
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
"Sayang," seru Alvian memeluk Ayara diatas panggung tanpa ada rasa malu. Padahal saat ini seluruh dunia menyaksikan kemesraan dia bersama istrinya.
"Alvin," jawab Ayara hanya bisa tersenyum bahagia dengan tangan memeluk piagam serta rangkaian bunga sebagai penghargaan.
"Wah-wah! Sepertinya kita semua sudah dianggap mengontrak oleh Ian ALV," tawa host yang membawa acara tersebut. Sehingga membuat Alvian pun meregangkan pelukannya dari sang istri. Namun, tetap saja dia masih merangkul pinggang gadis itu yang terlihat begitu mesra.
Tentunya hal tersebut semakin membuat Alice terbakar api cemburu. Dahulu beberapa tahun belakangan. Dia selalu membanggakan diri sebagai wanita yang beruntung karena paling dekat dengan Alvian.
Sehingga diberitakan bahwa mereka berdua menjalin hubungan. Bahkan sempat juga beredar bahwa keduanya akan segera melangsungkan pernikahan.
Akan tetapi semua itu hanyalah bualan dia saja yang menganggap bahwa hubungan mereka lebih dari sekedar teman nyatanya Alvian tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang partner saat manggung saja.
"Oke... sekarang apakah Nona Ayara akan memberikan kata-kata untuk kelima member ALV. Anggap saja sebagai seorang fansnya, bukan sebagai istri dari Ian," sambung host laki-laki karena biasanya yang menerima piagam tentu akan memberikan sepatah dua patah pidato. Sebagai kata motivasi untuk artis lain ataupun diri mereka sendiri.
"Sayang, jika kau tidak mau. Maka biarkan aku yang melakukannya," Alvian langsung menatap pada sang istri. Takutnya Ayara merasa tidak nyaman. Apabila harus berbicara di depan tempat umum seperti sekarang. Yaitu di hadapan puluhan ribu penonton dan juga ratusan pejabat negara yang ikut menyaksikan konser megah tersebut.
"Tidak, Al. Aku bisa memberikan sedikit nasihat untuk kalian semua," jawab Ayara tersenyum karena dia tidak mau membuat suaminya malu memiliki istri yang tidak bisa berbicara di hadapan orang banyak.
Walaupun Ayara hanya tamatan sekolah menengah atas dan bukanlah lulusan sarjana dari universitas ternama. Namun, saat masih sekolah dia adalah mahasiswi yang bisa meraih juara umum karena kepintarannya.
Di situlah Ayara merasa tersisihkan karena Tuan Edward tidak pernah datang menghadiri acara sekolah, mau sepenting apapun. Jadi berujung akhirnya Ayara malas untuk belajar, karena mau pintar ataupun tidak. Tetap saja tidak ada gunanya bagi sang ayah, yang selalu memperhatikan Arianti adik tirinya saja.
"Aya! Benarkah kau tidak apa-apa? Bila kau merasa tak nyaman maka biar kami saja yang mewakilinya," tanya Hanan ikut khawatir kalau Aya merasa tak nyaman dengan permintaan host tersebut.
"Tenang saja, Kak. Hanya sekedar memberikan sepatah dua patah kata saja, kan?Jadi kalian bersiap-siaplah karena mungkin kata-kataku nanti akan menyinggung kalian," senyum Aya menyerahkan piagam penghargaan dan bunganya pada Alvian.
Lalu ia berjalan ke arah mikrofon yang sudah terpasang pada tempat para artis memberikan sedikit pidato di sana. Ataupun ungkapan kata terima kasih.
"Selamat malam semuanya! Sebelum Saya memberikan sepatah dua patah kata untuk member ALV. Saya ingin mengucapkan ribuan kata terima kasih pada kalian semua, yang selalu memberikan dukungan terhadap sahabat-sahabat Saya," sapa Ayara tersenyum kearah lautan manusia yang berada di bawah panggung dan disambut hangat pula oleh para penonton yang hadir. Termasuk tamu-tamu terhormat juga menanggapi dengan penuh kesopanan.
"Untuk kelima sahabat ALV. Selamat karena kalian sudah berhasil menjadi artis terbaik beberapa tahun terakhir ini. Namun, apapun hasilnya kalian tidak boleh sombong dan lupa seperti apa perjuangan kalian saat masih berada di bawah," ucap Ayara menatap ke arah suami dan juga sahabatnya.
