I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Alvian Tebar Pesona.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Setelah puas menggoda Alvian dan Ayara. Barulah mereka pergi jalan-jalan mengunakan satu mobil menuju Taman yang tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


Jadi di dalam mobil tersebut ada kelima member ALV dan wanitanya hanyalah Ayara sendirian.


Naufal bertugas menjadi sopir dadakan. Jadi yang duduk di kursi depan adalah Naufal dan Sandy.


Lalu bangku barisan ke-dua di tempati oleh Alvian, Ayara dan bangku dibelakangnya lagi Bara bersama Hanan.


Selama dalam perjalanan mereka sibuk bercanda gurau dengan berbagai bahan lawakan. Seperti inilah mereka sejak dahulu. Kemana-mana selalu berenam dan Ayara tetaplah satu-satunya princess bagi kelima pemuda tersebut.


Meskipun sempat terpisah selama kurang lebih empat tahun. Akhirnya hari ini kebersamaan seperti dulu dapat mereka rasakan lagi.


"Aya, apakah kau masih ingat saat kita makan di Restoran arah ke danau buatan di kota S?" tanya Naufal sambil memperhatikan jalanan didepan mobil yang ia kendarai.


"Eum... restoran yang hanya menjual menu dari ikan laut, kan?" tebak Ayara karena dia memang masih ingat.


"Nah iya, betul sekali. Pada saat itu Alvin mentraktir kita berlima. Lalu besok paginya dia sekolah tidak memiliki uang saku karena tidak berani meminta pada Om Abidzar lagi" lanjut Sandy yang juga mengetahui kisah mereka.


"Jangan bilang Alvin mentraktir kita karena tidak mau aku membayar makanan sendirian, ya?" tebak Ayara melihat kearah suaminya.


"Benar sekali. Jadi saat itu Alvin tidak ingin kau membayarnya makanan sendirian. Dia bercerita pada kami setelah kita pulang dari sana," sambung Bara dari bangku belakang.


"Pada saat itu kebetulan sekali kartu ATM miliknya lupa disimpan dimana. Kau kan tahu dulu dia adalah orang yang sangat ceroboh," Hanan ikut juga menceritakan masalah Alvian.


Sedangkan orang yang mereka bicarakan lagi serius melihat ponselnya. Alvian berpura-pura sibuk agar ke-empat sahabtanya tidak menceritakan kisah itu lagi.


"Haa... haa... Benar sekali. Berapa kali dia berangkat sekolah mengunakan seragam yang salah saking cerobohnya karena asal menyimpan seragamnya," tadinya mereka hanya tersenyum saja saat menceritakan Alvian. Tapi sekarang sudah mulai tertawa karena bila mengingat masa lalu. Pasti tidak akan ada yang percaya jika Alvian remaja orang yang ceroboh.


"Benarkah seperti itu? Tapi kenapa jika menurutku dia selalu tampil sempurna? Sekarang ayo ceritakan padaku seperti apa dia saat disekolah," Ayara ikut tersenyum dan mulai mendesak agar keempat sahabat mereka mulai menceritakan tentang suaminya yang tidak dia ketahui.


"Dia orangnya memang sangat pintar. Tapi apabila kekantin membawa gitar. Maka sudah pasti tidak akan mengikuti pelajaran berikutnya," Sandy masih tertawa seperti yang lainnya.


Sehingga di dalam mobil tersebut ramai seperti lagi reunian. Padahal hanya ada mereka berenam.


"Seingat ku Alvian juga selalu mengantongi permen setiap mau masuk kelas," imbuh Naufal dan dibenarkan oleh temannya yang lain.


"Wah-wah! Sepertinya kebiasaan Via mengantongi permen mengikuti papanya," tebak Ayara yang membuat Alvian hanya tersenyum saat kejelekannya sedang di ghibah oleh orang-orang terdekatnya.


"Agh! Al, ternyata kebiasaan mu harus menurun pada princess Via," keluh Hanan.


"Diakan anakku, tentu saja akan ada kesamaan diantara kami," jawab Alvian mengelengkan kepalanya. Namun, dia terus mengembang senyum.


Sekalian mereka mengerjai Alvian, karena Ayara tahu jika yang lainya juga lagi bergurau.


"Sayang, kali ini kau jangan percaya pada mereka berempat. Karena sudah pasti jawabannya akan merugikan aku," ucap Alvian sambil mata fokus pada layar ponselnya.



