I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Pasti Memiliki Niat.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


Cup!


Begitu turun dari atas panggung. Alvian langsung memberikan Ayara kecupan pada bibir ranum istrinya. Bibir yang selalu ia nikmati. Menantang-mentang lagi disuruh menikmati masa mudanya. Alvian dan Ayara selalu melakukan hubungan suami-istri.


Entah itu siang. Ataupun malam. Selagi masih ada kesempatan keduanya selalu menikmati kebersamaan mereka.


"Aku mencintaimu," ucapnya setelah melepaskan pangutan bibir mereka. Soalnya negara tersebut adalah hal biasa bila berciuman di tempat umum.


Jadi tidak ada batasan untuk saling menunjukan kasih sayang maupun keromantisan mereka. Tanpa peduli jika begitu banyak yang iri akan hal itu.


Terutama Alice dan Arianti. Kedua wanita itu adalah orang yang paling membenci Ayara karena sudah dianggap merebut pujaan hatinya.


Padahal sungguh itu hanyalah halusinasi mereka saja karena nyatanya Alvian tidak menyukai satu pun diantara mereka.


Akan tetapi orang-orang yang memiliki sifat iri hati yang kuat seperti mereka, tentunya selalu mencari kesalahan orang lain. Itulah yang menyebabkan Arianti sampai masuk rumah sakit karena tidak kuat melihat Ayara bahagia.


"Aku juga sangat mencintaimu," jawab Ayara ikut tersenyum kecil melihat kearah suami tampannya. Padahal malam ini Alvian hanya memakai baju kaos panjang yang dipadukan dengan celana jeans panjang juga.


Namun, sialnya tetap saja dia terlihat begitu tampan. Baik itu dimata Ayara maupun mata para gadis yang tergila-gila padanya.


Alvian sama seperti anak bujangan karena dia sangat tampan bagitu pula Ayara. Mereka tidak terlihat seperti orang tua dari gadis kecil.


"Apakah setelah ini kita akan pulang ke hotel?" tanya Ayara setelah Alvian ikut duduk bersamanya. Soalnya acaranya belum selesai makanya dia bertanya.


"Iya, kita tidak ada acara lagi dan bisa istirahat lebih awal. Aku tidak ingin kau sakit karena kelelahan. Apalagi besok pagi kita akan jalan-jalan ke berbagai tempat indah di kota ini," jawab Alvian karena saat ini Staf Muzaki lagi menyiapkan kepulangan mereka.


"Benar juga, kita bisa langsung istirahat. Aku memang sangat lelah," sambil menunggu mereka mengobrol dengan cara seperti orang lagi berbisik. Soalnya musik masih menggelegar karena acara tersebut terus berlangsung.


Ada begitu banyak artis yang diundang ke acara tersebut. Namun, Alice ataupun artis dari Agensi AX Si hanya member ALV saja.


Setelah pembicaraan malam itu bersama Alice. Alvian tidak ada bertemu gadis itu lagi dan Alice juga tidak ada meneleponnya. Padahal Alvian masih memakai kartu lamanya.


Mungkin karena takut pada ancaman Alvian yang akan menghancurkannya apabila masih mencari gara-gara. Atau karena Alice lagi merencanakan sesuatu untuk menyakiti Ayara? Entahlah! Yang jelas Alvian tidak mau ambil pusing lagi tentang wanita itu dan untuk menyakiti Ayara sepertinya sangat tidak mungkin karena ada Denis yang akan mempertaruhkan nyawanya demi nona mudanya.


"Sabar ya, sebentar lagi kita akan pulang ke hotel," Alvian menarik pelan agar Ayara bisa bersandar pada bahunya. Aya yang memang lelah tentunya langsung merebahkan kepalanya pada bahu sang suami.


Namun, tidak lama karena mereka sudah di kawal untuk meninggalkan tempat acara tersebut dan melewati jalan khusus untuk para artis.


"Al, aku akan satu mobil bersama kau dan Ayara. Bara mau naik mobil bersama Naufal," ucap Sandy berjalan pelan agar menyeimbagi langkah pasangan suami-istri tersebut.