Setelah dia berbicara suara riuh sejak tadi akhirnya menjadi sepi sebagaimana mendengarkan seorang pemerintah sedang berbicara. Padahal dia hanyalah gadis biasa.
"Sebuah kesuksesan yang kalian dapatkan sekarang. Semuanya bukan hanya karena kemampuan yang kalian miliki. Namun, juga berkat dari fans ALV. Satu pesan ku, tolong jangan pernah menatap keatas karena dibawah masih ada yang tidak seberuntung kalian," ucapnya lagi yang membuat Alvian tersenyum lebar karena istrinya sangat pandai menyusun kata-kata yang bisa menyentuh hati orang lain.
"Semua yang kalian miliki hanyalah titipan. Kapanpun Tuhan ingin mengambilnya. Maka dalam sekejap mata semua itu akan lenyap seketika. Mau seberapa sukses pun kalian. Tetaplah menjadi Kak Hanan, Bara, Kak Naufal, Sandy dan... Alvin yang kukenal," Ayara menyebut satu persatu member ALV.
Termasuk nama suaminya sendiri. Soalnya dia hadir di sana sebagai fans ALV. Bukan sebagai istri dari Alvian.
Sehingga ucapannya membuat fans ALV yang ada dibawah panggung berteriak memanggil nama Ayara. Seolah-olah sebagai pahlawan bagi mereka semua. Tidak disangka jika istri dari Ian ALV yang mereka cintai memiliki pemikiran sederhana dan bijak.
"Dan buat fans ALV. Eum... Teruslah cintai mereka sebagai idola. Namun, apabila kalian memang berjodoh dengan keempat sahabatku, maka jagan pernah takut karena jodoh kita sudah ada yang mengaturnya. Saya rasa ini saja yang bisa Saya sampaikan. Kurang dan lebihnya Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih!" ucap Ayara mengakhiri pidatonya dan mendapatkan teriakan histeris maupun tepuk tangan dari bawah panggung.
"Nona Ayara Febriani Jasmeen. Waw! Tidak disangka-sangka Ternyata walaupun masih berumur terbilang sangat muda. Namun, Anda memiliki pemikiran bijak," seru host laki-laki ikut bertepuk tangan.
"Benar sekali! Nona Ayara bukan hanya cantik wajahnya saja. Tapi juga hatinya. Pantas saja Ian ALV bisa jatuh cinta padanya," host perempuan ikut membenarkan.
Tadinya mereka semua mengira bahwa Ayara akan berbicara yang mungkin saja dengan istilah kata sombong, karena sudah berhasil menjadi istri kesayangan Alvian. Seorang member artis terkenal.
Ternyata semua itu di luar dugaan. Justru Ayara memberikan semangat untuk para fans ALV dan memberikan nasehat untuk para membernya juga. Sedikitpun ternyata dia tidak ada menyombongkan dirinya yang telah berhasil menduduki posisi wanita paling beruntung sedunia.
"Iya, benar sekali. Pantas saja Hanan berkata jika ada seseorang yang lebih berhak menerima penghargaan ini. Ternyata dia adalah fans pertama member ALV. Sebelum menjadi artis terkenal," ketiga host tersebut saling berbicara sedangkan Ayara sudah kembali lagi berjalan mendekati suaminya beserta member ALV yang lain.
"Wah, ternyata adikku sudah besar dan sangat hebat," puji Naufal dan Hanan secara bersamaan.
"Ayara, kau hebat," seru Bara mengelus kepala Ayara sehingga jerit histeris disertai tangisan haru kembali memenuhi stadiun tersebut.
"Aaaa... Aku ikut bahagia karena ternyata Nona Ayara sangat disayang oleh kelima pangeran kita," jerit fans yang duduk di kursi VIP kelas satu.
"Iya, aku tidak tahan bila tidak menangis. Walaupun dia hanya anak seorang pembantu dan yatim piatu. Namun, karena kemuliaan hatinya bisa mendapatkan sahabat yang seperti mana kakaknya sendiri," tangis penonton yang ikut terharu kerena melihat kepala Ayara di elus oleh Hanan.
