I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Jangan Menjadi Kompor.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Di Gedung Agenci AX Si.


Setelah mengobrol bersama teman-teman satu member dan juga artis yang lainya. Alvian mengajak istrinya untuk makan. Soalnya para orang-orang juga sudah mulai pindah kemeja tersedia untuk makan siang.


Disinilah mereka sekarang. Di satu meja yang memiliki tempat duduk banyak. Ada sekitar sepuluh kursi. Jadi Alvian dan Aya duduk di sana.


Lalu ada Bara, dan Sandy juga. Namun, setelah itu datanglah Richard bersama satu orang temannya lagi. Akan tetapi ternyata Alice dan Rima temannya juga ikut duduk di meja yang sama dengan Alvian.


"Hai... ikut bergabung, ya." ucap Alice sudah duduk di samping Sandy. Ini bukan kali pertama mereka makan bersama. Namun, sudah untuk kesekian kalinya.


Bagi para artis yang bernaung di sana. Mereka adalah teman dan tidak ada kata iri-irian pada sesama artis. Sebab semua keberhasilan berdasarkan pada kemampuan mereka sendiri. Sebab semuanya sama-sama sudah mendapatkan rekomendasi langsung dari Agenci.


Sama seperti Alvian dan keempat sahabatnya. Keberhasilan mereka memegang puncak Dunia hiburan. Adalah karena mereka memang berhak untuk di posisi itu.


Namun, semua para Artis tentu harus mematuhi peraturan dari Agensi AX Si. Selama dua tahun awal kontrak mereka dilarang menjalin kekasih dengan siapapun.


Akan tetapi bila sudah selesai dan lewat dari dua tahun. Mereka bebas mau menikah pun tak ada larangannya. Intinya meskipun mendapatkan skandal seperti Alvian saat ini. Para artis tersebut sudah memiliki kekuatan bertahan dan tidak akan roboh sebelum berdiri tegak.


"Duduklah! Kau seperti pada orang lain saja. Kita ini kan teman," jawab Bara dengan sengaja karena mau melihat saat Aya dan Alice disatukan. Kira-kira apa yang dapat Alvian lakukan.


"Terima kasih! Aku takut menganggu," senyum manis ditujukan oleh Alice dengan gaya elegannya.


"Ais, kita juga satu panggung Minggu depan." ucap Richard sambil menunggu minuman mereka datang. Sama seperti Alvian. Dia dan Aya juga lagi menunggu jus jeruk pesanannya. Soalnya di luar memang lagi sangat panas. Seperti mana hati para wanita yang cemburu pada Ayara.


Berbagai makanan di hadapan mereka sudah tersedia. Yaitu adalah makanan mahal. Seperti mana di hotel bintang lima. Sebab yang memasak makanan tersebut juga chef terkenal.


Mana mungkin para artis itu diberi makanan asal. Itulah kelebihan dari Agensi AX Si. Mereka tidak hanya mementingkan uang saja. Namun, juga kesehatan para artisnya.


"Benarkah? Wah, sepertinya sangat seru. Kita juga sudah jarang satu panggung kan, Ric," ujar Alice dengan sesekali menatap pada Alvian yang lagi bermain ponsel.


"Iya, mungkin sekitar lima bulan kurang lebih." sahut Richard membenarkan.


"Maaf, sudah membuat kalian lama menunggu." ucap pelayan khusus yang bertugas makan dan minuman para artis papan atas tersebut.


"Tidak apa-apa," jawab mereka seperti biasa.


"Nona Ais, apakah kau dan Nona Rima juga mau dibuatkan jus?" tanya si pelayan menaruh jus yang di bawahnya di hadapan Alvian, Bara dan juga Richard.


"Iya, buatkan aku jus strawberry seperti yang biasa aku pesan." jawab Alice.


"Baiklah! Tunggu sebentar, ya," jawab wanita tersebut menaruh lagi jus dihadapan Ayara.


"Hai Nona Ayara. Ini Jus nya. Selamat menikmati. Ternyata Anda memang sangat cantik. Pantas saja Ian ALV bisa sudah menikah di umurnya yang masih sangat muda."


