I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Mendapatkan Job Besar.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Ara, ayo mengaku kau diam-diam ternyata menyukai Group Boyband ALV juga, kan?" tanya Lula penuh selidik. Sehingga membuat Ayara yang tadi sudah merasa deg-degan langsung tertawa.


"Ha.. ha... kau bicara apa? Anakku mirip itu hanya kebetulan saja," jawab ibu muda itu seraya menyelesaikan pekerjaannya yang sudah hampir selesai.


"Ara... aku lagi serius, bukan bercanda. Kau sebetulnya menyukai lagu-lagu mereka juga, kan?" Lula kembali mendesak. Dia berpikir Vania mirip dengan salah satu member ALV gara-gara ibunya menyukai Group Boyband tersebut. Namun, selama ini sengaja ingin menutupi darinya.


"Iya, anggap saja seperti itu, agar masalahnya cepat selesai," imbuh Aya yang tidak ingin membalas mantan kekasihnya lagi. Soalnya mau mirip siapapun. Vania tetaplah anaknya sendiri.


"Agh, kau tidak asik! Padahal apa salahnya jika kau juga menyukai mereka. Lagian keponakanku ini terlihat sangat mirip sama Ian. Kau tidak tahu aslinya Ara, dia jauh lebih tampan daripada yang kita lihat melalui televisi ataupun sosial media lainnya. Aku sangat yakin jika kau bertemu dengannya langsung, pasti akan jatuh cinta," ungkap Lula sambil tersenyum-senyum sendiri mengenang kembali saat pertemuan mereka kurang lebih hampir tiga tahun lalu.


"Huem, mungkin," Ayara kembali menjawab asal. Tanpa Lula ceritakan saja tentu dia sudah tahu segalanya. Dia tidak hanya tahu luarnya saja. Namun, lebih dari itu, mereka sudah tidur dan mandi bersama. Makanya sampai ada Vania kecil.


Bahkan Aya adalah kekasih pertama Alvian. Begitu pula sebaliknya. Dua tahun bukanlah waktu yang sedikit, selama itu pulalah Ayara menjadi satu-satunya orang yang mensupport member ALV sampai mereka berhasil memenangkan kontes audisi untuk kesekian kalinya. Lalu mereka debut dan mendapatkan kesempatan konser di luar kota setelah melewati berbagai seleksi.


"Andai saja cintaku tidak dicuri oleh Albar. Tentu aku akan mencintai Ian juga," ungkap Lula sambil kembali bekerja, karena Kak Regina juga membantu Ayara.


"Lula, Kakak dengar berita tadi malam katanya Ian memiliki hubungan bersama artis cantik Alice dan Dewi," ucap Kak Regina yang menjadi Fansnya Alvian yang sering mereka bilang Ian.


"Apa! Benarkah? Bukannya mereka dilarang pacaran oleh staf nya? Hua.. Kak, Ara, tolong aku," seru Lula menutup mukanya sendiri mengunakan tangannya.


"Lula, kau kenapa?" tanya Aya dan Kak Regina secara bersamaan. Mereka kira gadis itu terluka karena salah gunting.


"Jika Ian ALV sudah memiliki pacar, maka Albarku juga akan mencari gadis lain," jawabnya yang benar-benar menangis.


Bukan hanya Lula yang menagis, tapi jutaan para gadis yang mendambakan fans mereka juga merasakan hal yang sama. Boleh dikatakan hari patah hati sedunia.


"Hei, sudahlah! Kita hanya bisa mencintai dari kejauhan, karena untuk berada di sisinya, itu hanya sebuah mimpi. Soalnya mereka akan mencari gadis yang setara dengan kehidupan dan kekayaannya." kata Kak Regina menenangkan.


"Ketahuilah, bukan hanya dirimu yang terluka. Kakak pun merasakan hal yang sama, begitu melihat trending topic mereka tadi malam," ungkap Kak Regina memperlihatkan wajah sedihnya juga.


"Tapi Kak, aku dengar sejak awal mereka dilarang berpacaran. Lalu kenapa ada berita seperti ini, sih?" saking asyiknya membicarakan member ALV. Kak Regina dan Lula sampai melupakan Ayara yang hanya bisa menahan rasa sakitnya.


"Ternyata kalian berlima sudah menjadi pangeran di hati para pengemar ALV. Sampai-sampai Kak Regina yang sudah memiliki anak gadis ikut tergila-gila pada kalian," gumam Ayara sambil menahan sesak di hatinya.