"Ini adalah pelajaran besar untuk kita semua karena kekayaan itu bukanlah nilai dari sebuah kesuksesan maupun kebahagiaan. Lihatlah Nona Ayara, meskipun dia masih kecil sudah ditinggal oleh orang tuanya. Namun, karena kepribadian yang baik membuat Ian yang kita gilai, mencintainya tanpa syarat," puji para gadis yang begitu mendambakan sosok Alvian.
Mereka ini tentunya adalah gadis-gadis dari kalangan atas semua. Sebab jika orang miskin mana mungkin mereka bisa menduduki kursi VIP kelas satu. Karena untuk duduk di posisi itu mereka harus mengeluarkan uang sekitar tiga ribu dolar.
"Benar sekali, Nona Ayara ternyata bukanlah seperti Alice yang belum apa-apa sudah melarang kita untuk memberikan hadiah pada Ian," sahut gadis lainya lagi.
"Bagaimana jika nanti kita membuat usul untuk bertemu fans, kita minta Nona Ayara ikut serta karena aku sangat ingin berfoto dengannya," begitulah riuhnya pembicaraan para penggemar member ALV disela jeritan-jeritan penonton yang lain.
Sementara itu di atas panggung.
Setelah Ayara memberikan kata sambutan tadi. Sekarang berlanjut Ayara dan ke-lima member ALV. Dimintai untuk melakukan foto bersama dengan para pemerintah setempat dan juga pengusaha kaya raya yang ikut andil dalam acara tersebut.
Setelahnya barulah foto bersama artis yang masuk dalam kategori terbaik juga. Termasuk bersama Chabi Ar. Yaitu Alice dan kedua sahabatnya.
"Maaf sebagai sambutan seorang istri dari Ian ALV. Bisakah Nona Ayara menyumbangkan sebuah lagu yang bisa membuat para penonton menjadikan malam ini sejarah besar dalam dunia hiburan," ucap Alice.
Disaat dia diberikan waktu untuk berbicara. Alice langsung mengatakan bagaimana bila mereka meminta sapaan dari Ayara melalui sebuah lagu. Soalnya Alice ingin mempermalukan Ayara di hadapan ribuan penonton dan di depan kamera yang lagi live streaming.
Alhasil suara riuh dari penonton kembali berteriak meminta Ayara bernyanyi. Mereka hanya tahu memberikan dukungan saja tanpa mengetahui niat Alice berkata seperti itu.
Hanya para pengemar Alice saja yang paham. Karena mereka juga sama-sama ingin menjatuhkan Ayara yang mereka anggap tidak pantas apabila bersanding dengan Alvian.
"Bagiamana ini? Apakah Nona Ayara bisa? Tapi jika tidak bisa juga tidak apa-apa. Biarkan aku yang mewakili mu," tanya Alice tersenyum mengejek karena dia telah berhasil membuat para penonton berteriak menyuruh Ayara menyumbangkan sebuah lagu.
"Saya rasa ini adalah ide yang sangat bagus. Anggap saja malam ini kuota XX lah yang mendapat keberuntungan mendengarkan suara dari istri Ian ALV," sambung host laki-laki karena mendengar para penonton sangat mengharapkan Ayara bernyanyi.
Sederhana untuk orang lain. Namun, bagi orang yang tidak bisa bernyanyi tentu adalah sebuah bom besar. Bila menerima permintaan penonton, bagaimana tidak bisa bernyanyi dan suaranya buruk.
Namun, apabila menolak sudah pasti Ayara akan membuat malu dirinya sendiri. Maupun suaminya. Seperti itulah kira-kira jebakan dari Alice.
"Haa...ha... kau tidak akan bisa selamat Ayara. Kau pikir Dunia hiburan seperti dunia para pembantu? Ha... ha... mampus kau! Jika kau sempat menolak, maka sudah pasti kau akan mempermalukan dirimu sendiri. apabila kau menerimanya tetap saja akan membuat hina dirimu."
Alice tertawa jahat karena sudah berhasil membuat Ayara yang akan pasti malu karena tidak bisa menerima, ataupun menolak lagi. Sehingga Alvian menatap kearahnya. Namun, untuk saat ini Alice tidak perduli meskipun Alvian marah padanya.
Asalkan hatinya terasa puas karena sudah berhasil menjatuhkan Ayara. Bukan hanya Alice yang senang bila Ayara terjatuh. Namun, juga Rima dan Renia sahabatnya. Mereka sakit hati melihat Aya diperlakukan penuh kasih sayang oleh Hanan dan Naufal.
