atas siapa gadis kecil itu sebenarnya," pinta sang host karena waktu mereka untuk bertanya juga sudah habis.
Para member ALV menyanyikan lagu berikutnya lagi karena biasanya mereka akan tampil sebanyak tiga atau empat kali saja, dan bahkan ada yang cuma dua kali tampil.
"Baiklah!" lagi-lagi si tampan Alvian kembali mengiyakan saja. Lalu dia melepas sedikit jaket yang ia pakai karena keringat masih mengucur pada tubuhnya.
"Untuk gadis yang kalungnya Saya pakai, dia adalah kekasih Saya. Wanita yang akan terus menjadi ibu dari anak-anak Saya nanti." ucap Alvian tertunduk beberapa saat belum dia kembali melanjutkan ucapannya.
"Buat dirimu, yang tidak bisa aku sebutkan nama aslinya. Tolong maafkan aku, karena sudah membuatmu kecewa. Akan aku buktikan bahwa hanya kau, yang ada di hatiku," ungkap Alvian membuat banyak pasang mata yang menangis tanpa sebab, karena mereka merasa iri dengan wanita yang dicintai oleh sang idola.
"Aaaaa... kenapa Saya ikut merasa patah hati setelah mendengar ucapan ini," seru host wanita yang bahunya di elus oleh Sandy.
Soalnya wanita itu benar-benar ikut menangis, sama seperti para penonton di bawah panggung.
"I love you forever, never doubt my love," kata-kata terakhir Alvian sebelum mengakhiri Apa yang hendak dia sampaikan pada wanita yang dikira oleh fansnya adalah Alice.
"Oh, jadi idola kita memang sangat mencintai kekasihnya. Pantas saja selama ini dia hanya dekat dengan satu wanita saja." itulah kesimpulan dari host laki-laki.
Sehingga praduga mereka memang mengarah pada Alice, yang saat ini juga lagi menonton dari televisi. Soalnya akhir-akhir ini gadis itu memang sangat jarang bisa satu panggung bersama para member ALV.
Tidak seperti dua tahun belakangan, di mana ada member ALV. Maka wanita itu juga ada bersama teman-temannya.
"Alice, kau dengar kan Alvian sangat mencintai dirimu." ucap teman wanita itu ikut tersenyum seperti Alice.
"Huem, iya! Aku tidak menyangka ternyata secara diam-diam Alvian juga memiliki perasaan terhadap ku," kata Alice begitu percaya dirinya.
Padahal dia tahu bahwa Alvian lagi membicarakan gadis lain, bukan dia. Hanya saja demi menjaga harga dirinya agar tidak jatuh. Alice berpura-pura mengakui sebagai gadis berinisial huruf A.
Meskipun dia sendiri juga penasaran, siapa gadis yang dicintai oleh Alvian sebenarnya.
"Selamat ya, akhirnya perjuangan cintamu terbalaskan juga. Alvian mengumumkan bahwa dia mencintai wanita berenisial huruf A dan itu sudah pasti adalah dirimu, karena selama ini dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun." lanjut wanita bernama Rima.
"Eum... terima kasih!" jawab Alice tersenyum.
"Tapi Alice, siapa gadis kecil yang berfoto dengan Alvian? Kenapa dia berkata bahwa gadis itu sangat berharga dalam hidupnya? Jangan bilang kalau kau dan dia sudah memiliki anak yang tidak diketahui oleh aku, dan juga publik?" tanya Rima penuh selidik.
"Oh, dia... keponakan dari Alvian. Kau tahu sendiri kan, jika dia tidak memiliki saudara perempuan. Makanya dia sangat menyayangi gadis kecil itu." dusta Alice.
"Iya, aku ingat. Jadi kau dan Alvian sudah sedekat Itu, apabila di belakang kamera?"
"Huem, iya! karena orang tua kami memang saling kenal. Papi ku dan orang tuanya sudah lama menjalin kerjasama antar perusahaan." jawab Alice jujur, Karena bila tentang masalah ini dia tidak berbohong.
"Wah! Kau beruntung sekali menjadi gadis yang dicintai olehnya. Aku rasa setelah dia pulang dari konser malam ini, pasti akan datang melamarmu." tebak Rima asal.
Soalnya jika didengar perkataan Alvian yang tadi. Maka pemuda itu akan segera membuktikan cinta yang dia miliki.
"Iya, aku memang sangat beruntung, karena selama ini akulah satu-satunya gadis yang selalu bersamanya." Alice tersenyum bangga.
"Alvian, aku benar-benar akan menjadi satu-satunya wanita yang ada di dalam hidupmu." gumam wanita bernama Alice.
...BERSAMBUNG......