I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Spirit Start!



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Cup!


"Tidurlah! Aku mau pergi latihan sebentar lagi," ucap Alvian mengecup cukup lama kening istrinya yang mau tidur setelah mereka menghabiskan makan siang. Ya, setelah melakukan olahraga didalam kamar mandi dan berganti pakaian. Alvian langsung meminta pihak hotel untuk mengantarkan makan siang buat mereka.


Jadi berhubung Ayara kelelahan dan Alvian juga tidak mau istrinya sakit. Dia akan pergi latihan ngedancenya sendirian. Yaitu di tempat yang sudah disediakan. Namun, berada di lantai yang sama dengan kamar hotel mereka. Hanya berbeda ruangan saja.


"Iya, pergilah! Aku mau tidur," jawab Ayara hanya tersenyum kecil yang kepalanya diusap oleh Alvian seperti mana lagi menidurkan Vania.


"Huem," jawab Alvian hanya mengangguk karena dia hanya akan berlatih sebentar tidak lama. Seharusnya mereka akan latihan nanti jam tiga sore. Namun, karena Hanan mengajaknya satu jam lagi jadinya dia ikut saja.


Tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya sekitar sepuluh menit kemudian. Ayara sudah terlelap dalam tidurnya.


"Alice... tidak akan aku biarkan kau mau merusak hubunganku dan Ayara karena kau bukanlah siapa-siapa ku. Berani sekali kau membuat Fitnah yang tidak-tidak tentang kita berdua. Untungnya istriku tidak percaya. Bila Aya bisa dibodohi, maka kami sudah bertengkar karena dirimu."


Gumam Alvian langsung turun dari atas ranjang dan mengirim pesan pada Denis. Si Bodyguard kepercayaan karena pemuda itu memang ikut bersamanya.


Soalnya jika Vania lagi bersama Tuan Abidzar dan Nyonya Risa. Kedua orang tuanya. Jadi sudah pasti Vania akan dijaga dengan ketat. Alvian membawa Denis supaya ada yang menjaga Ayara saat dia lagi ada konser maupun hal lainya yang membuat dia tidak bisa menjaga istrinya.


💌 Alvian : "Denis, kau ada dimana?" bunyi pesan dari Alvian untuk bodyguard nya.


💌 Denis : "Saya lagi berada di depan pintu kamar, Anda Tuan," jawab Denis yang lebih memperketat penjagaan untuk sang bos atas perintah Tuan Abidzar juga.


Ya, Denis bukan hanya menjalankan perintah dari Alvian. Namun, dia juga menjalankan tugas dari Tuan Abidzar. Jadi pemuda itu mendapatkan gaji dari orang tua Alvian juga. Anggap saja sekarang dia adalah bodyguard keluarga Rafael. Bukan hanya bodyguard Alvian saja.


💌 Alvian : "Depan kamarku? Sejak kapan?" Alvian merasa bingung soalnya saat ada petugas hotel mengantar makanan untuk mereka. Di luar kamarnya tidak ada siapa-siapa.


💌 Denis : "Iya, benar Tuan Muda. Saya ada di depan kamar Anda sejak pegawai hotel keluar dari dalam. Setelah mengantar makanan," jelas Denis.


💌 Alvian : "Oh, kalau begitu tunggu dulu aku buka pintunya. Ada yang ingin aku bicarakan," Alvian menyimpan ponselnya dan memperbaiki selimut untuk menutupi tubuh istrinya karena di kota XX lebih dingin daripada kota S.


Setelah itu barulah dia membuka pintu kamar hotel. Lalu mengajak Denis masuk dan duduk diatas sofa.


"Duduklah," titahnya yang dianguki oleh Denis.


"Denis, saat aku konser kau jaga istriku dengan sangat baik, karena aku sangat yakin jika Alice akan berbuat sesuatu atau mengaggu Aya dengan fitnahnya," ucap ayah satu anak itu langsung bertindak tidak tidak mau mengulur-ulur waktu lagi.


Apa yang ia lakukan sekarang adalah untuk melindungi istrinya dari hal yang tidak diinginkan. Alvian tidak mau seperti di cerita di novel-novel ataupun sinetron. Ada yang menjebak Ayara hanya untuk menghancurkan hubungan mereka.


"Baik Tuan Muda. Makanya Saya menjaga pintu kamar Anda karena takutnya bila ada yang akan mengaggu kenyamanan kalian berdua," jawab Denis karena sebelum Alvian memberikan perintah dia sudah tahu apa yang harus dilakukan.


"Baguslah! pokonya mau seberapa sibuknya. Kau tidak boleh meninggalkan istriku sendirian," ulang Alvian karena tidak ingin Denis sampai lengah.


Ayara Febriani Jasmeen adalah harta berharga nya. Jadi sudah pasti Alvian akan melindungi degan sangat baik. Bila tidak ada pilihan lain. Maka ia rela mati demi gadis yang dia cintai.


"Iya, Tuan Muda. Nyawa Saya sebagai taruhannya. Tidak akan Saya biarkan siapapun melakukan kejahatan pada Nona Ayara," Denis menjawab sangat yakin karena sebetulnya selain dia. Masih ada empat orang pengawal Tuan Abidzar yang ikut melindungi Ayara.


Tadi saja saat Alice mendekati Ayara. Mereka sudah mau keluar bila tidak ditahan oleh Denis karena dia adalah kepala Tim sebagai bodyguard khusus. Jadinya para pengawal Tuan Abidzar harus bisa menjadi penjaga bayangan saja. Tidak boleh muncul bila waktunya tidak tepat.