"Hai juga, Ka.. Terima kasih jus ini, maupun pujiannya, Kak" jawab Aya tersenyum kecil menyebutkan wanita itu dengan kata kak bukan bibi.


"Jangan sungkan! Saya bertugas melayani semua orang yang datang ke sini. Anda memang sangat cantik jadi pantas untuk di puji."


"Arem, kau mau membuatkan jus untuk kami atau tidak? Kenapa malah mengobrol di sini," tegur Alice karena sebetulnya dia tidak menyukai pujian si pelayan terhadap Ayara.


"Iya-iya! Tunggulah sebentar, tidak sampai sepuluh menit aku sudah kembali." wanita bernama Arem itu langsung saja cepat-cepat pergi karena malas untuk berdebat dengan Alice.


"Sayang kau mau makan degan apa?" tanya Alvian nyebut istrinya dengan kata sayang. Sehingga membuat orang yang satu meja dengan mereka saling tatap muka.


Tidak menyangka saja bahwa Alvian yang terkenal dingin dan tidak bisa disentuh. Ternyata bisa berkata sayang terhadap seorang wanita. Ditambah lagi di hadapan orang lain.


"Agh! Kau jangan menjadi kompor di saat siang hari seperti, Al. Kau tahu sendiri bukan jika di luar saat ini panasnya mencapai tujuh puluh derajat Celcius. Lalu kenapa kau malah bermesraan bersama Aya. Jadinya bisa menyebabkan panas hati juga," seloroh Bara dengan tersenyum jumawa.


"Minum es yang banyak, biar dingin." Alvian malah menjawab santai.


"Sayang, ayo katakan kau mau makanan yang mana? Biar ku ambil," si ayah satu anak itu malah semakin menjadi-jadi.


Seakan sangat senang membuat orang-orang di sekitarnya merasa terbakar oleh api cemburu. Maupun iri melihat kemesraannya bersama sang istri.


"Alvin, tidak perlu, aku akan mengambilnya sendiri. Jadi ambil untukmu saja, ya," tolak Aya merasa tidak nyaman harus bermesraan dihadapan teman suaminya.


Jika di hadapan Bara maupun Sandy. Gadis itu sudah tidak malu lagi, karena sudah biasa bermesraan seperti itu sejak mereka masih berpacaran.


"Tidak! Kita makan satu piring saja. Kalau begitu biarkan aku yang memilih" putus Alvian yang tidak bisa diganggu gugat lagi.


"Nona Ayara, apakah Alvian sudah biasa seperti ini saat kalian dirumah?" tanya Richard sambil mengisi piring makanan untuk dia sendiri.


"Ric, jangan kau tanyakan lagi. Si Ian ALV ini sangatlah bucin akut. Tapi apabila dia lagi bersama Aya saja. Itu sudah terjadi sejak dulu dan kami berempat lah yang selalu menjadi obat nyamuk apabila mereka sudah bersama," bukan Ayara yang menjawab. Tapi Sandy.


"Waw! Sungguh tidak aku sangka, apabila seorang pria sudah mencintai wanita. Maka benar-benar akan bucin akut. Soalnya selama ini aku kira ada kisah seperti itu hanya di novel saja. Bukan di dunia nyata," seru teman Richard juga tidak menyangka. Bahwa Alvian adalah orang yang sangat romantis.


"Aaaa... romantis sekali! Kalian berdua benar-benar membuatku yang sudah memiliki kasih ini menjadi iri, karena aku dan kekasihku tidak pernah bermesraan seperti kalian." ucap seorang Staf yang lewat untuk makan siang juga.


Sedangkan Aya yang mendengarnya hanya terus tersipu malu. Ingin menolak tidak bisa lagi. Namun, disuapi oleh Alvian seperti mana anak kecil membuatnya malu dan tidak nyaman.


Sangat berbeda jauh dengan Alvian. Pemuda itu justru dengan bangganya terus menyuapi dia sendiri dan juga sang istri secara bergantian.


... BERSAMBUNG... ...