I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Dua Jam.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING.....


.


.


Malam harinya. Di ibukota B, pukul delapan, lewat tujuh belas menit. Bagian Dunia halu.


Ayara lagi memasukan pakaian mereka yang sudah disetrika kedalam lemari kayu yang sederhana. Berhubung siang sibuk bekerja. Jadi malam harinya ia gunakan buat membereskan pekerjaan rumah.


"Besok hari libur, aku ingin bangun siang. Nanti pergi jalan-jalannya siang saja. Agar bisa bermain sampai sore." gumam Ayara tersenyum melihat putrinya yang sudah tidur sejak tadi.


Lalu karena pekerjaannya sudah selesai. ibu muda itu pun berjalan mendekati ranjang tempat tidur, dan baring di samping sang Putri.


"Maafkan Mama, anakku, Mama belum bisa membuatmu bahagia. Sekarang bisa membiayai kebutuhan kita sehari-hari dan juga susu untukmu. Rasanya Mama sudah bersyukur sekali. Tinggal tiga bulan lagi Kak Regina akan memperbesar Toko nya. Katanya gaji Mama akan dinaikkan, jadi Mama bisa menabung uangnya buat membeli boneka yang kamu mau," tangan Ayara terangkat mengelus rambut panjang Vania.


Sejak kecil gadis kecil itu menyukai rambut panjang. Makanya Ayara membiarkan saja, karena atas kemauan si cantik Vania sendiri.


"Semoga Mama selalu sehat, agar bisa menjagamu. Kita tidak memiliki siapapun di dunia ini, jadi harus bisa menjaga satu sama lain." lanjut Ayara sebelum matanya terlelap.


Hampir seharian penuh bekerja merangkai bunga, menyusun pada tempat yang pas dan melayani para pembeli. Membuat Aya tidak pernah tidur larut malam. Soalnya ketika pagi menyongsong dia harus bangun untuk memasak sarapan mereka.


Gadis yang dulunya tidak pernah bekerja, baik itu di dalam rumah. Ataupun di luar rumah. Sekarang sudah menjadi dewasa daripada umurnya. Semua beban ia pikul sendiri. Baik dari biaya hidup bersama sang putri ataupun saat Vania sakit.


Apabila lagi sakit, Vania sangat rewel dan tidak mau sama siapapun. Maunya hanya sama mamanya saja. Sehingga membuat Ayara benar-benar kelelahan akan hal itu. Namun, tetap saja dia belum pernah marah pada putrinya.


Saat Ayara kecil masih berumur dua tahun. Jasmeen ibunya sudah meninggalkan dia bersama sang ayah yang langsung menikah lagi. Jadi Ayara sudah kekurangan kasih sayang dan perhatian sejak kecil.


Makanya meskipun hidup susah, dia ingin melimpahkan Vania dengan kasih sayang, karena hanya itu yang mampu dia beri.


*


Tidak berbeda jauh dari Ayara. Di ibukota yang sama. Alvian baru saja memasuki kamarnya sendiri. Mereka sudah tiba dari satu jam yang lalu. Namun, karena masih ada acara bersama para staf. Membuat Alvian dan keempat sahabatnya belum bisa langsung beristirahat.


"Huh! lelah sekali," keluh Alvian melepas Hoodie yang ia pakai dan diletakan pada kepala sofa. Lalu dengan langkah lelahnya Dia berjalan mendekati ranjang tempat tidur dan langsung baring di atasnya. Sambil melihat langit-langit kamar hotel bintang lima yang akan mereka tempati untuk tiga hari ke depan.


Ya, kali ini Group Boyband ALV akan tinggal di kota B. Sampai acara yang mereka isi selesai. Soalnya sudah tiga tahun kurang lebih mereka tidak ke sana lagi. Makanya kali ini jadwal mereka sangat padat.


Dari berbagai stasiun televisi swasta maupun lokal. Sibuk meminta agar ALV mengisi acara mereka.


"Siapapun pemilik sepatu ini, dia pasti anak yang cantik. Aku begitu penasaran sama pemiliknya." ucap pemuda itu tersenyum sendiri. Namun, tidak lama setelahnya ponsel milik Alvian bergetar. Ia rogoh saku celananya untuk melihat siapa yang menelepon saat malam seperti saat ini.