"Tapi... bila Alice tidak melakukan kejahatan yang lainya kau biarkan saja. Agar istriku mentalnya lebih kuat lagi. Tidak mudah ditindas begitu saja oleh orang-orang yang tidak suka padanya,"


"Iya, Saya juga berpikiran seperti itu, Tuan. Makanya saat Nona Alice mendekati Nona Ayara tadi. Saya hanya diam saja karena mereka hanya beradu mulut. Tidak sampai mengunakan pisik," tutur Denis melaporkan sesuai fakta yang terjadi.


"Syukurlah! Akhirnya dia bukanlah Ayara yang cengeng lagi. Mungkin karena kerasnya hidup membesarkan Via tanpa adanya seorang suami membuat Ayara tumbuh menjadi gadis dewasa dan kuat. Agar bisa melindungi dirinya dan putri kami. Maafkan aku sayang,"


Gumam pemuda itu degan helaan nafas dalam-dalam.


"Oke, karena aku mau mau latihan selama satu jam paling lama. Kau berjaga saja diluar kamar, karena istriku lagi tidur. Apapun itu jangan kau biarkan ada yang mengaggu tidurnya," pesan pemuda Alvian berdiri dari sofa diikuti oleh Denis.


"Baik, Tuan," jawab Denis yang sudah seperti seorang sekertaris pribadi saja. Setelah Denis keluar lebih dulu. Alvian berjalan kearah ranjang tempat tidur lagi dan duduk di sisi istrinya.


Cup!


Kembali mengecup Ayara. Namun, kali ini bukan kening. Akan tetapi bibir ranum istrinya yang tadi sudah dia nikmati sambil melakukan penyatuan.


"Aku pergi dulu, ya," pamitnya turun dari ranjang dan keluar dari kamar menuju tempat mereka latihan. Ternyata saat Alvian keluar dari kamar ada tiga orang bodyguard dari Agenci yang datang.


Satu orang untuk menjemputnya pergi ke tempat latihan. Dua orang lagi ditugaskan oleh Staf Muzaki untuk menjaga Ayara. Ternyata pria setengah baya itu juga melindungi Ayara. Bukan hanya Alvian saja.


Sebab bila terjadi sesuatu pada Ayara. Maka sudah pasti Alvian akan mengamuk. Dari cara Alvian memanjakan istrinya. Mereka semua bisa menebak bahwa Ayara seperti sebagian tubuh dan raga si member inti vokalis ALV.


Jadi tidak mau ambil resiko. Staf Muzaki membuat penjagaan ketat untuk melindungi Ayara sebagai istri dari artisnya.


"Apakah kalian di tugaskan oleh Smith Muzaki?" tebak Alvian pada ketiga bodyguard tersebut.


"Iya, benar Tuan Ian. Kami bertugas untuk menjaga Nona Ayara. Sedangkan Aren akan mengantar Anda keruang berlatih karena member yang lain sudah menunggu Anda di sana," jawab salah satu bodyguard tersebut.


"Oke, baiklah! Terima kasih sebelumnya. Aku pergi dulu," pamit Alvian degan sopan. Walaupun dia adalah seorang artis papan atas. Bahkan sudah menjabat sebagai aset negara. Akan tetapi tidak membuat pemuda itu berlaku tidak sopan pada orang-orang yang bekerja padanya.


Bukan hanya Alvian. Namun, seluruh member ALV memang memiliki sifat sopan santun dan rendah hati terhadap siapapun. Maka dari itu juga mereka sangat disukai oleh masyarakat bukan hanya karena ketampanannya.


Alvian meskipun dingin terhadap wanita. Namun, apabila sedang melakukan pertemuan dengan para fans mereka. Ataupun saat di atas panggung. Dia selalu bersikap ramah layaknya artis lain. Jadi seolah-olah pemuda tersebut memiliki duplikat wajah yang sama.


Semua fans ALV mengetahui bahwa dia adalah seorang pria yang sangat romantis ialah setelah hubungannya dan Ayara dipubliskan.


"Al, kau sudah datang," ucap Bara yang sudah menunggu sejak tadi.


"Iya, maaf aku terlambat," jawab Alvian langsung mengambil tempat dirinya saat diatas panggung nanti.


"Oke, kita mulai sekarang ya," seru pelatih ngedance para boyband tersebut.


One!


Two!


Three!


"Spirit start!" ucap laki-laki yang usianya sekitar tiga puluh lima tahun. Dibalik wajah tampannya. Dia memiliki tubuh yang lemah gemulai seperti seorang model. Akan tetapi dia adalah laki-laki normal.


Begitu dia sudah menghitung dan menyuruh semangat serta, mulai. Lagu yang akan dinyanyikan oleh Alvian dan sahabatnya nanti, langsung diputarkan. Jadi seolah-olah seperti mana mereka sedang manggung.


Setiap member juga memegang mikrofon. Seolah-olah mereka sedang melakukan konser sesungguhnya. Agar saat di atas panggung tidak ada kekeliruan, pada pergerakan mereka. Atau posisinya masing-masing.


Walaupun ada terjadinya kesalahan. Maka itulah gunanya latihan sebelum tampil. Agar bisa menguasai panggung dan setiap gerakan mereka yang terkadang bisa salah posisi.


Namun, karena para member ALV sudah latihan dan hafal apa yang harus dilakukan. Jadi semua kesalahan tersebut akan tertutupi dengan cara random mereka .


... BERSAMBUNG... ...