"Iya, tidak apa-apa. Kau ini seperti pada orang lain saja," jawab Alvian membuat Sandy tersenyum dibuatnya.


"Haa... haa... Aku hanya takut mengaggu kalian berdua," jawab Sandy tertawa.


Begitu mereka keluar dari arah panggung langsung disambut oleh bodyguard. Baik itu pengawal dari Agenci AX Si dan juga pribadi.


Mereka di kawal ketat dari sisi manapun. Sehingga tidak ada celah untuk seseorang bisa mendekati para artis tersebut.


Braaak!


Suara mobil yang ditutup setelah Alvian masuk kedalam bersama Ayara dan juga Sandy.


"Al, aku degar Ais mengalami masalah," ucap Sandy setelah mobil tersebut mulai berjalan. Kali ini untuk sampai ke tempat menginap, mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit. Soalnya dari tadi siang hotel tempat mereka menginap sudah pindah bukan tempat kemarin malam lagi.


"Kenapa? Aku tidak tahu," jawab Alvian sedikit memperbaiki cara duduknya.


"Dia menolak datang di acara tadi siang. Alasannya tidak ada yang tahu. Namun, karena hal itu dia kena tegur dari Smith Muzaki dan malam ini manggung nya juga dibatalkan,"


"Oh, masalah seperti itu. Tapi bila dia tidak bisa konsisten dalam bekerja. Sudah pasti akan mendapatkan teguran dari siapapun atasannya. Kita ini pablik figur, tidak bisa bertindak semaunya bila tanpa alasan," imbuh Alvian yang bisa menebak bahwa Alice seperti itu pasti ada sangkut pautnya dengan pembicaraan mereka kemaren malam.


Namun, Alvian tetap pada pendiriannya tidak peduli apapun yang terjadi pada Alice karena wanita itu sudah mengakui kejahatannya yang mau membuat Ayara malu.


"Sayang, apakah ada hubungannya dengan dirimu?" tebak Ayara menatap pada suaminya.


"Al, apakah kau menemuinya? Apa yang terjadi?" kali ini Sandy yang bertanya.


"Aku hanya bilang padanya agar jangan pernah untuk menyakiti Aya lagi. Aku tidak terima karena kemaren malam dia sudah mau membuat istriku malu. Jadi setelah kita kembali ke hotel. Aku langsung mengajaknya bertemu dan memberikan sedikit peringatan," jawab Alvian.


Dia memang tidak ada mengatakan pada siapapun bahwa telah menemui Alice agar berhenti mencari gara-gara degan Ayara.


"Oh, itu bagus! Aku juga akan melakukan hal yang sama pada orang yang ingin mempermalukan gadis yang kita cintai," imbuh Sandy juga setuju dengan tindakan Alvian, yang tegas pada benalu rumah tangganya.


Setelah pembicaraan itu mereka kembali membicarakan hal lain lagi. Begitulah selanjutnya sampai tiba di hotel tempat mereka menginap malam ini. Sandy langsung ke kamarnya dan Alvian bersama Aya juga kekamar mereka sendiri.


"Agh! Aku lelah sekali," keluh Ayara begitu masuk kedalam kamar. Gadis itu langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Padahal high heels yang ia pakai belum dilepas.


Sehingga membuat Alvian yang sudah melepaskan baju bagian atasnya. Duduk di samping kaki istrinya. Lalu membantu melepas high heels mahal tersebut.


"Al, apa yang kau lakukan? Aku---'


"Sudah baring saja dan tunggu disini biar aku ambil baju tidurnya," sela Alvian berjalan kearah lemari pakaian dan mengambil baju ganti untuk istrinya karena tidak mungkin Ayara tidur memakai baju seperti saat ini.


"Ini, ayo ganti dulu. Agar tidurnya nyaman,"


"Alvin, aku bisa melakukannya sendiri. Tapi... terima kasih karena sudah mau membantuku. Aku akan berganti didalam kamar mandi. Kau tahu kan jika aku tidak bisa tidur bila belum membersihkan tubuhku. Apalagi sudah dari luar seperti ini," Ayara menerima baju tidur tersebut dengan tersenyum lebar.


