I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Sebagai Majikan.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


... HAPPY READING... ...


.


.


"Maafkan Papa, Nak," ucap Tuan Edward menangis begitu sudah depeluk oleh Ayara. Gadis itu tidak ada respon apapun. Dia hanya diam tanpa bicara apa-apa. Namun, Aya meneteskan air matanya.


Sudah berbelas-belas tahun merindukan pelukan tersebut. Semenjak dia mulai mengetahui bahwa tuan Edward adalah papanya, maka sejak itu pula Ayara mengidamkan pelukan beliau.


Soalnya dia selalu melihat Arianti digendong, diajak bermain dan sering dibawa kemana-mana. Sedangkan Ayara tak ubahnya anak seorang pembantu yang sesungguhnya.


Hanya bisa memimpikan bisa diperlakukan seperti mana Arianti. Namun, justru Tuan Edward tidak pernah menganggap dia ada karena Marlin ibunya berkata bahwa Aya kecil hanyalah anak pembawa sial.


Sehingga membuat Jasmeen mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Padahal kecelakaan tersebut disebabkan oleh Marlin dan Rose.


Mereka berdua membayar seorang montir untuk menyabotase mobil yang dibawa oleh Jasmeen. Agar saat kecelakaan jejak mereka tidak bisa dilacak.


Jadi sekarang jangan pernah ada yang menghakimi Ayara sebagai anak durhaka. Karena yang merasakan hal tersebut hanyalah Ayara sendiri.


"Saya... Saya... Tidak bisa memaafkan, Anda. Jika pun Saya memaafkan Anda, maka bukan sebagai ayah, melainkan sebagai majikan," jawab gadis itu terisak.


"Iya, terserah padamu, ini adalah hukuman untuk Papa karena sudah menyia-nyiakan dirimu," seru Tuan Edward tidak bisa memaksa bila Ayara memutuskan hubungan diantara mereka.


"Sa--saya akan pulang, se--semoga, Anda cepat sembuh," Ayara melepaskan pelukannya karena jika Tuan Edward hanya baring tidak bisa bangun.


Tidak menyahuti lagi, Ayara yang butuh pelukan Alvin langsung keluar dari sana. Dia butuh pundak untuk tempat bersandar.


Kleeek!


"Alvin," lirihnya yang langsung dipeluk oleh Alvian. Pemuda tampan itu seolah-olah tahu apa yang terjadi pada Aya. Jadi begitu istrinya keluar dia langsung memeluk istrinya.


"Tidak apa-apa, kau sudah melakukan yang terbaik. Kau tidak jahat, hanya saja dirimu mengikuti apa yang mereka tanam," ucap si member ALV menenangkan istrinya.


Di sinilah hebat nya sosok Alvian sejak dulu. Dia selalu mengetahui apa yang Aya rasakan. Bisa menenangkan hati gadis itu yang telah dizolimi oleh keluarganya sendiri.


"Tapi---"


"Tidak apa-apa. Sekarang kita pulang dulu, ya. Renata dan Lula mau menemani Tuan Edward. Agar ada yang menemaninya. Kasihan bila tidak ada yang menjaganya, seburuk apapun perbuatannya di masa lalu. Beliau tetaplah orang tua mu," ucap Alvian memberi pengertian pada istrinya.


Bukan apa-apa dia bisa berbicara seperti itu. Melainkan karena setelah mendengar cerita dari Tuan Abidzar papanya. Alvian sedikit memahami apa yang sudah terjadi dan tidak menjadikan dendam atas perbuatan Tuan Edward pada Ayara.


"Kenapa Lula dan Kak Renata malah mau menemani---"


"Aya, kau pulang lah. Kami akan menjaga Tuan Edward menjelang ada keluarganya yang datang," sela Lula karena dia kenal Ayara.


Walaupun hatinya mengatakan tidak mengakui Tuan Edward adalah papanya dan tidak mau memaafkan pria itu. Tetap saja di dalam hati Ayara sangat sakit harus melakukan semua itu.


Tapi Lula, kau dan Renata tidak perlu melakukannya. Biarkanlah keluarga Wilson yang datang kemari," protes Ayara


... BERSAMBUNG... ...