"Beruntung sekali yang bisa menjadi pasangan mereka. Aku saja yang bisa menonton dan bertemu meminta tanda tangan saja sudah bangga setengah mati," sambung Lula belum juga selesai membicarakan para idolanya.


Selama ini Kak Regina dan Lula memang hampir setiap hari membicarakan Alvian dan para sahabatnya. Sedangkan Ayara cuma mendengarkan saja. Maka dari itu Lula mengira jika sahabtanya itu tidak suka pada Group Boyband ALV.


Padahal bukan dia tidak suka, tapi hubungan antara dia dan Alvian lah yang menjadi dia berpura-pura buta dan tuli. Meskipun rasa sakit hatinya tetap sama.


"Kakak juga sangat ingin bertemu mereka, tapi apalah daya saat mereka konser waktu itu mertua Kakak meningal dunia," tidak Kak Regina, tidak juga Lula. Kedua wanita berbeda usia itu setiap hari tidak pernah membicarakan hal lain.


"Kakak mencintai mereka semua. Setiap ALV ada yang live. Kakak tidak pernah ketinggalan menonton mereka." kata Kak Regina mengakui betapa dia ngefans nya pada Lima bujang tersebut.


"Mama, Via mau ini," suara Vania menyadarkan Kak Regina jika Ayara sudah menyusun bunga yang ia rangkai pada tempatnya masing-masing. Vania memang selalu menyebut namanya sendiri Via bukan Vania.


"Eh, tidak boleh yang ini ya, ini buat dijual. Vania ambil yang ini saja," cegah Aya karena putrinya menginginkan bunga yang bagus buat di jual..


"Tapi yang ini tidak bagus, Via mau yang ini," rengek gadis kecil itu lagi.


"Vania... dengarkan Mama, ini tidak boleh, Nak! Jika Vania mengambil yang ini, nanti gaji Mama akan dipotong. Lalu buat membeli susu putri kecil Mama uang dari mana," jawab Ayara mengendong putrinya agar tidak menangis.


Ini bukanlah pertama kalinya Ayara harus menghadapi anaknya yang rewel dan meminta bunga yang mereka jual. Jadi dia sudah memiliki banyak cara agar sang putri tidak menangis.


Salah satunya ialah dengan mengatakan uang buat membeli susu yang diminum oleh putrinya. Gadis kecil itu mana sanggup tidak meminum susu coklat yang ia suka.


"Ara, jika dia tidak mau dibujuk, maka berikanlah satu untuknya," ucap Kak Regina mendekati ibu dan anak itu.


"Tidak apa-apa, Kak. Putriku sudah biasa seperti ini," tolak Aya tersenyum kecil.


"Jangan takut, ini tidak akan dipotong gajimu. Anggap saja rezekinya Vania, karena kita lagi mendapatkan job besar. Nanti kau juga akan mendapatkan bonus setelah pengiriman bunganya selesai." sambung Kak Regina karena tahu Ayara takut jika gajinya dipotong.


"Tidak Kak, nanti Vania akan kebiasaan bila di turuti," sadar akan keadaan mereka. Ayara tidak pernah memanjakan Vania. Dia hanya akan membelikan ketika sudah memiliki uang. Takutnya Di saat dia tidak memiliki uang. Sang putri malah menginginkan sesuatu yang tidak bisa mereka beli.


"Kak, memangnya kapan kita akan mulai mengerjakan pesanannya?" timpal Lula ikut mendekati Ayara yang masih menenangkan putrinya. Gadis kecil itu menangis dengan terisak.


Begitu banyak yang ia inginkan, termasuk boneka yang sering dimainkan oleh anak tetangga mereka. Namun, sang ibu tidak mampu membelinya.


"Besok pagi kita akan mengerjakan pesanannya. Soalnya aku dengar kata Pak Reply tadi, sebelum Debut ALV akan mengisi acara di sebuah stasiun televisi. Itu berarti dua hari lagi mereka akan datang ke kota kita," jawab Kak Regina. Toko kecil mereka sudah sejak dulu sering mendapat pesanan dari Pak Reply, beliau dulunya adalah tetangga Kak Regina.


Namun, sudah hampir sepuluh tahun beliau pindah rumah, karena dia bukanlah warga biasa lagi. Melainkan seorang Manejer dari Agensi besar. Akan tetapi dia tidak pernah sombong dan masih menjalin hubungan baik dengan Almarhum Bibi Atika yang hubungan baik tersebut menurun pada anak-anaknya Almarhum.


...BERSAMBUNG......