"Aaa... aku beruntung sekali bisa memiliki suami yang pengertian. Walaupun dulu dia pernah menyakiti ku. Tapi kan Alvin terpaksa bukan atas kemauannya sendiri." gumam Ayara yang tersenyum-senyum sendiri.


Fiuuuh!


"Kau lagi memikirkan apa. Huem?" tanya Alvian meniup muka Ayara.


"A--aku hanya lagi memikirkan Via. Sayang, bagaimana jika besok kita langsung pulang saja? Jadi jalan-jalannya cukup pagi sampai siang. Sorenya kita kembali ke kota S," usul Ayara.


"Kenapa? Apakah kau tidak mau melihat semua tempat indah di kota ini?" tanya Alvian karena tadinya dia berencana akan liburan selama dua hari paling cepat.


"Tidak ada apa-apa. Aku mau melihat tempat-tempat indah apalagi bila bersamamu. Tapi... aku merindukan putri kita. Aku belum pernah berpisah darinya selama ini," ungkap Ayara degan suara sendu.


"Oke, kita akan pulang besok sore saja. Jika teman-teman yang lainya terserah mereka saja. Namun, kita akan kembali duluan," putus si tampan yang tidak mungkin membiarkan Ayara bersedih. Karena tujuannya adalah untuk membuat Ayara bahagia. Bukan merasa tertekan. Gara-gara merindukan putri mereka.


Soalnya Alvian sendiri juga sangat merunduk Vania. Walaupun tiap hari melakukan panggilan video call. Tetap saja mereka sangat merindukan sang buah hati.


"Benarkah? Tapi... jika kita pulang lebih awal. Maka kasihan member ALV yang lainya," keluh Ayara tidak tega membuat acara mereka berantakan.


"Kalau begitu, besok kita tanya mereka dulu. Apakah tidak masalah bila kita pulang duluan. Bagiamana? Agar tidak merusak acara yang sudah kita susun," usul Alvian membuat Ayara mengagguk setuju.


"Iya, seperti itu saja. Aku tidak enak bila hanya memikirkan diriku sendiri,"


Cup!


Alvian mengecup tangan Ayara yang ia genggam dan berkata. "Kalau begitu cepatlah jika mau membersihkan tubuh mu sebelum tidur. Malam ini kita tidak akan membuat adik untuk Vania karena aku tidak mau membuatmu kelelahan," titah pemuda itu sedikit mendorong tubuh Ayara agar segera masuk kedalam kamar mandi.


"Iya, aku mandi dulu," Ayara langsung masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Alvian langsung mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Denis.


Ttttddd!


📱 Denis : "Iya Tuan Muda?" hanya satu kali getaran bodyguard pribadi itu sudah mengangkat panggilan dari bos nya.


📱 Alvian : "Perketat penjagaan pada Aya. Aku tidak ingin jika Alice melakukan sesuatu untuk menyakitinya," jawab Alvian yang sangat tahu jika seperti apa sifat Alice.


📱 Denis : "Baiklah! Apakah dia telah melakukan sesuatu, Tuan Muda?" tanya Denis karena menurut sepengetahuan dirinya tidak ada siapapun yang mendekati Ayara.


📱 Alvian : "Tidak ada. Hanya saja aku sangat yakin bahwa dia akan melakukan sesuatu. Namun, kapan nya aku tidak tahu,"


📱 Denis : "Oke, kalau begitu Anda tidak perlu khawatir karena Saya akan menjaga nona dengan sangat baik,"


📱 Alvian : "Iya, lakukan sesuatu bila dia berani menyakiti Ayara. Soalnya terkadang aku tidak bisa bersama istriku terus," setelah berkata seperti itu Alvian langsung memutuskan panggilan tersebut.


"Alice, jika kau berani melakukan sesuatu. Maka aku akan menghancurkan mu pada saat itu juga. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh istriku," gumam Alvian yang tidak sengaja melihat Alice saat mereka keluar dari tempat acara malam ini.


Meskipun wanita itu memakai masker penutup wajah. Namun, Alvian sangat hafal bahwa itu adalah Alice. Jika bukan memiliki niat jahat pada Ayara. Maka mana mungkin Alice berdiri bersama wartawan dan fans ALV.


... BERSAMBUNG... ...