I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Paling Populer.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Aya..." panggil Alvian dengan suara lembut dan gerakan mengangkat dagu istrinya. Saat ini pasangan suami-istri itu sudah berada di dalam kamar mereka menginap malam ini.


"Huem, iya. Ada apa, Vin?"


"I love you!" kata itulah yang menjadi jawaban Alvian. Si member ALV yang paling tampan diantara keempat sahabatnya.


"Tidak kau ucap pun aku sudah tahu bahwa kau sangat mencintaiku." imbuh Aya tersenyum bahagia. walaupun mereka hanya mengadakan liburan di dalam ibukota sendiri dan tidak pergi ke luar negeri. Namun, acara makan malam tersebut begitu romantis dan sangat mengesankan baginya.


"Aku tidak tahu lagi harus mengungkapkan perasaanku seperti apa padamu, sayang. Rasanya hanya sekedar mengucapkan kata i love you saja tidak cukup." jawab Alvian jujur.


"Entah mengapa sejak dulu sampai saat ini rasa cintaku semakin besar. Aku takut kehilanganmu lagi." ungkap pemuda tersebut yang sekarang beralih mengegam tangan Aya. "Mari menua bersama dalam keadaan suka maupun duka."


"Tentu saja aku ingin menua bersamamu, Alvin. Rasa cintaku pun sejak awal kita berpacaran sampai saat ini masih sama."


"Tapi bagaimana saat aku mengakhiri hubungan di antara kita? Apakah kau masih tetap memiliki rasa cinta padaku?"


Plak!


"Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku masih tetap mencintaimu. Hanya saja ada rasa sakit dan kecewa di dalam hatiku. Karena tidak menyangka kau tega membuangku setelah mendapatkan tawaran kontrak kerjasama." Aya terdiam sejenak lalu dia bicara lagi.


"Sebetulnya aku sangat ingin membencimu, Vin. Namun, aku tidak berhasil melakukannya. Apalagi setelah kelahiran Vania. Wajah kalian begitu mirip bagaikan pinang dibelah dua. Setiap kali Putri kita, hatiku sakit berkeping-keping. Belum lagi dengan berita heboh tentang hubunganmu dan Alice."


Cup!


"Terima kasih sudah mau membesarkan anak kita, Aya. Terima kasih juga untuk cintamu yang begitu besar terhadapku. Namun, aku berjanji dengan segenap jiwaku untuk melindungi kau dan kedua buah hati kita dari hal apapun." Alvian langsung mengecup lembut bibir ranum Ayara.


"Huem, aku tahu kau akan melakukannya. Kita sudah sepakat kan, jika yang berlalu biarlah berlalu. Cukup hadapi masa depan dengan penuh kebahagiaan." Ayara mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Sebab tahu apa yang hendak dilakukan oleh mereka setelah saling mengungkapkan perasaan masing-masing.


"Kau benar sekali. Tapi tentang masa depan apakah kita mau menambah anak lagi agar bisa seperti Bara dan Lula? Atau cukup dua anak saja?" Alvian tergelak setelahnya. Tapi jangan lupakan bahwa tangannya sudah bermain pada aset berharga istrinya yang masih menggunakan pakaian lengkap.


"Cukup dua saja. Aku takut kita berdua tidak bisa membagi waktu yang adil untuk Via maupun Arka."


"Baiklah! berhubung aku sudah tahu jawabannya. Jadi sekarang kita cukup melakukannya saja." dengan saling bersilaturahmi bibir. Pasangan suami-istri itu mulai melepaskan pakaian pada tubuh mereka.


Suara angin sepoi-sepoi membuat suasana semakin romantis. Seakan-akan memberi dukungan untuk mereka berdua yang mau melakukan penyatuan seperti biasanya.


Aaah!


Satu lenguhan lolos dari bibir Ayara. Membuat Alvian semakin ber nafsu untuk melakukan lebih dari saat ini. Begitulah mereka berdua yang sejak masa pacaran sampai memiliki dua orang anak tetap merasa seperti baru melakukannya.


"Sekarang?" Alvian bertanya dulu sebelum melakukan pertempuran diatas kasur. Ayara pun mengangguk kecil karena suaminya itu memang paling pandai membuat dia alangkah buruk tidak berdaya.


"Aaahh! Vin..." seru wanita itu begitu tubuh keduanya sudah bersatu. Alvian pun tidak menjawabnya dan mulai melakukan pekerjaan membajak sawah sang istri.


Keduanya larut pada kegiatan tersebut. Hingga sampai sama-sama mendapatkan pelepasan. Namun, setelah itu Alvian pun kembali membuat pemanasan. Begitu Ayara marang sang, dia lakukan penyatuan lagi.


Mungkin karena kebahagiaan selalu menyelimuti rumah tangga mereka. membuat keduanya seakan-akan terus menjadi pengantin Baru stok lama.