"Ini sebetulnya adalah jebakan untukku. Mereka mau membuatku malu, makanya membuat pilihan sulit seperti ini. gumam Ayara mempertimbangkan permintaan Alice yang membuat para penonton menjadi riuh lagi.
"Maaf, istriku tidak bis---"
"Sayang, tunggu!" Ayara menutup mulut Alvian dengan kedua tangan kecilnya sambil tersenyum lebar. "Apakah kau mengizinkan aku bernyanyi? Aku mohon, hanya kali ini saja.. Boleh, ya, ya... harus boleh," ucapnya yang bukan bertanya melainkan memaksa agar Alvian mau memberinya izin.
"Tapi sayang, kau kan tidak---"
"Walaupun tidak bisa bernyanyi. Tapi aku tidak mau membuat suamiku malu. Tapi tolong izinkan aku berganti pakaian karena aku tidak mungkin bernyanyi dengan gaun seperti ini," sela gadis itu lagi.
Cup!
Tanpa aba-aba Ayara langsung mengecup pipi Alvian sekilas agar suaminya mau memberikan izin.
"Sayang, kemarilah," Ayara mendekatkan bibirnya pada telinga suaminya dan berbisik setelah dia melepas in aer monitor yang melekat pada telinga Alvian.
"Apakah kau yakin?" seru Alvian menatap mata istrinya penuh rasa cinta dan khawatir yang telah melebur menjadi satu.
"Huem," jawab Ayara tersenyum yakin pada keputusannya. Sehingga membuat Alvian pun memberikan izin pada istrinya.
"Ada apa ini? Kenapa Nona Ayara mencium pipi Ian dan berbisik di telinganya. Apakah ini sebagai ciuman sogokan agar diberikan izin?" tebak host laki-laki sambil tertawa.
"Nona Ayara, bagaimana bisakah kau memenuhi permintaan kecilku ini dan juga keinginan para penggemar suamimu?" tanya Alice dengan wajah masamnya karena harus menyaksikan Ayara mencium pipi pujaan hatinya.
"Baiklah! Karena aku sangat menghormati persahabatan kita dan juga ingin membahagiakan hati para penggemar ALV. Jadi akan memutuskan untuk menyanyikan sebuah lagu," jawab Ayara tersenyum kecil.
"Kau pasti sedang ingin tertawa kan Alice? Karena ingin menjebakku dengan permintaanmu itu. Baiklah akan ku tunjukkan siapa lawanmu kali ini. Aku tak akan pernah membiarkan rencanamu untuk mempermalukanku berhasil, karena bukan hanya aku saja yang malu. Tapi juga suami dan keluarga mertuaku."
Gumam Ayara yang tidak akan mau dihina lagi, karena gadis itu sudah bertekad. Agar bisa menjadi gadis yang tangguh. Supaya almarhumah ibunya bangga memiliki putri yang bisa melindungi dirinya sendiri. Walaupun tanpa seorang ayah disisinya.
"Waw! Kau menerima permintaan kecilku. Bagus sekali!" seru Alice langsung senyum liciknya.
"iya, Tentu saja aku akan menerimanya," Ayara menoleh kearah suaminya dan berkata.
"Sayang, kau tunggu di bawah saja karena aku akan bernyanyi dengan satu buah lagu yang aku ciptakan dulu. Namun, lagunya sudah kalian nyanyikan," ucapnya pada sang suami.
"Ayara ku, kau yakin bukannya nada lagu itu tinggi semua? Bagaimana jika kau---"
"Aku bisa, tapi kau harus berjanji akan memberiku sebuah hadiah begitu aku turun dari panggung," sela Ayara karena tidak ingin dikalahkan oleh Alice.
"Al, biarkan saja. Aku percaya bahwa adikku bisa bernyanyi. Lagian lagu yang akan dia bawa adalah ciptaannya sendiri. Jadi ayo kita turun sekarang," ajak Hanan karena dia tahu jika tidak bisa bernyanyi mana mungkin Ayara menerima permintaan Alice begitu saja.
"Huh! Oke, baiklah!" Alvian yang tidak ada pilihan akhirnya ikut meniggalkan panggung diikuti oleh artis lainya yang telah menerima penghargaan.