"Huem! Seingatku iya," Bara berdehem agar tidak tertawa. "Diantara kami dia adalah orang yang selalu tebar pesona. Jika kau tidak percaya tanyakan saja pada mereka," lanjut Bara.


"Iya Aya, Alvin adalah orang yang selalu tebar pesona. Dia ini sangat genit jika menurutku," sambung Naufal yang entah ada apa dengan mereka. Sehingga sangat kompak untuk menjelekkan Alvian di depan orangnya langsung.


"Bukan hanya itu, Alvin mu ini juga suka mengikuti guru BK. Soalnya guru kami selain galak. Dia adalah orang yang sangat cantik," kata Hanan yang membuat Bara, Naufal dan Sandy tertawa. Begitu pula Alvian.


"Astaga! Benarkah seperti itu?" seru Ayara yang membuat Alvian langsung menyimpan ponselnya.


"Sayang, jangan percaya pada mereka. Aku mana pernah tebar-tebar pesona. Jika ceroboh iya. Tapi soal kekantin itu semua juga bohong," ucap si ayah satu anak sambil menarik agar Ayara bersandar pada bahunya.


"Haaa... haa... awas kalian ya. Berani-beraninya kalian mengompori istriku," tawa Alvian karena dia tahu jika semuanya ingin menindas nya.


Sampai ke tempat tujuan terus saja seperti itu. Melihat Alvian sibuk merayu Ayara agar tidak percaya pada kejelekan yang diceritakan oleh mereka. Membuat Bara dan yang lainnya semakin menjadi-jadi.


"Apakah ini tempatnya?" tanya Sandy karena Naufal sudah membelokkan mobil tersebut kesebuah gerbang besar dan ada tulisan Taman abadi di pintu masuknya.


"Iya, ini adalah tempatnya. Tadi malam aku sampai tidur jam dua gara-gara melihat dari google alamat tempat yang akan kita kunjungi dan semua ini hanya untuk menjadi sopir dadakan hari ini. Anggap saja aku lagi mencari uang tambahan," jawab Naufal yang sudah biasa dijadikan sopir oleh keempat sahabatnya.


"Hey... kau tenang saja. Aku bukanlah bos yang pelit yang tidak memiliki hati dan rasa kasihan pada sopir sepertimu. Hari ini aku yang akan traktir. Jadi tersenyumlah karena kau boleh mau meminta apapun," ucap Alvian seolah-olah Naufal memang seorang sopir.


"Wah, kalau begitu kau juga akan mentraktirku," imbuh Bara mulai bersiap-siap mau keluar dari mobil tersebut.


"Eh, enak saja. Aku hanya akan mentraktir bapak sopir kita. Jadi kalian semua harus bayar sendiri-sendiri," jawab Alvian membuat Ayara tersenyum mendengarnya dan berkata.


"Sudah-sudah! Ayo kita turun dari sini, karena aku sudah tidak sabar melihat keindahan tempatnya," ajak Ayara karena bila dia hanya diam saja maka kelima member ALV itu akan terus saling ejek dan akhirnya tertawa bersama.


"Baiklah-baiklah! Karena sekarang Nona Ayara sudah mengajak turun. Jadi kita turun saja sebelum dia marah," kata Sandy keluar dari mobil lebih dulu dan diikuti pula oleh yang lainya.


"Sayang, ayo," ajak Alvian yang turun dari mobil dan sekarang membuka pintu mobil disebelah Ayara dan mengulurkan tangannya untuk membantu sang istri.


"Terima kasih," ucap Ayara tersenyum. Setelahnya mereka berenam berjalan mendekati tempat tersebut yang pengunjungnya sudah diberitahukan. Agar tidak ada yang mengaggu ketentraman para member ALV maupun Ayara.


"Alvin, aku mau menaiki kereta mini itu," tunjuk Ayara pada kereta api kecil yang tidak terlalu jauh dari mereka saat ini.


"Oke, kita akan menaikinya untuk sampai ke bukit harapan," jawab Alvian mengandeng mesra istrinya.


"Apakah kalian juga mau menaiki kereta api kecil itu? Atau mau berjalan kaki saja?" tanyanya pemuda itu lagi.


"Aku mau menaiki kereta juga. Agar kita cepat sampai dan mengunjungi tempat indah lainya lagi," Hanan yang menjawab karena dia berdiri tidak jauh dari Alvian.


... BERSAMBUNG... ...