Aaaggk!


Aaahh!


Baik Ayara maupun Alvian terus mengerang menikmati percintaan mereka yang entah mau berakhir kapan.


🌻


Berbeda dengan Bara. Dia justru tengah malam lagi membuat rujak buah mangga muda. Untungnya tadi siang sepulang dari rumah Tuan abizar. Lula mengajaknya ke supermarket untuk membeli berbagai macam cemilan. Membuat Bara ingat pada buah yang asam-asam kesukaannya.


"Bara... Apakah tidak asam?" Lula meringis karena Bara yang makan buah mangga muda. Tapi dia yang merasa keasaman.


"Tidak, sayang. Ini sangat enak. Coba kau cicipi!" jawab Bara mau menyuapi Lula. Tapi wanita itu juga cepat-cepat menutup mulutnya karena tidak mau.


"Ya sudah, jika kau tidak mau cukup teman yang aku saja ya."


"Ya, aku akan menemanimu di sini karena aku belum mengantuk." kata Lula setuju. "Bar, jadi bagaimana apakah kau sudah memberitahu papa jika aku hamil?" tanyanya yang baru ingat bahwa mereka belum membahas hal tersebut.


"Sudah tadi sore." Bara menaruh gelas air minum yang dia pegang. "Papa sangat bahagia mendengar bahwa kau hamil sampai sekaligus tiga. Katanya besok pagi Papa mau menyuruh pengacara keluarga Anderson untuk memindahkan nama ahli waris berikutnya."


"Kenapa dipindah? Apakah sudah terjadi sesuatu?"


"Papa ingin menjamin hidupmu dan anak-anak kita. Jadi mau ataupun tidak kau harus menerima bahwa papa menyerahkan delapan puluh persen hartanya untuk kalian." jelas pemuda itu tersenyum.


"A--apa! Bara, cepat telepon Papa dan katakan padanya tidak perlu melakukan hal itu. Aku tidak mau---"


"Shuuit! Kau tidak bisa menolaknya karena jauh sebelum mengetahui bahwa dirimu hamil. Ternyata papa sudah merencanakan hal ini." Bara menempelkan jari telunjuknya pada bibir Lula.


"Huh!" Lula menghembuskan nafas panjang. "Ya, terserah kalian." ujarnya yang tidak mau ambil pusing. Sebab Lula takut jika terjadi sesuatu pada ketiga calon anaknya.


"Besok aku mau pergi ke kantor Agenci. Kau akan dirumah ditemani oleh Bibi Shena ya." Bara yang kembali melanjutkan makan rujak mangga muda kembali berbicara.


"Huem, iya pergilah! Tadi Aya juga sudah mengatakan padaku bahwa kalian mau menanda tangani beberapa perjanjian, kan?"


"Kau benar! Agensi AX Si takut kami bergabung dengan agensi lainnya. Maka dari itu mereka mau kami berjanji akan tetap bernaung di sana." Bara pun selesai menghabiskan dua buah mangga muda.


"Ayo kita pindah ke kamar!" ajaknya lagi yang dituruti oleh Lula. "Bulan depan baru aku umumkan pernikahan kita. Soalnya benar juga kata Om Abi, takut bila ada yang mengusik keluarga kita."


"Tapi... bagaimana bila yang mengusik adalah mama mu dan Tuan Rendra ayahnya Ria?" tanya Ria yang terpaksa membahas hal tersebut.


"Soal itu kau tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membiarkan mereka melakukan sesuatu. Lagian Om Abi sudah menempatkan orang-orang untuk mengawasi mamaku juga. Maaf ya, sayang. Karena kelalaian ku semua ini bisa terjadi." seperti orang yang berbeda. Begitu sampai di kamar mereka. Pemuda tampan itu mulai memijat kaki istrinya yang selonjor diatas tempat tidur.


"Ya, aku sudah memaafkan mu. Namun, jika kau mengulanginya, maka aku akan pergi meninggalkan mu untuk selama-lamanya. Bukan hanya itu saja, aku juga akan membawa ketiga anakku agar menjauh dari ayah yang tidak punya pendirian seperti mu." ucap Lula sedikit pedas dan disertai ancaman.


"Iya, iya! Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Aku akan menjadikan Alvian sebagai guru ku mulai saat ini. Karena dia sangat hebat dalam menjaga cinta dan rumah tangganya." ujar Bara tidak marah mau istrinya berkata seperti apapun.


Setelahnya pasangan suami-istri itu masih terus mengobrol hal-hal ringan. Tidak dipungkiri baik Lula ataupun Bara banyak belajar dari pasangan Alvian dan Ayara.


Pasangan paling populer di dunia halu. Selain romantis Alvian kerap kali membagikan moments bahagianya bersama keluarga. Jadi membuat fans ALV semakin tergila-gila padanya.


... BERSAMBUNG... ...