Sebab mereka juga sangat penasaran dengan suara Ayara. Betulkah gadis itu bisa bernyanyi? Atau hanya sekedar bualan. Seperti itulah kiranya pemikiran mereka semua.
"Karena Nona Ayara akan mempersembahkan sebuah lagu. Maka mari kita semua tinggalkan panggung ini, sebelum Nona Ayara bernyanyi," ucap host ikut turun dari panggung.
"Ayara... selamat bernyanyi. Kuharap kau tidak mempermalukan suamimu. Karena jika kau sendiri yang malu itu tidak masalah bukan. Soalnya jika di kalangan pembantu sudah biasa dipermalukan dan dihina," ujar Alice saat melihat Ayara mau ke arah belakang panggung untuk mengganti pakaiannya.
"Huem, kita lihat saja, Nona Ais," jawab Ayara balas tersenyum mengejek dan langsung pergi kebelakang panggung untuk meminta pakaian pada Kak mauza.
"Dasar bodoh! Kau pikir ini hanya acara mengamen di mobil bus? Bagaimana mungkin dia memiliki keberanian untuk tampil di atas panggung megah seperti ini. Sangat menggelikan. Mari kita tonton anak pembantu ini mempermalukan dirinya sendiri Ais."
Ucap Alice di dalam hatinya sambil menuruni panggung dan ikut menonton di kursi khusus para tamu terhormat dan penyanyi saja.
Tidak lama, hanya sekitar lima belas menit kemudian. Suara musik yang sering lagunya dinyanyikan oleh member ALV mulai terdengar. Namun, kali ini yang menyanyikannya adalah Ayara seorang diri tanpa bantuan dari teman seperti saat Alvian tampil.
Satu lagu tersebut dinyanyikan oleh lima orang. Karena nada lagunya sangat tinggi. Makanya Alvian dan Bara yang bernyanyi saat di awal maupun bagian akhirnya.
"Ais, sepertinya kali ini rencanamu tidak akan gagal," ucap Rima pada Alice yang duduk di sebelahnya.
"Haa... haa... tentu saja. Suruh siapa dia berani-beraninya ingin bersaing denganku. Maka lihatlah kehancurannya malam ini seperti apa," tawa Alice duduk dengan sangat manis melihat ada sosok bayangan Ayara mulai keluar untuk menunjukkan penampilannya malam ini.
"Sayang, apakah kau mau membuat kejutan?"
Gumam Alvian tersenyum tampan sambil memeluk bunga mawar merah yang ia ambil dari meja di hadapannya. Untuk memberikan hadiah pada sang istri. Sebab mencari hadiah lain sudah tidak mungkin. Jadi apa yang nampak saja diambil olehnya.
Andaikan tahu sejak awal jika Ayara akan disuruh bernyanyi dan istrinya meminta hadiah padanya. Maka jangankan bunga. Pesawat pribadi pun akan dibelikan oleh Alvian demi membahagiakan sang istri.
"Sayang maafkan aku melukaimu~~~ Maafkan aku membuat kau pergi jauh dariku. Namun, ketahuilah semuanya terpaksa aku lakukan ~~~"
Suara merdu Ayara membuat Lingstick langsung diangkat oleh para penonton. Yaitu pengemar ALV yang sudah sangat hapal pada lagu itu dan sekarang sedang dinyanyikan oleh pencipta lagu nya langsung.
"Wah, kita kalah Al. Ini pencipta lagunya yang bernyanyi. Aya bukan seperti gadis biasa. Namun, seperti seorang penyanyi terkenal," seru Bara ikut berdiri seperti Alvian yang terus menatap pada istrinya tanpa berkedip.
"Sayang maafkanlah diriku yang telah menyakiti hatimu. Maafkan aku melukaimu~~ Sehingga membuatku kehilangan dirimu ~~~ Hoo ~~ hoo~~
Saat reff lagu tersebut. Yaitu saat Ayara telah selesai menyanyikan lagunya. Gadis itu menangis. Karena lagu yang dia ciptakan ternyata adalah kisah cintanya bersama sang kekasih.
Sehingga membuat Alvian berlari menaiki panggung dengan bunga pada tangan kanannya dan begitu tiba dihadapan Ayara. Ia langsung memeluk istrinya. Sebab Alvian ikut merasakan efek dari lagu itu juga.
...BERSAMBUNG......