Ttttddd!


"Alice," gumamannya langsung mengangkat panggilan tersebut.


📱 Alvian : "Iya, ada apa, Ais?" sapa pemuda itu menyebutkan nama Alice dagang panggilan Ais, mereka memang memangil gadis itu dengan nama tersebut.


📱 Alvian : "Lumayan melelahkan, apalagi datangnya tidak langsung Istirahat." Alvian hanya menjawab seperlunya.


📱 Alice : "Aku sudah tahu. Oya, kalian berapa hari mau berada disana?" gadis yang merupakan penyanyi juga sama seperti Alvian. Kembali bertanya, karena dia tahu jika tidak seperti itu Alvian tidak banyak bicara.


📱 Alvian : "Mungkin tiga hari, kata Staf Muzaki tidak enak menolak permintaan para siaran televisi. Mereka sudah jauh-jauh hari mempersiapkan semuanya.," papar Alvian yang memang dekat dengan gadis itu.


📱 Alice : "Kenapa lama sekali? Aku sudah merindukanmu bila selama itu," keluhnya lagi karena tidak ada tanggapan dari Alvian.


📱 Alvian : "Tidak akan lama, hanya tiga atau empat hari. Nanti setelah pulang dari sini, aku akan mengajakmu jalan-jalan ke suatu tempat yang indah." bujuknya agar Alice tidak mengeluh lagi.


📱 Benarkah! Huem, baiklah! Aku tunggu janjimu," seru Alice sangat bahagia. Soalnya selama ini Alvian bila sudah berjanji selalu ditepati. Hanya pada Ayara lah dia berdusta.


Lama Alvian mengobrol dengan Alice. Sampai matanya benar-benar sudah mengantuk barulah mengakhiri panggilan tersebut.


"Huoom! Aku mengantuk sekali," gumam Alvian mulai terlelap diatas ranjang king size. Tanpa dia ketahui bahwa selama tiga tahun ini. Putrinya tidur diatas kasur usang yang hanya berukuran satu setengah meter.


Dia hidup bergelimang harta, sementara darah daging nya sendiri hidup menderita. Harus dibawa pergi bekerja setiap harinya. Boleh dikatakan jika Vania besar didalam Toko tempat ibunya mengais rezeki untuk mereka supaya bisa bertahan hidup.


Sampai pada pagi harinya. Alvian yang sudah mengetahui jadwal kerja mereka hari ini. Sudah bangun sejak jam setengah tujuh tadi pagi.


Namun, baru saja dia selesai bersiap-siap mau keluar dari kamarnya. Pintu kamar tersebut sudah di ketuk oleh seseorang yang pemuda itu sendiri juga tidak tahu.


Tok!


Tok!


Ceklek!


"Kak Mauza, ada apa?" seru Alvian pada wanita tersebut. Dia adalah bagian make over para member ALV sejak pertama debut, sampai saat ini.


"Kita harus bersiap-siap sekarang juga, yang lainya sudah menunggu di bawah. Setelah sarapan nanti kalian bersiap-siap dalam mobil saja," jawab Mauza sembari menjelaskan panjang kali lebar.


"Ya sudah! Ayo, aku juga sudah mau berangkat," ajak pemuda itu kembali dulu masuk untuk mengambil ponselnya yang masih tertinggal di dalam.


Sedangkan Mauza masih setia menunggu di depan pintu. Hal yang sudah sering dia lakukan kepada semua member ALV. Bila lagi ada konser seperti saat ini. Maka mereka semua termasuk para bodyguard terlihat seperti keluarga besar.


"Ayo, Kak," ajaknya yang berjalan beriringan dengan wanita itu.


"Iya, acara pertama ini, hanya satu jam saja. Namun, yang lama itu acara setelah jam satu siang. Itu baru sekitar dua jam lamanya." jelas Mauza meskipun Alvian tidak bertanya


"Lama juga ternyata,"


"Iya, tapi nanti kalian bisa menikmati pemandangan di sana. Banyak para pengunjung dari dalam kota maupun luar kota," ucap Mauza yang sudah mendapat bocoran dari para Staf mereka tadi pagi.


BERSAMBUNG...